kosong

berfikir untuk hidup yang lebih baik , dan beriman untuk tuhan yang benar

mencari,memilih dan menguji ayat dan tuhan

Posted by kosongan pada | 15 |Januari| 2009 |

TIPS MENCARI TUHAN YANG BENAR-2 TUHAN
&
MEMILIH AGAMA YANG DIRIDHOINYA (DIBENARKAN OLEHNYA)

sumber :
http://suakahati.wordpress.com/2007/07/06/trinitas-sebuah-asal-usul/#comment-3879
1. Sadari mengapa kita perlu mencari Tuhan ? agar kita bisa memahami untuk apa kita ada (hidup) di Dunia ini yang ujung-2-nya sakit, tua, atau akhirnya mati juga, harta kita ditinggal untuk yang masih hidup, kok enak yah !.
2. Bagaimana cara yang benar mencarinya ? (buku-2, diskusi, logical, bukti-3 sejarah).
3. Ada “filosofi” atau hukum alam yang kita harus terima, dan bisa digunakan untuk mencarinya, antara lain;
a. Sesuatu mesti ada yang menciptakannya ? (yakini dulu !), seperti mobil, rumah, baju, dll..
b. Pencipta mestinya harus ada dulu dari pada yang diciptakan ? (Tuhan lebih dulu ada sebelum adanya Manusia, bumi, jagad raya), tidak setelah ada manusia (+ nabi-2) tiba-2 turun ke bumi dan menampakan atau menjelma menjadi Manusia ?
c. Pencipta mestinya tidak sama dengan yang diciptakannya (Manusia membuat mobil, tentunya mobil tidak sama dengan Manusia, baik bentuk dan kelakuannya), terima dulu logical ini !.
d. Jadi Tuhan tidak akan menyerupai yang diciptakannya (sama dengan manusia) ?
e. Manusia dan semua ciptaannya akan tunduk atau mengikuti HUKUM ALAM, yaitu menempati (ber dimensi) ruang, akan rusak karena waktu (umur) atau mati, dapat dilihat, diraba, atau dirasakan, dan difoto kemudian di up load di WWW).
f. Jadi Tuhan tidak akan mungkin berwujud sama dengan ciptaannya (Manusia). Atau mempunyai sifat-2 yang akan tunduk terhadap HUKUM ALAM tadi.
g. Tuhan tidak bisa dikategorikan jenis kelaminnya (Gender laki-2 atau perempuan ?), Tuhan Bapak, atau Bapa di Surga ?, Walaupun sebatas sebutan saja, atau dibayangkan seperti Bapak baiknya (kelakuannya).
h. Tuhan karena tidak berdimensi waktu atau ruang, maka Tuhan tidak tinggal di syurga ? atau dimana tempatnya ?, terus siapa yang akan menunggu (tinggal) Neraka mengawasi orang-2 yang disiksa ? dan di Bumi ? (walo hanya sebutan saja Bapaku di kerajaan Syurga).
i. Tuhan juga tidak menyerupai Manusia yang mempunyai tangan atau kaki, jadi tidak akan “CAMPUR TANGAN” sebagaima Manusia ? dalam kehidupan kita.
j. Tuhan itu maha kuasa sekali, sehingga tidak perlu membutuhkan bantuan seperti menjadi “PELAYAN TUHAN”.
k. Tuhan itu tidak akan seperti perasaan dan pikiran kita, sehingga Roh Kudus (Tuhan) tidak akan memimpin kemana arah pikiran, hati, dan tindakan kita, yang ada adalah bagaimana pikiran, hati, dan tindakan kita semata-mata hanya untuk Tuhan (sesuai petunjuknya).
l. Secara nalar (logical) setiap siapa yang berbuat seharusnya Dia yang bertanggungjawab, mau Dosa atau Pahala, dan tidak mungkin dialihkan kepada Tuhan yg se-akan-2 si PENEBUS DOSA, atau dihapus dengan dengan pengakuan Dosa melalui Pastor, atau diwariskan kepada anak cucu, jadi Pernyataan “PENEBUS DOSA” apa itu bukan sbg proganda (iklan terselubung) agar menarik Orang mengikuti ajaran.
m. Jangan mengandalkan kemampuan logical (otak), panca indra (mata dll), maupun perasaan kita dalam mencari Tuhan, karena Organ kita mempunyai keterbatasan, sepertinya halnya MATA, mata memandang langit itu berwarna biru padahal langit itu tidak berwarna dan merupakan ruangan yang bolong tidak berbatas dengan benda atau layar, atau seperti hal perasaan bahwa kita, bahwa kita ini tinggal pada permukaan bumi yang datar dan tidak mungkin kita berada di atas kulit bumi yang bundar, padahal kalau kita terbang antar benua baru melihat bahwa kulit bumi itu melengkung, sepertinya sepandai-pandai manusia, manusia tidak pernah mampu melihat bentuk (wujud) ROHnya sendiri seperti apa dan dimana keberadaannya di tubuh kita ?,
n. Jadi jangan sampai kita memaksakan TUHAN, bahwa Tuhan itu harus nampak wujudnya seperti halnya Manusia atau menyamakan bahwa Tuhan itu juga seperti Manusia, walupun sebagai Anak Tuhan atau Tuhan anak, ada ibunya, Tuhan itu seolah-olah seperti BAPA di kerajaan syurga, walaupun itu mungkin sekedar imajinasi saja untuk memudahkan kita membayangkan atau mempercayainya.
4. Terus bagaimana Tuhan yang sesungguhnya itu ?
5. Tentunya Tuhan itu tidak akan menampakan dirinya dan memperlihat pisiknya kepada Manusia (bikin penasaran saja Tuhan ini), logical kita Dunia bisa heboh ? kalo Tuhan sampai menampakan DIRInya.
6. Seperti Hanyal Roh, setiap Orang pasti (100 prosen) percaya bahwa setiap Orang yang hidup pasti ada Roh di dalam tubuhnya, dan kita tidak pernah tahu bagaimana wujud dan letaknya, walaupun seorang dokter ahlipun.
7. Tetapi Tuhan telah memberikan Tanda-2 keberadaannya kalo kita mau peduli terhadap Tanda-2 kebesarannya (ke Maha’an nya) dan asal kita mau mencari melalui cara yang dibenar atau diridhoinya..
8. Bagaimana cara mencari Tuhan yang benar ?
9. Silahkan baca Al Qur`an dan dalami Maknanya, disitu jelas-2 sekali bahwa Tuhan ALLAH itu adalah Tuhan Kita semuanya (Bule, Cina, Negro, Arab, Melanesia, Mongol) dan Al Qur`an diturunkan untuk semua Manusia di Dunia (bukan hanya untuk orang Moeslem atau Islam saja atau orang Arab saja).
10. Bandingkan dengan kitab-2 Agama lainnya, betul-2 isinya ber beda sekali dan proses turunnya ayat juga juga jauh betrbeda, mohon jangan antipati (or negative thinking before) dulu, sebelum membaca dan mendalami maknanya (anggap sbg ilmu pengetahuan aja dulu).
11. Inilah pengalaman spiritual saya, mudah-2-an Saudara-2-ku memperoleh manfaat dan hikmahnya, amien yah ROBBAL ALLAHMIEN.

Semoga Allah merachmati kita semua, amien.
Wassalam

Ridhawati
Flexi; 022 7204941
E-mail; ridha@telkom.co.id

sumber : http://suakahati.wordpress.com/2007/11/23/anda-mengaku-tuhan-anda-harus-lulus-tes-ini

ANDA MENGAKU TUHAN (?), ANDA HARUS LULUS TES INI (!)

Didunia ini banyak yang mengaku Tuhan atau diakui oleh pemeluknya sebagai Tuhan. Antara lain :

  1. Yesus
  2. Budha
  3. Syech Siti Jenar
  4. Al-Halaj
  5. Begawan Rajnees

Semuanya adalah berbentuk manusia, tetapi diakui atau mengaku sebagai Tuhan. Apakah mereka itu Tuhan yang sebenarnya. Untuk mengetahuinya Islam mempunyai suatu alat test untuk membuktikannya.

Dalam Al-Quran (QS 112: 1-4) dikatakan : “Katakanlah : “Dia-lah Allah; Yang Maha Esa (1), Allah adalah Tuhan yang kepada-Nya bergantung segala sesuatu (2). Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan (3), dan tidak ada seorangpun/sesuatupun yang setara dengan Dia” (4).

MARI KITA UJI

QS 112 : 1: Dia-lah Allah; Yang Maha Esa

Apakah Yesus satu-satunya yang dianggap Tuhan?. Ternyata ada yang lain yaitu Budha, Syech Siti Jenar, Al-Halaj dan Rajnees. Tapi seupama anda keberatan dan anda merasa manusia yang anda anggap Tuhan adalah satu-satunya, mari kita ke test yang ke-2

QS 112 : 2 : Allah adalah Tuhan yang kepada-Nya bergantung segala sesuatu.

Apakah semua manusia saat Yesus hidup bergantung sama Yesus???. Yesus saat itu ada di Yerusalem di Israel. Apakah saat itu orang Jepang bergantung pada Yesus???. Demikin juga berlaku buat Budha, Syech Siti Jenar dll. Okelah mungkin kita akan meloloskan mereka pada test ke-2 ini. Mari ke test yang ke-3

QS 112 : 3 : Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan

Bukankah semua yang disebutkan diatas (Yesus, Budha, Syech Siti Jenar, Rajnees, Al-Halaj dll) mempunyai awal dan akhir. Dilahirkan dari seorang wanita dan mengalami kematian nantinya. Begawan Rajnees saat ke Amerika tahun 1981 pernah melakukan serangkaian workshop keagamaan. Di Oregon dia membangun Rajness Furm. Kemudian dia ditangkap di Amerika dan menaruhnya di Furmbash, disana dia mengaku sebagai Tuhan. Di dalam penjara dia meminta rokok (Tuhan merokok). Tahun 1985 dia kembali ke India. Di kota Puna dia membuat markas yang dikenal sebagai masyarakat Osho. Disana tertera tulisan di nisannya “Rajnees tidak pernah lahir dan mati, pernah singgah di planet Bumi pada tanggal 11 Des 1931-19 Jan 1990”. Mereka lupa menulis dalam batu nisannya bahwa Rajnees pernah ditolak masuk ke 21 negara karena tidak punya Visa (bayangkan ada Tuhan mengemis Visa). Dan kepala Uskup Agung Grees mengatakan “kalau pemerintah tidak mengusirnya, saya akan membakar rumahnya dan semua pengikutnya”. Rajness yang mengaku Tuhan ternyata amat menderita dengan penyakit asma, menderita penyakit gula dan nyeri punggung kronis. Bayangkan ada Tuhan yang mempunyai penyakit Kompleks. Tapi okelah mereka lolos pada ujian yang ke-3. Mari kita ke Ujian yang ke-4

QS 112 : 4 : Dan tidak ada seorangpun/sesuatupun yang setara dengan Dia

Kalau ada Tuhan yang kekuatannya diperbandingkan dengan sesuatu berarti dia bukan Tuhan. Kalau ada yang mengatakan Tuhan kekuatannya 100 ribu kali Arnold Swarzeneger atau 1 juta kali kekuatan Arnold Swarzeneger berarti dia bukan Tuhan. Tuhan tidak dapat dibandingkan dengan sesuatu. Yesus, Rajnees, Budha, Syekh Siti Jenar, Al-Halaj bukankah semuanya berbentuk manusia, yang makan, minum, tidur, dan disusui saat masih bayi. Waktu masih kecil semuanya bermain-main layaknya anak-anak kecil dll. Semuanya setara sebagai manusia (bermata, bertangan dan kaki) yang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Kesimpulan : Dari semua nama yang tercantum diatas dan yang belum tersebutkan, tidak satupun yang lulus dari test surat Al-Ikhlas 112 : 1-4. Jadi kalau anda mengaku sebagai Tuhan, anda harus lulus dari Tes ini. Jika tidak, maka anda adalah Tuhan gadungan. Mungkin anda bertanya jika Tuhan itu hanya Allah, mengapa di dunia ini banyak manusia yang tidak ber-Tuhan kepada Allah, tetapi mereka tetap hidup, kaya, banyak anak, dll. Sedangkan yang ber-Tuhan pada Allah banyak yang miskin. Jawabannya dapat anda lihat pada Hewan. Bukankah mereka tidak ber-Tuhan sama sekali bahkan tidak berakal, tetapi toh mereka bisa hidup, berkembang biak dan bahagia dalam kapasitas hewan. Maksudnya bahwa Allah di dunia ini tidak pilih-pilih siapa yang akan diberi rezeki, siapa yang berusaha dialah yang mendapatkan rezekinya entah itu caranya baik atau buruk, toh nanti ada perhitungannya di akhirat.. Apakah dia beriman atau Kafir. Tapi Allah memberi tahu bahwa Surga hanya untuk orang-orang yang beriman dan Neraka untuk orang-orang yang Kafir terhadap Allah. Jadi Allah adil di dunia dan adil di akhirat!.

BY MAGE (dari berbagai sumber)

sumber : http://suakahati.wordpress.com/2008/08/06/pengujian-terhadap-ayat-ayat-tuhan-islam-kristen/

PENGUJIAN TERHADAP AYAT-AYAT TUHAN (ISLAM-KRISTEN)

Sekiranya manusia sudah tahu segala isi dari seluruh alam semesta, lalu untuk apa manusia berfikir???. Bagaimanapun manusia tidak akan tahu semua itu bahkan tahu tentang Tuhan selain dari apa yang diwahyukan Tuhan. Sekiranya manusia sudah tahu segalanya lalu haruskah manusia perlu berfikir???. Tentu hidup jadi tidak menarik lagi jika manusia berhenti berfikir!.

Jadi memang kita tidak akan tahu Tuhan itu seperti apa kecuali sebatas yang Tuhan wahyukan kepada kita melalui para nabi-NYA. Tuhan mengenalkan diri-NYA melalui ayat-ayat-NYA. Manusia tidak akan bisa mengetahui/melihat Tuhan kecuali Tuhan sendiri yang mengijinkannya.

Jadi jika kita ingin mengetahui Tuhan, kita harus mempelajari dari wahyu-wahyu Tuhan yang diberikan kepada para nabi. Tetapi sejauh mana kita yakin bahwa itu adalah wahyu Tuhan. Jawabannya tentu saja sebesar tingkat kebenaran. Kebenaranlah yang jadi acuannya.

Paulus telah menulis ayat dalam Perjanjian Baru sebagai berikut : “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (Injil – 2 Timotius 3: 16-17).

Inilah tulisan Paulus. Tentu tulisan itu sangat berarti, karena tulisan itu digunakan untuk menguji apakah Injil Sekarang (Bible) adalah wahyu Tuhan yang masih otentik. Intinya yaitu bahwa ayat 2 Timotius 3 :16-17 digunakan untuk menguji kegunaan Injil sekarang (Bible) dalam hal-hal sebagai berikut :

  1. Apakah untuk Doktrin: Pengajaran
  2. Apakah untuk Teguran: Untuk menghukum, memarahi, untuk menunjukkan kepada umat apa yang salah dalam hidup mereka.
  3. Apakah untuk Koreksi: Berguna untuk memperbaiki kesalahan.
  4. Apakah untuk Instruksi kepada kebenaran: untuk melatih dan mengajarkan kita bagaimana hidup secara benar.

Kita tidak usah menutup-nutupi apa yang ada dan tertulis dalam ayat-ayat Injil sekarang (Bible). Didalamnya ada ayat-ayat yang dinilai masih murni tetapi ada juga yang “terkesan Porno” dan tidak masuk diakal. Dan mari kita nilai kira-kira contoh ayat-ayat dibawah ini digunakan untuk tujuan apa?. Apakah untuk pengajaran (1), Teguran (2), Koreksi (3), atau Instruksi kepada kebenaran (4).

Dalam Link inilah sebagian Ayat-ayat Injil sekarang (Bible) yang perlu dikaji dengan 2 Timotius 3 :16-17 :

Injil-atau-Al-Quran-sesuai-ilmu-pengetahuan

Apakah ayat-ayat Injil ini firman Allah?

Lalu bagaimana dengan Al-Quran ?, untuk menguji ayat-ayat Al-Quran kita terlebih dahulu harus melakukan “Falsification test”, yaitu dasar menemukan kesalahan sampai mendapatkan kebenaran. Dalam artikel ini akan kita contohkan beberapa ayat, tidak akan dibeberkan semuanya karena terlalu banyak, anda bisa mencarinya sendiri.

Falsification Test 1

Kita sebagai Muslim tentu mengenal seseorang yang bernama Abu Lahab. Dia adalah orang yang selalu menghujat dan mencerca Nabi Muhammad sepanjang hidupnya. 10 tahun sebelum Abu Lahab mati, turunlah ayat yang bernama Al-Lahab (111), isi suratnya sbb :

[111.1] Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.

[111.2] Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.

[111.3] Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

[111.4] Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.

[111.5] Yang di lehernya ada tali dari sabut.

Menurut anda bagaimanakah anda tahu tentang keistimewaan ayat ini. Keistimewaannya adalah sebagai berikut: Abu Lahab adalah sebagian orang-orang Kafir yang ingin menghancurkan Islam. 10 tahun sebelum Abu Lahab mati, turunlah ayat ini yang menegaskan bahwa Abu Lahab tidak akan pernah masuk Islam. Tentu jika Abu Lahab ingin menghancurkan islam, saat itu juga dia bisa melakukannya. Bisa saja Abu Lahab masuk Islam di tahun1,2,3….dst, sehingga Abu Lahab bisa menunjukkan kepada orang-orang bahwa apa yang diucapkan oleh Muhammad adalah dusta. Tetapi apa yang terjadi?. Abu Lahab tetap kafir sampai dia mati. Tentu itu semua sudah kehendak dari yang menurunkan ayat diatas yaitu Allah.

Falsification Test 2

1400 Tahun yang lalu Nabi Muhammad telah membacakan ayat-ayat yang menurut masyarakat saat itu tidak masuk akal, bahkan sebagian ayat-ayat Al-Quran sampai sekarang masih ada yang belum diketahui tafsirnya. Saat itu ketika ayat-ayat Al-Quran dibacakan, belum ada pesawat ruang angkasa, belum ada teknologi atom dll. Tetapi bagaimana mungkin seseorang yang buta huruf bisa memberikan informasi yang kini diketahui kebenarannya?. Tentu hal itu karena yang menciptakan jagad raya yang menurunkan ayatnya yaitu Allah. Ayat-ayat tersebut antara lain sbb :

SURAT AL-ANBIYA[21.30] Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

SURAT YUNUS [10.61] Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarah (atom) di bumi atau pun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).

Falsification Test 3

Injil berbahasa Arab belum ada pada abad ke 6, yaitu sat Muhammad lahir, dan juga Nabi Muhammad adalah orang yang tidak bisa membaca dan menulis. Dalam Al-Quran banyak sekali ayat-ayat yang menyinggung tentang Maryam (ibu Yesus-Isa), kelahiran Yesus (Isa) sampai akhir hayat Yesus (Isa). Tentu hal itu bisa menjadi renungan bagaimana mungkin Muhammad tahu yang terjadi pada Yesus (Isa) jika bukan karena Allah yang menginformasikan pada beliau.

SURAT ALI IMRAN [3.44] Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.

Banyak pendapat tentang Al-Quran dan semuanya akan membuat anda bingung jika anda membaca tanpa berfikir. Ingat Kebenaran adalah kunci jawabnya. Anda bisa saja menemukan Al-Quran dengan isi yang berbeda dengan Al-Quran lainnya. Disini anda harus mengambil kesimpulan mana yang terbenar. Karena Al-Quran adalah bahasa yang mudah dikoreksi. Sebagian dari kalangan ada yang menterjemahkan Al-Quran dengan pengartian yang salah. Pelu kita ketahui bahwa Ayat-ayat Al-Quran terutama yang berhubungan dengan ilmu bengetahuan selalu Up to Date. Bisa saja terjemahan tentang ilmu pengetahuan sekarang ada yang lebih bagus/benar daripada terjemahan dahulu. Jadi kebenaran akan selalu mengikuti. Al-Quran Tulisan Arab ibarat kode rahasia yang harus dipecahkan artinya. Dan tentu perlu pengetahuan bahasa Arab yang bagus untuk mengoreknya. Itulah mengapa Terjemahan Al-Quran tidaklah mati dan akan selalu hidup sesuai dengan akal dan hati nurani manusia. Misalkan saja terjemahan AlQuran dibawah ini :

Al-Qur’an -Surat Ar-Ruum (30) ayat 21,

  1. “Dengan tanda yang lain Dia memberikan untukmu istri-istri dari antaramu sendiri, supaya kamu dapat hidup dalam kesenangan dengan mereka, dan Dia menanamkan rasa cinta dan kebaikan ke dalam hatihati kamu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfkir” (Terjemahan oleh N.J. Dawood, ditambah penekanan)
  2. “Dan di antara tanda-tanda-Nya ialah Dia menciptakan istri-istri untukmu dari antaramu sendiri, Supaya kamu berhubungan seks dengan mereka, dan meletakkan rasa cinta dan kasih di antaramu.” (Terjemahan Sale ditambah penekanan)
  1. “Dan di antara tanda-tanda-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari antaramu sendiri, supaya kamu tinggal dalam ketenangan dengan mereka. Dan, Dia meletakkan rasa cinta dan sayang di antaramu (hati). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Terjemah-an oleh A. Yusuf Ali, ditambah penekanan)
  2. “Dan satu dari tanda-tanda-Nya ialah Dia menciptakan istri-istri untukmu atau jenismu sendiri, supaya kamu dapat tinggal dengan mereka, dan Dia memberikan rasa cinta dan kelembutan diantaramu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Terjemahan oleh Pendeta J.M. Rodwell, M.A., ditambah penekanan)

Terjemahan diatas hampir mirip tetapi mempunyai makna yang berbeda-beda. Mana yang perlu kita pakai tentu yang sesuai dengan fitrah dan norma manusia. Jika kita menemukan terjemahan Al-Quran yang salah kita tidak bisa menyamaratakan bahwa semua terjemahan Al-Quran adalah seperti itu, tidak. Tiap-tiap buku Al-Quran yang kita beli bisa saja berbeda dalam terjemahannya. Tetapi biasanya sama dalam maknanya. Sekiranya kita menemukan makna yang berbeda dan tidak bisa diterima dari segi norma, bisa saja ada orang yang ingin menghancurkan Al-Quran itu sendiri.

Memang seorang muslim yang baik harus tahu bahasa Arabnya, tetapi tentu tidak semua umat Muslim punya keahlian seperti itu. Kalau begitu tentu kita berpedoman pada terjemahan, dan tentu kita harus memilih terjemahan yang betul menurut logika dan norma. Kita kadang tidak menyadari bahwa ada juga orang yang bisa berbahasa Arab dan dia lagi mengajari kita, tetapi jika apa yang diajarkannya (meski pandai bahasa Arab) ternyata tidak sesuai dengan kaidah tauhid, akal dan norma tetap saja kita tidak bisa mengikutinya. Banyak umat muslim yang tergelincir pada stigma bahwa orang yang bisa bahasa Arab berarti mengerti Islam. Sehingga apa yang dikatakan orang itu diikuti begitu saja tanpa ada pengkajian lebih lanjut.

Pengujian ayat-ayat Tuhan tidak hanya dari penjelasan dari segi isi dan makna seperti diatas, tetapi juga bisa dari Gaya Bahasanya. Dalam Injil King James Version (KJV) banyak ayat-ayat yang dimulai dengan kata-kata “Pada suatu ketika, pada mulanya, dll” tentu gaya bahasa ini bukanlah bahasa dari Tuhan tetapi mungkin manusia. Memang tidak semua versi Injil memuat kata-kata sperti itu.Misalnya

dalam Injil yang diterbitkan oleh Jehovah’s Witnesses (Saksi-saksi Yehovah) —Sekte Kristen yang paling cepat tumbuhnya dalam umat Kristen dan “Young’s Analytical Con-cordance to the Bible.” Kedua indeks ini masing-masingnya lebih dari 300.000 judul. Terakhir tidak kurang dari 277 daftar baru, tetapi tidak terdapat sebuah kata “Saat ini” (pada suatu ketika) dari contoh-contoh yang diberikan di atas

Bagaimana dengan gaya bahasa Al-Quran :

Contoh dalam QS Al-Alag 1-5 :

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah,

3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.

5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Tentu yang menjadi perhatian adalah dari sekian banyak ayat Al-Quran, sejarah turunnya Al-Quran pada saat diterima nabi tidak tertuang dalam Al-Quran itu sendiri. Kita tidak akan menemukan dalam teks atau terjemahan bahwa Nabi Muhammad pada saat berusia 40 tahun ketika menerima seruan pertamanya (ayat diatas).” kita tidak akan menemukan bahwa “ia di dalam gua gunung Hira.” Kita tidak akan menemukan bahwa “ia melihat malaikat Jibril” atau bahwa “ia ketakutan,” atau bagaimana reaksi dan tanggapannya terhadap perintah “Iqra (bacalah)’!” Bahwa ketika malaikat tersebut pergi setelah melengkapi 5 ayat pertama tersebut, “Muhammad berlari ke rumahnya sekitar 3 mil sebelah selatan Makkah menemui istri tercinta Khadijah dan mengatakan apa yang telah terjadi dan meminta sang istri menyelimutinya, menyelimutinya!” Semua ini apa yang saya namakan gaya bahasa “pada suatu ketika!” Kitab suci Al-Qur’an tidak menggambarkan apapun tentang ini, benar-benar sebuah narasi dan pemeliharaan yang unik. Singkatnya ini mu’jizat!

Semua ayat dalam Al-Quran ada asbabun nuzulnya (sebab-sebab turunnya) tetapi semua keterangan itu tidaklah termuat dalam Al-Quran itu sendiri. Kita hanya bisa membacanya dalam suatu riwayat yang shahih. .

Jadi itulah beda Al-Quran dengan Injil sekarang (Bible). Dalam Bible hampir semua sejarah (asbabun nuzul) dari ayat-ayat ditampilkan tetapi sayangnya banyak yang tidak sinkron dengan inti dari ajaran ke-Tuhan-an. Sedangkan dalam Al-Quran gaya bahasanya sedemikian ringkas tapi padat dan jauh dari gaya bahasa yang biasa diucapkan manusia.

Bagaimanapun juga Al-Quran adalah satu-satunya Kitab Suci yang dari segi Tauhid paling sempurna. Penghargaan Spontan terhadap Al-Quran dari berbagai Kalangan :

  1. “Sebuah mu’jizat dari kemurnian gaya bahasa, kebijaksanaan dan kebenaran.” (Pendeta R. Bosworth-Smith, Mohammed and Mohammedanism)
  2. “Setiap saya mendengar Al-Qur’an dibacakan, sepertinya saya sedang mendengarkan musik. Dalam alunan melodi, selama itu terdapat suara yang terus-menerus memukul sebuah drum, seperti memukul-mukul hati saya.” (A.J Arberry)
  1. “Simfoni yang tak ada bandingnya, suara yang benar-benar dapat menggerakkan manusia menangis dan luar biasa gembira.” (Marmaduke Picktall)
  2. “Setelah Injil, Al-Qur’an adalah kitab agama yang paling mulia dan paling mempunyai kekuatan di dunia” (J. Christy Wilson dalam Introducing lslam, New York 1950.).
  3. “Al-Qur’an adalah Injil kepunyaan Mohammedan, dan lebih dihormati daripada kitab suci lainnya, lebih dari Perjanjian Lama orang Yahudi atau Perjanjian Baru orang Kristen.” (J. Shillidy, D.D. dalam The Lord: Jesus in the Ko-ran, Surat 1913, p.111).

Sumber : Ahmed Deedat, Gary Miller

BY MAGE

pertanyaan yang timbul adalah mengapa mencari tuhan harus dengan salah satu agama ??? lalu mengapa yang menjadi pembenarnya adalah salah satu kitab saja dan dokrin didalamnya ????

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: