kosong

berfikir untuk hidup yang lebih baik , dan beriman untuk tuhan yang benar

kapan yesus di salib ??

Posted by kosongan pada | 13 |Desember| 2008 |

sumber : http://www.oyr79.com/magen/kapan-yesus-disalib/

Alkitab tidak menulis bahwa Yesus Kristus disalib dan mati pada hari Jumat.

Matius, Markus, dan Lukas hanya menulis hari persiapan (Yunani: paraskeuê), sedangkan Yohanes menulis bahwa Yesus Kristus disalib pada hari persiapan Paskah (paraskeuê tou paskha, Yohanes 19:14) berarti sehari sebelum PESAKH (Paskah Yahudi) yang jatuh pada tanggal 14 bulan Nisan.

Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, (Matius 27:62, TB-LAI)

tê de epaurion êtis estin meta tên paraskeuên sunêkhthêsan hoi arkhiereis kai hoi pharisaioi pros pilaton

Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat. (Markus 15:42, TB-LAI)

kai êdê opsias genomenês epei ên paraskeuê ho estin prosabbaton

Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai. (Lukas 23:54, TB-LAI)

kai hêmera ên paraskeuê kai sabbaton epephôsken

Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: “Inilah rajamu!” (Yohanes 19:14, TB-LAI)

ên de paraskeuê tou paskha hôra de hôsei hektê kai legei tois ioudaiois ide ho basileus humôn

WAYOMAR ‘EL-HAYEHÛDÎM BA‘EREV HAPESAKH HAHÛ’ KASHO’ÂH HASHISHÎT HINÊH MALKEKHEM (HaBrit HaKhadasya)

Yesus Kristus disalib pada hari Jumat adalah anggapan sebagian orang karena menurut mereka hari persiapan itu adalah sehari sebelum Sabat mingguan atau hari Sabtu, thus sehari sebelum hari Sabtu adalah hari Jumat. Bagaimana pula dengan hari persiapan Paskah? Apakah Paskah Yahudi saat itu jatuh pada hari Sabtu?

Paskah Yahudi senantiasa diusahakan tidak jatuh pada hari Sabtu, jika seandainya bakal jatuh pada hari Sabtu, maka mereka akan menggeser hari tersebut dalam penanggalan.

Suatu ketika di tahun 2001 yang lalu bertepatan dengan tahun Yahudi 5761, pernah terjadi hal serupa yaitu Paskah jatuh pada Minggu sore, setelah Sabat Mingguan dan merupakan suatu hal yang rumit, saling tabrakan, karena persiapan Paskah tidak dapat dilakukan pada hari Sabat Sabtu, oleh karena itu persiapan Paskah justru dilakukan pada hari Kamis.

Yang lebih rumit lagi adalah antara membuang KHÂMETS (ragi) dengan KHÂMETS yang digunakan untuk tiga jenis roti yang dimakan di hari Sabat Sabtu. Di satu pihak KHÂMETS tidak boleh berada di dalam rumah di hari Paskah, di pihak lain KHÅMETS diperlukan untuk roti Sabat Sabtu yang disebut KHÂLAH, roti manis bercampur telur DAN RAGI. Benar-benar rumit, oleh karena itulah maka para rabi Yahudi yang menyusun penanggalan Yahudi senantiasa mengusahakan agar PESAKH (Paskah Yahudi) tidak jatuh bertepatan dengan Sabat Sabtu.

Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertamapun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel. (Keluaran 12:15, TB-LAI)

SYIV’AT YÂMÎM MATSÔT TO’KHÊLÛ ‘AKH BAYÔM HÂRI’SHÔN TASHBÎTÛ SE’OR MIBÂTÊYKHEM KÎ KOL-’OKHÊL KHÂMÊTS WENIKHRETÂH HANEFESY HAHIV’ MÎYISRÂ’ÊL MÎYÔM HÂRI’SHON ‘AD-YÔM HASHEVI’Î

Dengan perkataan lain, Paskah Yahudi bukan hari Sabtu (Sabat Mingguan), dan hari persiapan Paskah tentu saja bukan hari Jumat.

Jika seandainya Yesus Kristus disalib dan mati pada hari Jumat, kapan wanita-wanita menurut ayat di bawah ini membeli dan menyiapkan rempah-rempah?

Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.” (Markus 16:1, TB-LAI)

kai diagenomenou tou sabbatou maria hê magdalênê kai maria hê tou iakôbou kai salômê êgorasan arômata hina elthousai aleipsôsin auton

Jika seandainya hari Sabat yang dimaksud adalah Sabtu, maka wanita-wanita itu membeli rempah-rempah di antara Sabtu sore hingga Minggu sore, karena ditulis setelah lewat hari Sabat, diagenomenou tou sabbatou. Hari Minggu menurut kalangan Yahudi dimulai sejak Sabtu sore setelah matahari terbenam hingga Minggu sore, thus mereka shopping di malam Minggu.

Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat, (Lukas 23:56, TB-LAI)

hupostrepsasai de hêtoimasan arômata kai mura kai to men sabbaton hêsukhasan kata tên entolên

Kali ini timbul masalah baru, ternyata mereka menyediakan (hetoimazô, dapat saja mencakup makna membeli) rempah-rempah setelah pulang dari Golgota, dan pada hari Sabat (jika seandainya adalah hari Sabtu), ternyata mereka beristirahat. Thus membeli rempah-rempah sebelum hari Sabat.

Pertanyaan, kapan mereka membeli rempah-rempah, sebelum hari Sabat (menurut Lukas) atau sesudah hari Sabat (menurut Markus)?

Markus menulis bahwa para wanita membeli rempah-rempah setelah hari Sabat, jika Sabat dimaksud adalah Sabtu, berarti mereka membeli rempah-rempah antara Sabtu sore hingga Minggu sore, sedangkan Yesus Kristus sudah bangkit di Minggu pagi.

Perhitungan hari Yahudi adalah sejak matahari terbenam hari yang bersangkutan hingga matahari terbenam keesokan harinya. Sabat mingguan dimulai sejak Jumat sore hingga Sabtu sore.

Lukas pula menulis bahwa para wanita itu mempersiapkan (termasuk dalam pengertian membeli) rempah-rempah setelah pulang dari Golgota, dan mereka beristirahat pada hari Sabat, thus mereka membeli rempah-rempah itu sebelum hari Sabat, atau antara tenggang waktu sebelum Jumat sore.

Jumat sore hingga Sabtu sore adalah Sabat Mingguan, tidak boleh berbelanja, thus para wanita itu tidak membeli rempah-rempah di antara tenggang waktu itu.

Jika kedua ayat di atas dipadukan, kemudian ditafsirkan bahwa Sabat dimaksud adalah hari Sabtu, maka kedua ayat ini bakal bertentangan satu sama lain, karena di satu pihak mereka membeli rempah-rempah sebelum hari Sabtu, di pihak lain mereka membeli rempah-rempah setelah hari Sabtu.

Mengapa terjadi pertentangan? Pertentangan itu terjadi karena hanya ada satu hari Sabat, tetapi jika ada dua hari Sabat, niscaya tidak akan terjadi pertentangan.

PESAKH atau Paskah Yahudi merupakan hari Sabat yang tidak jatuh pada hari Sabtu. Berdasarkan penelitian sebagian pakar Alkitab, Paskah Yahudi di zaman itu jatuh pada hari Rabu, tanggal 14 bulan Nisan, thus Rabu sore hingga Kamis sore adalah Sabat Paskah. Dengan demikian maka cerita menurut Markus dan Lukas dapat dirangkum begini:

  1. Rabu pagi hingga sore, Yesus Kristus disalib, ‘EREV PESAKH.
  2. Rabu sore hingga Kamis sore, PESAKH (Paskah Yahudi) disebut juga SHÂBAT GADÔL, sabat besar.
  3. Kamis sore hingga Jumat sore, para wanita membeli rempah-rempah setelah Sabat Paskah (Markus 16:1) tetapi sebelum Sabat Mingguan (Sabtu).
  4. Jumat sore hingga Sabtu sore, Sabat Mingguan (Sabtu), para wanita beristirahat (Lukas 23:56).
  5. Sabtu sore hingga Minggu sore, Yesus Kristus bangkit.

Rangkuman di atas membuktikan perkataan Yesus Kristus dalam Matius 12:40, “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” Tenggang waktu antara Rabu sore dengan Sabtu sore merupakan tenggang waktu tiga hari dan tiga malam.

  • 24 jam pertama, Rabu sore hingga Kamis sore;
  • 24 jam kedua: Kamis sore hingga Jumat sore;
  • 24 jam ketiga: Jumat sore hingga Sabtu sore.

Oleh karena Sabat Mingguan berakhir pada petang hari, maka Sabtu malam sudah mulai hari pertama. Yesus Kristus bangkit pada hari pertama, entah pada jam berapa, mungkin tengah malam. Yang jelas adalah pada waktu fajar, para wanita yang datang ke kubur-Nya, mereka menemukan kubur yang kosong. YESUS KRISTUS SUDAH BANGKIT.

Meskipun ada dua versi tentang hari kematian Yesus Kristus yaitu Rabu dan Jumat, namun hal itu bukan mengurangi arti dan tujuan wafat atau kematian Yesus Kristus. Yang jelas bahwa Kristus sudah datang. Dengan datangnya Anak Domba Allah yang sudah dikorbankan, maka perayaan PESAKH Yahudi tidak diperlukan lagi, karena wujud dari apa yang dibayangkan oleh Anak Domba Paskah itu sudah datang dan menyelesaikan misi keselamatan-Nya. Tidak penting untuk memperdebatkan pada hari apa Dia wafat, sebaga yang perlu diketahui adalah bahwa Dia sudah wafat, kita dapat memperingatinya pada hari apa pun juga seperti halnya kita dapat mengadakan Perjamuan Kudus kapan saja untuk memperingati kematian-Nya.

Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” (1 Korintus 11:25, TB-LAI)

Penulis: Yohanes

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: