kosong

berfikir untuk hidup yang lebih baik , dan beriman untuk tuhan yang benar

ayat-ayat setan

Posted by kosongan pada | 23 |Desember| 2008 |

sumber : http://shodiqielhafily.wordpress.com/2008/05/08/adakah-ayat-ayat-setan-dalam-qur%E2%80%99an/

Adakah Ayat-ayat Setan Dalam Qur’an?
Oleh Shodiqiel Hafily
07 Mei 2008

Kalaupun saya kedepankan tulisan ini, saya tidak bermaksud menelanjangi diri sendiri sebagai muslim yang mengimani Qur’an sebagai kitab suci yang saya cintai dan saya junjung tinggi sebagaimana umat beragama lain juga bersikap kurang lebih sama dengan sikap saya. Saya hanya ingin melakukan pemandangan ke dalam setelah menyorot sejumlah kasus di luar.
Adakah Ayat-ayat Setan Dalam Qur’an? Untuk pertanyaan yang saya buat sendiri ini saya jawab seperti keberadaan setan, yaitu antara ada dan tiada. Tidak tampak dalam pandangan tapi jelas ada dan terbukti dari pengaruh-pengaruh buruknya.

Dalam buku-buku kajian ulum al-Qur’an semisal Ibn Katsir (tafsir bi al-ma’tsur), asbab al-nuzul dll, dituturkan bahwa pada awal-awal dakwah Islam di Makkah, intimidasi kaum kafir Quraisy begitu keras dan gencar menghantam bertubi-tubi baik secara langsung kepada Nabi maupun kepada pengikut beliau yang – kala itu – masih sangat sedikit. Kenyatan itu membuat Nabi merasa sangat prihatin sehingga timbul harapan di hati Nabi agar Tuhan menurunkan wahyu yang dapat melunakkan kekerasan dan meredakan gangguan-gangguan kaum Quraisy terhadap para pengikut beliau.

Sekian lama dinanti-nantikan, akhirnya turun juga wahyu QS. Al-Najm. Sebagaimana lazimnya, setelah bersujud tilawah, wahyu segera dibacakan kepada kaum muslimin dan didengar sejumlah orang kafir Quraisy. Dan ketika sampai pada bacaan:

أفرأيتم اللات والعزى. ومناة الثالثة الأخرى. تلك الغرانق العلا. وإنّ شفاعتهنّ لترجى

Apakah kalian tidak melihat Dewi Lata dan Dewa Uzza? Juga Manat (sebagai dewi) yang ketiga lainnya? Mereka itulah dewa-dewi yang elok dan mulia. Dan sesungguhnya pertolongan mereka benar-benar diharapkan.”

Mendengar bacaan 2 (dua) ayat terakhir itu, kaum kafir Quraisy terperangah. Karena tak disangka-sangka, tiba-tiba saja Nabi menyampaikan wahyu berisi pengakuan dan pujian kepada dewa-dewi mereka. Sedang sebelumnya Nabi selalu lantang menyerukan tauhid kepada Allah swt. Maka, tanpa komando, merekapun turut bersujud karena gembira menyaksikan perubahan haluan Nabi.

Akan tetapi belum lagi mereka mengangkat wajah dari sujudnya, Malaikat Jibril telah menyampaikan koreksi bahwa 2 ‘ayat’ terakhir yang dibaca Nabi itu bukan wahyu dari Tuhan melainkan bisikan setan. Maka serta merta Nabi menyampaikan koreksi tersebut dan menanggung resiko dicaci maki oleh orang-orang kafir Quraisy yang baru saja kegirangan.

Itulah ayat-ayat setan yang pernah terbaca satu kali, tidak pernah termaktub dan langsung terkoreksi. Dan itu pula yang saya maksud antara ada dan tiada.

Sebenarnya 2 ‘ayat’ itu tidak seperti diasumsikan orang-orang kafir Quraisy, karena Nabi hanya bermaksud menyatakan bahwa patung-patung dewa-dewi itu karya seni pahat yang bagus dan pernyataan bahwa syafaatnya diharap-harapkan oleh pemujanya bukan dimaksudkan sebagai legitimasi pemujaannya sebagai dewa. Selipan ayat-ayat setan itu menyerupai jawaban ‘diplomatis’ kebahasaan Nabi Ibrahim pada kasus perobohan berhala-berhala kaum Namrudz yang terekam dalam QS. Al-Anbiya’: 63. Bedanya, jawaban Nabi Ibrahim dimaksudkan sebagai argumentasi ‘tantangan keberanian’, sedang dalam kasus Nabi Muhammad ini terkesan memberi angin segar bagi paganisme kaum Qurasy.

Terlepas dari maksud tujuan apapun yang ingin dicapai, nabi dan rasul sama sekali tidak memiliki otoritas mengubah, meniadakan apalagi mengarang wahyu ilahiyat. Baik dalam posisi menang maupun dalam kondisi terancam. Itulah makna kalam khabar bimakna insya’ pada QS. Al-Najm: 3 yang menjadi pendidikan dan pengajaran dalam pembentukan mentalitas yang teguh pendirian dalam menyuarakan kebenaran hati nurani. Tidak tendensial apalagi sesuai pesanan demi kepentingan pihak-pihak tertentu.

Satu pertanyaan besar begitu kuat mengundang penasaran ketika saya membacanya, mengapa ayat-ayat setan itu bisa terselip diantara wahyu yang disampaikan kepada seorang Nabi yang ma’shum (terjaga dari kesalahan)? Dari penjelasan Ustadz yang membimbing saya hingga sekarang, saya temukan jawabnya: karena kondisi hati yang terobsesi!

Saya juga jadi mengerti arti kema’shuman seorang nabi atau rasul, yakni selalu ada koreksi manakala terjadi kekeliruan sebagai manusia biasa. Bedanya, nabi atau rasul koreksinya langsung melalui wahyu, sedang kita dari wahyu yang dimohonkan tiap lima waktu: ihdina al-shirath al-mustaqim. Jadi kita terkoreksi juga bila ada kekhilafan, mungkin melalui teman, pengalaman, komentar pada postingan dll. Makanya, di sidebar, saya tulis permohonan koreksi dari Anda jika terdapat hal-hal yang memang perlu dibenarkan. Karena saya tidak ma’shum.[]

fitnah gharanig allah butuh perantara

sumber : http://suakahati.wordpress.com/2008/05/28/fitnah-gharanig-allah-butuh-perantara/

Sudah teranglah kekafiran yang kafir dan kebatilan yang batil. Sesungguhnya kaum yang kafir, tatkala mendengar kabar miring tentang Islam khususnya Muhammad akan bertambah kekafiran mereka. Kecuali bagi yang berfikir!.

Fitnah Gharanig bermula saat Nabi berselisih dengan suku Quraisy. Dimana intinya suku Quraisy bersedia menyembah Allah asal Muhammad juga menyembah Patung dewa mereka disisi Allah. Menurut mereka saat itu Muhammad membacakan surat An-Najam sebagai berikut :

“Adakah kamu perhatikan Lata dan ‘Uzza. Dan itu Manah, ketiga, yang terakhir?” (Qur’an, 53:19-20) Sesudah itu lalu dibacakannya pula: “Itu gharaniq yang luhur, perantaraannya sungguh dapat diharapkan.”

Dari berita inilah kaum Kafir menyelipkan cerita fitnah bahwa Muhammad pernah menyembah Dewa Bangsa Arab “Latta dan Uzza, dll”. Setelah Muhammad bersedia menyembah Latta-Uzza maka terjadi perdamaian sehingga kaum muslim yang tadinya mengungsi ke Abisinia (Ethiopia) kembali ke Makah. Berita ini menjadi santapan empuk bagi para misionaris, kaum kafir, kaum pembenci Islam dan anehnya ada beberapa umat Muslim dalam tanda ( “..” ) yang ikut-ikutan cerita ini.

Yang sebenarnya terjadi adalah, saat itu ketika Islam mulai menyebar, banyak pengikut Muhammad yang disiksa oleh kaum Kafir Quraisy sehingga banyak yang berhijrah ke Abisinia (Ethiopia).

Untuk menghilangkan perselisihan ini Muhammad mendatangi pihak kafir Quraisy untuk berdamai, saat itu Pihak Quraisy menawarkan perdamaian bahwa Muhammad boleh menyembah Allah asal patung dewa mereka seperti Latta, Manat, Uzza dijadikan sebagai perantara dalam menyembah Allah. Muhammad hampir-hampir saja terbujuk dan mau, tetapi segera Jibril datang menyampaikan wahyu Allah.

Quran Surat AL-ISRAA’ 17 : 73-75

[17.73] Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.

[17.74] Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka,

[17.75] kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami.

LEMAHNYA FITNAH GHARANIG

  1. Kembalinya kaum muslim dari Abisinia (Ethiopia) ke Makah karena Umar bin Khattab (Jawara Suku yang paling disegani ) masuk Islam dan menginginkan Islam disebarkan secara terbuka.
  2. Kembalinya muslim ke Makah dari Abisinia juga disebabkan karena di Ethiopia raja najasy sedang mengalami pemberontakan, sehingga lebih aman bagi kaum muslim kembali ke Makah . Tetapi setelah pihak Quraisy ingin memboikot perjanjian dan ingin berbuat jahat lagi, maka mereka ada yang kembali ke Ethiopia lagi. Karena raja Najasy berjanji untuk melindungi
  3. Susunan surah An-Najam tidak mengatakan tentang Gharanig yang luhur.

Surah AN-NAJM 53 : 18-23

[53.18] Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.

[53.19] Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al Lata dan Al Uzza,

[53.20] dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?

[53.21] Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?

[53.22] Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.

[53.23] Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah) nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.


sumber : http://mengenal-islam.t35.com/Ayat_Setan.htm


Ayat2 setan dalam Al-Qur’an
Ketika Muhammad sangat kecewa dengan kegagalan misinya merekrut banyak pengikut di Mekah, dia mencoba berdamai dengan kaum Quraish Pagan. Dia memuji ketiga anak perempuan Allah dan ingin mendapat anugrah dari mereka. Akan tetapi Muhammad dengan cepat menyadari kesalahannya dan jujur mengatakan bahwa dia kadangkala dapat inspirasi dari Setan (lihat Sirat Rasul Allah, oleh ibn Ishaq, cetakan tahun 2001, hal. 165 sampai 166). Lalu dia pun membatalkan ayat2 15:19-23 dari Qur’an. Marilah kita baca ayat2 Qur’an:
Q 15:19
Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.
Q 15:20
Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya.
Q 15:21
Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.
Q 15:22
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.
Q 15:23
Dan sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.

Ayat2 di atas tampaknya tiada hubungannya dengan anak2 perempuan Allah ta’alla sang dewa bulan yakni Allat, Uzza atau Manat. Mengapa ayat2 ini lalu disebut ayat2 setan? Jawabannya dari pertanyaan ini adalah ayat2 ini adalah ayat2 terakhir yang dimasukkan Muhammad ke dalam Qur’an setelah Allah SWT (menurut pengakuan Muhammad sendiri) menegurnya karena tentunya akan jelas ketahuan Muhammad di bawah pengaruh setan. Muhammad mentaati perintah Allah SWT dan dia mengganti ayat2 asli dengan ayat2 baru di atas. Jadi seperti apakah ayat2 aslinya?

Dalam kesempatan ini pun, aku hendak mengganti ayat2 Setan dalam Al-Qur’an sehingga persis sama dengan yang asli seperti yang diterangkan oleh ibn Ishaq di Sirat Rasul:
Adadeh 15:19
Sudahkah kau mempertimbangkan Allat dan al-‘Uzza
Adadeh 15:20
Dan Manat, yang ketiga, yang lainnya?
Adadeh 15:21
Merekalah yang dimuliakan angsa2,
Adadeh 15:22
Doa mereka diharapkan;
Adadeh 15:23
Keserupaan mereka tidak dilupakan.

Kaum pagan Quraish percaya bahwa Allah ta’ala sang dewa bulan punya tiga putri. Hisham al-Kalbi, pengarang Kitab al-Asnam (The Book of Idols), menulis tentang ketiga anak2 perempuan Allah:
Allat: dia berdiam di al-Taif (kota yang tak jauh dari Mekah). Dia lebih baru daripada Manah. Dia berbentuk batu kotak. ‘Attab ibn Malik dari Thaqif adalah penjaganya. Mereka membangun sebuah rumah baginya. Masyarakat Quraish dan semua Arab biasa menyembahnya dan menamai anak2 mereka dengan namanya. Dia dahulu terletak di sebelah kiri mesjid yang saat ini berada di Taif. Ayat Q 53:19 menyinggung tentang dirinya. Atas perintah Muhammad, Mughirah ibn Shu’bab menghancurkan patung Allat dan membakar rumahnya sampai habis.

Manah (pengucapan lainnya adalah Manat): Dewi yang tertua. Masyarakat Arab menamakan anak2 mereka dengan namanya. Dia berada di Qudayd, diantara Medina dan Mekah. Masyarakat Arab biasa mempersembahkan korban baginya – terutama suku Arab Aws dan Khazraj dan juga penduduk Medina dan Mekah. Di akhir ibadah naik haji, ketika hendak pulang ke tempat asal, orang2 akan berhenti di tempat Manah, menggunduli kepala mereka dan diam di sana untuk sementara. Ibadah naik haji tidak lengkap jika mereka belum mengunjungi Manah.

Ibn-Hajar menyumpah demi Allah sambil berkata, “Demi Allat dan ‘Uzza dan mereka semua yang percaya padanya, dan demi Allah yang lebih besar daripada mereka berdua” (ibn al–Kalbi, 1952, p. 15).

Uzza: Uzza ini lebih baru daripada Allat atau Manah. Masyarakat Arab menamai anak2 mereka dengan namanya.
Zilim ibn As’ad memperkenalkan al–Uzza. Uzza terletak di sebuah bukit di Nakhlat yang disebut Hurad, yang terletak di sebelah kanan jalan dari Mekah ke al-Irak, di atas Dhat-Irq. Zilim membangun sebuah rumah bagi Uzza dan menyebut bangunan itu Buss. Penyembahnya menerima pesan2 illahi di sana. Anak2 mereka dinamakan berdasarkan namanya, misalnya Abd-al-Uzza. Dialah dewi terbesar dalam masyarakat Quraish. Mereka biasa mengambil hatinya dengan mempersembahkan korban. Muhammad pun telah mempersembahkan korban domba putih bagi al-Uzza.

Lihat Q 53:19
(Setelah kamu wahai kaum musyrik Mekah mendengar keterangan yang membuktikan kekuasaan dan keagungan Allah) maka adakah kamu nampak bahawa “Al-Laat” dan “Al-Uzza”;
Q 53:20
Serta “Manaat” yang ketiga, yang bertaraf rendah lagi hina itu (layak disembah dan dianggap sebagai anak-anak perempuan Allah)?

Ayat2 di atas telah dibuat Muhammad untuk mengritik doa2 yang dilakukan kaum pagan ketika mengelilingi Ka’abah. Aku akan meluruskan sejarah dengan menampilkan doa2 pagan bagi Allah ta’alla sang dewa bulan ketika mengelilingi Ka’abah:
Adadeh 53:20
Demi Allat dan al-Uzza,
Dan Manah, berhala ketiga

Adadeh 53:19
Sungguh benar mereka adalah wanita2 yang paling terpuji
Yang anugerahnya diharapkan.

Iklan

9 Tanggapan to “ayat-ayat setan”

  1. salman_farizzi said

    latta-uzza, dua orang yang memang dulunya adalah manusia yang mulia di zaman nya, sama seperti nama-nama lain di zaman nabi Nuh yaitu…. saya lupa nama-namanya…
    @All tolong dikoreksi kalau saya salah.

    karena budi mereka yang baik maka masyarakat membuatkannya arca/ patung-patung untuk mengenang mereka, namun lama kelamaan turun temurun nama-nama tersebut malah menjadi suatu sembahan( nenek moyang ). Dan untuk itulah didatangkan Nabi untuk meluruskan hal ini. Sama seperti masyarakat Indonesia disini, kita tahu adanya makam keramat, makam wali, makam orang-orang yang pernah menjadi seseorang yang Mulia di zamannya, malah dijadikan salah satu tempat yang diharapkan memberikan berkah untuk manusia. Nah ini juga salah. Musyrik.. Dosa yang amat besar.

    Saya kira mereka kaum kafir memang tadinya menyembah Tuhan yang SATU. tapi karena cara mereka yang salah dan bahkan malah semakin jauh, maka hialnglah Tuhan yang SATU dihati mereka dan tergantikan oleh Tuhan2 lain yang gampang untuk disembah.

    Kalau kita melihat Agama-Agama lain, mereka mau menyembah Tuhan karena mereka diberi satu Visualisasi. Contohnya Agama Budha yang memvisualkan Tuhannya yang banyak dengan Arca/patung sehingga mereka merasa benar-benar menyembah Tuhannya. Hindu dengan berbagai bentuk patung Dewa-Dewa yang disembahnya. Nasrani yang memvisualkan sosok Isa Al Masih nya. Dan banyak Agama lain yang seperti itu.

    Sedangkan di ISLAM.
    Kita tidak pernah mendapat gambaran bagaimana WUJUD TUHAN. Bahkan Nabi pun kita dilarang untuk menggambarkannya. Karena ditakutkan terjadi hal yang sama yaitu malah menyembah Nabi dan bukan menyembah Tuhan nya. Umat Islam tak perlu mengetahui wujud Tuhan karena dengan keimanan yang kuat Kita akan meyakini bahwa Ciptaan-Nya begitu Maha dahsyatnya. Bumi beserta isinya, langit beserta rahasia-rahasianya. Apa lagi sang Pncipta-Nya. Allah Swt.

    Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang beriman.

  2. kosongan said

    @salman_farizzi
    dalam pandangan ku anda ada benarnya masalah awalnya dilihat dari kebaikan seseorang yang kemudian dikenang dan semakin lama menjadi sesembahan …
    namun untuk masalah agama lain mungkin itu kurang tepat
    agama buddha tidak mengenal adanya tuhan yang mutlak ….. jadi bila anda menganggap sang buddha adalah tuhan … maap anda perlu belajar lebih dalam untuk lebih jelasnya tolong bertanya pada siswa sang buddha atau dharmadutha … atau yang anda maksut tuhan yang lain … tolong disebutkan patung/arca itu donk ^^ maklum belum tahu aku
    masalah pemvisualan … semua agama itu bukan menyembah tuhannya lantaran diberi visual, tetapi untuk pemfokusan diri …. maap nih sama halnya dengan islam yang memfokuskan diri saat menyembah atau memohon ke arah kiblat
    hal ini berbeda dengan menyembah berhala … dimana barang itulah yang disembah … namun hal itu tipis bedanya …. karena dalam hal ini bisa jadi manusia memberhalakan sesuatu di sekelilingnya, salah satu contohnya patung, salib, logo2 , kitab suci, rumah ibadah, tulisan,dan banyak lainnya yang terlihat religius padahal penyembah berhala

  3. salman_farizzi said

    ^^ Oke lah kalo begitu…
    Maksud saya Tuhan2 Lain tuh kaya patung arca Budha2, Dewi2, Dewa2 ya mirip kaya di Felem SunGokong lah, hehe Sorry aku gak tau sih,,, Soalnya ada Temen juga Agamanya Budha nama temenku Asthia. “Sorry aku sebutin yah” ^^
    yang sering aku liat dirumahnya ada 5 patung kalo gak salah, bentuknya beda2 3 sosok laki2 2 sosok perempuan, di setiap ibadahnya, semua patung disembah dan di beri dupa. Ini ibadah atau hanya syarat sih aku gak tau, yang jelas dia sering bacakan satu bacaan mirip dharma2 gitu deh. Kalo ada yang tau tolong jelasin yah.

    masalah Tuhan dalam Visualisasi Sih untuk agama Islam beda, memang sih anda bilang Visualisasi Hanya untuk Memfokuskan diri, tapi adanya perwujudan atas visualisasi inilah yang membuat orang yang melihatnya seperti menyembah perwujudan tersebut.

    Islam Memerintahkan Ibadah Sholatnya adalah untuk menuju kearah yang Sama yaitu Masjidil Harram (ka’bah). Bukan berarti menyembah Bangunan Sederhana Kotak terbungkus kain hitam (hajjar Aswadh). Ya seperti yang anda bilang Untuk memfokuskan diri, Berbeda dengan agama lain dalam renungan do’a ataupun ibadah Islam lebih Absurd loh, Soalnya Kita tidak pernah sekalipun melihat visualisasi Allah ataupun Nabi Muhammad sehingga yang ada dibenak Umat Islam saat Ibadah Sholat hanyalah Ke-Maha_Esa-an Allah tidak dalam bentuk apapun sekalipun itu ka’bah. Kalo agama lain kan Bisa merasa memfokuskan diri dengan memikirkan atau membayangkan wujud/wajah Tuhannya, misalnya maaf, Saudara saya yang dulu kristen merasa sangat Khusuk saat di gereja karena membayangkan wujud Yesus yang Tampan Gagah Berjanggut berwibawa mendengarkan Do’anya.

    Seperti yang Anda sebutkan Tipis sekali antara Menyembah berhala dengan memakai berhala itu hanya sebagai perantara pemFokusan diri. Tapi di Islam Yang seperti itu tetaplah Musyrik menyekutukan Tuhan dengan Benda.

  4. kosongan said

    ^^ masalh teman anda ^^ dalam pengertian agama yang saya tahu adalah salah satunya itu tradisi ….. coba baca di http://id.wikipedia.org/wiki/Agama ….. menurut saya itu adalah liturgi ^^ sama halnya kalau sholat baca “al fatiha”, kalo kebaktian katolik selalu ada tanda salib, di kriten ada pujian dan penyembahan ….. kalo di buddha dan hindu ya dengan cara yang anda sebutkan itu …. apakah itu menjawab pertanyaan anda ^^

    “Soalnya Kita tidak pernah sekalipun melihat visualisasi Allah ataupun Nabi Muhammad sehingga yang ada dibenak Umat Islam saat Ibadah Sholat hanyalah Ke-Maha_Esa-an Allahtidak dalam bentuk apapun sekalipun itu ka’bah.” maap apakah ini benar ??? karena aneh bagi saya kalau tidak pernah ada yang melihat nabi, lalu benarkah muhamad termasuk dalam yang memiliki “Ke-Maha_Esa-an”

    “Kalo agama lain kan Bisa merasa memfokuskan diri dengan memikirkan atau membayangkan wujud/wajah Tuhannya, misalnya maaf,” maap lage nih ^^ memfokuskan diri dengan memikirkan bukan berarti sama dengan membayangkan bro contoh simple fokus pada kerja … apakah berarti membayangkan kerja ???

    “Saudara saya yang dulu kristen merasa sangat Khusuk saat di gereja karena membayangkan wujud Yesus yang Tampan Gagah Berjanggut berwibawa mendengarkan Do’anya.” hahahahaha maap lutu ^^ baiklah kalau dia “dulu” kristen hehehe berarti sempat terbayang2, maap ngelantur ^^ seperti apakah wujud yesus itu bukan jadi masalah karena itu hanya image yang di gunakan untuk memuji dan mengaguminya karena adanya pertentangan dokrin dengan muslim jelas anda susah mengerti hal itu namun bila anda seorang atheis atau tidak beragama .. saya lebih bisa menjelaskannya ^^

    lebih mudah membaca tulisan di kertas putih dari pada membaca di kertas yang sudah ada tulisannya ^^

  5. salman_farizzi said

    “Soalnya Kita tidak pernah sekalipun melihat visualisasi Allah ataupun Nabi Muhammad sehingga yang ada dibenak Umat Islam saat Ibadah Sholat hanyalah Ke-Maha_Esa-an Allahtidak dalam bentuk apapun sekalipun itu ka’bah.” maap apakah ini benar ??? karena aneh bagi saya kalau tidak pernah ada yang melihat nabi, lalu benarkah muhamad termasuk dalam yang memiliki “Ke-Maha_Esa-an”

    Yah… Kita tidak pernah sekalipun Tahu Wujud Allah. Karena Dzat Allah Maha Sempurna dan tak akan pernah Terbayangkan Manusia. Yang Umat Islam Yakini Adalah Ke-Maha-Esa-an Allah dengan Segala Ke-Maha-an nya.
    Untuk Nabi Muhamad. tentu saja Orang pada Jaman nabi melihatnya. Karena Nabi adalah Manusia, Bukan Tuhan, Memiliki Wujud dan Rupa, Tentu saja Dalam beberapa Hadist disebutkan Bagaimana Sosok Nabi, Tapi Sekali Lg Kita Umat Islam Tidak Pernah Memvisualisasikan gambaran2 tentang Nabi. Anda masih Ingat Beberapa Tahun Kebelakang, Di sebuah Media Cetak di Denmark Pernah menggambarkan Sosok Nabi Muhamad, dan Apa reaksi Umat Islam?? Dengan Keras melarangnya.
    Mungkin Yang anda katakan Benar ini adalah Sebuah Doktrin Yang Secara Tidak langsung bertujuan untuk menjaga ISLAM dari pelencengan.

    ^^ Saya igin bertanya, jawab jujur ya,, Anda pernah membayangkan Sosok Yesus?? Apakah yang ada dibenak anda?? dengan Membayangkan Yesus berarti Anda Membayangkan Tuhannya Orang Kristen.
    Lalu Pernahkan anda membayangkan Sosok Tuhan Allah?? Tuhan Allah Tuhannya orang kristen juga??

  6. kosongan said

    @salman_farizzi
    pembicaraan masalah wujud dan muhamad .. maap tidak saya lanjutkan karena dalam sudut pandang selain dokrin .. bernilai lebih banyak negatifnya ^^

    membayangkan yesus ya …… untuk apa dibayangkan … bukankah itu tidak ada gunanya … yang penting bila percaya cukup merasakan dan menerima gunanya bagi dirisendiri dan orang yang padanya kita perduli, bukan untuk dibayangkan ^^ karena membayangkan itu kosong tanpa makna

    masalah pertanyaan anda membayangkan yesus yang dipadukan dengan membayangkan tuhan allah …. hehehe sory bro …kacamata anda masih muslim ^^kalo ingin berbicara dokrin jangan dengan dokrin yang berbeda ^^ jelas akan bertentangan dan terlihat lebih jelek

    hehehe seperti ungkapan saya diatas … kenapa ya orang suka membayangkan ^^ kalo memang iman timbul dari membayangkan ^^ berarti orang paling beriman adalah seniman dunk ^^ maap becanda ^^

  7. kosongan said

    ieng ahhh ^^
    kalau anda percaya tuhan itu ada …. mengapa harus membayangkan tuhan … bukankah sama saja mengejar bayangan sedangkan yang diharapkan sudah didepan mata ^^
    kalau anda tidak percaya tuhan …. mengapa harus mempertanyakan ketuhanan .. bukankah itu berarti anda sudah tidak percaya pada logika dan diri sendiri
    kalau anda mencari agama yang sesuai …. mengapa harus berfikir baik buruknya agama, bukankah itu sama saja ingin menjatuhkan agama itu sendiri dan mencari pembenaran diri
    kalau anda orang beragama … mengapa harus mempertentangkan dan menyamakan ….. bukankah itu berarti anda ingin lepas dari iman anda dan beralih ke agama lainnya
    kalau anda tidak beragama …. mengapa anda tidak mencoba berfikir lebih dalam agar dapat mengerti apa itu agama dan tujuan akhirnya

    makannya 1 hal yang aku tahu pasti tidak ada hal yang pasti dimuka bumi ini, dan tidak ada yang tidak bertentangan … kalau diluar dari itu … maap aku bukan astronot ^^

  8. salman_farizzi said

    Nah itu dia semuanya kembali pada Dokrin Agama masing2.
    Saya cuman menegaskan kenapa tidak ada Visualisasi Tuhan di Islam Ya seperti penjelasan Sebelumnya, karena ditakutkan adanya Pelencengan.
    Saya setuju dengan Anda, Kalau Iman kita sudah kuat untuk Apa membayangkan Tuhan,,, Berarti kalo emang Iman tuh harus membayangkan berarti seniman orang paling beriman yah,, hehe,,
    Makanya saya mempertanyakan Visualisasi Tuhan di Agama2 lain, entah itu berbentuk patung2, Arca, Gambar itu setidaknya memberi penjelasan “Ini loh Tuhan Agama Kita” Nah Pemvisualan ini kan tidak mungkin terjadi sebelum dibayangkan??

  9. kosongan said

    ^.^
    masalah pemvisualan itu mungkin kaum muslim takut adanya pelencengan itu ^^ saya bisa maklum karena pada jaman itu banyak adanya kepercayaan ….. jadi untuk membuat perbedaan perlu adanya suatu yang bersifat mistis namun dalam penelurusan sejarah lebih dalam akan lebih janggal menurut saya karena bila memang ada kekahwatiran tersebut kenapa tidak dari jaman dahulu kala, karena pemvisualan sudah ada sejak purba ^^ …. mengapa harus pada jaman rasul ??? itu pertanyaannya ^^ tapi tolong jangan dijawab karena itu dapat menyebabkan pertanyaan2 lainnya yang tidak baik bagi keimanan anda

    pemvisualan belum tentu harus dibayangkan ^^ ada kalanya seorang pemahat atau seniman lainnya tidak membutuhkan angan2 untuk membuat karya seni ^^ adakalanya hanya dengan melihat cukup ^^ contohnya tukang gambar di pinggir jalan ^^ coba tanyakan apakah mereka membayangkan dulu atau langsung menggambar ^^

    patung, arca, gambar tidak menjelaskan apapun bila berada dalam lingkup spiritual, hal itu hanyalah perlambang, pemfokus pikiran hal ini dapat diindikasikan dengan tidak ada yang menggamabrkan dengan pasti bentuk spiritual yang tepat tentang tuhan, setan , malaikat. berbeda denga yesus(dia adalah manusia 100% dan tuhan 100% ,orang kristen percaya hal itu) maka yesus jelas dapat di ambarkan , sidhartta gautama (dia adalah guru semesta , orang buddha percaya itu kebenaran) brahma(karena orang hindu percaya beliau mampu memanifestasikan dirinya kedalam bentuk konkrit)dewa2 (dipercaya banyak orang karena pada dasarnya mereka adalah mahluk yang layak untuk di kenang dan melalui mereka manusia bisa mendapatkan keinginannya) … jadi apa salahnya hal itu ??? yang salah jelas ^^ yang merasa hal itu salah ^^ hehehe maap ^^ karena orang yang menganggapnya biasa … sebenarnya orang yang tidak megambil hal itu adalah sesuatu yang layak dipikirkan ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: