kosong

berfikir untuk hidup yang lebih baik , dan beriman untuk tuhan yang benar

tuhan dimanakah engkau ….

Posted by kosongan pada | 23 |Desember| 2008 |

ketika kita berada dalam persimpangan jalan diantara pola pemikiran kita
saat kita berfikir apakah benar apa yang telah kita pilih … maka ada kala nya kita melihat sekeliling,

demikian pula masalah ketuhanan ….
ada kalanya tuhan sendiri yang memilih umatnya seperti dalam kristen
ataukah kita memilih tuhanberdasarkan keturunan, ataukah kita memilih tuhan yang kita anggap benar seperti ang kita inginkan, atau bahkan tidak perlu tuhan seperti halnya atheis

maka perlukah tuhan ?
– bagi rekan atheis pernah ku lihat bahwa mereka tidak membutuhkannya dan ia anggap theis adalah kaum yang menyerah atas pemikirannya dan tidak mau memakai otak untuk menjelaskan alam semesta,

– bagi theis ada beberapa versi, namun intinya mereka mengakui bahwa ada hal lain di dunia yang lebih hebat dan dapat dijadikan panutan dan menganggap manusia sebagai ciptaan dan di pengaruhi oleh hal baik dan buruk

konsep tuhan mana yang benar
apakah tuhan yang kita pilih benar, apakah kita memilih agama berarti kita memilih tuhan, ataukah sebaliknya, bahwa tuhan yang memiih kita, sehingga agama hanyalah cara untuk mendekatkan diri ke tuhan, ataukah tidak ada tuhan sehingga kita hanya bisa menjalankan hidup seperti yang kita tampak saja

apakah tuhanku benar dan tuhan mu salah
mengacu pada benar… apakah berarti ada tuhan yang benar lalu kita bisa menganggap lainnya salah, atau justru yng benar tidak ada atau kah justru semua benar

apakah acuan menentukan tuhan yang benar
ada kalanya kita menggunakan iman buta dalam hal ini, lantas apakah itu bisa jadi acuan, masalahnya apakah itu diterima dan bisa menjadikan theis yang lain bertekuk lutut

universal nya tuhan
lantas seperti apakah tuhan yang universal, perlukah itu,dan benarkah bisa universal

apa yang jadi acuan kita menghakimi ketuhanan yang lain
maka egolah yang berusaha menghakimi tuhan yang lain atas dasar superioritas sebuah golongan dan rasa ingin diakui akan keberadaannya  dapat berupa pernyataan yang bertentangan adalah sesat,bidak,kafir, atau bahasa halusnya tersimpang dan dapat berupa tindakan anarki atau pemaksaan halus, hal ini bisa berupa perorangan maupun golongan….. namun semua itu haruslah kita kembalikan pada nilai2 kehidupan dimana anda berada … maka dari itu biasanya yang menang adalah pola pikir mayoritas dalam suatu wilayah

layak kah kita menghakimi tuhan lain ????
pernah terpikir untuk menghakimi namun ada kalanya itu tidak lah perlu dan tidak lah benar, karena hal itu sama saja pertempuran antar iman buta, sudah pasti tidak akan bermakna, selain itu kalo kita berfikir apakah tuhan levelnya seperti manusia, …. atau bahkan lebih rendah sehingga kita bisa menukar nukarnya ….. dan membandingkannya

segala pemikiran selalu ada kekurangan, ketika kita berfikir benar, belum tentu itu adalah kebenaran,.. dan dalam berfikir sangat lah tipis perbedaan antara benar dan salah, bahkan dalam ilmu exact pun ada yang namanya kemungkinan , sedangkan dalam kehidupan sosial pun selalu ada perbedaan pendapat

sampai disini dulu ^^ lainnya nambah setelah memikirkan hidup ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: