kosong

berfikir untuk hidup yang lebih baik , dan beriman untuk tuhan yang benar

Archive for the ‘agama & kepercayaan’ Category

ESA dan EKA , ahad dan wahid, echad dan yakhid

Posted by kosongan pada | 3 |Februari| 2014 |

pagi ini saya di berikan kata “Sh’ma Yis’ra’eil Adonai Eloheinu Adonai echad” dalam trade ini saya jadi teringat di indonesia masih sering rancu antara esa dan eka , ahad dan wahid, echad dan yakhid

sumber :http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20121127053923AASFg8v

Esa adalah bahasa jawa kuno[bahasa KAWI]berarti tunggal atau satu,yang hanya digunakan pada penyebutan Allah tuhan yang esa””
Eka adakah bahasa sansekerta juga berarti satu namun eka dapat digunakan pada banyak kalimat atau juga berfungsi kata ganti”

sumber : http://oktavianipratama.wordpress.com/matakuliah-umum/kewarganegaraan/arti-dan-makna-sila-ketuhanan-yang-maha-esa/

Kata Maha berasal dari bahasa Sansekerta atau Pali yang bisa berarti mulia atau besar( bukan dalam pengertian bentuk). Kata Maha bukan berarti sangat. Kata “esa” juga berasal dari bahasa Sansekerta atau Pali. Kata “esa” bukan berarti satu atau tunggal dalam jumlah. Kata “esa” berasal dari kata “etad” yang lebih mengacu pada pengertian keberadaan yang mutlak atau mengacu pada kata “ini” (this- Inggris). Sedangkan kata “satu” dalam pengertian jumlah dalam bahasa Sansekerta  atau bahasa Pali adalah kata “eka”. Jika yang dimaksud dalam sila pertama adalah jumlah Tuhan yang satu, maka kata yang seharusnya digunakan adalah “eka” bukan kata “esa”.

dari ke dua hal tersebut kita bisa memulai dari kebanggaan kita dasar negara kita pancasila ^^
dalam sebuah lambang tersebut ada sila pertama “ketuhanan yang maha esa” dan menggenggam pita dengan tulisan “bhineka tunggal ika” berarti disana membicarakan hal selaras
Tuhan = tuhhyang sumber : http://filsafat.kompasiana.com/2011/01/16/definisi-tuhan-335016.html
Tuhan, serapan dari sansekerta Tuh (kepala) Hyang (dewa), yg berati kepala para dewa meskipun bisa di artikan dari pengembangan kata tuan yang berarti atasan/penguasa/pemilik (Ensiklopedi Populer Gereja oleh Adolf Heuken SJ (1976))
dengan pemahaman ini kita bisa menyimpulkan kata esa disana adalah kata serapan dari bahasa sansekerta pula yang sudah diadaptasi oleh jawa … maka hal ini menggugurkan pernyataan yang saya ambil dari yahoo di atas karena masih bisa di cari lebih dalam
selain karena dari bahasanya kita bisa melihat dari bentuk negara indonesia sendiri yang mengakui 5 agama dimana selain agama islam agama lainnya dianggap memiliki tuhan2 yang lebih dari 1

sumber : http://salafyitb.wordpress.com/2007/02/02/beda-antara-kata-ahad-dan-wahid/

Beda antara kata “ahad” dan “wahid”

Abu Shalih Al-Lamfunji (TI 2002)

Dalam pembahasan ini, ana banyak mengambil faidah tentang pembahasan ini dari kitab yang sarat faidah karya Al Imam Al hafidz AsSuyuti, rahimahullah berjudul “ Al Itqon fi Ulumil Quran” ana tambahkan dari beberapa referensi bermanfaat lainnya.

Pertama yang perlu ditetapkan adalah keduanya merupakan 2 nama Allah ‘azza wajalla.

Allah berfirman dalam surat Al Ikhlas :

قل هو الله أحد

Katakanlah “Dialah Allah yang maha tunggal (ahad)”( Al Ikhlas , 1)

Dan Ia juga berfirman:

لَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

Tidak ada yang tersembunyi di sisi Allah, milik siapakah kerajaan pada hari ini ? milik Al Wahid Al Qohhar (Ghofir : 16)

Lalu apa perbedaan antara ahad dan wahid ?

 

Bedanya :

1. Ahad bisa dijama’, sedangkan wahid tidak

Jamak ahad adalah ahaduuna أحدون, dan Aahadحد آ

Sedangkan wahid tidak ada jamaknya, tidak dikatakan : wahidun atau yang lainnya.

Pernah kita dengar : syubhat hadits âhad dari HT, tapi tidak pernah kita dengar syubhat hadits wâhidin, Cuma pernah denger aja nama mas wahidin :p

2. Ahad bisa dipakai untuk mufrad dan jama’, contohnya pada

Surat Al Haqqoh:

فما منكم من أحد عنه حاجزين

Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalanginya( Al Haqqah, 47)

3. Ahad mencakup untuk muannats (perempuan) dan mudzakkar (laki-laki)

Oleh sebab itu oleh berfirman:

لستن كأحد من النساء

Dan tidaklah kalian (para istri nabi) seperti wanita-wanita mukminah lainnya (Al Ahzab: 33)

Sementara untuk wahid, harus menggunakan wahidah-واحدة – bila yang dimaksud/disandarkan adalah muannats, misalnya sebagaimana sering kita dengar dalam bagian khutbatul hajah:

ياأيهاالناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة

Wahai manusia, bertaqwalah kalian kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu. (An Nisa’ : 1)

Nafs adalah jenis kata muannats.

Contoh lain, yang terdapat pada ayat favorit para ikhwan…katanya,

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً

dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap perempuan yang yatim , maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil , maka wahidah (seorang) saja (An Nisa’ : 3)

dan masih banyak contoh lainnya

4. Ahad untuk yang ‘Aqil (berakal) sedangkan wahid bisa untuk yang berakal dan tidak berakal,

Sebagai contoh :

ليس في البيت أحد

Tidak ada seorangpun (ahad) dirumah

Maka ini khusus, yakni untuk orang

Sedangkan bila kita berkata:

ليس في البيت واحد

Tidak ada “wahid”pun di dalam rumah,

Maka maksudnya bisa untuk manusia, ternak, burung dll…

5. Dalam beberapa keadaan, makna ahad lebih sempurna dari pada wahid, contohnya:

فلان لا يقوم له أحد

Fulan, tidak ada yang berdiri untuknya seorangpun,

Maka maknanya adalah tidak ada yang berdiri satu, demikian pula dua, tiga dan seterusnya.

Tetapi bila redaksinya..

فلان لا يقوم له و احد

Artinya, fulan tidak ada yang berdiri untuknya satu,

Maka maknanya bisa ada yang berdiri untuk si fulan dua orang, tiga orang dan seterusnya…

6. Umumnya, ahad digunakan dalam kalimat yang redaksinya berbentuk nafyi (pengingkaran) atau larangan.

Bila kita melihat ayat-ayat dalam Al Quran, bentuk nafynya menggunakan ahad bukan wahid, contohnya:

وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَى

Padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu ni’mat kepadanya yang harus dibalasnya, Al Lail : 19

أَيَحْسَبُ أَنْ لَمْ يَرَهُ أَحَدٌ

Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya?

Al Balad (7)

أَيَحْسَبُ أَنْ لَنْ يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ

Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun (ahad) yang berkuasa atasnya?

Al balad : 5

فَيَوْمَئِذٍ لَا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ (25) وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ (26)

Maka pada hari itu tiada seorang(ahad)pun yang menyiksa seperti siksa-Nya (25)

dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.(26)

Al fajr: 25-26

ولا بصل على أحد منهم مات أبدا

dan janganlah kamu sekali-kali mensholati salah seorang(ahad) yang mati di antara mereka..(At Taubah: 84)

silakan cari ayat-ayat yang lainnya, niscaya yang ketemu adalah ahad bukan wahid.

7. namun ada juga ahad dalam redaksi penetapan (itsbat), dan ini jarang:

contohnya:

قل هو الله أحد

Dalam surat Al Ikhlas,

Berkata fairuz Abadi bahwa ahad dalam surat al ikhlas di atas asalanya adalah wahadun, demikian juga Al imam As suyuti berpendapat seperti ini dalam Al Itqon.

Yakni hamzah pada أحد adalah gantian dari wawu, hal ini banyak terjadi pada kalimat-kalimat yang berawalan wawu, contohnya :

امرأة أناة ووناة

Imroatun Anatun dan wanatun (wanita yang lambat gerakannya)

وإشاح ووشاح،

Isyah dan wisyah (pedang)

bentuk itsbat yang lain..

فابعثوا أحدكم بورقكم هذه إلى المدينة

Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini (Al Kahfi: 19)

Itsbat lainnya

Dalam bilangan sebelas, dua puluh satu dan seterusnya

أحد عشر, أحد و عشرون

Ulama mengatakan bahwa ahad bila dalam siyaq itsbat, maka maknanya bisa berarti “ awal” (yang pertama), contohnya pada “yaumul ahad” yakni hari pertama, bukan hari satu. Dan sebagian dari mereka menafsirkan dengan ini, misalnya pada ayat dalam surat yusuf :

أما أحدكما فيسقي ربه خمرا

Adapun yang pertama dari kalian berdua, akan memberi minuman tuannya dengan khamar (Yusuf : 41)

8. Allah tidak menggunakan kata ahad sebagai sifat dalam Al Quran kecuali untuk diri-Nya yakni pada surat Al Ikhlas sementara wahid digunakan untuk mensifati makhluq-Nya

Allah ta’ala berfirman :

وَفِي الْأَرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَى بِمَاءٍ وَاحِدٍ

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama(satu)

Ar Ra’du : 4

Sehingga dari sini ulama ada yang berkata bahwa sifat ahad adalah sifat mutlak yang kembali kepadaNya dan tidak boleh pada makhluqNya, tidak boleh dikatakan huwa ahad atau Al malik Al ahad dan seterusnya.

9. Orang-orang lebih suka pake nama Abdul Wahid dari pada Abdul Ahad, setidaknya di negeri ini, pernahkah kita mendapati orang yang namanya Abdul Ahad, atau ahad saja ? Allahu a’lam

Demikian pembahasan ini, semoga dapat memberikan faidah, terutama menumbuhkan kecintaan untuk mempelajari Al Lughoh Al ‘Arobiyah sebagai bahasa yang Ia pilih untuk berbicara dengan makhluqNya dalam kitab-Nya yang mulia.

Wallahu ta’ala A’lam
Abu Shalih

Maaf, kata2 “keduanya merupakan 2 nama Allah ‘azza wajalla” itu kurang tepat… al-Wahid memang asma Allah… tapi “ahad” bukan asma Allah. Kata “ahad” dalam surat al-ikhlash itu merupakan isim ‘adad yang berkedudukan menjadi khobar kata “Allah”. Cuman dalam surat al-Ikhlash, isim ‘adad “ahad” digunakan untuk menjelaskan atau menta’kidi bahwa Allah itu satu.
Biasanya Asmaul-khusna itu menjadi na’at bukan sbgai khobar ato yg lain. Saya tidak yakin klo ada kitab yg menerangkan bahwa “ahad” itu asma Allah. kecuali mungkin kitab terjemahan yang disitu kurang tepat dalam mengartikan….

sumber : http://www.sarapanpagi.org/ekhad-dan-yakhid-ahad-dan-wahid-esa-dan-tunggal-vt22.html

‘EKHAD DAN YAKHID, AHAD DAN WAHID, ESA DAN TUNGGAL
Baik kata Ibrani ” אחד – ‘EKHAD”, “esa”, “pertama”, “satu”, maupun YAKHID, “tunggal”, “satu-satunya”, “tunggal”, “saja”, “hanya”, “sendiri”, berasal dari akar kata induk ” ח – KHET” dan ” ד -DALET”. Aksara KHET dalam tulisan proto-sinaistik — Ibrani Kuno — merupakan gambar “tembok” atau “dinding”; sedangkan aksara DALET, Ibrani Kuno: DAL, merupakan gambar “pintu”.

Gabungan kedua aksara yang merupakan simbol itu bermakna “kesatuan”. Tembok atau dinding memisahkan bagian dalam dari bagian luar kemah atau rumah. Hanya melalui pintu, seseorang dapat masuk atau keluar, thus bagian luar dan bagian dalam dipersatukan oleh pintu.

Gabungan aksara ” ח – KHET” dan ” ד -DALET”, yaitu ” חד – KHAD” , baik dalam bahasa Ibrani maupun Aram, diterjemahkan menjadi “satu”.

Bahasa Ibrani:

* Yehezkiel 33:30,
LAI TB, Dan engkau anak manusia, teman-temanmu sebangsa bercakap-cakap mengenai engkau dekat tembok-tembok dan di pintu rumah-rumah dan berkata satu (KHAD) sama lain, masing-masing kepada temannya. Silakan datang dan dengar, apa yang difirmankan oleh TUHAN!
KJV, Also, thou son of man, the children of thy people still are talking against thee by the walls and in the doors of the houses, and speak one to another, every one to his brother, saying, Come, I pray you, and hear what is the word that cometh forth from the LORD.
Hebrew,
וְאַתָּה בֶן־אָדָם בְּנֵי עַמְּךָ הַנִּדְבָּרִים בְּךָ אֵצֶל הַקִּירֹות וּבְפִתְחֵי הַבָּתִּים וְדִבֶּר־חַד אֶת־אַחַד אִישׁ אֶת־אָחִיו לֵאמֹר בֹּאוּ־נָא וְשִׁמְעוּ מָה הַדָּבָר הַיֹּוצֵא מֵאֵת יְהוָה׃
Translit. interlinear, VE’ATAH {dan engkau} VEN-‘ADAM {anak manusia} BENEY {anak-anak dari} ‘AMEKHA {umatmu} HANIDBARIM {ia dibicarakan} BEKHA {padamu} ‘ETSEL {oleh} HAQIROT {tembok-tembok itu} UVEFITKHEY {dan pada pintu-pintu dari} HABATIM [rumah-rumah itu} VEDIBER-KHAD {dan mereka berkata — satu} ‘ET-‘AKHAD {kepada satu} ‘ISY {orang} ‘ET-‘AKHIV {kepada saudaranya} LE’MOR {berkata} BO’U-NA’
{datanglah] VESYIM’U {dan dengarlah} MAH {apa} HADAVAR {firman itu} HAYOTSE’ {yang keluar} ME’ET {dari} YEHOVAH {TUHAN}

Note:
“satu sama lain” diterjemahkan dari kata ” חד את־אחד ; KHAD ‘ET-‘AKHAD”, harfiah “satu kepada satu”.
Bahasa Aram:
* Ezra 4:8
LAI TB, [color=green]Rehum, bupati, dan Simsai, panitera, telah menulis surat terhadap Yerusalem kepada raja Artahsasta, yang isinya sebagai berikut.
KJV, Rehum the chancellor and Shimshai the scribe wrote a letter against Jerusalem to Artaxerxes the king in this sort:
Hebrew,
רְחוּם בְּעֵל־טְעֵם וְשִׁמְשַׁי סָפְרָא כְּתַבוּ אִגְּרָה חֲדָה עַל־יְרוּשְׁלֶם לְאַרְתַּחְשַׁשְׂתְּא מַלְכָּא כְּנֵמָא׃
Translit. interlinear, REKHUM {Rehum} BE’EL-TE’EM {majikan pemberi perintah} VESYIMSYAY {dan Simsai} SOFRA’ {juru tulis} KETAVU {mereka menulis} ‘IGERAH {surat} KHADAH {satu} ‘AL-YERUSYELEM {kepada Yerusalem} LE’ARTAKHSYASTE’ {kepada Artahsasta} MALKA’ {raja} KENEMA’ {bunyinya}
—–
Image

Kata ” אחד – ‘EKHAD” (Arab: ‘AHAD), “esa”, adalah kata ” חד – KHAD” yang dibubuhi aksara ‘ALEF di mukanya. Aksara ” א – ‘ALEF” dalam bahasa Ibrani Kuno merupakan gambar kepala kerbau yang melambangkan kekuatan, kekuasaan, kepemimpinan.
” אחד – ‘EKHAD” adalah kesatuan dari yang jamak, seorang manusia adalah kesatuan dari tubuh, nafas, jiwa, pikiran, perasaan. Suatu keluarga adalah kesatuan dari ayah, ibu, anak. Suatu pohon adalah kesatuan dari akar, batang, cabang, dahan, ranting, daun. Inilah makna kata ‘EKHAD yang diterjemahkan menjadi “esa”, “pertama”, “satu”, yaitu kesatuan yang kompleks, bukan kesatuan yang absolut.

* Kejadian 1:5
LAI TB, Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama (‘EKHAD).
KJV, And God called the light Day, and the darkness he called Night. And the evening and the morning were the first day.
Hebrew,
וַיִּקְרָא אֱלֹהִים לָאֹור יֹום וְלַחֹשֶׁךְ קָרָא לָיְלָה וַיְהִי־עֶרֶב וַיְהִי־בֹקֶר יֹום אֶחָד׃ ף
Translit. interlinear, VAYIQRA’ {dan Dia memanggil, menamakan} ‘ELOHIM {Allah} LA’OR {kepada terang} YOM {hari, siang} VELAKHOSYEKH {dan kepada kegelapan} QARA’ {Dia memanggil, menamakan} LAYELAH {malam} VAYHI-‘EREV {dan ia menjadi petang} VAYHI-VOQER {dan ia menjadi pagi} YOM {hari} ‘EKHAD {satu, pertama}

* Kejadian 1:9
LAI TB, Berfirmanlah Allah: ‘Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu (‘EKHAD) tempat, sehingga kelihatan yang kering.’ Dan jadilah demikian.” –
KJV, [color=green]And God said, Let the waters under the heaven be gathered together unto one place, and let the dry land appear: and it was so.
Hebrew,
וַיֹּאמֶר אֱלֹהִים יִקָּווּ הַמַּיִם מִתַּחַת הַשָּׁמַיִם אֶל־מָקֹום אֶחָד וְתֵרָאֶה הַיַּבָּשָׁה וַיְהִי־כֵן׃
Translit. interlinear, VAYO’MER {dan Dia berfirman} ‘ELOHIM {Allah} YIQAVU {mereka akan berkumpul} HAMAYIM {air itu} MITAKHAT {di bawah} HASYAMAYIM {langit itu} ‘EL-MAQOM {pada tempat} ‘EKHAD {satu} VETERA’EH {dan ia kelihatan} HAYABASYAH {tanah kering} VAYHI-KHEN {dan ia menjadi demikian}

* Ulangan 6:4
LAI-TB, Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa (‘EKHAD)!
KJV, Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD:
Hebrew,
שְׁמַע יִשְׂרָאֵל יְהוָה אֱלֹהֵינוּ יְהוָה ׀ אֶחָֽד ׃
Translit interlinear, SYEMA’ {dengarlah} YISRA’EL {Israel} YEHOVAH {YHVH dibaca Adonai, TUHAN} ‘ELOHEINÛ {Allah kita} YEHOVAH {YHVH dibaca Adonai, TUHAN} EKHAD {esa}
——–

Image

Kata ” יחיד – YAKHID” (Arab: WAHID), “tunggal”, berasal dari kata YAKHAD, yaitu kata ” חד – KHAD” yang dibubuhi aksara YOD di mukanya. Dalam bahasa Ibrani Kuno, aksara YOD merupakan gambar telapak tangan yang menggenggam. Kata ” יחד – YAKHAD ini pun berarti “satu”, “kesatuan”; satu dalam genggaman.

* Kejadian 49:6
LAI-TB, Janganlah kiranya jiwaku turut dalam permupakatan mereka, janganlah kiranya rohku bersatu (YAKHAD) dengan perkumpulan mereka, sebab dalam kemarahannya mereka telah membunuh orang dan dalam keangkaraannya mereka telah memotong urat keting
lembu.
KJV, O my soul, come not thou into their secret; unto their assembly, mine honor, be not thou united: for in their anger they slew a man, and in their self-will they digged down a wall.
Hebrew,
בְּסֹדָם אַל־תָּבֹא נַפְשִׁי בִּקְהָלָם אַל־תֵּחַד כְּבֹדִי כִּי בְאַפָּם הָרְגוּ אִישׁ וּבִרְצֹנָם עִקְּרוּ־שֹׁור׃
Translit interlinear, BESODAM {pada permufakatan mereka} ‘AL-TAVO’ {tidak ia akan datang} NAFSYI {nafasku, jiwaku} BIQHALAM {pada perkumpulan mereka} ‘AL-TEKHAD {tidak ia akan dipersatukan} KEVODI {kehormatanku} KI {karena} VE’APAM {pada murka mereka} HAREGU {mereka membunuh} ‘ISY {orang} UVIRTSONAM {dan pada kesenangan mereka} ‘IQERU-SYOR {mereka memotong urat keting lembu}

Kata ” יחד – YAKHAD juga ditemukan dalam Mazmur 86:11 (“bulatkanlah”) dan Yesaya 14:20 (“bersama-sama”).

” יחד – YAKHAD adalah ” חד – KHAD” dalam genggaman tangan, diterjemahkan dengan “satu-satunya”, “tunggal”, “hanya”, “saja”, “sebatang kara”, sering dihubungkan dengan anak “tunggal”.

Jika ” אחד – ‘EKHAD” merujuk kepada
kesatuan yang kompleks, maka ” יחיד – YAKHID” berhubungan dengan kesatuan yang absolut.

* Kejadian 22:2
LAI-TB, Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal (YAKHID) itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”
KJV,
And he said, Take now thy son, thine only son Isaac, whom thou lovest, and get thee into the land of Moriah; and offer him there for a burnt offering upon one of the mountains which I will tell thee of.
Hebrew,
וַיֹּאמֶר קַח־נָא אֶת־בִּנְךָ אֶת־יְחִידְךָ אֲשֶׁר־אָהַבְתָּ אֶת־יִצְחָק וְלֶךְ־לְךָ אֶל־אֶרֶץ הַמֹּרִיָּה וְהַעֲלֵהוּ שָׁם לְעֹלָה עַל אַחַד הֶהָרִים אֲשֶׁר אֹמַר אֵלֶיךָ׃
Translit interlinear, VAYO’MER {dan Dia berfirman} QAKH-NA’ {ambillah} ‘ET-BINKHA {anakmu} ‘ET-YEKHIDKHA {satu-satunya darimu} ‘ASYER-‘AHAVTA {yang engkau mengasihi} ‘ET-YITSKHAQ {Ishak} VELEKH-LEKHA {berjalanlah engkau} ‘EL-‘ERETS {pada bumi} HAMORIAH {Moria itu} VEHA’ALEHU {dan persembahkanlah ia} SYAM {di sana} LE’OLAH {sebagai korban bakaran} ‘AL {di atas} ‘AKHAD {satu} HEHARIM {gunung-gunung} ‘ASYER {yang} ‘OMAR {Aku akan berfirman} ‘ELEYKHA {kepadamu}

Sumber : Yohannes/ Biblika

Iklan

Posted in agama & kepercayaan, diskusi bebas, indonesia ku | Leave a Comment »

Hukum Karma dan Tumimbal – Lahir

Posted by kosongan pada | 23 |April| 2013 |

Hukum Karma & Tumimbal Lahir: bagaimana memahaminya?

by Hudoyo Hupudio » Sun Jun 20, 2010 4:43 am

MEGAH DETRA:Selamat malam Romo…
Dlm salah satu sutta dikatakan oleh Sang Buddha, bahwa kelima KHANDA itu tdk terpisah dari kekosongan, sesungguhnya kelimanya adalah kosong atau SUNNA.
Badan jasmani tanpa AKU…
Perasaan tanpa AKU…
Pencerapan tanpa AKU…
…Bentuk pikiran tanpa AKU…
Kesadaran tanpa AKU…
Kita hanya dpt memegangnya sementara waktu kemudian setelah itu kita pasti akan melepaskan.
Dlm Paticca Sammupada dikatakan bahwa hidup adalah proses yg terus berubah dari bentuk bathin dan jasmani…
Muncul pertanyaan :
Kalau di dlm diri manusia tdk ada suatu inti atau jiwa yg kekal, lalu kpd siapakah yg akan menerima suatu akibat perbuatan baik dan buruk?
Siapa pula yg melanjutkan kehidupan yg baru?
Anumodana…HUDOYO HUPUDIO:

@Megah: Di dalam meditasi yg sangat mendalam, kita akan melihat bahwa yg disebut ‘kelangsungan’ (continuity) ini sebetulnya tidak ada. Jadi, di dalam batin si Megah, si Hudoyo, ini tidak ada kelangsungan yg kita sadari mulai dari sejak lahir, sampai sekarang, sampai nanti meninggal.

Apa yg ada? Yg ada adalah proses jasmani & batin yg TIMBUL dan LENYAP dengan cepat dari saat ke saat. Setiap sel-sel tubuh kita tidak sama; setiap pikiran & perasaan kita tidak sama dari saat ke saat. Badan & batin kita SAAT INI bukanlah/tidak sama dengan badan & batin kita sedetik yg lalu; bukan pula / tidak sama pula dengan badan & batin kita sedetik yg akan datang. Memang ada kemiripan antara badan & jasmani yg sedetik lalu, yg sekarang, dan yg sedetik akan datang, tetapi ada pula perbedaannya. Nah, perbedaan yg sedikit-sedikit (di antara kemiripan yg banyak) inilah yg menimbulkan kesan tentang “PERUBAHAN”; tetapi sebetulnya “perubahan” itu tidak ada, karena tidak ada yang berubah’. Yang ada adalah perbedaan antara apa yg sedetik lalu timbul & lenyap, dengan apa yg saat kini timbul & lenyap, dan apa yg sedetik mendatang timbul & lenyap; begitu seterusnya. Yang penting TIDAK ADA YG BERLANJUT (sementara berubah) dari sedetik lalu, sekarang dan sedetik akan datang (yg biasanya disebut “roh”, “jiwa” dsb).

Yang menciptakan kesadaran adanya ‘kelangsungan’ itu adalah PIKIRAN. Lalu dari situ muncullah kesadaran-aku. Lalu dari situ muncullah kesadaran sebab-akibat (hukum karma), dan iman kepada tumimbal lahir. Semua itu dilihat oleh PIKIRAN, bukan kenyataan yg sesungguhnya, yg akan terlihat ketika pikiran berhenti.

Kalau orang sudah menyadari/melihat bahwa ‘kelangsungan’ itu sebenarnya tidak ada, ia akan menyadari pula bahwa si aku, paticca-samuppada, hukum karma & tumimbal lahir itu semuanya hanyalah delusi (waham), sesungguhnya tidak ada. Di situ terdapat kebebasan dari pikiran, dari si aku, dari hukum karma, dari tumimbal lahir, dari paticca-samuppada.

Orang yg memahami ini dengan sempurna disebut arahat. Tapi sebelum mencapai kearahatan, kita bisa memahami itu secara tidak tuntas, tidak sempurna; yaitu di dalam meditasi vipassana yg mendalam, di mana pikiran & aku ini tinggal satu-satu dan akhirnya masuk ke dalam keheningan (sekalipun belum tuntas). Ini yg dinamakan ‘mencicipi nibbana’.

Mengapa pikiran menciptakan kesadaran aku, kesadaran hukum karma, kesadaran paticca-samuppada dan kepercayaan kepada tumimbal lahir? Pikiran ini ber-evolusi dalam batin seorang bayi sejak ia belajar kata-kata & bahasa. Tujuannya adalah demi survival si individu. (Seorang bayi di bawah umur 1 tahun tidak berpikir; ia survive dengan instinknya: menangis dsb.)

***

Nah, jadi apa jawaban saya atas pertanyaan Anda? Jawaban saya: jangan memikir-mikir tentang hukum karma, tentang tumimbal lahir dsb. Pikiran kita tidak akan pernah bisa memahaminya dengan tuntas. Malah Buddha sendiri bilang, kalau orang memikir-mikir itu bisa jadi gila! (lihat: Acinteyya-sutta)

Menurut Buddha, ada empat hal yg seharusnya tidak dipikir-pikir:
(1) asal mula alam semesta/eksistensi ini;
(2) hakikat batin orang yg sudah bebas (buddha/arahat);
(3) hukum karma;
(4) hakikat jhana.
[Acinteyya-sutta]

Alih-alih, bermeditasi vipassana-lah. Kalau Anda berhasil mencapai berhentinya pikiran & aku, Anda akan memahami sendiri hakikat dari hukum karma, paticca-samuppada & tumimbal lahir: semua itu tidak kekal, semua itu waham (delusi), yg ada hanyalah perbedaan di dalam timbul & lenyap, bukan kelangsungan sebuah jiwa atau roh.

Mula-mula Anda akan melihatnya sekilas, untuk sementara, sebelum pikiran & aku muncul lagi. Tapi kelak, pada akhirnya, keadaan itu akan menjadi tuntas, permanen; itu yg disebut kearahatan, bebas sempurna dari aku, dari hukum karma, dari paticca-samuppada, dari tumimbal lahir.

Ada orang bilang bahwa begitu bayi lahir nasibnya sudah digariskan. Maka peramal bisa mengatakan nasib seseorang dari tanggal dan jam lahirnya. Manusia di dunia ada yang kaya, yang miskin, yang enak, yang sengsara. Apakah hal ini dewa yang menentukan nasib kita tidak adil?
Orang yang nasibnya buruk sering memandang langit dan bertanya, Kenapa orang lain bisa bertambah makmur sedangkan saya bernasib begitu buruk?Orang yang perkawinannya hancur sering bertannya, Kenapa orang lain rumah tangganya bisa begitu harmonis, sedangkan saya berantakan?

Sering kita membaca koran mengenai peristiwa tabrakan. Kita lalu berfikir kenapa orang itu bisa mempunyai nasib yang begitu buruk?

Para peramal biasanya menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan mengatakan bahwa hal itu karena disebabkan tanggal dan jam lahirnya yang kurang bagus.

Tetapi kenapa tidak ada orang yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan :

  • Kenapa manusia lahir ada yang tanggal dan jam lahirnya bagus, ada yang jelek.

Apakah Tuhan begitu tidak adil?

Mau menyelidiki dan mendalami tentang sumber dari nasib, kita harus mengerti dulu mengenai “sebab-akibat tiga jaman” dari pelajaran agama Budha. Sebab-akibat tiga jaman dan nasib mempunyai hubungan apa? Ternyata dasar daripada nasib seseorang ditentukan oleh “sebab dan akibat”. Sebab-akibat tiga jaman mempunyai makna bahwa karena perbuatan kita pada kehidupan yang lampau maka kita menerima akibat dari perbuatan tersebut pada kehidupan sekarang demikian juga kehidupan kita yang akan datang akan ditentukan oleh perbuatan kita yang sekarang. Demikianlah lingkaran sebab-akibat akan menciptakan hubungan dari kehidupan masa lampau, masa kini dan masa mendatang. Dalam ajaran agama Budha ada istilah yang terkenal :
“Ingin mengetahui perbuatan kita di masa lampau, lihatlah kehidupan yang sekarang. Ingin mengetahui kehidupan kita di masa datang, lihatlah perbuatan kita sekarang”
artinya :
Pada kehidupan lampau anda menanamkan suatu perbuatan maka pada kehidupan yang sekarang anda akan memetik hasilnya. Demikian juga pada masa sekarang anda melakukan suatu perbuatan maka anda akan memetik hasilnya pada masa mendatang.
Prinsip sebab-akibat kebajikan dan kejahatan, yaitu : Menanam biji semangka berbuah semangka, menanam biji kacang berbuah kacang. Prinsip sebab-akibat sangatlah adil dan siapa yang berbuat dia yang akan menanggung akibatnya.

sumber : http://yotta-steel.blogspot.com/2012/11/hukum-karma-dan-tumimbal-lahir.html

apa itu jhana?

Jhana secara harfiah berarti api, atau cemerlang. Jadi jhana bisa diterjemahkan sebagai keadaan mental yang cemerlang.

Sungguh waspada dan terpusat. Ketika seseorang mencapai jhana, pikirannya tertumpu pada satu objek saja, tidak terpencar sebagaimana biasanya, dan benar-benar penuh kewaspadaan dan terpusat.

Sebagai contoh, dari penjelasan jhana keempat di atas kita lihat bahwa kewaspadaan adalah sepenuhnya murni disini. Dimana pikiran tidak terpencar tetapi terpusat, berada pada keadaan yang murni cemerlang,20 dan dipenuhi oleh kebahagiaan.

Jadi makhluk yang mencapai jhana bisa terlahirkan di alam brahma berbentuk (rupaloka) dengan tubuh yang bersinar dan mengalami kebahagiaan yang sangat, untuk jangka waktu yang lama. Bagi banyak orang, tahap ini tidak mudah dicapai karena harus mampu melepaskan keterikatan-keterikatan.

Untuk alasan inilah, maka ia disebutkan sebagai pencapaian manusia yang luar biasa (uttari manussa dhamma) di dalam berbagai sutta. Empat jhana ini didefinisikan di berbagai sutta seperti berikut:

Jhana pertama
* Berhentinya persepsi terhadap kenikmatan duniawi
* Persepsi yang halus tapi nyata terhadap kegirangan dan kesenangan yang terlahir dari kesendirian (DN 9)
* Tidak terlihat oleh mara (MN 25)
* Lima penghalang ditinggalkan dan lima faktor jhana diraih (MN 43)
* Yang masih belum ditenangkan ke tingkat yang lebih tinggi (MN 66)
* Pikiran yang tertuju pada hal-hal yang tak bajik lenyap tanpa sisa (MN 78)
* Berhentinya batin yang masih berbicara (SN 36.11)
* Lenyapnya kesakitan tubuh (SN 48.4.10)
* Berada dalam kediaman yang bahagia (AN 6.29)
* Melampaui jangkauan mara (AN 9.39)

Jhana kedua
* Persepsi yang halus tapi nyata terhadap kegirangan dan kesenangan yang terlahir dari kesendirian (DN 9)
* Yang masih belum ditenangkan ke tingkat yang lebih tinggi (MN 66)
* Pikiran yang tertuju pada hal-hal yang bajik lenyap (MN 78)
* Tahap kesunyian Ariya (SN 21.1)
* Berhentinya pemikiran pemicu dan pemikiran yang bertahan (SN 36.11)
* Kegirangan yang lahir bukan dari hal-hal duniawi (SN 36.29)
* Kesedihan mental lenyap (SN 48.4.10)

Jhana ketiga
* Persepsi yang halus tapi nyata terhadap kesenangan dan keseimbangan batin (DN 9)
* Yang masih belum ditenangkan ke tingkat yang lebih tinggi (MN 66)
* Lenyapnya kegirangan (SN 36.11)
* Kesenangan yang lahir bukan dari hal-hal duniawi (SN 36.29)
* Kesenangan tubuh lenyap (SN 48.4.10)

Jhana keempat
* Persepsi yang halus tapi nyata terhadap yang bukan derita maupun senang (DN 9)
* Kewaspadaan (sati) yang murni dan keseimbangan batin yang sepenuhnya (MN 39)
* Seluruh tubuh dirembesi oleh pikiran yang terang dan murni (MN 39)
* Yang sudah tak dapat ditenangkan ke tingkat yang lebih tinggi (MN 66)
* Bisa berbicara dengan makhluk sorga dan keseluruhan dunia yang menyenangkan telah direalisasikan (MN 79)
* Keseimbangan batin yang bukan bersifat duniawi (SN 36.29)
* Berhentinya pernafasan (SN 36.11)
* Kesenangan mental lenyap (SN 48.4.10)
* Keluar dari tahap ini, dia berjalan, berdiri dan seterusnya dengan kebahagiaan yang terlahir dari ketenangan (AN 3.63)
* Menuntun pada penembusan yang sepenuhnya dari elemen yang tak terhitung (AN 6.29)

DN = Digha Nikaya
MN = Majjhima Nikaya
AN = Anguttara Nikaya
SN = Samyutta Nikaya

sumber : http://www.wihara.com/forum/meditasi/4846-apa-itu-jhana.html

Posted in buddha | Leave a Comment »

Apologetika Terhadap Perayaan Natal

Posted by kosongan pada | 23 |April| 2013 |

Updated 26 Desember 2011

Tulisan yang dicetak miring, dibold dan berwarna merah adalah tulisan yang berjudul Sejarah Natal, oleh Herbert W. Armstrong. Berikut ini adalah apologi [pembelaan iman] atas tulisan tersebut.

Kata Christmas (Natal) yang artinya Mass of Christ atau disingkat Christ-Mass, diartikan sebagai hari untuk merayakan kelahiran “Yesus”. Perayaan yang diselenggarakan oleh non-Kristen dan semua orang Kristen ini berasal dari ajaran Gereja Kristen Katholik Roma. Tetapi, dari manakah mereka mendapatkan ajaran itu ? Sebab Natal itu bukan ajaran Bibel (Alkitab), dan Yesus pun tidak pernah memerintah para muridnya untuk menyelenggarakannya. Perayaan yang masuk dalam ajaran Kristen Katholik Roma pada abad ke-4 ini berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala.

Iman Katolik tidak hanya didasarkan pada kitab suci saja. Karena itu tidak masalah apabila perayaan Natal tidak terdapat di Kitab Suci, dan tentu saja perayaan Natal tidak berasal dari upacara adat penyembah berhala.

Terdapat tiga teori mengapa hari Natal dirayakan tanggal 25 Desember.

The first theory is the simplest. An old story says that, in about the year 350, Pope Julius I looked up the date of Jesus’ birth in the census records. Certainly there is nothing outlandish in the idea of census records holding that information even three and a half centuries later. We know from Luke’s Gospel that Jesus was born during a census. The Romans, with their almost compulsive love of order, might well have kept those records forever in some bureaucratic hole in Rome.

The second theory has it that Christians, unable to stamp out a pagan midwinter celebration, simply took it over. Throughout history, people have celebrated the passing of the shortest day in the year, the solstice. When the days begin to lengthen again, it means that the death of winter will certainly pass, and the world will be reborn in spring.

The third theory to account for the specific date December 25 is that it corresponded with the early Church’s notion of Jesus’ perfect life. Tradition had it that Jesus died on March 25. In order for His life to be appealingly perfect, the theologians reasoned, He must also have been conceived on March 25, then born exactly nine months later – (Source)

 

Update :

Penjelasan Paus Benediktus XVI bahwa 25 Desember adalah tanggal historis kelahiran Yesus Kristus :

Tahun 2000, Joseph Cardinal Ratzinger menulis dalam bukunya The Spirit of the Liturgy bahwa tradisi Yahudi menganggap bahwa Abraham hampir mengurbankan Ishak di gunung Moriah pada 25 Maret. Gunung Moriah berada di Yerusalam (lih. 2 Chron 3:1), dan 25 Maret adalah tanggal dimana Kristus disalib pada kalender  solar (Paskah seperti Paskah Mosaic dikalkulasi oleh fenomena lunar). Anda bisa melihat bahwa ada hubungan geografis dan temporal disini. Kita memahami bahwa Bapa dengan rela mempersembahkan Putra-Nya yang tunggal.

Kardinal Ratzinger juga mencatat bahwa 25 Maret merupakan hari pertama penciptaan. Karenanya, 25 Maret memiliki makna kosmis.  Hal yang penting adalah bahwa 25 Maret adalah tanggal tradisional untuk penciptaan dunia, untuk kurban Abraham, dan untuk kurban Allah Putra.

Pada halaman 107-108, Kardinal Ratzinger membuat observasi bahwa kematian Kristus juga dianggap sebagai hari dimana Ia dikandung oleh Roh Kudus dalam rahim Perawan Maria. 25 Maret, adalah hari dimana Malaikat Gabriel memberi kabar sukacita pada Bunda Maria. Tambah 9 bulan maka anda akan tiba pada 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus.

Ratzinger juga membuang apa yang ia sebut “teori-teori lama” yang mengajarkan bahwa 25 Desember dipilih untuk menggantikan hari raya pagan. Namun Bapa Suci mengakui 25 Desember sebagai hari kelahiran Kristus Tuhan yang sebenarnya. Ia mengembangkan bahwa kesejajaran makna ini memiliki makna liturgis.

Paus St. Leo Agung berbicara tentang makna kelahiran Kristus pada musim salju :

Tapi kelahiran Yesus ini yang disembah di surga dan diatas bumi ditunjukkan bagi kita pada hari ini, dengan terang awal yang masih memancarkan sinarnya di alam, [terang] ini memperlihatkan bagi indra kita kegemilangan misteri yang menakjubkan ini (St. Leo Magnus, Sermo 26)


Argumen Berdasarkan Tulisan Bapa Gereja
Kutipan paling eksplisit berasal dari St. Agustinus, yang menunjukkan bahwa Yesus lahir pada 25 Desember :

For Christ is believed to have been conceived on the 25th of March, upon which day also he suffered; so the womb of the Virgin, in which he was conceived, where no one of mortals was begotten, corresponds to the new grave in which he was buried, wherein was never man laid, neither before him nor since. But he was born, according to tradition, upon December the 25th.” 

“Karena Kristus dipercaya bahwa Ia dikandung pada tanggal 25 Maret, juga pada tanggal itu Ia menderita; sehingga rahim sang Perawan, dimana Ia diakndung, dimana tidak ada manusia lain yang dilahirkan dari rahim tersebut, berhubungan dengan makam baru dimana Ia dikubur, tempat dimana tidak pernah manusia dibaringkan, tidak sebelum Ia juga sejak itu. Tapi Ia lahir, menurut Tradisi, pada 25 Desember” –

– Saint Augustine, De trinitate, Book 4, 5.


Berikut ini kutipan dari Bapa Gereja yang menyatakan bahwa kelahiran Kristus dirayakan tanggal 25 Desember (dikutip dari Indonesian-Papist) : 

Bapa Gereja Teofilus, Uskup Caesarea di Palestina (115-181 M), yang hidup dalam masa pemerintahan Kaisar Commodus mungkin adalah orang pertama yang secara eksplisit memberikan pernyataan mengenai Natal:

“Kita harus merayakan hari kelahiran Tuhan kita pada tanggal 25 Desember yang akan berlangsung.” [Magdeurgenses, Cent. 2.c.6. Hospinian, de Origin Festorum Christianorum]

Sextus Julius Africanus
 (220 AD), walau tidak berbicara mengenai adanya perayaan Natal, ia secara implisit menyatakan bahwa 25 Desember sebagai tanggal kelahiran Kristus. Dalam bukunya Chronographia, ia mengatakan bahwa dunia diciptakan pada tanggal 25 Maret berdasarkan kronologi Yahudi dan sejarah Kristen Perdana. Ia mengatakan bahwa pada tanggal 25 Maret ini, Sang Firman Allah menjelma menjadi manusia; hal ini membuat sense simbolis yang sempurna karena pada saat Penjelmaan ini, penciptaan yang baru dimulai. Berdasarkan Julius Africanus, karena Sang Firman Allah menjelma menjadi manusia sejak masa Dia dikandung oleh Perawan Maria, hal ini berarti setelah 9 bulan, Sang Firman Allah yang telah menjadi manusia itu lahir pada tanggal 25 Desember.

St. Hipolitus dari Roma
, pentobat yang dulunya seorang anti-Paus pada masa penggembalaan Paus St. Zephyrinus, Paus St. Kallistus I, Paus St. Urbanus I dan Paus St. Pontianus, secara eksplisit juga menyatakan bahwa Yesus Kristus lahir pada tanggal 25 Desember:
Untuk kedatangan pertama Tuhan kita dalam daging, [terjadi] ketika Ia lahir di Betlehem,eight days before the kalends of January (25 Desember), hari keempat (Rabu) dalam minggu ketika Augustus (kaisar Romawi) dalam 42 tahun [pemerintahannya] tetapi dari Adam 5500 tahun. Ia (Yesus) menderita pada [usia] 33 tahun, eight days before the kalends of April(25 Maret), tahun kelimabelas Kaisar Tiberius ketika Rufus dan Roubellion dan Gaius Caesar, untuk keempat kalinya, dan Gaius Cestius Saturninus menjadi konsul [di Roma]. (St. Hippolytus of Rome (c. 225 AD), Commentary on Daniel 4.23.3)
Sedangkan, Bapa Gereja Yohanes, Uskup Nicea, memberitahu kita bahwa Paus St. Julius I (336-352)dengan bantuan tulisan-tulisan dari sejarawan Yahudi,Josephus, telah memastikan bahwa Kristus lahir pada tanggal 25 Desember.
Pada akhir abad keempat, Uskup Epifanius dari Salamis (salah satu sejarahwan Gereja) memberikan kronologi kehidupan Tuhan Yesus Kristus di mana menurut Kalender Julian (saat ini Gereja Katolik Roma menggunakan Kalender Gregorian) tanggal 6 Januari adalah hari kelahiran Tuhan dan 8 November adalah hari pembaptisan Tuhan di Sungai Yordan.
Pada permulaan abad kelima, biarawan terpelajar, St. Yohanes Kassianus dari Konstantinopel, pergi ke Mesir untuk mempelajari peraturan-peraturan biara di sana. Antara tahun 418 hingga 425, St. Yohanes Kassianus menulis laporan pengamatannya. Dia memberitahukan kita bahwa uskup-uskup di wilayah itu, pada masa tersebut, menganggap Pesta Epifani (Penampakan Tuhan) sebagai hari kelahiran Tuhan dan tidak ada perayaan terpisah dalam menghormati kelahiran Tuhan. Dia menyebut hal ini “tradisi kuno”. Kebiasaan lama ini segera memberi jalan bagi tradisi baru. Sementara mengunjungi St. Sirillus, Patriark Alexandria;

Uskup Paulus dari Emesa
 berkhotbah pada perayaan kelahiran Tuhan Yesus pada 25 Desember tahun 432 M. Natal telah diperkenalkan kepada Mesir sebelum waktu kunjungan ini, dapat dikatakan sekitar 418 dan 432 M dan peristiwa ini menjadi bukti kuat berdasarkan kalender yang telah ada.

St. Gregorius dari Nazianzus,
 Bapa Gereja dan Uskup, selama tinggal di daerah Seleucia di Isauria (Turki sekarang) merayakan Natal untuk pertama kalinya di Konstantinopel pada tanggal 25 Desember 379.

St. Yohanes Krisostomos
, Bapa Gereja dan Uskup, berkhotbah di Antiokia pada tanggal 20 Desember 386 dan karena kefasihan pewartaannya, ia berhasil mengajak umat beriman untuk menghadiri Natal 25 Desember 386. Sejumlah besar umat beriman hadir di Gereja ketika Natal dirayakan. Kita memiliki salinan khotbah St. Yohanes Krisostomos. Pada Pengantar khotbah, ia berkata bahwa ia berharap dapat berbicara kepada mereka mengenai perayaan Natal yang telah menjadi kontroversi besar di Antiokia. Dia mengusulkan kepada para pendengarnya untuk menghormati dan merayakan Natal dengan tiga dasar: Pertama, karena Natal telah menyebar dengan cepat dan pesat dan telah diterima dengan baik di berbagai daerah. Kedua, karena waktu pelaksanaan sensus pada tahun kelahiran Yesus dapat ditentukan dari berbagai dokumen kuno yang tersimpan di Roma; Ketiga, waktu kelahiran Tuhan Yesus dapat dihitung dari peristiwa penampakan malaikat kepada Zakarias, ayah Yohanes Pembaptis, di Bait Allah. Zakarias, sebagai Imam Agung, masuk ke dalam Tempat Mahakudus pada Hari Penebusan Dosa Yahudi (The Jewish Day of Atonement). Hari tersebut jatuh pada bulan September menurut kalender Gregorian. Enam bulan sesudah peristiwa ini, malaikat Gabriel datang kepada Maria dan enam bulan kemudian Yesus Kristus lahir, yaitu pada bulan Desember. St. Yohanes Krisostomos menyimpulkan khotbahnya dengan sanggahan telak terhadap orang-orang yang menolak bahwa Sang Allah telah menjadi manusia dan tinggal di dunia. St. Yohanes Krisostomos, dengan mengacu pada khotbah di atas, mengatakan dengan jelas bahwa pada masa tersebut, ketika perayaan Natal diperkenalkan di Timur, Natal telah dirayakan di Roma lebih dulu.(Sumber)


Karena perayaan Natal yang diselenggarakan di seluruh dunia ini berasal dari Katholik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci, maka marilah kita dengarkan penjelasan dari Katholik Roma dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911, dengan judul : Christmas, Anda akan menemukan kalimat yang berbunyi sebagai berikut :

”Christmas was not among the earliest festivals of Church…the first evidence of the feast is from Egypt. Pagan customs centering around the January calends gravitated to Christmas”.

Artinya : “Natal bukanlah upacara Gereja yang pertama….melainkan ia diyakini berasal dari Mesir. Perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus” [selesai].

Mari kita melihat apa yang dikatakan Catholic Encylopedia : Christmas

Early celebration

Christmas was not among the earliest festivals of the Church.Irenaeus and Tertullian omit it from their lists of feasts; Origen, glancing perhaps at the discreditable imperial Natalitia, asserts (in Lev. Hom. viii in Migne, P.G., XII, 495) that in the Scriptures sinners alone, not saints, celebrate their birthday; Arnobius (VII, 32 in P.L., V, 1264) can still ridicule the “birthdays” of the gods.

Alexandria

The first evidence of the feast is from Egypt. About A.D. 200, Clement of Alexandria (Stromata I.21) says that certain Egyptian theologians “over curiously” assign, not the year alone, but the day of Christ’s birth, placing it on 25 Pachon (20 May) in the twenty-eighth year of Augustus. [Ideler (Chron., II, 397, n.) thought they did this believing that the ninth month, in which Christ was born, was the ninth of their own calenda.]…

Ini adalah kutipan yang lebih lengkap pada kalimat pertama dan kalimat kedua (lihat yang dibold). Sang penulis hanya mengutip sebagian, sehingga mengaburkan makna yang sesungguhnya. Terkesan bahwa karena Natal itu berasal dari Mesir, maka pasti berasal dari kaum pagan.

Dari kutipan diatas, memang dikatakan bahwa Natal [tidak ada] diantara festival pada masa awal Gereja. Irenaeus dan Tertullian mengabaikan dari daftar pesta mereka. Namun setelah ditelusuri lebih jauh, terlihat bahwa kutipan tersebut memiliki makna yang berbeda dari yang dimaksudkan. Juga bila kita membaca kutipan Bapa Gereja diatas, paling awal perayaan Natal mungkin dirayakan sekitar tahun 100 AD.

Kalimat kedua bisa dibaca lebih lengkap di link CE. Konteks kalimat tersebut berbeda dan tampaknya penulis sengaja menggabungkan bagian kalimat tersebut untuk mendukung pernyataannya (i.e. bahwa Natal berasal dari perayaan pagan)

Liturgy and custom

Cards and presents

Pagan customs centering round the January calends gravitated to Christmas.Tiele (Yule and Christmas, London, 1899) has collected many interesting examples. The strenæ (eacute;trennes) of the Roman 1 January (bitterly condemned by Tertullian, de Idol., xiv and x, and by Maximus of Turin, Hom. ciii, de Kal. gentil., in P.L., LVII, 492, etc.) survive as Christmas presents, cards, boxes.

Kutipan diatas tepatnya membicarakan tentang budaya hadiah, natal, kartu (mungkin maksudnya kartu natal). Lalu terjemahan yang diberikan dalam kutipan tadi rasanya tidak tepat, jadi silakan bandingkan sendiri dengan bahasa inggrisnya.

Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul Natal Day; Bapak Katholik pertama mengakui bahwa :

”In the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Pharaoh and Herod) who make great rejoicings over the day in which they were born into this world”.

Artinya : “Di dalam kitab suci, tidak ada seorang pun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir’aun dan Herodes) yang berpesta-pora merayakan hari kelahirannya di dunia ini” [selesai].

Mari kita lihat kutipan dari Origen :

of all the holy people in the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Pharaoh and Herod) who make great rejoicings over the day on which they were born into this world below” (Origen, in Levit., Hom. VIII, in Migne P.G., XII, 495)

Kalimat “merayakan hari kelahiran Yesus” adalah terjemahan yang keliru dari “held a great banquet on his birthday” karena hari kelahiran yang dimaksud tidak ditujukan kepada hari kelahiran Yesus.

Dulu, orang-orang lebih merayakan hari kematian mereka daripada hari kelahiran mereka di dunia ini. Nah, hari kematian tersebut merupakan hari kelahiran mereka di dunia yang baru. Silakan dibaca kutipan dari Catholic Encyclopedia : Natal Day dibawah ini

In Greek genesia came to be frequently used in connection with the annual commemoration of a dead person by sacrifices and other rites (cf. Herodotus IV, 26). This commemoration is said to have taken place not upon the anniversary of the day of death but upon the actual birthday of the defunct person (C.I.G. 3417, and Rhode, Psyche, 4th ed., I, 235). When, therefore, the Christians of Smyrna about A.D. 150 write to describe how they took up the bones of St. Polycarp, “which are more valuable than precious stones and finer than refined gold and laid them in a suitable place, where the Lord will permit us to gather ourselves together, as we are able, in gladness and joy and to celebrate the birthday of his martyrdom” (epitelein ten tou martyriou autou hemeran genethlion), it is not easy to say how far they were influenced by pre-existing pagan usages. This phrase “the birthday of his martyrdom” certainly seems to indicate the commemoration of the day on which he died, and all the subsequent history of the Church confirms the practice of keeping this as the usual feast of any saint or martyr.

None the less a certain stress was often laid in Christian sermons and in mortuary inscriptions upon the idea that the day of a man’s death was his birthday to a new life. Thus St. Ambrose (Serm. 57, de Depos. St. Eusebii) declares that “the day of our burial is called our birthday (natalis), because, being set free from the prison of our crimes, we are born to the liberty of the Saviour”, and he goes on “wherefore this day is observed as a great celebration, for it is in truth a festival of the highest order to be dead to our vices and to live to righteousness alone.” And we find such inscriptions as the following

PARENTE FILIO MERCURIO FECE
RUNT QUI VIXIT ANN V ET MENSES VIII
NATUS IN PACE ID FEBR

Where “natus in pace” clearly refers to eternal rest. So again Origen had evidently some similar thought before him when he insists that “of all the holy people in the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Pharaoh and Herod) who make great rejoicings over the day on which they were born into this world below” (Origen, in Levit., Hom. VIII, in Migne P.G., XII, 495)

Jadi kutipan dari Origen tersebut mendukung pemikiran dari St. Amborse : the day of our burial is called our birthday dan all the subsequent history of the Church confirms the practice of keeping this as the usual feast of any saint or martyr. Karena itu tepatlah apa yang dikatakan Bapa Gereja Origen. Artikel dari Catholic Encyclopedia diatas sama sekali tidak membahas tentang kelahiran Kristus yang dihubungkan dengan paganisme, melainkan lebih kepada sejarah bagaimana umat Kristen merayakan hari raya martir-martir tertentu ataupun orang yang sudah meninggal pada hari kematiannya.

Encyclopedia Britanica yang terbit tahun 1946 menjelaskan sebagai berikut :

”Christmas was not among the earliest festival of the church…. It was not instituted by Christ or the apostles, or by Bible authority, it was picked up afterward from paganism”.

Artinya : “Natal bukanlah upacara gereja abad pertama. Hal ini tidak pernah diselenggarakan oleh Yesus atau para muridnya, ataupun otoritas Bibel. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan penyembah berhala” [selesai].

Semua benar kecuali kalimat yang terakhir

Encyclopedia Americana terbitan tahun 1944 juga menyatakan berikut :

”Christmas…. It was, according to many authorities, not celebrated in the first centuries of the Christian church, as the Christian usage in general was to celebrate the death of remarkable persons rather than their birth…” (The “Communion”, which is instituted by New Testament Bible authority, is a memorial of the death of Christ). “…A feast was established in memory of this event [Christ’s birth] in the fourth century. In the fifth century the Western Church ordered it to be celebrated forever on the day of the old Roman feast of the birth of Sol, as no certain knowledge of the da of Christ’s birth existed”.

Artinya : “Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh gereja Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan harikelahrian orang tersebut…”. (”Perjamuan Suci” yang tertera dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang hari kematian Yesus). ”…Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad keempat Masehi. Dan pada abad kelima Masehi, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Romawi yang merayakan hari Kelahiran Sol (Dewa Matahari). Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari kelahiran Yesus” [selesai].

Kutipan yang sepotong-sepotong seperti ini bisa diambil keluar dari konteksnya (seperti yang dilakukan pada kutipan dari Catholic Encyclopedia), lalu dijadikan satu kesatuan untuk mendukung posisi penulis. Lebih baik hadirkan kutipan yang secara utuh beserta link ke referensi tersebut (bila ada).

Update : Mengenai argumen “Tanggal 25 Desember adalah perayaan kelahiran Kristus yang menggantikan perayaan “Natalis Solis Invicti” (“Birthday of the Unconquered Sun”). Perlu diingat bahwa perayaan tersebut diperkenalkan oleh Kaisar Aurelian di Roma tahun 274 AD.  

Hal terpenting, tidak ada catatan sejarah untuk peryaan Sol Invictus pada 25 Desember sebelum 354 AD. Bahkan pada 354 AD, tanggal tersebut hanya menunjuk pada “Invictus” tanpa menyebutkan hari kelahirannya. Tanggal tersebut secara eksplisit menjadi ”Birthday of the Unconquered Son” dibawah pemerintahan Kaisar Yulian Si Murtad (The Apostate), yang sebelumnya beragama Kristen namun pindah menjadi paganisme romawi. Sejarah menunjkkan bahwa Mantan Kaisar Kristen (yang membenci Kristus) yang mendirikan hari libur pagan pada 25 Desember.

Mengapa hal ini penting? Karena artinya bahwa “the Unconquered Son” mungkin bukanlah dewa yang populer di kekaisaran Romawi. Hal ini menunjukkan bahwa rakyat Romawi kuno tidak perlu memikirkan hari libur the Unconquered Son” tersebut. Terlebih, tradisi perayaan 25 Desember tidak ditemukan dalam kalender Romawi sampai setelah Kristenisasi Roma. Hari kelahiran the Unconquered Son” bukan perayaan tradisional dan hampir tidak populer. Saturnalia justru lebih populer, tradisional dan menyenangkan. Hal tersebut malah menunjukkan bahwa Kaisar Julian berupaya untuk mengenalkan hari raya Pagan untuk menggantikan hari Raya Kristen pada 25 Desember! (Sumber)

Sekarang perhatikan ! Fakta sejarah telah membeberkan kepada kita bahwa mulai lahirnya gereja Kristen pertama sampai dua ratus atau tiga ratus tahun kemudian – jarak waktu yang lebih lama dari umur negara Amerika Serikat – upacara Natal tidak pernah dilakukan oleh umat Kristen. Baru setelah abad keempat, perayaan ini mulai diselenggarakan oleh orang-orang Kristen Barat, Kristen Roma, dan Gereja. Menjelang abad kelima, Gereja Roma memerintahkan untuk merayakan sebagai hari raya umat Kristen yang resmi.

Menurut Catholic Encyclopedia, pesta Natal pertama kali di sebut dalam “Depositio Martyrum” dalam Roman Chronograph 354 [edisi Valentini-Zucchetti (Vatican City, 1942) 2:17). Dan karena Depositio Marrtyrum ditulis sekitar tahun 336, maka disimpulkan bahwa perayaan Natal dimulai sekitar pertengahan abad ke-4. Kita juga tidak tahu secara persis tanggal kelahiran Kristus, yang diperkirakan sekitar 8-6 BC. St. Yohanes Chrysostom berargumentasi bahwa Natal memang jatuh pada tanggal 25 Desember, dengan perhitungan kelahiran Yohanes Pembaptis. Karena Zakaria adalah iman agung dan hari Atonement jatuh pada tanggal 24 September, maka Yohanes lahir tanggal 24 Juni dan Kristus lahir enam bulan setelahnya, yaitu tanggal 25 Desember. (sumber: New Catholic Encyclopedia, Vol. 3: Can-Col, 2nd ed. (Gale Cengage, 2002), p.655-656.) (Jawaban dikutip dari katolisitas.org)

YESUS TIDAK LAHIR PADA TANGGAL 25 DESEMBER

Sungguh sangat mustahil jika Yesus dilahirkan pada musim dingin [1]. Sebab Injil Lukas 2:11 menceritakan suasana di saat kelahiran Yesus sebagai berikut :

“Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka : ”Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa : Hari ini telah lahir bagimu Juru selamat, yaitu Kristus, di kota Daud” [selesai].

Tidak mungkin para penggembala ternak itu berada di padang Yudea pada bulan Desember. Biasanya, mereka melepas ternak ke padang dan lereng-lereng gunung. Paling lambat tanggal 15 Oktober, ternak tersebut sudah dimasukkan ke kandangnya untuk menghindari hujan dan hawa dingin yang menggigil. Bibel sendiri dalam Perjanjian Lama, kitab Kidung Agung 2; dan Ezra 10:9,13 menjelaskan bahwa bila musim dingin tiba, tidak mungkin para gembala dan ternaknya berada di padang terbuka di malam hari.

Adam Clarke mengatakan :

”It was an ancient custom among Jews of those days to send out their sheep to the field and desert about Passover (early spring), and bring them home at commencement of the first rain” [Adam Clarke Commentary, Vol. 5, Page 370, New York].

Artinya : “Adalah kebiasaan lama bagi orang-orang Yahudi untuk menggiring domba-domba mereka ke padang menjelang Paskah (yang jatuh awal musim semi), dan membawanya pulang pada permulaan hujan pertama” [selesai].

Adam Clarke melanjutkan :

“During the time they were out, the shepherds watch them night and day. As….the first rain began early in the month of Marchesvan, which answers to part of our October and November (begins sometimes in October), we find that the sheep were kept out in the open country during the whole summer. And, as these shepherd had not yet brought home their flocks, it is presumptive argument that October had not yet commenced, and that, consequently, our Lord was not born on the 25th of December, when no flock were out in the fields; nor could He have been born later than September, as the flocks were still in the fields by night. On this very ground, the Nativity in December should be given up. The feeding of the flocks by night in the fields is a chronological fact… See the quotations from the Talmudists in the Lightfoot”.

Artinya : “Selama domba-domba berada di luar, para penggembala mengawasinya siang dan malam. Bila…hujan pertama mulai turun pada bulan Marchesvan, atau antara bulan Oktober dan Nopember, ternak-ternak itu mulai dimasukkan ke kandangnya. Kita pun mengetahui bahwa domba-domba itu dilepas di padang terbuka selama musim panas. Karena para penggembala belum membawa pulang domba-dombanya, berarti bulan Oktober belum tiba. Dengan demikian dapatlah diambil kesimpulan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, ketika tidak ada domba yang berkeliaran di padang terbuka. Juga tidak mungkin dia lahir setelah bulan September, karena di bulan September inilah domba-domba masih berada di padang waktu malam. Dari berbagai bukti yang ada, kemungkinan lahir di bulan Desember itu harus disingkirkan. Memberi makan ternak di malan hari di padang gembalaan adalah fakta sejarah….sebagaimana yang diungkapkan oleh Talmud dalam bab ”Ringan Kaki” [selesai].

Ah..Adam Clarke adalah seorang methodis yang mengidentifikasi Gereja Katolik = anti Kristus. Silakan cari sumber lain yang lebih kredibel. Lalu pernyataan tentang para gembala dan ternak tidak mungkin berada diluar pada musim dingin di malam hari, sudah terjawab di artikel yang diberikan, terutama di bagian ini yang menunjukkan hal yang bertentangan dari yang dikatakan Herbert W. Armstrong :

As for the objection, “Jesus couldn’t have been born in the winter, since the shepherds were watching their flocks, which they couldn’t have done in winter”: This is really no objection. Palestine has a very mild climate, and December 25 is early enough in winter for the flocks and the shepherds to be out. The superior of our monastery, Brother Francis Maluf, grew up 30 miles from Beirut, which has the same climate as Bethlehem, both being near the Mediterranean coast, and he has personally testified to this fact.

Dan sebagai tambahan :

It is very true that December is winter time in Bethlehem or in Jerusalem. In fact, John 10:22 says that it was winter during the Feast of Dedication or Feast of the Light. The said feast is celebrated by the Jews during the 25th day of Chislev or December (1 Macc. 5:52); it marks the cleansing of the temple under the Maccabees and re-dedicating it to God and hence, it coincides with Christmas. But the problem with our Protestant friends is that, when they read that it was winter, they immediately concluded that the place must have been covered with snow! In logic, this fallacy is called the Confusion of the Absolute and Qualified Statement, that is, using a principle that is restricted in its applicability as though it were absolutely universal principle, and thus applying it to cases for which it was not intended [1] In America for example, though it is winter time during December, there are places which do not experience snow such as California. The same thing can be said about Bethlehem that although it is winter and cold, there is no snow covering the area during December. According to the International Station Meteorological Climate Summary (ISMCS,) the average temperature in Bethlehem is 49 Fahrenheit[2]. The average low i.e. during nighttime is 43 Fahrenheit[3] Therefore it is a mild winter, and not an icy winter, that occurs in Bethlehem during the month of December; so to our dearly separated brethren, the HALO-HALO argument is now a melted argument!

The issue that it is too cold for shepherds to go out during December night is partially addressed above. The temperature, as mentioned earlier, is tolerable for shepherds to withstand the coldness of the night. Moreover, Harper’s Encyclopedia of Bible Life [(C) 1971, pg. 7] explains that what is unique about Israel’s weather is that, winter season is NOT the “dead” season when plants die because of low temperature. On the contrary, it is the time of year when dormant vegetations are revived after the “dead” season of summer by the intermittent winter rains starting in mid-October and ending in mid-March. This being the case, and considering that the surrounding land just went through the dry season, depriving the sheep of sufficient food for months, it is very likely and logical that the shepherds would let their sheep out in the field during this season of revived vegetation so as to feed their flock. – (Source)


Intinya, musim dingin di Bethlehem masih memungkinkan bagi hewan-hewan untuk berada diluar. Superior Brother Andre Marie,  penulis artikel In Defense of Christmas, yaitu Brother Francis Maluf, memberi kesaksian terhadap hal ini seperti yang bisa dibaca di paragraf terakhir artikel teresbut.

Dalam ensiklopedi manapun atau juga dalam kitab suci Kristen sendiri akan mengatakan kepada kita bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Catholic Encyclopdia sendiri secara tegas dan terang-terangan mengakui fakta ini.]

Namun dari Catholic Encyclopedia kita juga dapat mempelajari bagaimana tanggal 25 Desember dijadikan sebagai hari kelahiran Yesus Kristus.

Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan hari kelahiran Yesus yang sebenarnya. Jika kita meneliti dari bukti-bukti sejarah dan kitab suci Kristen sendiri, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa Yesus lahir pada awal musim gugur – yang diperkirakan jatuh pada bulan September – atau sekitar 6 bulan setelah hari Paskah

Jika Tuhan menghendaki kita untuk mengingat-ingat dan merayakan hari kelahiran Yesus, niscaya Dia tidak akan menyembunyikan hari kelahirannya.

Silakan baca dan pelajari semua link yang diberikan

Proses Natal Masuk ke Gereja

NewSchaff – Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge dalam artikelnya yang berjudul “Christmas” menguraikan dengan jelas sebagai berikut :

“How much the date of the festival depended upon the pagan Brumalia (Dec. 25) following the Saturnalia (Dec. 17-24), and celebrating the shortest day of the year and ‘the new sun’…can not be accurately determined. The pagan Saturnalia and Brumalia were too deeply entrenched in popular custom to be set aside by Christian influence… The pagan festival with its riot and marrymaking was so popular that Christians were glad of an excuse to continue its celebration with little change in spirit and in manner. Christian preachers of the West and the Near East protested against the unseemly frivolity with which Christ’s birthday was celebrated, while Christians of Mesopotamia accused their Western brethren of idolatry and sun worship for adopting as Christian this pagan festival”.

Artinya : “Sunguh banyak tanggal perayaan yang terkait pada kepercayaan pagan/penyembah berhala Brumalia (25 Desember) sebagai kelanjutan dari perayaan Saturnalia (17 – 24 Desember), dan perayaan menjelang akhir tahun, serta perayaan menyambut kelahiran matahari baru….tidak dapat ditentukan secara pasti (jumlahnya). Adat kepercayaan pagan Brumalia dan Saturnalia sudah berurat berakar dan populer tersebut dalam adat istiadat tersebut diambil oleh Kristen. Perayaan ini dilestarikan oleh Kristen dengan sedikit mengubah jiwa dan tata caranya. Para pendeta Kristen di Barat dan Timur Dekat menentang perayaan kelahiran Yesus yang meniru agama berhala ini. Di samping itu, Kristen Mesopotamia menuding Kristen Barat telah mengadopsi model penyembahan terhadap dewa Matahari” [selesai].

Perayaan Natal tidak diperoleh dan berakar dari Saturnalia

Catholic Encylopedia : Christmas

Other theories of pagan origin

The origin of Christmas should not be sought in the Saturnalia (1-23 December)nor even in the midnight holy birth at Eleusis (see J.E. Harrison, Prolegom., p. 549) with its probable connection through Phrygia with the Naasene heretics, or even with the Alexandrian ceremony quoted above; nor yet in rites analogous to the midwinter cult at Delphi of the cradled Dionysus, with his revocation from the sea to a new birth (Harrison, op. cit., 402 sqq.).

Baca juga Catholic Encyclopedia : Mithraism terutama bagian Relation to Christianity.

Update : Perayaan Natal bukan berasal dari Saturnalia (Saturnalia diarayakan pada tanggal 1-23 Desember untuk memperingati winter soltice, yang tepatnya jatuh pada 22 Desember, sedangkan Natal pada 25 Desember. Kita bisa melihat bahwa terdapat ketidakcocokan tanggal disini.)

Perlu diingat ! Menjelang abad pertama sampai abad keempat Masehi, dunia dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politeisme. Sejak agama Kristen masih kecil sampai berkembang pesat, para pemeluknya dikejar-kejar dan disiksa oleh penguasa Romawi. Setelah Konstantin naik tahta menjadi kaisar, kemudian memeluk agama Kristen pada abad keempat Masehi, dan menempatkan agama sejajar dengan agama kafir Roma, banyak rakyat yang berbondong-bondong memeluk agama Kristen.

Pertobatan Constantine menjadi Kristen mendorong pertobatan banyak rakyatnya menjadi Kristen. Tentu saja ini dikarenakan Constantine adalah seorang Kaisar yang disegani dan dipanuti oleh rakyat. Tidaklah aneh, bahkan sangat wajar, bila rakyat satu pemerintahan mengikuti perpindahan agama dari pemimpin mereka.

Tetapi karena mereka sudah terbiasa merayakan hari kelahiran dewa-dewanya pada tanggal 25 Desember, mengakibatkan adat tersebut sulit dihilangkan. Perayaan ini adalah pesta-pora dengan penuh kemeriahan, dansangat disenangi oleh rakyat. Mereka tidak ingin kehilangan hari kegembiraan seperti itu. Oleh karena itu, meskipun sudah memeluk agama Kristen, mereka tetap melestarikan upacara adat itu.

Ini didapat dari mana?

Di dalam artikel yang sama – New Schaff – Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge menjelaskan bagaimana kaisar Konstantin tetap merayakan hari “Sunday” sebagai hari kelahiran dewa matahari. Dan bagaimana pengaruh kepercayaan kafir Manichaeisme yang menyamakan Anak Tuhan (Yesus) identik dengan ”Matahari”. Kemudian pada abad keempat masehi, kepercayaan itu masuk dalam agama Kristen. Sehingga perayaan hari kelahiran Sun-God (Dewa Matahari) yang jatuh pada tanggal 25 Desember, diresmikan menjadi hari kelahiran Son of God (Anak Tuhan – yaitu Yesus).

Konstantin baru dibaptis menjelang kematiannya.

Catholic Encyclopedia : Constantine

When at last he felt the approach of death he received baptism, declaring to the bishops who had assembled around him that, after the example of Christ, he had desired to receive the saving seal in the Jordan, but that God had ordained otherwise, and he would no longer delay baptism.

Karena itu semasa hidupnya adalah wajar bila konstantin merayakan kelahiran dewa matahari karena saat itu ia belum menjadi Kristen. Agamanya saat itu sama dengan ayahnya.

THE CHURCH IN CRISIS: A History of the General Councils: 325-1870

CHAPTER 1.

The First General Council of Nicaea, 325

His own personal religion at the time was that of his pagan father, the cult suddenly promoted to the supreme place as the official religion about the time that Constantine was born, by the then emperor, Aurelian (269-75). This was the cult of Sol Invictus (the Unconquered Sun),

… Constantine’s father remained faithful to this cult of Sol Invictus even when his seniors, Diocletian and Maximian, reverted to the old cults of Jupiter and Hercules – (Source)

Demikianlah asal-usul ”Christmas” atau Natal yang dilestarikan oleh dunia barat sampai sekarang. Walaupun namanya diubah menjadi selain Sun-Day, Son of God, Christmas, dan Natal; pada hakekatnya sama dengan merayakan hari kelahiran dewa matahari. Sebagai contoh, kita bisa saja menamakan kelinci itu dengan nama singa, tetapi bagaimanapun juga fisiknya tetap kelinci.

Perayaan Natal tidak sama dengan Peryaan hari kelahiran dewa matahari. Kristus juga tidak sama dengan dewa matahari. Bahkan Bapa Gereja pun sepakat dengan hal ini.Tertullian (Apol., 16; cf. Ad. Nat., I, 13; Orig. c. Cels., VIII, 67, etc) had to assert that Sol was not the Christians’ God; Augustine (Tract xxxiv, in Joan. In P.L., XXXV, 1652) denounces the heretical identification of Christ with Sol.

Marilah kita kembali membaca Encyclopedia of Brittanica yang mengatakan sebagai berikut :

“Certain Latins, as early as 354, may have transferred the birthday from January 6th to December 25, which was then a Mithraic feast….. or birthday of the unconquered Sun… The Syrians and Armenians, who clung to January 6th, accused the Romans of suns worship and idolatry, contending…that the feast of December 25th, had been invented by disciples of Cerinthus…”.

Artinya : “Kemungkinan besar bangsa Latin/Roma sejak tahun 354 telah mengganti hari kelahiran dewa Matahari dari tanggal 6 Januari ke 25 Desember, yang merupakan dari kelahiran anak dewa Mitra atau kelahiran dewa Matahari yang tidak terkalahkan. Tindakan ini mengakibatkan orang-orang Kristen Syiria dan Armenia marah-marah. Karena sudah terbiasa merayakan hari kelahiran Yesus pada tanggal 6 Januari, mereka mengecam bahwa perayaan tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Dewa Matahari yang dipercayai oleh bangsa Romawi. Penyusupan ajaran ini ke dalam agama Kristen, dilakukan oleh Cerinthus” [selesai].

Silakan baca ini :

Catholic Encyclopedia : Epiphany

The reason why our fathers changed the solemnity celebrated on 6 January, and transferred it to 25 December follows: it was the custom of the heathens to celebrate the birthday of the sun on this very day, 25 December, and on it they lit lights on account of the feast. In these solemnities and festivities the Christians too participated. When, therefore, the teachers observed that the Christians were inclined to this festival, they took counsel and decided that the true birth-feast be kept on this day, and on 6 Jan., the feast of the Epiphanies. Simultaneously, therefore, with this appointment the custom prevailed of burning lights until the sixth day.”

Tentang Cerinthus, menurut Catholic Encyclopedia : Cerinthus, ia adalah A Gnostic-Ebionite heretic

Cerinthus was an Egyptian, and if not by race a Jew, at least he was circumcised. The exact date of his birth and his death are unknown. In Asia he founded a school and gathered disciples. No writings of any kind have come down to us. Cerinthus’s doctrines were a strange mixture of Gnosticism, Judaism, Chiliasm, and Ebionitism. He admitted one Supreme Being; but the world was produced by a distinct and far inferior power. He does not identify this Creator or Demiurgos with the Jehovah of the Old Testament. Not Jehovah but the angels have both made the world and given the law. These creator-angels were ignorant of the existence of the Supreme God. The Jewish law was most sacred, and salvation to be obtained by obedience to its precepts. Cerinthus distinguished between Jesus and Christ…..

Scarcely anything is known of Cerinthus’s disciples; they seem soon to have fused with the Nazareans and Ebionites and exercised little influence on the bulk of Christendom, except perhaps through the Pseudo-Clementines, the product of Cerinthian and Ebionite circles. They flourished most in Asia and Galatia.

Terlihat bahwa Cerinthus bukanlah orang Kristen, melainkan seorang gnostic-ebionite. Dan tidak ada sumber (sejauh yang aku cari) yang mengatakan bahwa the feast of December 25th, had been invented by disciples of Cerinthus

Referensi lain :

In Defense of Christmas http://luxveritatis7.wordpress.com

Calculating Christmas

Catholic Encyclopedia : Christmas

The Sense of Christmas

Asal Usul Perayaan Natal

Was Jesus Really Born on Dec 25? Yes – A Biblical Argument for the Birth of Christ in Late December

sumber : http://luxveritatis7.wordpress.com/2011/12/26/apologetika-terhadap-perayaan-natal

 

Posted in kristen | Leave a Comment »

REKONSTRUKSI KEMATIAN YESUS (ISA)

Posted by kosongan pada | 9 |Juni| 2010 |

sumber : http://vilaputih.wordpress.com/2009/09/01/rekonstruksi-kematian-yesus-isa/

REKONSTRUKSI KEMATIAN YESUS (ISA)

1 September 2009 · 629 Komentar

js

(Qs. An Nisa 4:157)

“Dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang pembunuhan Isa benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti prasangka belaka mereka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa”

M.H.SHAKIR: And their saying: Surely we have killed the Messiah, Isa son of Marium, the messenger of Allah; and they did not kill him nor did they crucify him, but it appeared to them so (like Isa) and most surely those who differ therein are only in a doubt about it; they have no knowledge respecting it, but only follow a conjecture, and they killed him not for sure.

Sebagian umat Islam termasuk di Indonesia mengartikan surah An-nisa 4 : 157 dimana kematian Isa (Yesus) sebagai orang lain yang diserupakan dengan Yesus. Dan sebagian Muslim menganggap bahwa orang yang diserupakan itu adalah Yudas. Dilain sisi ada juga sebagian muslim yang menterjemahkan surah diatas sebagai berikut :

ABDLH.YUSUF ALI: That they said (in boast), “We killed Christ Jesus the son of Mary, the Messenger of Allah”;- but they killed him not, nor crucified him, but so it was made to appear to them, and those who differ therein are full of doubts, with no (certain) knowledge, but only conjecture to follow, for of a surety they killed him not:-

MUHD M.W.PICKTHALL: And because of their saying: We slew the Messiah, Jesus son of Mary, Allah’s messenger – they slew him not nor crucified him, but it appeared so unto them; and lo! those who disagree concerning it are in doubt thereof; they have no knowledge thereof save pursuit of a conjecture; they slew him not for certain.

Tahukah anda dimana perbedaannya?. Dalam 2 ayat pertama dikatakan bahwa “yang dibunuh adalah orang yang diserupakan dengan Isa (Yesus)”. Dalam dua ayat yang berikutnya dikatakan bahwa “ditampakkan Yesus seolah-olah tersalib”. Kita sebagai muslim tentu bertanya-tanya mana arti yang benar?. Setelah dikaji dengan mendalam dapat disimpulkan bahwa 2 ayat terakhirlah yang kemungkinan benar dalam pengartian surah An-nisa 4 : 157, yang mana dikatakan bahwa “ditampakkan Yesus seolah-olah tersalib”. Kebenaran pengartian ini dapat kita lihat dalam beberapa argumen berikut ini :

Surah Al-Anbya 21 :68-69: Mereka berkata: Bakarlah dia (Ibrahim) dan bantulah ilah-ilah kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak. Kami berfirman: Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.

Dalam ayat diatas tampak bahwa Ibrahim dibakar hidup-hidup. Saat Ibrahim dibakar yang mereka lihat adalah Ibrahim terbakar, tetapi nabi Ibrahim tidak merasa terbakar. Seperti halnya Yesus (Isa) saat disalib. Orang-orang melihat Yesus tersalib padahal Yesus tidak merasa disalib, itulah mengapa Yeus (Isa) sebenarnya tidak mati (dogma Kristen mengaggap Yesus mati). Bukti Yesus tidak mati bisa dilihat dalam kisah nabi Yunus (Jonah).

MATIUS12:38-40 : Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.” Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

JONAH/YUNUS 1:15-17 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk. 1:16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar. 1:17 Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

JONAH/YUNUS 2:1 Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu.

JONAH/YUNUS 2:10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat.

KESIMPULAN : Yang disalib kemungkinan Yesus dengan mukjizat seperti nabi Ibrahim itulah mengapa saat dikubur masih hidup, karena saat keluar dari kubur Yesus menyamar menjadi tukang kebun karena takut akan ditangkap lagi oleh kaum Yahudi.

Yoh 20:14-16 ” Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.”  Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.

By Wedul Sherenian

Posted in islam, kristen | 11 Comments »

sejarah israel dan zionis

Posted by kosongan pada | 4 |Juni| 2010 |

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan nama Israel. Terutama setelah penyerangan besar-besaran. Sebenarnya siapa bangsa Israel itu?

Nama Yahudi barangkali diambil dari Yehuda. Yehuda adalah salah seorang putra nabi Yakub (Kejadian 29: 22) yang kemudian hari dijadikan nama salah satu kerajaan Israel yang pecah menjadi dua, setelah Solomon (Sulaiman) meninggal (1 Raja-Raja 12). Sedangkan nama Israel adalah nama yang diberikan Tuhan kepada Yakub, setelah Yakub memenangkan pergulatan melawan Tuhan (Kejadian 32:28). Karena dosa-dosanya yang sudah tidak termaafkan lagi, bangsa Israel ini dihukum oleh Tuhan dengan menghancurkan kerajaan yang mereka miliki (2 Raja-Raja 17:7-23).

Bangsa Yahudi sangat terobsesi oleh kitab suci mereka, bahwa hanya merekalah satu-satunya bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk menguasai dunia ini. Bukankah Tuhan juga yang menyatakan kepada nenek moyang mereka Ibrahim, bahwa dari keturunan Ibrahimlah Tuhan akan menurunkan raja-raja didunia ini. Bagi mereka, keturunan Ibrahim hanyalah anak cucu yang lahir dari Sarah, isteri pertama Ibrahim, sehingga keberadaan Ismael anak sulung Ibrahim dari Hajar, dianggap tidak ada. Atas kecongkakkan dan kesombongan ini, Tuhan murka kepada bani Israel. Beratus-ratus tahun mereka menjadi warga negara kelas kambing yang tertindas di negeri Firaun. Setelah Musa berhasil membawa mereka keluar dari Mesir, bangsa Israel sempat mempunyai kerajaan yang dibangun oleh Daud dan mencapai masa keemasannya ditangan Solomon. Kerajaan yang kemudian pecah menjadi dua karena intrik anak-anak Solomon, lalu menjadi lemah dan akhirnya mereka dijajah oleh Firaun Nekho (2 Raja-Raja 23:31-35). Diusir sebagai orang buangan oleh Nebukadnezar bangsa Babilonia (2 Raja-Raja 25:1-21). Dijajah oleh Romawi. Dimusnahkan oleh Nazi, Jerman. Kesemuanya itu adalah hukuman Tuhan, kepada bangsa yang oleh Yesus (Isa al Masih) disebut sebagai keturunan bangsa ular beludak (Matius 23:33). Hukuman tersebut tidak membuat mereka jera, dan bertobat. Malah menjadikan dendam kesumat dihati bangsa ini untuk melawan Tuhan, Allah Maha Pencipta.

Kecongkakkan mereka dengan menganggap diri sebagai bangsa pilihan Tuhan satu-satunya yang berhak memerintah dunia ini, membuat mereka dengan sombongnya bersumpah, untuk memerangi agama lain selain agama mereka dengan segala cara, persis ketika Iblis bersumpah kepada Tuhan untuk memperdayai anak cucu Adam, sampai dunia kiamat nanti. Tuhanpun memperingatkan ummat Islam, melalui Al-Quran untuk berhati-hati terhadap tipu daya Yahudi ini.

Pegangan mereka adalah kitab Talmud. Yang merupakan kitab setan, karena sangat jauh menyimpang, bahkan mungkin bertolak belakang dengan ajaran Taurat.

Nabi Daud AS, yang juga raja, menaklukkan bukit Zion yang merupakan benteng dari kaum Yabus. Nabi Daud AS tinggal di benteng itu dan diberinya nama: “bandar Daud” (Samuel II 5:7-9)

Sejak itu maka Zion menjadi tempat suci, dikeramatkan orang-orang Yahudi yang mereka percayai bahwa Tuhan tinggal di tempat itu: “Indahkanlah suaramu untuk Tuhan Yang menetap di Zion” (Mazmur 9:11).

Zionisme ialah gerakan orang-orang Yahudi yang bersifat ideologis untuk menetap di Palestina, yakni di bukit Zion dan sekitarnya. Walaupun Nabi Musa AS tidak sampai pernah menginjakkan kaki beliau di sana, namun orang-orang Yahudi menganggap Nabi Musa AS adalah pemimpin pertama kaum Zionis.

Untuk mencapai cita-citanya, Zionisme membangkitkan fanatisme kebangsaan (keyahudian), keagamaan dengan mempergunakan cara kekerasan untuk sampai kepada tujuannya. Zionisme memakai beberapa tipudaya untuk mengurangi dan menghilangkan sama sekali penggunaan kata “Palestina”, yakni mengganti dengan perkataan-perkataan lain yang berkaitan dengan sejarah bangsa Yahudi di negeri itu. Digunakanlah nama “Israel” untuk negara yang telah didirikan oleh mereka, sebab Zionisme di Palestina identik dengan kekerasan, kezaliman dan kehancuran. Kaum Zionis mengambil nama Israel adalah untuk siasat guna mengelabui dan menipu publik, bahwa negara Israel itu tidak akan menggunakan cara-cara yang biasa digunakan oleh kaum Zionis. Pada hal dalam hakikatnya secra substansial tidaklah ada perbedaan sama sekali antara Israel dengan Zionisme. Israel sendiri berasal dari dua kata, isra mempunyai arti hamba, dan ell berarti Allah.

Secara substansial protokol Zionisme adalah suatu konspirasi jahat terhadap kemanusiaan. Protokol berarti pernyataan jika dinisbatkan kepada para konseptornya, dan berarti laporan yang diterima serta didukung sebagai suatu keputusan jika dikaitkan pada muktamar di Bale, Switzerland, tahun 1897, yang diprakarsai oleh Teodor Herzl.

Protokol-protokol itu yang sebagai dokumen rahasia disimpan di tempat rahasia, namun beberapa diantaranya dibocorkan oleh seorang nyonya berkebangsaan Perancis yang beragama Kristen dalam tahun 1901. Dalam perjumpaan nyonya itu dengan seorang pemimpin teras Zionis di rumah rahasia golongan Mesonik di Paris, nyonya itu sempat melihat sebagian dari protokol-protokol itu. Nyonya itu sangat trperanjat setelah membaca isinya. Ia berhasil mencuri sebagian dari dokumen rahasia itu, yang disampaikannya kepada Alex Nikola Nivieh, ketua dinas rahasia Kekaisaran Rusia Timur.

Sebagian kecil dari protokol-protokol Zionisme itu akan disampaikan seperti berikut:

  1. Manusia terbagi atas dua bagian, yaitu Yahudi dan non-Yahudi yang disebut Joyeem, atau Umami. Jiwa-jiwa Yahudi dicipta dari jiwa Tuhan, hanya mereka sajalah anak-anak Tuhan yang suci-murni. Kaum Umami berasal-usul dari syaithan, dan tujuan penciptan Umami ini untuk berkhidmat kepada kaum Yahudi. Jadi kaum Yahudi merupakan pokok dari anasir kemanusiaan sedangkan kaum Umami adalah sebagai budak Yahudi. Kaum Yahudi boleh mencuri bahkan merampas harta benda kaum Umami, boleh menipu mereka, berbohong kepada mereka, boleh menganiaya, boleh membunuh serta memperkosa mereka. Sesungguhnya tabiat asli kaum Yahudi ini bukan hanya ada disebutkan dalam protokol dokumen rahasia Zionis tersebut, melainkan ini adalah warisan turun temurun sejak cucu Nabi Ibrahim AS dari jalur Nabi Ishaq AS ini mulai mengalami dekadensi (baca: busuk ke dalam), yaitu sepeninggal Nabi Sulaiman AS. Ini diungkap dalam Al Quran (transliterasi huruf demi huruf): QALWA LYS ‘ALYNA FY ALAMYN SBYL (S. AL ‘AMRAN, 75), dibaca: qa-lu- laysa ‘alayna- fil ummiyyi-na sabi-l (s. ali ‘imra-n), artinya: mereka berkata tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi (3:75).
  2. Protokol Zionisme tentang faham jiwa-jiwa Yahudi dicipta dari jiwa Tuhan, hanya mereka sajalah anak-anak Tuhan yang suci-murni, sangatlah menyimpang dari syari’at yang dibawakan oleh Nabi Musa AS. Mereka yang menyimpang inilah yang dimaksud dengan almaghdhu-b, artinya yang dimurkai dalam Surah Al Fa-tihah ayat 7.
  3. Protokol-protokol Zionisme itu merancang juklatnya dengan menye-barkan faham-faham yang bermacam-macam. Faham yang mereka tebarkan berbeda dari masa ke masa. Suatu waktu mempublikasikan sekularisme kapitalisme, suatu waktu menebar atheisme komunisme, suatu waktu berse-lubung agnostik sosialisme. Untuk menebarkan pengaruh internasional, protokol-protokol itu antara lain berisikan perencanaan keuangan bagi kerajaan Yahudi Internasional yang menyangkut mata uang, pinjaman-pinjaman, dan bursa. Media surat kabar adalah salah satu kekuatan besar dan melalui jalan ini akan dapat memimpin dunia. Manusia akan lebih mudah ditundukkan dengan bencana kemiskinan daripada ditundukkan oleh undang-undang.

Pada tahun 1902 dokumen rahasia Zionis itu diterbitkan dalam bentuk buku berbahasa Rusia oleh Prof. Nilus dengan judul ‘PROTOKOLAT ZIONISME’. Dalam kata pengantarnya Prof. Nilus berseru kepada bangsanya agar berhati-hati akan satu bahaya yang belum terjadi. Dengan seruan itu terbongkarlah niat jahat Yahudi, dan hura-hura pun tak bisa dikendalikan lagi, dimana saat itu telah terbantai lebih kurang 10.000 orang Yahudi. Theodor Herzl, tokoh Zionis Internasional berteriak geram atas terbongkarnya Protokolat mereka yang amat rahasia itu, karena tercuri dari pusat penyim-panannya yang dirahasiakan, dan penyebar-luasannya sebelum saatnya akan membawa bencana. Peristiwa pembantaian atas orang-orang Yahudi itu mereka rahasiakan. Lalu mereka ber-gegas membeli dan memborong habis semua buku itu dari toko-toko buku. Untuk itu, mereka tidak segan-segan membuang beaya apa saja yang ada, seperti ; emas, perak, wanita, dan sarana apa saja, asal naskah-naskah itu bisa disita oleh mereka.

Mereka menggunakan semua pengaruhnya di Inggris, supaya Inggris mau menekan Rusia untuk menghentikan pembantaian terhadap orang-orang Yahudi di sana. Semua itu bisa terlaksana setelah usaha yang amat berat.

Pada tahun 1905 kembali Prof. Nilus mencetak ulang buku itu dengan amat cepat dan mengherankan. Pada tahun 1917 kembali dicetak lagi, akan tetapi para pendukung Bolshvic menyita buku protokolat itu dan melarangnya sampai saat ini. Namun sebuah naskah lolos dari Rusia dan diselun-dupkan ke Inggris oleh seorang wartawan surat kabar Inggris ‘The Morning Post’ yang bernama Victor E.Mars dan dalam usahanya memuat berita revolusi Rusia. Ia segera mencarinya di perpustakaan Inggris, maka didapatinya estimasi tentang akan terjadinya revolusi komunis. Ini sebelum lima belas tahun terjadi, yakni di tahun 1901. Kemudian wartawan itu menterjemahkan Protokolat Zionis itu ke dalam bahasa Inggris dan dicetak pada tahun 1912.

Hingga kini tidak ada satu pun penerbit di Inggris yang berani mencetak Protokolat Zionis itu, karena kuatnya pengaruh mereka di sana. Demikian pula terjadi di Amerika. Kemudian buku itu muncul dicetak di Jerman pada tahun 1919 dan tersebar luas ke beberapa negara. Akhirnya buku itu diterjemah-kan ke dalam bahasa Arab, antara lain oleh Muhammad Khalifah At-Tunisi dan dimuat dalam majalah Mimbarusy-Syarq tahun 1950. Perlu diketahui, bahwa tidak ada orang yang berani mempublikasikan Protokolat itu, kecuali ia berani menghadapi tantangan dan kritik pedas pada koran-koran mereka, sebagaimana yang dialami oleh penerjemah ke dalam bahasa Arab yang dikecam dalam dua koran berbahasa Perancis yang terbit di Mesir.

Setelah melalui proses yang amat panjang akhirnya pada 14 Mei 1948 silam, kaum Yahudi memproklamirkan berdirinya negara Israel. Dengan kemerdekaan ini, cita-cita orang orang Yahudi yang tersebar di berbagai belahan dunia untuk mendirikan negara sendiri, tercapai. Mereka berhasil melaksanakan “amanat” yang disampaikan Theodore Herzl dalam tulisannya Der Judenstaat (Negara Yahudi) sejak 1896. Tidaklah mengherankan jika di tengah-tengah negara-negara Timur Tengah yang mayoritas menganut agama Islam, ada sekelompok manusia yang berkebudayaan dan bergaya hidup Barat. Mereka adalah para imigran Yahudi yang didatangkan dari berbagai negara di dunia karena mengalami pembantaian oleh penguasa setempat.

Sejak awal Israel sudah tidak diterima kehadirannya di Palestina, bahkan di daerah mana pun mereka berada. Karena merasa memiliki keterikatan historis dengan Palestina, akhirnya mereka berbondong-bondong datang ke Palestina. Imigrasi besar-besaran kaum Yahudi ini terjadi sejak akhir tahun 1700-an. Akibat pembantaian diderita, maka mereka merasa harus mencari tempat yang aman untuk ditempati. Oleh Inggris mereka ditawarkan untuk memilih kawasan Argentina, Uganda, atau Palestina untuk ditempati, tapi Herzl lebih memilih Palestina.

Herzl adalah The Founding Father of Zionism. Dia menggunakan zionisme sebagai kendaraan politiknya dalam merebut Palestina. Kemampuannya dalam melobi para penguasa dunia tidak diragukan lagi. Sederetan orang-orang terkenal di dunia seperti Paus Roma, Kaisar Wilhelm Jerman, Ratu Victoria Inggris, dan Sultan Turki di Istambul telah ditaklukkannya. Zionisme adalah otak dalam perebutan wilayah Palestina dan serangkaian pembantaian yang dilakukan Yahudi.

Dengan berdatangannya bangsa Yahudi ke Palestina secara besar-besaran, menyebabkan kemarahan besar penduduk Palestina. Gelombang pertama imigrasi Yahudi terjadi pada tahun 1882 hingga 1903. Ketika itu sebanyak 25.000 orang Yahudi berhasil dipindahkan ke Palestina. Mulailah terjadi perampasan tanah milik penduduk Palestina oleh pendatang Yahudi. Bentrokan pun tidak dapat dapat dihindari. Kemudian gelombang kedua pun berlanjut pada tahun 1904 hingga 1914. Pada masa inilah, perlawanan sporadis bangsa Palestina mulai merebak.

Berdasarkan hasil perjanjian Sykes Picot tahun 1915 yang secara rahasia dan sepihak telah menempatkan Palestina berada di bawah kekuasaan Inggris. Dengan berlakunya sistem mandat atas Palestina, Inggris membuka pintu lebar-lebar untuk para imigran Yahudi dan hal ini memancing protes keras bangsa Palestina.

Aksi Inggris selanjutnya adalah memberikan persetujuannya melalui Deklarasi Balfour pada tahun 1917 agar Yahudi mempunyai tempat tinggal di Palestina. John Norton More dalam bukunya The Arab-Israeli Conflict mengatakan bahwa Deklarasi Balfour telah menina-bobokan penguasa Arab terhadap pengkhiatan Inggris yang menyerahkan Palestina kepada Zionis.

Pada tahun 1947 mandat Inggris atas Palestina berakhir dan PBB mengambil alih kekuasaan. Resolusi DK PBB No. 181 (II) tanggal 29 November 1947 membagi Palestina menjadi tiga bagian. Hal ini mendapat protes keras dari penduduk Palestina. Mereka menggelar demonstrasi besar-besaran menentang kebijakan PBB ini. Lain halnya yang dilakukan dengan bangsa Yahudi. Dengan suka cita mereka mengadakan perayaan atas kemenangan besar ini. Bantuan dari beberapa negara Arab dalam bentuk persenjataan perang mengalir ke Palestina. Saat itu pula menyusul pembubaran gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan pembunuhan terhadap Hasan al-Banna yang banyak berperan dalam membela Palestina dari cengkraman Israel.

Apa yang dilakukan Yahudi dalam merebut Palestina tidaklah terlepas dari dukungan Inggris dan Amerika. Berkat dua negara besar inilah akhirnya Yahudi dapat menduduki Palestina secara paksa walaupun proses yang harus dilalui begitu panjang dan sulit. Palestina menjadi negara yang tercabik-cabik selama 30 tahun pendudukan Inggris. Sejak 1918 hingga 1948, sekitar 600.000 orang Yahudi diperbolehkan menempati wilayah Palestina. Penjara-penjara dan kamp-kamp konsentrasi selalu dipadati penduduk Palestina akibat pemberontakan yang mereka lakukan dalam melawan kekejaman Israel.

Tahun 1956, Gurun Sinai dan Jalur Gaza dikuasai Israel, setelah gerakan Islam di kawasan Arab dipukul dan Abdul Qadir Audah, Muhammad Firgholi, dan Yusuf Thol’at yang terlibat langsung dalam peperangan dengan Yahudi di Palestina dihukum mati oleh rezim Mesir. Dan pada tahun 1967, semua kawasan Palestina jatuh ke tangan Israel. Peristiwa itu terjadi setelah penggempuran terhadap Gerakan Islam dan hukuman gantung terhadap Sayyid Qutb yang amat ditakuti kaum Yahudi. Tahun 1977, terjadi serangan terhadap Libanon dan perjanjian Camp David yang disponsori oleh mendiang Anwar Sadat dari Mesir

Akhirnya pada Desember 1987, perjuangan rakyat Palestina terhimpun dalam satu kekuatan setelah sekian lama melakukan perlawanan secara sporadis terhadap Israel. Gerakan Intifadhah telah menyatukan solidaritas rakyat Palestina. Intifadhah merupakan aksi pemberontakan massal yang didukung massa dalam jumlah terbesar sejak tahun 1930-an. Sifat perlawanan ini radikal revolusioner dalam bentuk aksi massal rakyat sipil.

Adanya kehendak kolektif untuk memberontak sudah tidak dapat ditahan lagi. Untuk tetap bertahan dalam skema transformasi masyarakat yang menghindari aksi kekerasan, maka atas prakarsa Syekh Ahmad Yassin dibentuklah HAMAS (Harakah al-Muqawwah al-Islamiyah) pada bulan Januari 1988, sebagai wadah aspirasi rakyat Palestina yang bertujuan mengusir Israel dari Palestina, mendirikan negara Islam Palestina, dan memelihara kesucian Masjid Al-Aqsha. HAMAS merupakan “anak” dari Ikhwanul Muslimin karena para anggotanya berasal dari para pengikut gerakan Ikhwanul Muslimin. Perlawanan terhadap Israel semakin gencar dilakukan dan mengakibatkan kerugian material bagi Israel berupa kehancuran pertumbuhan ekonomi, penurunan produksi industri dan pertanian, serta penurunan investasi. Kerugian lainnya yaitu hilangnya ketenangan dan rasa aman bangsa Israel.

Tidak ada manipulasi sejarah yang lebih dahsyat dari pada yang dilakukan kaum Zionis terhadap bangsa Palestina. Kongres Zionis I di Basle merupakan titik balik dari sejarah usaha perampasan tanah Palestina dari bangsa Arab. Namun hebatnya, para perampas ini tidak dianggap sebagai ”perampok” tetapi malahan dipuja sebagai ”pahlawan” dan bangsa Arab yang melawannya dianggap sebagai ”teroris” dan penjahat yang perlu dihancurkan.

Salah satu kunci untuk memahami semua ini ialah karena sejak Kongres I kaum Zionis sudah mengerti kunci perjuangan abad XX yakni: diplomasi, lobi, dan penguasaan media massa. Herzl sebagai seorang wartawan yang berpengalaman dengan tangkas memanfaatkan tiga senjata andal dalam perjuangan politik abad modern ini. Sejak Kongres I, dia sangat rajin melobi para pembesar di Eropa, mendekati wartawan, dan melancarkan diplomasi ke berbagai negara. Hasilnya sungguh luar biasa. Zionisme lantas diterima sebagai gerakan politik yang sah bagi usaha merampas tanah Palestina untuk bangsa Yahudi.

Tokoh-tokoh Yahudi banyak terjun ke media massa, terutama koran dan industri film. Hollywood misalnya didirikan oleh Adolf Zuckjor bersaudara dan Samuel-Goldwyn-Meyer (MGM). Dengan dominasi yang luar biasa ini, mereka berhasil mengubah bangsa Palestina yang sebenarnya adalah korban kaum Zionis menjadi pihak ”penjahat”.

Apakah anda tau siapa yang menguasai kantor-kantor berita seperti Reuter, Assosiated Press, United Press International, surat kabar Times dan jaringan telivisi terkenal dunia serta perusahaan film di Holywood? Semuanya adalah bangsa Yahudi. Reuter didirikan oleh Yahudi Jerman, Julius Paul Reuter yang bernama asli Israel Beer Josaphat. Melalui jaringan informasi dan media komunikasi massa inilah mereka menciptakan image negatif terhadap Islam, seperti Islam Fundamentalis, Islam Teroris, dan lain sebagainya. Demikian gencarnya propaganda ini, sampai-sampai orang Islam sendiri ada yang phobi Islam.

Edward Said, dalam bukunya Blaming The Victims secara jitu mengungkapkan bagaimana media massa Amerika menciptakan gambaran negatif bangsa Palestina. Sekitar 25 persen wartawan di Washington dan New York adalah Yahudi, sebaliknya hampir tidak ada koran atau TV Amerika terkemuka yang mempunyai wartawan Arab atau Muslim. Kondisi ini berbeda dengan media Eropa yang meskipun dalam jumlah terbatas masih memiliki wartawan Arab atau muslim. Dengan demikian laporan tentang Palestina di media Eropa secara umum lebih ”fair” daripada media Amerika.

Edward Said yang terkenal dengan bukunya Orientalism (Verso 1978), menguraikan apa yang dilakukan kaum Zionis terhadap bangsa Palestina merupakan praktik kaum Orientalis yang sangat nyata. Pertama, sejarah ditulis ulang, yakni Palestina sebelum berdirnya Israel ialah: wilayah tanpa bangsa untuk bangsa yang tidak mempunyai tanah air. Kedua, bangsa Palestina yang menjadi korban dikesankan sebagai bangsa biadab yang jadi penjahat. Ketiga, tanah Palestina hanya bisa makmur setelah kaum Zionis beremigrasi ke sana.

Penulis :
Agam Rosyidi
URL : http://agam.rosyidi.com/sejarah-bangsa-israel/

Referensi:
swaramuslim
Hidayatullah Mei 2002
H.Muh.Nur Abdurrahman Makassar
mowen1id@yahoo.com

Posted in interntional, islam, kristen | 1 Comment »

Ten Commandements versi Al Qur`an

Posted by kosongan pada | 3 |April| 2009 |

sumber : http://salam-shalom.blogspot.com/2009/01/ten-commandements-versi-al-quran.html

Ten Commandements versi Al Qur`an

1. “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku”(Sefer Shemot 20:3)

sejalan dgn :
QS Al isra 17:22
‘janganlah kamu adakan tuhan lain d samping Allah, agar kamu tidak jad tercela dan d tinggalkan’

2.”Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintahKu.”( Sefer Shemot 20:4-6)

sejalan dgn :
QS Al isra 17:22
”janganlah kamu adakan tuhan lain d samping Allah, agar kamu tidak jad tercela dan ditinggalkan”

3.Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan (Sefer Shemot 20:7)

sejalan dgn :
QS al isra 17:3
katakanlah, ‘serulah Allah atau Arrahman, dengan nama mana saja yang kamu seru, hanya bgINYA lah al-asma al-husna, dan janganlah kamu keraskan suaramu dlm shalatmu dan janganlah merendahknya dan carilah jalan tengah antara keduanya ‘

4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Sefer Shemot 20:8-11)

hari sabbath sebenarnya hanyalah utk umat israel umat nabi Musa pada jamanya, sdang muslim (umat nabi Muhammad) wajib mensucikan hr jum’at

QS Al jumuah 62:9
‘hai orang2 yang beriman, bila kamu diseru utk melaksanakan shalat (hari) jumat, maka segralah kamu pada mengingat Allah dan tinggalknlah jual beli, yang demikian lebih baik bagimu bila kamu mengetahui’

pelanggaran pd hr sabath : hukuman mati ,trnyata tidak separah hukum meninggalkn 3 kali berturut2 shalat jumat, yaitu KAFIR.

5. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tahan yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu (Sefer Shemot 20:12)

sejalan dgn :
QS 31:14
‘Dan Kami perintahkan pada manusia (berbuat baik) pada 2 orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandngnya dlm keadaan lemah yg bertambah2 dan menyapihnya dlm 2 tahun, bersyukurlah padaKU dan kedua ibu bapakmu dan hanya padaKU lah kembalimu’

6. Jangan membunuh (Sefer Shemot 20:13)

sejalan dgn :
QS al ìsra 17:33
‘Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah ,melainkan dgn (alasan) yang benar… ‘

7. Jangan berzinah (Sefer Shemot 20:14)

sejalan dgn :
QS Al isra 17:32
‘Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungghnya zina itu perbuatan keji dan jalan yang buruk ‘

8. Jangan mencuri (Sefer Shemot 20:15)

sejalan dgn :
”laki laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri , potonglah tangan keduanya, (sebagai) pembalasn bagi apa yang mrka kerjakan dan sebgai siksa darg Allah, dan Allah maha perkasa lagi maha bijaksana ‘

9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu (Sefer Shemot 20:16)
sejalan dgn :
QS Al baqarah 283
‘Dan janganlah kamu menyembunyikn persaksian, dan barang siapa menyembunyikanya maka sesngguhnya ia adalah seorang yg berdosa hatinya dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan ‘

10.Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini istrinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu (Sefer Shemot 20:17)

sejalan dgn :
QS As syura 26:183
‘Dan janganlah kamu rugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dgn membuat kerusakan ‘

Diposkan oleh Ni’matullah Bouthros El Souryani

tanggapan saya :

perintah pertama
musa >>>> dihadapan
AQ >>>> disamping
bukankah jelas beda … karena dihadapan berarti menghalangi, sedangkan disamping jelas kedudukannya seimbang …. maap saya lihat dari surat ini terkesan justru lebih tegas musa

perintah ke dua
musa >>>> sujut menyembah dan beribadah pada patung >>> tuhan pencemburu dan penuh kasih
AQ >>>> menyembah tuhan lain >>> kamu dicela dan ditinggalkan
dari ayat yang ada berbeda makna dimana musa berbicara tuhan maha pencemburu, sedangkan AQ berbicara cela dan ditinggalkan tuhan

perintah ke3
musa >>> jangan menyebut yhwh ellohimmu >>> sembarangan >>>> salah
AQ >>>> serulah Allah atau Arrahman,al-asma al-husna >>>> jangan dikeraskan,jangan rendah >> dalam shalat
kedua hal itu berbeda karena musa bilang jangan nyebut sembarangan, sedangkan AQ bilang jangan keras jangan rendah, selain itu musa bilang untuk konteks diluar ibadah jelasnya, sedangkan AQ bilang waktu shalat

perintah ke 4
saya rasa yang ini memang tampaknya senada, sayangnya dari sudut pandang musa menjelaskan hari istirahat dari bekerja yang dikuduskan , sedangkan shalat hanya untuk mengingat tuhan saja

masalah pelanggaran itu hukum mati itu hanyalah aturan sedangkan kafir adalah suatu pengkucilan oleh golongan ….. memang lebih parah

perintah ke 5
musa >>>> hormati supaya panjang umur
AQ >>> berbuat baik dan bersyukur, kembali pada tuhan
disini jelas berbeda musa menyuruh menghormati …(bukan memuliakan orangtua)agar umurnya ditahan, sedangkan berbuat baik  tapi tidak ada imbalannya,justru dengan bersyukur karena kembalinya pada tuhan

perintah ke 6
musa >>>jangan membunuh
AQ>>>>janagn membunuh jiwa yang diharamkan
jelas versi musa melarang untuk membunuh … titik, sedangkan AQ boleh membunuh asal yang benar

perintah ke 7
musa >>> jangan zinah
AQ>>>>>jangan mendekati zinah
musa melarang tindakan, sedangkan AQ mendekati aja tidak boleh …hehehe yang ini AQ lebih keren … tapi sayangnya tidak terdeteksi untuk dijadikan perintah yang berupa aturan… pertanyaannya seberapa dekat ????

perintah ke 8
senada, hanya saja AQ lebih lengkap dengan hukumannya , tetapi untuk musa berlaku untuk manusia, sedangkan AQ itu berlaku untuk 2 orang manusia saja… karena disambung dengan kata (dan), selain itu AQ hanya untuk laki2 dan perempuan, lalu trans gender tidak ada hukumannya, laki2 aja, atau perempuan aja juga tidak ada… dari ayat yang ada

perintah ke 9
musa >>> jangan saksi dusta
AQ >>>>> jangan menyembunyikn persaksian
terlihat senada memang tapi berbeda, musa bilang saksi dusta … baik kurang maupun tambahkan…..dimana saksi yang tidak sesuai dengan kenyataan, sedangkan AQ menyembunyikan kenyataan itu dosa hati, tapi bila menambahkan tidak ada hukumnya

perintah 10
musa >>>>jangan mengingini milik sesama manusia
AQ >>merugikan hak manusia,dan merajarela dengan merusak di muka bumi
disini berbeda … musa berbicara mengingini materi atau apapun milik sesama, sedangkan AQ berbicara merugikan hak manusia saja dan tidak semena2

Posted in islam, kristen | 28 Comments »

Pengemis yahudi Buta Dan Rasulullah SAW

Posted by kosongan pada | 2 |Maret| 2009 |

sumber : http://blog.devinstudio.com/2009/01/31/pengemis-buta-dan-rasulullah-saw

Cerita yang harus diposting, karena padi hari baca lewat email yang dikirim secara Forwarded Message ke beberapa email, kemudian di hari yang sama cerita ini di siarkan melalui khotbah Jum’at.

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya. Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat. Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan? Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja. Apakah Itu?, tanya Abubakar RA. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA. Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu? Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau). Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkatakepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim. Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq. Kalaupun tidak bisa k ita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya k ita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, k ita mulai dari apa yang k ita sanggup melakukannya. Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu… Sadaqah Jariah salah satu dari nya mudah dilakukan, pahalanya? MasyaAllah….macam meter taxi…jalan terus. Sadaqah Jariah – Kebajikan yang tak berakhir. 1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan hasanah. 2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda dapat hasanah. 4. Bantu pendidikan seorang anak. 5. Ajarkan seseorang sebuah do’a. Pada setiap bacaan do’a itu, Anda dapat hasanah. 6. Bagi CD Quran atau Do’a. 7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid. 8. Tempatkan pendingin air di tempat umum. 9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung dibawahnya, Anda dapat hasanah. 10. Bagikan email ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas, Anda dapat hasanah sampai hari Qiamat. Aminnnnnn…

Posted in indonesia ku, islam, umum | 7 Comments »

PEWAHYUAN AL-QURAN : ANTARA BUDAYA DAN SEJARAH (tanggapan)

Posted by kosongan pada | 16 |Februari| 2009 |

sumber : http://suakahati.wordpress.com/2009/02/12/salahkah-islam/#comment-10184

Assalamu alaikum Wr Wb…

Misi Kang Wedhul……

Kemaren saya menemukan artikel tulisan Sdr. Mohamad Guntur Romli di website kebohongandariislam.wordpress.com. Artikel itu pada dasarnya ingin menafikan kepercayaan dunia Muslim bahwa Alquran adalah kalam Illahi. situs tersebut sengaja menurunkan artikel Romli ini dg tujuan untuk menghancurkan mental Muslim. Pada bagian komentar, Sdr. MG Romli -himself- menulis bahwa dia sangat keberatan jika artikelnya ditayangkan di situs tersebut dan meminta spy pemilik situs tersebut menghapusnya. Saya pribadi sempat menyalinnya ke PC saya untuk saya pelajari sebelum artikel tersebut benar-benar dihapus dari situs tersebut oleh pemiliknya atas permintaan Sdr. MG Romli.

Berkenaan dengan itu, ijinkan saya meng-upload artikel Sdr MG Romli tsb ke situs ini, kemudian saya sertakan jawaban / sanggahan saya atas artikel tersebut. Muhdah-mudahan bermanfaat bagi kita semua…..

Terima kasih.

************************
PEWAHYUAN AL-QURAN : ANTARA BUDAYA DAN SEJARAH

Oleh Mohamad Guntur Romli

Pewahyuan adalah proses kolektif, baik sumber maupun proses kreatifnya. Ia bukanlah proses yang tunggal. Al-Quran sendiri menegaskan gagasan ini. Ketika Al-Quran berbicara tentang pewahyuan, baik dengan kata “mewahyukan” (awha) maupun “menurunkan” (anzala, nazzala) Al-Quran, digunakan kata nahnu : Berarti kami -sebagai subyek- seperti dalam awhayna (kami telah mewahyukan) ataupun anzalna, nazzalna (kami telah menurunkan). Dalam Al-Mu’jam al-Mufahhras li Alfadzil Qur’an, kata awhaytu (aku mewahyukan) hanya dipakai delapan kali, sedangkan awhayna (kami mewahyukan) digunakan lebih dari 30 kali.

Kata “kami” adalah bentuk plural. Pertanyaannya, siapakah yang disebut “kami” dalam ayat-ayat itu? Para mufasir klasik yang berkeras pada doktrin ketunggalan dalam pewahyuan menolak memahami “kami” sebagai pluralitas dalam pewahyuan. Menurut mereka, meskipun “kami” bentuknya plural, konotasinya pada Dia Yang Tunggal, kata “kami” bertujuan lit ta’dzîm (memuliakan) “si pembicara”.

Namun, pendapat ini, menurut hemat saya, rancu. Kata “kami”, bila digunakan sebagai pengganti “saya” atau “aku” untuk memuliakan “lawan bicara”, bukan “si pembicara”. Misalnya, seorang menteri tidak akan menggunakan kata “aku/saya telah melakukan” di depan presidennya, tapi mengatakan “kami telah melakukan”. Sebab, selain menunjukkan penghormatan terhadap lawan bicara, menandakan pengakuan, karena apa yang telah ia lakukan bukanlah hasil kerjanya sendiri, melainkan kerja kolektif.
Dalam tradisi tafsir klasik, menafsirkan istilah “kami” yang merujuk kepada Allah, Roh Kudus Jibril dan Muhammad lazim kita temukan. Dalam pandangan ini, Al-Quran secara “maknawi” bersumber dari Tuhan, tapi secara “lughawi ” (redaksi bahasa) disusun oleh Malaikat Jibril atau Nabi Muhammad : Al-Quran adalah “karya bersama” Allah, Jibril dan Nabi Muhammad. Kelompok rasional Islam Muktazilah adalah pelopor pemahaman ini.

Pendapat ini berdasarkan sambungan sebaris ayat yang berbicara tentang turunnya Al-Quran : wa inna lahu lahafidzûn, “dan sesungguhnya kami pula yang akan menjaganya (Al-Quran)”. Di sini proses turunnya Al-Quran, sebagaimana proses penjagaannya, melibatkan “kerja kolektif” antara Tuhan dan manusia. Proses penjagaan (autentisitas) Al-Quran oleh manusia berbentuk hafalan dan tulisan.

Pewahyuan yang plural itu bisa ditegaskan lebih lanjut dengan menggunakan kajian sejarah yang melibatkan konteks sejarah, masyarakat, tradisi dan lingkungan. Pewahyuan dari konteks ini, menurut saya, bisa lebih menegaskan klaim Al-Quran sendiri, yang menggunakan kata “kami” yang plural, bukan “aku” yang tunggal.

Kisah dalam Al-Quran
—————————-

Saya akan mengambil contoh kisah-kisah yang banyak dimuat Al-Quran. Dua pertiga isi Al-Quran adalah tentang kisah yang bersumber dari konteks tempat wahyu itu turun : kisah-kisah yang diperbincangkan di pasar-pasar, di sela-sela transaksi dan safari perniagaan, ataupun dongeng yang diwariskan secara turun-temurun.
Dari kajian sejarah ini, Al-Quran tidak bisa melampaui konteksnya. Dalam ranah ini, pendapat Nashr Hamir Abu-Zayd bahwa al-nash muntaj tsaqafi (Al-Quran merupakan produk budaya) adalah sahih. Al-Quran adalah produk rangkaian proses kreatif-kolektif manusia yang disebut budaya. Wahyu tidak bisa lepas dari dua faktor yang membentuknya : sejarah (al-tarikh) dan konteks (al-waqi’).

Kisah-kisah Al-Quran yang dipercaya sebagai mukjizat hakikatnya merupakan kisah-kisah yang sudah populer pada zaman itu. Al-Quran tidak pernah menghadirkan kisah-kisah yang benar-benar baru. Misalnya saja kita tidak menemukan kisah tentang masyarakat Cina atau India, yang waktu itu telah memiliki peradaban yang luar biasa. Hal itu terjadi karena kisah-kisah tersebut tidak pernah sampai atau kurang populer ataupun tidak memiliki dampak ideologis dan politis terhadap masyarakat Arab. Berbeda dengan kisah-kisah yang berasal dari kawasan yang disebut “Bulan Sabit Subur”. Kawasan ini menjadi “mata air” yang mengalirkan kisah-kisah yang termaktub dalam Al-Quran.

Kisah Nabi Isa
——————-

Bukti lain bahwa Al-Quran tidak bisa melampaui konteksnya adalah kisah tentang Nabi Isa (Yesus Kristus). Sekilas kita melihat bahwa kisah Nabi Isa dalam Al-Quran berbeda dengan versi Kristen. Dalam Al-Quran, Isa (Yesus) hanyalah seorang Rasul, bukan anak Allah, dan akhir hayatnya tidak disalib. Sementara itu, dalam doktrin Kristen, akhir hidup Yesus itu disalib, yang diyakini untuk menebus dosa umatnya.
Ternyata kisah tentang tidak disalibnya Nabi Isa juga dipengaruhi oleh keyakinan salah satu kelompok Kristen minoritas yang berkembang saat itu, yakni sekte Ebyon. Bagi kelompok Kristen mayoritas yang menyatakan Isa (Yesus) mati disalib, sekte Ebyon adalah sekte Kristen yang bidah.

Saya menjumpai adanya sekte Ebyon ini dalam buku Dinasti Yesus (2007) karya James D. Tabor. Menurut Tabor, sekte ini memiliki keyakinan yang mirip dengan keyakinan Islam dan berbeda dari Gereja Roma (lihat di bagian Konklusi di buku Tabor). Malah, menurut Tabor, sekte inilah ahli waris ajaran-ajaran kuno Yesus sebelum bercampur baur dengan ajaran Paulus. Tabor juga berasumsi bahwa Ebyon inilah yang memiliki kontak dengan Islam dan Nabi Muhammad.

Namun, dalam konklusi yang sangat pendek itu, Tabor tidak mengulas secara detail persamaan keyakinan Ebyon dan Islam, khususnya dalam peristiwa yang sangat krusial, yaitu penyaliban Yesus. Bagi para peneliti Yesus Sejarah, penyaliban Yesus adalah fakta sejarah, sedangkan bagi Ebyon -sepanjang pengetahuan saya terhadap akidah sekte ini dari beberapa literatur sejarah Arab dan Kristen- memang mirip dengan akidah Islam serta menolak cerita penyaliban Yesus.

Sejarah dan doktrin sekte Ebyon di Arab ini bisa ditemukan dalam buku Dr. Jawwad Ali, Al-Mufashshal Fi Tarîkh Al-’Arab Qablal Islâm (Sejarah Bangsa Arab Sebelum Islam) dalam empat jilid dan buku Al-Nashrâniyah wa Âdâbuha Bayna ‘Arab al-Jâhiliyah (Sejarah dan Sastra Kristen di Era Arab Jahiliyah) dalam dua jilid, karya Al-Abb Luwis Syaikhu Al-Yasû’i, seorang Romo Katolik Jesuit. Demikian juga dalam Al-Mawsû’ah Tarîkh Aqbâth Mishr (Ensiklopedi Sejarah Koptik Mesir).

Pada zaman Nabi Muhammad tidak hanya sekte Ebyon yang tersebar di Jazirah Arab. Ada dua sekte Kristen lain yang jauh lebih besar : Manofisit dan Nestorian, sebagai kelompok terbesar Gereja Timur yang berlawanan dengan Gereja Roma. Namun, kedua sekte itu (Manofisit dan Nestorian) tetap memiliki pandangan bahwa Yesus mati disalib. Hanya, keyakinan Ebyonlah yang benar-benar berbeda : Isa bukan anak Tuhan, ia hanya Rasul, dan matinya tidak disalib.

Pengaruh Ebyon dan Waraqah Bin Naufal
—————————————————-

Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa Al-Quran lebih memilih pandangan Ebyon yang minoritas dan keyakinannya dianggap bidah oleh mayoritas Kristen waktu itu? Saya memiliki dua asumsi. Pertama, karena pandangan Ebyon ini lebih dekat dengan akidah ketauhidan Islam. Kedua, sepupu Khadijah bernama Waraqah bin Naufal adalah seorang rahib sekte Ebyon. Kedekatan Waraqah dengan pasangan Muhammad-Khadijah diakui oleh sumber-sumber Islam, baik dari buku-buku Sirah (Biografi Nabi Muhammad), seperti Sirah Ibn Ishaq dan Ibn Hisyam, ataupun buku-buku hadis standar : Bukhari, Muslim, dan lain-lain.
Waraqah adalah wali Khadijah yang menikahkannya dengan Muhammad. Seorang perempuan kali itu -yang kemudian dilanjutkan oleh syariat Islam- tidak bisa menikah tanpa seorang wali laki-laki. Bisa dibayangkan kedekatan Waraqah dengan Khadijah dan Muhammad. Pun Waraqah orang pertama yang mengakui bahwa Muhammad memiliki tanda-tanda kenabian. Ia juga bernubuat, “nasib Muhammad seperti nabi-nabi sebelumnya, dia akan diusir oleh kaumnya”.

Al-Quran juga mengisahkan mukjizat Isa (Yesus) masa kanak-kanak, membuat burung-burung dari tanah, kemudian menghidupkannya. Kisah ini memang tidak ada dalam empat Injil (Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes), tapi bukan berarti Al-Quran adalah sumber tersendiri. Kisah mukjizat Isa (Yesus) masa kanak-kanak ini ada dalam tradisi Gnostik Kristen : Injil masa kanak-kanak Yesus menurut Tomas.

Kesimpulan saya sementara -yang tentu saja bisa didebat dan dibantah- kisah Isa (Yesus) dalam Al-Quran, yang menegaskan bahwa Isa “hanyalah” seorang rasul, bukan anak Tuhan, dan tidak ada penyaliban terhadapnya adalah “saduran” dari keyakinan sebuah sekte Kristen : Ebyon. Alasan Al-Quran menggunakan kisah Yesus versi ini, seperti yang telah saya kemukakan : akidah sekte ini sesuai dengan tauhid dan misi Islam, pun sepupu mertua Muhammad : Waraqah bin Naufal, adalah seorang rahib dari sekte Ebyon yang pertama kali “meyakini” Muhammad sebagai nabi.
Kajian-kajian tadi, baik terhadap teks-teks Al-Quran maupun kajian sejarahnya, menyatakan bahwa pewahyuan Al-Quran berasal dari sumber dan konteks yang plural : konteks dan sejarah tempat Nabi Muhammad hidup, baik sebelum maupun setelah ia menerima wahyu. Malah “proses kreatif” itu lebih kuat sebelum Muhammad menerima wahyu, hanya periode itu adalah “tahun-tahun yang hilang” ataupun tidak menjadi pusat perhatian dalam studi Islam klasik, yang tujuannya untuk menegaskan pewahyuan yang tunggal dari Tuhan serta menafikan pengaruh konteks dan sejarah.

Al-Quran sebagai “kitab-keimanan” sah-sah saja bila diyakini memiliki sumber tunggal : ia adalah mukjizat, melalui proses yang menakjubkan, hingga di luar nalar manusia. Namun, Al-Quran dalam kajian kesejarahan tidak bisa dipandang seperti itu. Dalam ranah ini, Al-Quran tetap memiliki banyak sumber dan “proses kreatif” yang bertahan serta berlapis-lapis. Al-Quran adalah “suntingan” dari “kitab-kitab” sebelumnya, yang disesuaikan dengan “kepentingan penyuntingnya”. Al-Quran tidak bisa melintasi “konteks” dan “sejarah”, karena ia adalah “wahyu” budaya dan sejarah.

Pewahyuan Al-Quran : Antara Budaya Dan Sejarah
Oleh Mohamad Guntur Romli
/////////////////////////////////////////-\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\
papahmamah // Februari 14, 2009 pada 5:06 pm

Komentar dari Papahmamah:

Kajian terhadap artikel
“Pewahyuan Al-Quran : Antara Budaya Dan Sejarah
Oleh Mohamad Guntur Romli”
Oleh Papahmamah.

Dari membaca artikel yang ditulis oleh sdr. Mohamad Guntur Romli, saya menangkap isyarat yang ‘tidak pada tempatnya’. Oleh karena itu saya ingin membantu Sdr Romli dan juga lainnya (yang mana itu adalah tanggung-jawab saya sebagai Muslim untuk saling mengingatkan) dalam memahami beberapa hal yang terkandung dalam artikel tersebut.

Yang pertama saya ingin memberikan asistensi kepada Sdr. Romli dalam menjelaskan arti kata ‘KAMI’ dalam Alquran.

Memang, kata / tafsir yang ‘available’ pada saat ini yang disediakan oleh semua para ahli tafsir Alquran adalah, bahwa kata KAMI menyiratkan kebesaran Illahi semata, “saking” besarnya Allah, maka Ia “harus” menggunakan kata Kami untuk memanggil diriNya sendiri. Dan pada paragraph berikutnya, justru sdr. Romli membantah tafsir tersebut dengan menyebutkan, bahwa justru ‘tradisi’ menggunakan kata ‘kami’ adalah untuk memuliakan lawan bicara. Jadi, menurut Romli, Allah ‘terpaksa’ menggunakan kata KAMI karena Ia merasa harus menghormati oknum lain yang ada dalam lingkungan ciptaanNya sendiri. Benarkah demikian?

Untuk membahas mengapa Allah menggunakan kata “kami” dalam AlquranNya, maka mau tidak mau kita harus memulainya dari Bible.

Percayakah Anda, bahwa sejak awal, sejak jaman Bible pun, Allah tetap dan selalu memanggil diriNya dengan kata “KAMI” ketika Dia berbicara dengan Nabi-Nabi? Tidak pernah ada satu detik pun ketika Allah berbicara dengan para Nabi, Allah memanggil diriNya dengan kata AKU.

Masalahnya kemudian adalah, mengapa justru dalam Bible, baik di Perjanjian Lama mau pun Perjanjian Baru, Allah selalu memanggil diriNya dengan kata “Aku”? Dan kemudian, Allah memanggil diriNya dengan kata KAMI dalam Alquran?

Kunci perbedaan antara Bible dan Alquran dalam hal memanggil Tuhan ini terletak pada “siapa” yang bertanggung-jawab dalam me-redaksi-kan kata-kata Tuhan (pembicaraan antara para Nabi itu dengan Tuhan) itu ketika akan disampaikan kepada umat Dunia.

Pada masa pra Muhammad, semua ayat Tuhan (atau dengan kata lain, semua (hasil) pembicaraan antara Tuhan dengan para Nabi) diredaksikan oleh Nabi yang bersangkutan. Jadi, semua “kesan” yang muncul dari pembicaraan seorang Nabi dengan Tuhan, diredaksikan oleh Nabi tersebut ke dalam kata-kata manusia. Oleh karena itu, posisi Tuhan akan tetap dilihat melalui posisi seorang manusia yang dhaif. Maka, jadilah redaksi ayat tersebut seperti ini, “Aku Allah Tuhan Israel, berkata begini…..”.

Ingat, phrase “Aku Allah Tuhan Israel, berkata begini…..”., adalah redaksi sang Nabi, entah dia Daniel, Amos, Musa dan lain lain. Dalam phrase ini, Daniel misalnya, melihat Tuhan melalui posisinya sebagai manusia yang lemah; maka ia menulisnya begitu, “Aku Allah Tuhan Israel, berkata begini…..”.

Daniel menggunakan kata AKU dalam melukiskan Tuhan. Padahal, sebenarnya Allah selalu memanggil diriNya dengan kata KAMI ketika pembicaraan antara diriNya dengan Daniel berlangsung. Masalahnya adalah, ketika meredaksikan ayat tersebut, tentu saja Daniel ‘tidak berani’ untuk menulis “apa adanya” yaitu “KAMI Allah Tuhan Israel, berkata begini…..”.

Sebenarnya, Nabi mana pun tidak akan berani untuk meredaksikan ayat itu “apa adanya”, yaitu dengan bunyi “KAMI Allah Tuhan Israel, berkata begini…..”. Mengapa tidak beani? Seperti yang sudah saya tulis tadi, semua Nabi itu adalah orang orang yang merasa dhaif di depan Tuhan mereka, atau, mereka selalu melihat posisi Tuhan melalui posisi seorang manusia yang dhaif.

Itulah mengapa sebabnya dalam Bible, Tuhan selalu menyebut diriNya dengan kata AKU. Tidak lain adalah karena semua ayat Bible itu DIREDAKSIKAN oleh manusia belaka.

Bagaimana dengan Alquran?
Muhammad adalah satu-satunya Nabi y-a-n-g tidak MEMPUNYAI, DIBERI, MENDAPATKAN tanggung-jawab untuk meredaksikan pembicaraan Tuhan dengan dirinya. Jadi, semua pembicaraan antara Allah dengan Muhammad, yang mana pembicaraan itu akan dijadikan ayat yang akan dimasukkan ke dalam Alquran, adalah Allah sendiri Yang meredaksikannya. Alhasil, semua ‘occurrence’ Allah selalu diganti dengan kata KAMI, apa adanya.

Mari dibalik. Allah berkata kepada Muhammad, “KAMI, Allah Tuhan Alam, berkata begini…” (ini adalah bunyi apa adanya).

Kalaulah pembicaraan itu diredaksikan oleh Muhammad ke dalam Alquran (seperti Nabi-Nabi Perjanjian Lama lainnya), pastilah bunyinya begini, “AKU, Allah Tuhan Alam, berkata begini…”

Namun karena Muhammad ‘tidak kebagian peran untuk meredaksikan ayat tersebut’, dan hanya Allah lah yang meredaksikan ayat tersebut, maka ayat itu lahir ke Dunia sesuai dengan apa adanya, “KAMI, Allah Tuhan Alam, berkata begini…”.

Berikutnya yang harus kita bahas adalah, istilah “apa adanya” yang selalu saya gunakan.

Allah berbicara kepada para Nabi, dan juga Muhammad yang mana pembicaraan itu kelak akan menjadi ayat. Semua Nabi itu mendapatkan hak dari Allah untuk meredaksikan semua pembicaraan itu menurut “suka-suka” sang Nabi. Dengan kata lain, semua Nabi itu diberi hak untuk menggunakan kata-kata mereka sendiri dalam menyusun ulang hasil pembicaraan mereka dengan Tuhan. TAPI, hak itu tidak diberikan kepada Muhammad. Dengan kata lain, seperti apa pembicaraan itu terjadi, maka seperti itu juga lah pembicaraan itu kelak ditulis dalam Alquran. Hal ini seperti Allah MENARUH kata-kataNya di atas lisan Muhammad. Kata MENARUH, tentu saja konotasinya adalah, bahwa yang DITARUH itu tidak akan berubah, tidak boleh diubah-ubah, tidak bisa diubah-ubah, jadi apa adanya saja, dan seterusnya.

Kitab Ulangan menulis demikian,

Ulangan 18:18, seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan MENARUH FIRMAN-KU DALAM MULUTNYA, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

Orang Christians mengklaim bahwa “ia” dalam ayat di atas adalah Jesus, sedangkan Muslims mengklaim bahwa “ia” adalah Muhammad.

Kita sudah dapat menebak, “ia” dalam ayat di atas adalah hanya untuk Muhammad, mengingat Muhammad tidak pernah MEREDAKSIKAN pembicaraan Tuhan menurut kata-kata Muhammad sendiri. Sementara Jesus adalah termasuk para Nabi yang meredaksikan pembicaraan Tuhan menurut kata-kata Jesus sendiri.

Di manakah indikasinya? Indikasinya terlihat dalam penggunaan kata “KAMI” dalam Alquran, sementara Bible selalu memanggil Allah dengan kata “AKU”.

KESIMPULANNYA adalah, bahwa kata KAMI dalam Alquran, hanya memberi SATU PESAN kepada kita semua, baik Muslims mau pun Christians, bahwa itu adalah CARA ALLAH meng-signify-kan betapa firman Allah kepada Muhammad tidak pernah diubah-ubah oleh redaksi Muhammad, seperti janjiNya dalam Ulangan 18.

Mungkin pertanyaan berikutnya adalah, “lantas mengapa Allah selalu memanggil diriNya dengan kata KAMI, ketika Dia berbicara dengan para Nabi pada masa kapan pun?”. Jawabannya adalah, mengapa itu kita permasalahkan? Apakah kita berhak untuk mendikte Allah bagaimana Dia harus memanggil diriNya sendiri? Setidaknya, apakah salah kalau Allah (selalu) memanggil diriNya dengan kata KAMI?
Point berikutnya, Sdr. Romli menyebutkan, bahwa ada keterlibatan Jibril dan Muhammad dalam penulisan wahyu dalam Alquran, seperti kata-kata Anda dalam artikel Anda tersebut, “Al-Quran adalah “karya bersama” Allah, Jibril dan Nabi Muhammad. Kelompok rasional Islam Muktazilah adalah pelopor pemahaman ini.”
Sebenarnya Anda keliru besar. Kalau kita tilik permasalahan “KAMI” menurut apa yang sudah saya jelaskan di atas, maka tidak perlu lagi ada perdebatan mengapa Alquran menggunakan kata KAMI untuk memanggil Allah – tidak perlu lagi kita berprasangka bahwa kata KAMI menyiratkan pluralitas. Dengan kata lain, kelompok Mutalizah BELUM SAMPAI pada pemahaman seperti yang saya jelaskan tersebut. Kita harus dapat memaklumi kekurangan si Muktalizah ini, mengingat pada masa itu belum berkembang ilmu perbandingan antara Alquran dan Bible.

Lebih lanjut lagi, kalau kita tetap berprasangka bahwa kata KAMI menyiratkan adanya pluralitas (Allah – Muhammad – Jibril), maka kita butuh kepastian yang lebih keras lagi, seperti pada ayat ini,

[2:34] Dan (ingatlah) ketika KAMI berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Ayat ini melukiskan saat terciptanya Adam. Pada masa itu tentu saja Muhammad “belum” ada. Jibril kemungkinan besar pun juga belum ada. Lantas, kata KAMI merujuk kepada siapa saja? Kombinasi Allah Muhammad Jibril tentunya akan membuat khalayak Muslims lebih bingung lagi, mengingat, kalau Muhammad dan Jibril tidak ada, maka apakah itu berarti Allah tidak akan KUASA untuk membuat ayat atau Alquran? Apakah ini berarti bahwa Allah membutuhkan makhlukNya ketika Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu yang lain?

Sebenarnya masih banyak ayat lain dalam Alquran yang tetap memanggil Allah dengan kata AKU seperti,

[2:33] Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya AKU mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ”

Lantas mengapa Anda ingin memperjuangkan prasangka Anda bahwa kata KAMI dalam Alquran merujuk kepada pluralitas? Kalau boleh jujur, sebenarnya Allah itu dalam Alquran “agak membingungkan juga”, mengingat, tempo-tempo Dia memanggil diriNya dengan kata AKU, dan tempo-tempo Dia memanggil diriNya dengan kata KAMI. Maksud saya berkata seperti ini adalah, kalau kata KAMI merujuk kepada PLURALITAS, maka bagaimana dengan kata AKU? Anda jangan melupakan juga peran kata AKU yang benar-benar merujuk kepada SINGULARITAS TULEN.

Kemudian Anda menulis,
“…….Dari kajian sejarah ini, Al-Quran tidak bisa melampaui konteksnya. Dalam ranah ini, pendapat Nashr Hamir Abu-Zayd bahwa al-nash muntaj tsaqafi (Al-Quran merupakan produk budaya) adalah sahih. Al-Quran adalah produk rangkaian proses kreatif-kolektif manusia yang disebut budaya. Wahyu tidak bisa lepas dari dua faktor yang membentuknya : sejarah (al-tarikh) dan konteks (al-waqi’)….”

Pendapat tokoh yang Anda gunakan pada paragraph tersebut memang menarik. Namun tolong perhitungkan saran saya. Orang yang bernama Nashr Hamir Abu Zayd ini dengan “titahnya”, apakah memang diterima secara luas di kalangan intelektual Muslims Dunia? Siapa sajakah pendukungnya? Siapa sajakah kawan seperjuangannya? Siapakah gurunya? Dan siapakah musuh-musuhnya? Jangan – jangan, Anda hanya mengambil / “mencomot” pendapat-pendapat yang berseliweran di Dunia ini yang sesuai dengan fikiran Anda saja, dan pendapat lain yang bertentangan dengan Anda tidak Anda masukkan di artikel Anda. Satu hal yang harus Anda ingat, Nashr Hamir Abu Zayd bukanlah seorang Nabi, bukan pula seseorang yang mengklaim memperoleh cahaya penerangan dari Surga. Ia bisa salah, dan bisa saja sekarang orang yang bersangkutan sudah bertaubat kepada Allah. Pernahkah Anda berfikir demikian?
Terus terang, saya tidak mengenal dengan baik siapa Nashr Hamir Abu Zayd ini. Dan saya rasa saya tidak berkewajiban untuk mempelajari buku-bukunya.

Kemudian Anda menulis,
“…….Kisah-kisah Al-Quran yang dipercaya sebagai mukjizat hakikatnya merupakan KISAH-KISAH YANG SUDAH POPULER PADA ZAMAN ITU. AL-QURAN TIDAK PERNAH MENGHADIRKAN KISAH-KISAH YANG BENAR-BENAR BARU. Misalnya saja kita tidak menemukan kisah tentang masyarakat Cina atau India, yang waktu itu telah memiliki peradaban yang luar biasa. Hal itu terjadi karena kisah-kisah tersebut tidak pernah sampai atau kurang populer ataupun tidak memiliki dampak ideologis dan politis terhadap masyarakat Arab. Berbeda dengan kisah-kisah yang berasal dari kawasan yang disebut “Bulan Sabit Subur”. Kawasan ini menjadi “mata air” yang mengalirkan kisah-kisah yang termaktub dalam Al-Quran…..(capital emphasize mine)”.

Dalam upayanya untuk menjatuhkan Alquran, orang orang Christians sering berkata, “tidak ada yang baru pada Alquran. Semua yang ada dalam Alquran berasal dari kitab sebelumnya yaitu Bible..”

Klaim tersebut memang benar, 100% benar. Sebenarnya klaim tersebut diajukan pihak Christians untuk menimbullkan kesan bahwa Muhammad hanya meniru-niru Bible, namun satu hal yang kaum Christians tidak menyangka. Islam adalah kelanjutan dari agama sebelumnya, oleh karena itu Alquran harus mengemban (lagi) apa yang dikandung Bible. Akhirnya klaim tersebut hanya kembali memperkuat posisi Islam dan Alquran.

Begitu juga dengan paragraph Anda di atas. Klaim Anda memang benar, Alquran tidak pernah menghadirkan kisah-kisah yang baru. Alquran harus mengulang apa yang sudah menjadi isu / wacana masyarakat manusia kala itu, hanya saja lebih benar dan lebih jernih.
Kalau Anda mau jujur, mana ada sih kitab lain yang menghadirkan kisah-kisah baru yang jauh melampaui konteksnya? Apakah kitab Hindu, Buddha, Bible, Konghucu dan seterusnya mempunyai segudang informasi yang jauh melampaui konteks dan masanya? Tolong perkaya pengetahuan saya dari Anda dengan memberi saya jawaban yang enak atas pertanyaan ini. Mudah-mudahan Allah membantu Anda.

Alquran dan Jesus.

Dalam artikel Anda, tertulis kesan bahwa kontak antara Muhammad dengan kaum Christians Ebyon MENDAHULUI tertulisnya ayat-ayat Alquran yang menjelaskan bahwa Jesus bukan anak Tuhan, dan Jesus tidak mati disalib. Anda ingin mengedepankan “maksud” Alquran bahwa Jesus bukan anak Tuhan, karena Muhammad mempunyai kontak yang amat personal dengan kaum Ebyon, dan kemudian karena misi Islam amat berbeda dengan misi Kristen pada umumnya.

Namun Anda belum menjelaskan, kalau Islam tidak ingin dibilang “mengcopy – paste” ajaran-ajaran yang sudah ada lebih dulu (dalam hal ini Ebyon), maka Islam harus bilang apa? Apakah Islam harus menyatakan, Jesus adalah wanita? Apakah Alquran harus menyatakan bahwa Jesus adalah “Malaikat salah bikin”? Apakah itu semua harus dinyatakan Islam demi agar supaya tidak ada orang yang bisa berkata bahwa Alquran mengcopy paste ajaran sebelumnya?
Atau, Islam / Alquran tetap berkata bahwa Jesus bukan anak Tuhan dan dia tidak mati disalib, dan kemudian Islam harus melakukan sesuatu yang kelewat fundamental demi tidak ada orang yang bisa menuduh bahwa Alquran hanya mengcopy paste?

Keadaannya tetap saja RUNYAM kalau kita harus mengikuti cara Anda berfikir. Misalnya Alquran “mengcopy paste” ajaran Kristen Roma di mana Jesus adalah anak Tuhan dan mati disalib, nah nanti Anda akan berkata,

1. Alquran mengcopy paste ajaran Roma ketimbang ajaran Ebyon –
2. karena Ebyon kala itu adalah bidah
3. dan minoritas,
4. dan Muhammad “ambil muka” orang Roma karena Muhammad ingin sekali menjadi paus Roma (namun tidak kesampaian juga sampai sekarang karena Muhammadnya keburu mati).

Jadi, Islam harus pilih yang mana? Bukankah keempat tuduhan di atas amat mengerikan bagi siapa pun? Apakah Anda dapat menjamin bahwa kalau Islam mengambil / “menyadur” ajaran Roma (bukan Ebyon), maka Anda tidak akan mengeluarkan 4 tuduhan tersebut?
Menurut saya Anda harus adil dan bijaksana, jangan sampai Anda hanya mempersulit Islam. Islam kan juga ingin survive, seperti Kristen Roma itu. Anda setuju?

Kemudian Anda menulis,

“……..Kesimpulan saya sementara -YANG TENTU SAJA BISA DIDEBAT DAN DIBANTAH- kisah Isa (Yesus) dalam Al-Quran, yang menegaskan bahwa Isa “hanyalah” seorang rasul, bukan anak Tuhan, dan tidak ada penyaliban terhadapnya adalah “saduran” dari keyakinan sebuah sekte Kristen : Ebyon…..(capital emphasize mine)”.

Anda benar. Kesimpulan Anda, tentu saja dapat dibantah dan didebat – dengan sendirinya. “Saduran”. “Saduran” dari mana? Kalau dari Roma, Anda akan berkata apa? Kalau saduran dari orang Hindu, Anda akan berkata apa? Kalau saduran dari Talmud, Anda akan bilang apa? Islam harus bilang apa supaya tidak dituduh menyadur pekerjaan orang lain? Apakah demi tidak dituduh menyadur maka Allah harus berdiam diri saja melihat kesalahan berfikir?

Seperti yang Anda katakan,

“…….Kajian-kajian tadi, baik terhadap teks-teks Al-Quran maupun kajian sejarahnya, menyatakan bahwa pewahyuan Al-Quran berasal dari sumber dan konteks yang plural : konteks dan sejarah tempat Nabi Muhammad hidup, baik sebelum maupun setelah ia menerima wahyu…..:”.

Pernyataan itu tentu saja tidak berdasar. Pewahyuan Alquran TIDAK berasal dari sumber dan konteks yang plural. Alquran berasal dari sesuatu Yang Singular, Allah, Laa Syarikalahu, tidak ada serikat bagiNya. Perkataan KAMI dalam Alquran adalah cara Allah meng-signify-kan betapa Muhammad tidak mempunyai peran dalam meredaksikan kalimat Allah – seperti yang sudah saya jelaskan di sini. Kemudian lanjut pada bagian, “….konteks dan sejarah tempat Nabi Muhammad hidup”, ini pun juga merupakan statement Anda yang salah. Tolong tunjukkan kitab lain yang kodratnya amat khas, yaitu jauh melampaui konteks dan sejarah di mana kitab itu ditulis. Bisakah Anda?

Kemudian Anda menulis,

“……Al-Quran sebagai “kitab-keimanan” sah-sah saja bila diyakini memiliki sumber tunggal : ia adalah mukjizat, melalui proses yang menakjubkan, hingga di luar nalar manusia. Namun, Al-Quran dalam kajian….”
Anda keliru besar. Alquran bukan saja kitab keimanan, namun ia juga merupakan kitab yang di dalamnya terkandung bayangan-bayangan Ilmu Pengetahuan yang amat kental. Alquran sudah mengungkap fakta sejarah dan ilmiah di mana kala itu umat manusia belum mempunyai teknologi dan metode berfikir yang handal untuk mencapainya. Lebih lanjut lagi Anda menulis, “namun Alquran dalam ……”, saya tegaskan, tidak ada “namun-namunan” dalam hal Alquran ini. Tidak ada proses kreatif-kolektif atau apa pun itu namanya. Alquran ADALAH KALIMAT ALLAH SEMATA dan semua manusia di Bumi ini dari segala jaman sudah gagal untuk membuktikan sebaliknya. You try you will lose – like others have and had. Sudahkah Anda melihat dan belajar berapa banyak individu di dalam sejarah yang mencoba menjatuhkan Alquran namun pada akhirnya gagal total? Anda bukanlah orang pertama, dan untuk tujuan menghancurkan Alquran ini, saya rasa Anda tidak akan pernah bisa menjadi pahlawan penghancur Alquran yang mereka dambakan.

Tentang Bible

Anda mengkonfrontirkan antara Alquran dan Bible (dan juga Christianity), dan pada banyak waktu sepertinya Anda justru lebih memihak kepada eksistensi / kemuliaan Bible, terlihat dari bagaimana Anda ingin selalu menjatuhkan dan mendeskreditkan Alquran. Ada satu kesan yang saya peroleh dari paragraph Anda di atas. Anda ingin menimbulkan kesan bahwa Alquran “bikinan” manusia semata. Coba renungkan beberapa item di bawah ini.

1. Bible adalah suatu kitab yang di dalamnya terkandung begitu banyak pertentangan. Bahkan semua / kebanyakan orang Christians mengakui hal tersebut.

2. Bible adalah kitab yang di dalamnya terkandung begitu banyak warta pornografi. Semua orang Christians tidak dapat menghindari diskusi tersebut.

3. Bible adalah suatu kitab yang di dalamnya terdapat PERTENTANGAN yang amat radikal terhadap azas – azas keilmuan / Ilmu Pengetahuan. Semua orang Kristen tidak dapat menghindari kenyataan tersebut.

4. Perjanjian Lama sudah menghinakan Nabi – Nabi Tuhan seperti Lut, Daud, Yakub dan lain lain. Benarkah berita-berita itu datang dari Tuhan Surgawi?

5. Banyak ramalan – ramalan dalam Bible tidak terbukti sama sekali HINGGA HARI INI.

6. Semua sarjana Muslims “sudah terlalu lengkap” dalam mengkritik betapa Bible sudah tidak lagi otentik, dan itu sesuai dengan dasar – dasar fakta dan sejarah.

7. Semua sarjana sekuler “sudah terlalu lengkap” dalam mengkritik betapa Bible sudah tidak lagi otentik, dan itu sesuai dengan dasar – dasar fakta dan sejarah.

8. Baru-baru ini sejarah mengungkapkan bahwa Jesus HIDUP BERKAWIN bahkan berpoligami yaitu dengan Magdalena dan Marta dan melahirkan beberapa anak. Ini sudah membuktikan bahwa Christianity harus bubar karena ternyata Jesus bukanlah anak Tuhan. (Namun tentunya gereja menolaknya, yang jelas mereka berdiam diri sama sekali karena kehabisan kata-kata untuk menghindarinya).

9. Banyak Gospel yang ditolak oleh gereja, dan hanya sebagian kecil Gospel yang diterima oleh gereja. Atas dasar apa gereja (yang isinya manusia manusia berdosa belaka seperti kita-kita) menentukan “criteria” diterima atau tidak diterimanya suatu Injil?

10. Semua Injil di Dunia ini bernenek moyang ke Codex Vaticanus dan Codex Sinaiticus yang bertahun 300an M. Sebelum 300M, pengikut Almasih membaca apa?

11. Pada Katakombe di bawah kota Roma yang berasal dari abad pertama Masehi tidak ditemukan adanya satu pun tanda salib. Ini menandakan bahwa pengikut Almasih pada masa itu tidak menggunakan salib sebagai tanda keimanan mereka. Kalau pada masa itu mereka tidak menggunakan tanda salib, maka konsekwensi logisnya adalah, bahwa pada masa itu mereka tidak mengenal istilah “anak Tuhan”, trinitas dan penebusan dosa. Tak ayal lagi, tidak perlu bagi siapa pun (khususnya kaum Muslims) untuk mencoba-coba membela Christianity dan atau Bible.

“…….As a matter of interest, Bamber Gascoigne, of Oxford University, UK, draws one’s attention in his book “The Christians” to the fact that none of the early Christian catacombs / tombs were engraved with the sign of the cross. The engraving of the cross on the tombs was introduced much later on in the history of Christianity…..”

12. Sahadat Bapa – Anak “ditemukan” baru pada tahun 300an M. Jadi, sebelum bilangan tahun tersebut, tidak ada pengikut Almasih yang menyatakan Iman mereka dengan cara meresapi Trinitas.

13. Sahadat Bapa – Anak dirancang oleh manusia, bukan datang dan berasal dari kitab suci mereka. Sahadat ini adalah hasil voting dan perdebatan belaka.

14. Ketika Muhammad Saw membersihkan Ka’bah, banyak dijumpai di dalamnya icon-icon semua agama termasuk Yahudi dan Kristen. Muhammad Saw tidak menemukan satu pun tanda salib di dalam Ka’bah tersebut. Muhammad hanya menemukan “patung” Bunda Maria sedang menggendong anaknya. Berarti pada masa Muhammad Saw pun (yang lahir pada tahun 571M) orang Kristen belum menggunakan salib sebagai tanda / dasar Iman mereka.

“……….[After the conquest of Mecca] “Apart from the icon of the Virgin Mary and the child Jesus, and a painting of an old man, said to be Abraham, the walls inside [Ka’bah] had been covered with pictures of pagan deities. Placing his hand protectively over the icon, the Prophet told `Uthman to see that all other paintings, except that of Abraham, were effaced.”.
(Martin Linggs, “Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources” p.300, ref: al-Waqidi, Kitab al-Maghazi 834, and Azraqi, Akhbar Makkah vol. 1, p. 107. Martin Linggs is a practicing Muslim.) …..”

15. Petrus dan Paulus adalah tokoh penting dalam Bible Perjanjian Baru. Perlu Anda (dan semua orang Christians) ketahui bahwa kedua orang ini adalah “korban” / bukti dari JANJI KUTUKAN Tuhan dalam Kitab Ulangan pasal 18. Petrus membawa pesan yang bukan datang dari Tuhan, dan Paulus mengaku-ngaku sebagai Rasul. Petrus MATI TERHUKUM dengan disalib terbalik, dan Paulus MATI TERHUKUM dipenggal oleh Kaisar Nero (dengan kata lain, keduanya MATI TIDAK WAJAR).

DARI PADA Anda mendeskreditkan agama Islam / Muhammad, mengapa Anda tidak mencoba untuk mempelajari betapa Christianity adalah suatu kesalahan FATAL yang amat besar (ke 15 point di atas adalah beberapa input dari sekian banyak untuk tujuan tersebut) yang hanya mempermalu species Manusia di mata Illahi?

Mungkin Anda justru akan berdalih, bahwa 15 point tersebut hanya akan memperuncing hubungan kedua agama, karena sejatinya Anda hanya menginginkan “MEMBANGUN DIALOG ANTARAGAMA, MELAWAN FANATISME DAN KEBENCIAN….”.

Apakah saya tidak salah baca? Apakah dialog antaragama dan melawan fanatisme kebencian harus dimulai dengan cara mendeskreditkan Islam / Muhammad / Alquran / Jibril begitu rupa? Apakah dengan cara:

1. Mendeskreditkan Islam / Allah / Muhammad / Jibril,

2. Dan TIDAK mendengung – dengungkan ke 15 point tersebut

Maka kita dapat dikatakan ingin membangun dialog antar agama? Dan untuk lebih jelas lagi, kita akan dapat dikatakan ingin membangun dialog antara agama dan menentang fanatisme dan kebencian agamis HANYA KALAU kita mendeskreditkan Islam / Allah / Muhammad / Jibril / Alquran? Mental seperti apa itu?

Setidaknya, Anda harus ingat, bahwa JAUH LEBIH MUDAH mendeskreditkan Christianity dari pada Islam. Namun sekarang Anda justru lebih memilih untuk bersusah payah untuk mendeskreditkan Islam yang sebenarnya sudah tidak dapat lagi untuk dideskreditkan oleh siapa pun.

Dalam surat Anda, Anda mengutarakan misi Anda untuk mencari titik temu antara Islam dan Kristen. Penting untuk Anda ketahui, bahwa Islam dan ajaran Al Masih mempunyai 100% kesamaan, asalkan ajaran itu belum bercampur dengan kehendak tangan keji pada masa-masa lanjut. Saya sudah membaca Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (di luar risalah Paulus). Semua ayat-ayat di sana membuat saya menitiskan air mata karena terharu, betapa Isa Almasih “masih satu perguruan” dengan Muhammad Saw. Tak satu pun dari perkataan Isa yang menjelaskan bahwa ia adalah anak Tuhan dan harus disembah. Islam tentu saja tidak dapat dicarikan titik temunya dengan kekristenan yang sekarang ini.
Kemudian, kalau memang Anda ingin menemukan titik temu antara kedua agama, maka mengapa Anda tidak juga mendeskreditkan Christianity sedemikian rupa, seperti yang baru saja Anda lakukan terhadap Islam dan Alquran? Di mana letak keadilan Anda? Apakah Anda berfikir Islam dan Christianity dapat dipertemukan dengan damai kalau Islam sudah dideskreditkan sedemikian rupa? Jadi, Islam seperti yang Anda inginkan supaya dapat dipertemukan dengan Christianity? Apakah Anda berfikir bahwa Islam dan Christianity dapat dipertemukan kalau Christianity Anda agung-agungkan sedemikian rupa dan Islamnya Anda deskreditkan sedemikian rupa? Tidakkah itu aneh –untuk ukuran orang Indonesia seperti Anda?

Lebih lanjut, Anda menulis dalam surat Anda, “Saya mencintai agama saya (Islam) maka saya mengkritiknya”.

Apakah saya tidak salah baca? Mengapa Anda berfikir bahwa Islam pantas untuk dikritik? Bukankah Islam adalah agama yang sempurna? Dan bukankah Allah sendiri Yang menyatakan demikian dalam surat Al Maidah ayat 3? Kalau Anda berdalih bahwa firman Allah dalam surah Almaidah 3 tersebut tidak dapat dijadikan rujukan, maka berarti Anda bukan Islam dan bukan Islam SEPENUHNYA. Berarti Anda orang di luar Islam. Bukankah salah satu rukun Iman adalah bahwa Anda harus percaya kepada Alquran (beserta semua ayat di dalamnya)? Kalau ada seseorang yang merasa Islam pantas untuk dikritik, maka biasanya orang itulah yang harus dikritik. Anda setuju? Kalau Anda memang benar-benar cinta Islam, tentunya Anda akan memilih untuk membela Islam, bukan untuk mengkritiknya. Kritik akan berarti cinta kalau yang dikritik adalah anak asuh seperti dalam hubungan seorang guru dengan muridnya. Masalahnya Islam bukanlah murid Anda. Islam bukanlah anak kecil yang tidak tahu apa-apa.

Sebuah film pasti akan dikritisi. Namun yang mengkritisi film tersebut pastilah manusia-manusia yang sebelumnya sudah terlibat pada aktivitas pembuatan film seperti produser film, actor, sutradara, wartawan khusus film dan seterusnya. Tidak pernah seorang Jenderal TNI tiba-tiba menjadi kritikus film. Masalahnya, apakah Anda ‘berpengalaman’ dalam penciptaan agama-agama? Apakah Anda termasuk dalam jajaran pada dewa yang memproduksi dan mengatur lalu lintas agama – agama sepanjang masa?

Kemudian kalau Anda berfikir bahwa Islam adalah pantas untuk dikritik, maka bagaimana dengan Kristen? Apakah dari semua agama di Dunia ini, hanya Islam yang dapat dikritik habis-habisan? Apakah Kristen tidak layak untuk dikritik? Kalau Kristen tidak layak untuk dikritik, berarti Anda mulai berfikir bahwa Kristen adalah agama Tuhan yang benar; agama yang sempurna. Kalau sudah begitu, maka berarti Anda MURTAD dari Islam. Pantas, semua perkataan Anda cenderung membela Kristen dan menghina Islam. Kalau Anda juga mengkritik Kristen dan agama lain di samping Islam, ya oke lah. Namun kenyataannya Anda hanya mengkritik Islam. Apakah Anda sadari hal itu?

Kalau Anda mengkritisi adat Minangkabau, ya okelah. Kalau Anda mengkritik kebiasaan orang Badui, masih bisa diterima. Masalahnya Islam bukanlah bikinan manusia seperti yang Anda duga selama ini.

Anda menulis, “Saya menolak fanatisme dan fundamentalisme dalam setiap agama”. Masalahnya Anda terlanjur memberi pengertian negative tentang fanatisme dan fundamentalisme. Banyak Muslims (dan juga di lingkungan agama lainnya) yang sukses besar lantaran mereka mempunyai kedua hal tersebut. Hanya saja Anda tidak menyadarinya. Imam Bonjol dan Pangeran Dipenogoro adalah contoh dari jiwa fanatisme dan fundamentalisme. Kalau tidak ada mereka, tidak akan pernah ada yang namanya NKRI. Mahatma Gandhi tidak akan muncul dalam sejarah kalau ia tidak berjiwa fanatisme dan fundamentalisme tersebut. Mereka yang sangat kejawaan, pastilah kejawaannya itu dilandasi oleh fanatisme dan fundamentalisme. Mereka yang kesundaan, pastilah demikian juga keadaannya. Mengapa Anda tidak pernah mengutuki mereka? Bukankah mereka yang menjadi pilar pelestarian budaya? Ya okelah kita harus memberangus fanatisme dan fundamentalisme. Namun apakah dengan cara mendeskreditkan Islam dan memuliakan Kristen?

Yang harus Anda berangus adalah rasa kebencian. Dan mereka yang mempunyai kebencian terhadap agama lain belum tentu didasari oleh fanatisme dan fundamentalisme. Banyak sekali unaware Muslims (Muslim yang kurang pemahamannya terhadap Islam) justru mempunyai kebencian yang luar biasa terhadap agama lain. Begitu juga dengan di lingkungan Kristen, Hindu dan seterusnya. Anda harus pahami itu.

Kemudian, dari 10 Muslims Jakarta, apakah kesepuluhnya mempunyai rasa kebencian terhadap agama lain? Apakah dari 100 Muslims Jakarta, kesemuanya mempunyai kebencian terhadap Kristen misalnya? Begitu juga di lingkungan Kristen. Tanyakan pada santriwan dan santriwati. Apakah mereka didoktrin untuk membenci Kristen? Lantas mengapa hanya kalangan Muslims saja yang Anda kritisi? Sedikit, sedikit sekali dari kalangan penganut agama tertentu yang mempunyai rasa kebencian terhadap agama lain. Namun satu hal yang harus Anda ingat. Yang harus Anda tangani bukan Islamnya, namun ORANGnya. Yang harus Anda kritik (dan kutuk) adalah ORANG yang mempunyai jiwa kebencian terhadap agama lain. Islam tidak mempunyai hubungan apa pun dengan individu individu seperti itu. Saya rasa Anda salah dalam memilih bidang pekerjaan yang pas untuk latar belakang pendidikan Anda. Nah apalagi sekarang Anda berusaha untuk mencari titik temu antara Islam dan Kristen sambil menghinakan agama Islam di depan jemaat Kristen. Saya pastikan, Anda tidak akan berhasil dengan tanggung-jawab tersebut.

Sebelum terlambat, ingin saya tegaskan bahwa Islam TIDAK PERNAH BERHUTANG BESAR kepada Kristen dan Yahudi. Pernyataan Anda memang benar-benar bernada bahwa Kristen dan Yahudi amat mulia. Islam datang dari Allah Swt, bukan dari kedua agama tersebut. Anda hanya ingin menegaskan bahwa tidak ada yang diperbuat Muhammad kecuali mendompleng kemasyhuran Kristen dan Yahudi (oleh karena itu Islam harus berhutang besar kepada 2 agama tersebut). Bagaimana saya harus menyikapi pernyataan Anda tersebut secara proporsional?

Anda berkata tentang permusuhan antara pemeluk agama, dengan kata lain Anda ingin mempromosikan toleransi yang indah dan harmonis antara penganut agama, khususnya di Indonesia ini. Mungkin pemahaman Anda masih kurang, maka saya ingin membantu Anda dalam menyelesaikan masalah ini.

Sejak jaman pembangunan Borobudur, kerukunan antar umat beragama sudah tercipta. Sejak berakhirnya masa pra-sejarah Indonesia yaitu tahun 400M dengan ditemukannya prasasti Kerajaan Kutai di Kalimantan, kerukunan multi agama sudah terbukti dengan indahnya. Pada masa colonial Belanda, si pribumi yang Muslims dengan si Belanda yang Kristen tidak pernah terjadi kerusuhan agamis. Tidak pernah ada berita dari masa itu di mana si Belanda yang Kristen dilanda kepanikan luar biasa karena Natal mereka diobrak-abrik oleh pribumi yang Muslims. Begitu juga sebaliknya, tidak pernah Masjid Masjid dibakar Belanda ketika berlangsungnya shalat Idul Fitri. Tidak pernah terjadi pejabat colonial Belanda menyiksa pribumi supaya si pribumi itu murtad. Nenek moyang “Belanda Depok” adalah individu individu pribumi yang masuk Kristen secara sukarela, sama sekali Chastellin tidak memaksa mereka.

Tiba-tiba muncul seseorang yang bernama Mohamad Guntur Romli yang mengusahakan untuk pemberangusan kebencian terhadap agama lain sambil ia menghinakan Islam di depan jemaat agama lain – dalam hal ini agama Kristen. Perlu Anda ketahui, tanpa bantuan Anda dan tanpa cara berfikir Anda yang aneh tersebut., toh kerukunan antar umat beragama tetap exist di muka Bumi ini. Singkat kata, kontribusi Anda dalam isu ini benar-benar dapat DITIADAKAN.

Nenek moyang kita, tanpa harus menjelek-jelekkan suatu agama pun, dapat menciptakan kerukunan umat beragama. Dengan kata lain, kerukunan umat beragama dapat tercipta tanpa harus menjelek-jelekkan suatu agama. Maka sekarang di mana posisi Anda? Di mana posisi Anda, di mana Anda berkata, bahwa dari semua agama Dunia ini, hanya Islamlah yang paling dapat dikritik habis-habisan? Di manakah posisi Anda, di mana Anda berkata, bahwa semua agama kecuali Islam tidak dapat dikritik sama sekali alias sempurna? Kalau Anda membantah pernyataan saya ini, maka buktikanlah bahwa Anda pun berminat untuk mengkritik Kristen, buatlah essay yang panjang untuk menjelaskan betapa Kristen memiliki ketimpangan yang amat memalukan. Pernahkah Anda menghasilkan essay seperti itu? Apakah masuk akal, Anda ingin mendamaikan antara si A dan si B dengan cara Anda menjelek-jelekkan si A di depan si B?

Secara garis besar Anda harus ingat. Kerukunan antar umat beragama yang sudah tercipta di Bumi Nusantara selama berabad-abad ini tercipta tanpa bantuan dari orang orang seperti Anda, tanpa buah fikiran seperti Anda.

Pada akhirnya, mengapa Anda berandai-andai Anda dapat menciptakan kerukunan antar umat beragama dengan cara menghinakan Islam di depan jemaat agama lain? Mengapa Anda berfikir tanpa ‘jerih payah’ Anda maka kerukunan itu tidak akan pernah tercipta? Anda bisa lahir dengan selamat pun karena sudah tercipta kerukunan antar umat beragama tersebut. Ketika ibunda Anda berada di ruang persalinan untuk kelahiran Anda, salah satu perawat yang membantu persalinan Anda adalah non Muslim. Namun semua perawat itu saling bahu membahu, saling membutuhkan, saling memakai tanpa membawa-bawa perbedaan agama. Kerukunan sudah tercipta mengawali kelahiran Anda. Tidakkah Anda sadari hal itu?
Kalau Anda tidak pernah menyadari hal itu, maka apa saja yang Anda sadari di kehidupan Dunia yang singkat ini? Mungkin Anda akan berdalih, bahwa artikel Anda tersebut sama sekali tidak mempunyai tujuan untuk mendeskreditkan / menjelek-jelekkan Islam. Namun bukankah Anda sendiri yang terang-terangan berkata bahwa Anda ingin mengkritik Islam? Kalau bukan mendeskreditkan dan atau menjelek-jelekkan Islam, maka apa lagi definisi dari “mengkritik” itu? Akhirnya kembali saya ingin katakan, “Kalau Anda tidak pernah menyadari hal itu, maka apa saja yang Anda sadari di kehidupan Dunia yang singkat ini?”.

Dalam komentar Anda, tertulis, “Saya ingin terus mencari titik-temu di antara agama-agama, mendekatkan perbedaan, bukan memperluaskannya hingga bisa lahir KEBENCIAN DAN PERMUSUHAN (-capital emphasize mine).”

Apakah saya tidak salah baca?
Dengan tegas Anda menyatakan bahwa Anda ingin mengkritik Islam (karena alasan cinta, kata Anda). Mengkritik Islam berarti Anda melancarkan kata-kata tidak pantas, menjelek-jelekkan yang diarahkan kepada Islam, mendeskreditkan Islam sedemikian rupa. Bahkan dalam paragraph terakhir Anda menulis, “yang disesuaikan dengan “KEPENTINGAN PENYUNTINGNYA” (-capital emphasize mine)”. Anda dengan terang-terangan menegaskan SESUAI DENGAN KEPENTINGAN PENYUNTINGNYA. Bukankah ini berarti bahwa dalam fikiran Anda Alquran semata-mata adalah karya Muhammad – bukan karya Illahi? Kalau ini tidak dikatakan sebagai serangan, menjelek-jelekkan Alquran, maka disebut apa lagi?
Dan tanpa Anda sadari, mudahnya Anda melancarkan kritikan terhadap Alquran, sebenarnya itu terlahir dari KEBENCIAN Anda terhadap Alquran dan Islam. Anda harus membuka mata Anda, bahwa jika seorang individu mencintai Alquran, maka ia akan selalu membangga-banggakan Alquran, memuja Alquran dan membela Alquran, apa pun ceritanya. Maksudnya, tidak mungkin ada seorang individu yang amat mencintai Islam dan atau Alquran, maka cintanya itu menyebabkan ia mengatakan hal-hal yang menjelek-jelekkan Alquran tersebut. Tiba-tiba Anda mengaku Anda sangat mencintai Islam (dan Alquran) namun dengan cara mengkritik Alquran sedemikian rupa. Tidak ada satu pun individu di Alam ini yang dapat memahami pendirian Anda.
Singkat kata, siapakah di sini sebenarnya yang MENYEBARKAN KEBENCIAN dan permusuhan? Sadarkah Anda bahwa tulisan Anda itu justru menimbulkan “serangan balik” dari kalangan aktivis Masjid, santriwan – santriwati dan semua kalangan Muslims yang lebih luas pada umumnya? Apakah Anda mengharap mereka semua berdiam diri saja melihat Alquran mereka Anda deskreditkan demikian rupa? Apakah Anda mengklaim, dengan artikel Anda tersebut maka Anda sedang menyebarkan damai ke seluruh umat Muslims di Indonesia?

Anda menyatakan cintanya kepada Islam dengan cara mengkritik (dengan demikian, menjelek-jelekkan dan mendeskreditkan) Alquran. Harus Anda ketahui, tanpa cinta Anda terhadap Alquran, Islam akan tetap jaya di Bumi ini. Tanpa orang seperti Anda dengan cinta Anda, Islam tidak akan bangkrut. Masih begitu banyak Muslims yang mencintai Alquran yang justru mengagung-agungkan Alquran dan membangga-banggakan Alquran.

Tolong renungi kembali pertanyaan saya. Siapakah di sini sebenarnya yang menyebakan kebencian terhadap Islam dan Muhammad dan Alquran? Apakah mungkin ada seseorang yang amat mencintai Islam dan Alquran justru ia mendeskreditkan Alquran tersebut di depan jemaat agama lain? Apalagi sambil mengisyaratkan bahwa Alquran itu sebenarnya bukanlah kalimat Tuhan, namun “hanya sebatas” pekerjaan si penyuntingnya yang tidak lain adalah Muhammad.

PENUTUP.

Percayalah, bahwa:

1. Kata KAMI dalam Alquran adalah cara Allah Swt untuk men-signify-kan betapa Muhammad tidak mempunyai peran untuk meredaksikan pembicaraan Tuhan – karena hal itu adalah janji Allah dalam Perjanjian Lama kitab Ulangan pasal 18.

2. Kata KAMI dalam Alquran Anda “USAHAKAN / PAKSAKAN” untuk berarti dan berperan sebagai “Trinitas” dalam Islam: Allah – Muhammad – Jibril. Teman saya yang Muslims akhirnya bersedia murtad ke Christianity karena panggilan jiwanya sangat mendambakan Trinitas, ia justru tidak memaksakan Islam supaya memiliki Trinitas. Saya menilai bahwa teman saya itu sudah menggunakan hak azasinya dengan baik yaitu memilih agama yang sesuai dengan panggilan jiwanya, dan di lain pihak ia tidak memaksakan Islam untuk mempunyai Trinitas seperti Christianity – karena tidak ada seorang pun yang BERHAK untuk memaksa Islam untuk mempunyai Trinitas versinya sendiri. Faham maksud saya?

3. Anda memaksakan Islam untuk mempunyai Trinitas melalui ‘kontroversial’ kata KAMI dalam Alquran. Tanpa sadar Anda sudah menempatkan Christianity dan Trinitasnya sebagai suatu AKSIOMA (suatu hal yang kebenarannya tidak lagi perlu diuji). Kalau Anda SUDI dan DAPAT menempatkan Christianity dan Trinitasnya sebagai suatu aksioma, mengapa Anda tidak melakukan hal yang sama terhadap Islam dan Alqurannya?

4. Apakah Anda menempatkan Islam dan Alqurannya sebagai sesuatu yang kebenarannya masih bisa diuji?

5. MENGAPA BISA SAMPAI TERJADI di mana Anda menempatkan Christianity dan Trinitasnya sebagai suatu aksioma, sementara Anda yang Muslims tidak menempatkan Islam dan Alqurannya sebagai aksioma bagi kehidupan Anda? Apakah Anda tidak dapat mengatasi masalah Anda sendiri?

6. Anda dengan tegas ingin mengkritik Alquran karena cinta Anda kepada Islam. Anda harus ingat mengkritik Islam berarti Anda mendeskreditkannya. Islam tidak diturunkan untuk dikritik. Islam diturunkan untuk dipatuhi.

7. Islam tidak butuh cinta Anda. Seluruh manusia di Bumi ini tidak mencintai Islam, Islam tidak akan bangkrut.

8. Anda mengkritik Alquran bahwa Alquran tidak pernah bisa jauh melampaui konteks dan masa ketika Alquran itu ditulis. Tunjukkan kepada saya ada kitab lain di Dunia ini yang content nya jauh melampaui konteks dan masanya.

9. Saya dan Muslims lain melihat dengan kecerdasan rohaniah bahwa Alquran (dan Alhadith) adalah suatu mahakarya yang contentnya jauh melampaui konteks dan masanya. Mengapa Anda tidak melihat hal demikian? Apakah Anda tidak pernah surfing di internet?

10. Kalau Anda berfikir bahwa ISLAM / ALQURAN PANTAS UNTUK DIKRITIK, maka agama lain pun juga pantas untuk dikritik

11. TIDAK MUNGKIN BENAR jika ada seseorang berkata, dari semua agama di Dunia yang fana ini, Islam adalah satu-satunya agama yang pantas dan bisa untuk dikritik habis-habisan.

12. Kalau Anda tidak sadar bahwa agama lain (dalam hal ini Christianity) selain Islam tidak pantas untuk dikritik, maka apa sajakah yang Anda dapatkan / sadari selama Anda hidup di Dunia fana ini?

13. Dan kalau Anda setuju bahwa CHRISTIANITY PUN PANTAS UNTUK DIKRITIK, maka turunkanlah artikel-artikel dari Anda untuk menjelaskan betapa Christianity adalah pantas untuk ditinjau ulang. Anda harus adil.

14. Dan kalau memang Anda setuju bahwa Christianity pantas untuk dikritik, maka sebaiknya Anda FOKUS SAJA untuk mengkritik agama tersebut habis-habisan. Itu LEBIH MASUK AKAL dari pada Anda menjelek-jelekkan agama Anda sendiri.

15. Christianity jauh lebih tepat untuk Anda kritik habis-habisan. Kalau Anda tidak dapat melihat potensi – potensi kebobrokan Christianity, maka Anda sebaiknya tidak usah menulis artikel di sana sini. Kaum awam pun akan dapat menemukan kejanggalan dalam agama Christianity tersebut dengan mudahnya. Mengapa Anda tidak?

16. Kalau memang Anda tidak dapat menemukan kebobrokan Christianity namun Anda justru dapat menemukan “kebobrokan” Islam, maka berarti Anda bukanlah Muslims, dan BERARTI ANDA TIDAK MENCINTAI ISLAM. Logika ini amat mudah bahkan bagi anak TK sekali pun!

17. Kalau Anda memang menemukan kebobrokan Christianity namun Anda tidak bersedia menuliskannya dalam artikel Anda, bahkan Anda lebih suka menulis artikel tentang kebobrokan Islam, maka atas dasar apa Anda memutuskan demikian? Keadilan? Kasih sayang kepada Islam?

18. Anda dengan sadar atau tidak sadar hanya ingin membuat ALQURAN SERBA SALAH. Jika Alquran menyatakan bahwa Jesus adalah anak Tuhan dan mati di kayu salib, maka Anda akan mehnuduh bahwa Muhammad menyadur pekerjaan orang Roma dengan tujuan agar Muhammad bisa menjadi paus di Vatican city. Jika Alquran menyatakan bahwa Jesus bukan anak Tuhan dan tidak mati disalib, maka Anda akan menuduh bahwa Muhammad menyadur pekerjaan orang Ebyon yang minoritas di kalangan Kristen. Jadi, Alquran harus bicara apa supaya tuduhan Anda tidak keluar?

19. Anda mempunyai misi untuk menghilangkan fanatisme dan fundamentalisme. Anda salah, dan usaha Anda itu akan gagal total. Fanatisme dan fundamentalisme adalah sesuatu yang positif.

20. Anda mempunyai misi untuk memberangus kebencian terhadap agama lain, Anda ingin membangun kerukunan antar umat beragama. Saya mendukung. Namun bukan agamanya yang Anda pelintir dan deskreditkan habis-habisan. ORANG nya yang harus Anda tangani. Anda kurang tepat dalam menentukan pekerjaan yang pas dengan latar belakang pendidikan Anda.

21. Anda mempunyai misi untuk menolak kebencian terhadap suatu agama. Justru Anda sendiri TELAH TERMAKAN oleh kebencian tersebut terhadap salah satu agama di Indonesia ini. Bagaimana Anda akan dapat berhasil?

22. Anda mempunyai misi untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama. Tanpa Anda dengan usaha Anda yang mendeskreditkan Islam itu, TOH kerukunan sudah lama tercipta di Bumi nusantara ini. Anda adalah pahlawan kesiangan. Jangan pernah berfikir bahwa tanpa “bantuan” Anda, tidak akan pernah ada kerukunan beragama di Indonesia ini.

KESIMPULAN.

Anda butuh bantuan. Mengapa saya berkata demikian? Saya percaya tidak ada satu pun dari point di atas yang dapat Anda sikapi dengan memuaskan dan gentlemen.

Apakah Anda berdomisili di Jawa Timur? Ketahuilah, di Jawa Timur banyak Ulama yang bersedia memberi Anda asistensi untuk dapat memahami Islam secara lebih baik. Apakah Anda berdomisili di Kalimantan? Di Kalimantan banyak Alim Ulama yang bersedia membantu mengeluarkan Anda dari masalah keislaman. Jangan segan – segan untuk meminta bantuan kepada mereka. Mereka adalah individu – individu yang mendedikasikan seluruh hidup mereka untuk membantu umat Muslims dari semua masalah. Mereka tidak akan meminta bayaran dari Anda. Perlu Anda ketahui, bahwa Alim Ulama di seluruh Nusantara itu adalah junjungan semua kaum Muslims di Indonesia. Saya harap Anda pun menjunjung mereka juga.

Kalau Anda justru mengambil sikap berseberangan dengan mereka (Alim Ulama, MUI, DDI, LDI, Majlis Taklim seluruh Indonesia, ikatan remaja Muslims, ikatan remaja Masjid, dan seterusnya) maka memang ternyata Andalah yang punya masalah. Harus Anda ketahui, kesemua lembaga tersebut (dan masih banyak lagi yang lain) TIDAK PERNAH MENYEBARKAN KEBENCIAN TERHADAP AGAMA LAIN. Bagaimana dengan Anda? Kalau memang Anda tidak pernah menyebarkan kebencian terhadap suatu agama mana pun, maka seharusnya Anda sudah menganggap kesemua lembaga Muslims tersebut sebagai asisten Anda dalam memahami Islam. Faham maksud saya?

Wassalam.

Papahmamah

nologicology@gmail.com

tanggapan lain dari haniifa

(Kami) Jamak := Bismillahir Rahmaanir Rahim
(Kami) Asma := Allah and or Rahmaan and or Rahiim

Trinitas == Tiga sekaligus Asma “Allah” dalam Satu kesatuan.

and or….

Qulhu Wa Allahu Ahad

untuk Mohamad Guntur Romli : maaf saya tidak tahu web anda jadi saya ambil dari blog yang sudah disadur lengkap dengan komentarnya

komentar awal saya …… orang yang dipercaya untuk mengulang kata2 dan yang hanya untuk menyampaikan kata2 ….  manakah yang anda pilih ???? <<<<< ingatlah yang memberi kata2 itu adalah maha tahu …. lebih dekat mana orang yang menyebutkan gelar keagungan dengan yang menyebut nama dekat ?? jawaban ada pada pandangan anda masing2

Posted in diskusi bebas, islam, kristen | 21 Comments »

Untuk Yang Belum Pernah Ke Israil

Posted by kosongan pada | 30 |Januari| 2009 |

sumber : http://myrazano.com/untuk-yang-belum-pernah-ke-israil/

Untuk Yang Belum Pernah Ke Israil. Tulisan ini merupakan kiriman seorang sahabat saya yang bernama Nanda Aminudin yang dikirim via email malam ini ( sebetulnya sakarang sudah pagi sih ). Melihat isinya yang sangat menarik hati dan sangat menggugah naluri kemanusiaan saya serta rasa keadilan, tanpa berpikir panjang saya langsung mengangkat telepon menghubungi sang sahabat yang ternyata baru mau tidur ( malam jumat lagi .. emangnya kenapa ?.. .. mau membunuh yahudi kall..li … atau mau memerangi setan malam jumat… maklum suasana dan aroma penganten baru empat bulan lalu masih terasa … iya deh saya doakan semoga pernikahannya awet dalam keluarga yang penuh berkah dan hidayah dari Allah swt … amin )

Mungkin fakta yang diungkap dalam email sahabat saya yang bernama Nanda Aminudin tersebut bagi sebagian orang bukanlah hal yang baru. Terutama bagi orang-orang yang pernah menjejakkan kakinya di negara yang bernama Israil. itu  Apalagi sahabat saya itu mengatakan bahwa, informasinya diambil dari Badan Waqaf Al-Quran ( BWA ). Tapi bagi saya informasinya masih baru karena sebelumnya tidak pernah tahu informasi yang sangat menarik ini.

Bila ada teman-teman yang sama dengan saya. Terutama yang belum pernah ke Israil tentunya saya pikir informasi dalam postingan ini sangat menarik untuk membuka mata serta wawasan kita tentang perseteruan antara bangsa Palestina dan dan monster-monster yahudi yang selalu mendapat dukungan bangsa-bangsa predator seperti bangsa Amerika yang dijuluki sebagai predator pemusnah dan bangsa Inggris sebagai negara pulau penghasil monster serta bangsa Australia sebagai bangsa budak yang ikut-ikutan meniru tuannya. Sehingga saya beri judul postingan ini dengan “ Untuk Yang Belum Pernah Ke Israil “

Apabila anda suatu saat pergi ke Israil. Anda tidak perlu kaget dengan beberapa fakta dan realitas yang terjadi disana. Karena apa yang akan anda temui disana akan sangat berbeda dengan apa yang anda bayangkan sebelumnya. Berikut ini adalah 32 hal yang menarik dari perdaban bangsa yahudi yang tidak anda bayangkan

01. Tahukah anda bahwa selain ras yahudi, dilarang membeli atau menyewa tanah di Israel ?..

02. Tahukah anda bahwa setiap ras yahudi yang ada di setiap Negara di seluruh dunia menjadi warga Negara Israel secara otomatis ?.. Sementara warga Palestina yang terlahir di tanah negerinya sendiri sejak puluhan abad yang lalu terus diusir ke luar Palestina ?..

03. Tahukah anda bahwa penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel harus menggunakan kendaraan uadengan cat dan warna khusus untuk membedakan antara ras yahudi dan non yahudi ?..

04. Tahukah anda bahwa Yerusalem bagian timur, Tepi Barat, Gaza dan dataran tinggi Golan dianggap oleh masyarakat internasional khususnya barat dan Amerika sebagai kawasan yang dijajah Israel dan bukan merupakan bagian dari Israel ?..

05. Tahukah anda bahwa Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk ras yahudi dan membagikan 15% sisanya untuk seluruh penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel ?.. Secara realitas, Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk 400 penduduk yahudi di Hebron, sementara 15% sisanya alokasikan kepada 120 ribu penduduk Palestina di daerah itu ?..

06. Tahukah anda bahwa Amerika mengalolasikan 5 milyad US$ dari penghasilan pajaknya setiap tahunnya untuk menyumbang Israel ?..

07. Tahukah anda bahwa Amerika terus memberikan bantuan militer kepada Israel sebesar 1,8 milyard US$ setiap tahunnnya ?.. Dan tahukah anda bahwa jumlah sebesar itu sama dengan sumbangan Amerika kepada seluruh Negara di benua benua Afrika ?..

08. Tahukah anda bahwa Israel juga menunggu bantuan perang tambahan sebesar 4 milyard US$ dari Amerika yang terdiri dari pesawat tempur F 16, Apache dan Blackhawk ?.. Dan karena Amerika merupakan Negara koalisi utama bagi Israel, maka ia wajib memberikan semua fasilitas yang diminta Israel untuk menjamin eksistensinya.

09. Tahukah anda bahwa pemerintah Amerika telah menekan Konggres tentang pelanggaran Israel dalam penggunaan senjata yang mereka sumbangkan ?..Khususny a pada tahun 1978, 1979 dan tahun 1982 pada perang di Lebanon dan penggunaan senjata nuklir pada tahun 1981.

10. Tahukah anda bahwa Israel adalah satu-satunya Negara di Timur Tengah yang menolak menandatangani larangan pengembangan senjata nuklir ?.. Dan menolak Tim Investigasi PBB untuk memeriksa tempat persembunyian nuklirnya ?..

11. Tahukah anda bahwa sebelum berdirinya Israel pada tahun 1948, sudah memiliki pabrik pengembangan senjata nuklir ?..

12. Tahukah anda bahwa Perwira Tinggi Israel di Departemen Perang mengakui secara terang-terangan bahwa militer Israel membunuh semua tahanan perang Palestina tanpa proses pengadilan ?..

13. Tahukah anda bahwa Israel meledakan tempat kediaman Diplomat Amerika dan menyerang kapal perang Amerika Liberty di perairan internasional pada tahun 1967 ?.. Walaupun serangan itu menewaskan 33 tentara Amerika dan melukai 177 lainnya, tetapi Amerika sama sekali tidak melakukan tindakan apapun terhadap Israel ?.. Hanya dengan alasan bahwa tentara Israel salah sasaran ?.. Bayangkan kalau serangan itu dilakukan oleh Negara Islam ?..

14. Tahukah anda bahwa Israel merupakan Negara yang paling banyak mengabaikan resolusi DK PBB ?.. Jumlah resolusi yang diabaikan oleh Israel mencapai 69 buah. Bayangkan seandainya satu Negara Islam mengabaikan 1 resolusi PBB, apa yang akan dilakukan oleh Amerika ?..

15. Tahukah anda bahwa pemerintah Israel menggunakan system politik konservasi terhadap identitas ras yahudi agar tetap menjadi warga Negara itu ?..

16. Tahukah anda bahwa Mahkamah Agung Israel telah menetapkan Perdana Menteri Ariel Sharon sebagai tersangka dalam kasus pembantaian Shabra dan Syatilla pada 16 September 1982 di Lebanon yang menewaskan lebih dari 1000 orang Palestina terdiri dari anak-anak, wanita dan orang tua ?..

17. Tahukah anda bahwa pada tanggal 20 Mei 1990, seorang tentara Israel menyuruh para buruh Palestina yang sedang menunggu bus di sebuah halte untuk duduk berbaris di atas tanah, setelah itu ia menembaki mereka dari jarah setengah meter ?.. Tahu pulakah anda bahwa pemerintah Israel menyatakan tentara itu tidak bersalah dan bahkan mendapat penghargaan khusus dari pemerintah Israel ?..

18. Tahukah anda bahwa sampai tahun 1988, semua pabrik dan kantor di Israel hanya boleh menempelkan keterangan lowongan kerja dengan perkataan: “lowongan kerja hanya untuk ras yahudi”, “dicari seorang karyawan dengan syarat ras yahudi” ?..

19. Tahukah anda bahwa Departmen Luar Negeri Israel membayar 6 peruhaan media Amerika untuk memunculkan image positif Israel kepada masyarakat Amerika dan Eropa ?..

20. Tahukah anda bahwa Sharon mengajak Partai radikal Molodeit untuk menjadi koalisi utama dalam kabinetnya ?.. Padahal partai itu beridiologi radikal dengan persepsi pokok membesihkan Israel dari non ras yahudi dan pengusiran secara paksa seluruh warga Palestina dari Israel ?..

21. Tahukah anda bahwa Perdana Menteri Israel pertama David ben Gorion sepakat dengan langkah pengusiran secara paksa seluruh ras arab dari Israel ?..

22. Tahukah anda bahwa Rahib besar di Israel Ofadya Yosef yang juga pendiri Partai Syas (partai terbesar ketiga di Israel) mendukung aksi militer Israel untuk menghabisi warga Palestina ?.. bahkan ia mengeluarkan fatwa radikal pada hari raya paskah yang lalu dalam wawancaranya di sebuah jaringan radio terbesar di Israel: “Tuhan akan membalas semua kejahatan warga arab, Tuhan akan menghancurkan keturunannya, menghabisinya dan menghancurkan tanahnya dan Tuhan akan membalas mereka dengan siksaan yang pedih. Karenanya dilarang semua ras yahudi untuk memberikan rasa kasih saying kepada warga arab, dan wajib bagi setiap yahudi untuk menembakan rudal dan senjatanya ke arah dada dan kepala setiap warga arab untuk menghabisinya, karena mereka itu makhluq yang jahat dan terkutuk”..

23. Tahukah anda bahwa pengungsi Palestina terbesar di dunia ?..

24. Tahukah anda bahwa penduduk Kristen Palestina bersatu dengan penduduk Palestina muslim untuk melawan penjajah yahudi ?..

25. Tahukah anda, walaupun Mahkamah Agung Israel sudah mengeluarkan keputusan pelarangan penyiksaan dalam proses pemeriksaan, tetapi Shinbet (Badan Intelejen Israel) tetap terus menyiksa setiap pejuang Palestina dalam proses pemeriksaannya ?..

26. Tahukah anda bahwa walaupun Israel terus mengganggu proses belajar mengajar dan merusak seluruh sarana dan prasara pendidikan penduduk Palestina, tetapi penduduk Palestina tetap menjadi Negara terbesar di dunia yang penduduknya bergelar doctor (S3) ?.. Hal ini apabila dilihat dari jumlah prosentase penduduknya.

27. Tahukah anda bahwa setiap manusia mempunyai hak yang sama yang dijamin oleh undang-undang HAM internasional yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 1948 ?.. Tetapi tahukah anda bahwa undang-undang itu sama sekali tidak berlaku bagi penduduk Palestina ?.. karena dihalangi dengan ditandatanganinya kesepatakan OSLO ?..

28. Tahukah anda bahwa mayoritas buku sejarah di dunia mengatakan Negara-negara arab yang menyerang Israel terlebih dahulu pada perang tahun 1967 ?.. Padahal faktanya, justru Israel yang menyerang Negara-negara arab terlebih dahulu kemudian mereka merebut kota Al Quds dan Tepi Barat ?.. Tetapi mereka mengatakan bahwa serangannya itu adalah serangan untuk menjaga diri dan antisipasi ?..

29. Tahukah anda bahwa Israel sebagai Negara penjajah sama sekali tidak terikat dengan konsvensi Jenewa untuk menjaga hak-hak dan keselamatan warga sipil Palestina ?..

30. Tahukah anda bahwa perintah Perdana Menteri Israel Ariel Sharon sudah tidak dituruti lagi oleh militer Israel ?.. Salah satu contohnya adalah ketika ia melarang militer Israel untuk melakukan genjatan senjata dan dilarang menembak, tetapi militer Israel terus menyerang, menembaki rakyat sipil Palestina dan menghancurkan tempat tinggal mereka. Insiden paling memilukan andalah pembantaian tiga wanita Palestina, padahal mereka sedang berada dalam tenda pengungsiannya ?..

31. Tahukah anda bahwa Israel terus melakukan berbagai usaha untuk menghancurkan Masjid Al Aqsha dan Qubah Shakhrah sejak 50 tahun yang lalu dengan menggali bawah tanah masjid tersebut agar runtuh dengan sendirinya ?..

32. Tahukah anda bahwa Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela mengatakan bahwa Israel adalah Negara rasisme dan apartheid seperti kondisi Afrika Selatan sebelum ia pimpin ?..

Demikianlah kondisi peradaban bangsa yahudi yang selalu dibela mati-matian oleh bangsa barat dan Amerika. Masih pantaskah kita menjadikan negara-negara yang katanya mempelopori demokrasi dan Hak Azazi Manusia ( HAM ) sebagai ikutan. Kenapa kita tidak kembali saja menjadi diri kita sendiri yang masih memiliki sisa-sisa perdaban yang lebih mulia dari mereka.

Ayo… Mulai dari diri kita masing-masing menabuh genderang perang dengan segala produk dan pemikiran dari bangsa-bangsa predator tersebut. Karena kiyai dan para ustadz kita masih larut dalam zikir panjangnya, sehingga belum tahu apa yang terjadi diluar sana.   Save Palestine !!

Posted in diskusi bebas, interntional | 4 Comments »

MUHAMMAD DALAM AGAMA ZOROASTER & BUDHA

Posted by kosongan pada | 20 |Januari| 2009 |

sumber :http://suakahati.wordpress.com/2008/01/02/agama-zoroaster-budha-meramalkan-muhammad

Utusan yang paling akhir dan paling baru adalah Nabi Muhammad. Demikian pula ajaran beliau adalah ajaran yang termuda dari semua ajaran dalam agama-agama besar di dunia. Ajaran Ibrahim sekitar tahun 3000 SM, Musa 2000 SM, Budha 2200-an SM, Yesus 1 M, baik TAO dan Konfusius diperkirakan sejaman dengan Musa/Budha bahkan lebih tua lagi. Islam ada sejak Nabi adam dan Ajaran terlengkap dan sempurna adalah ajaran yang dibawa Nabi Muhammad. Boleh dibilang ajaran Muhammad adalah yang terlengkap, tersempurna dan termuda.

Sebelum menulis artikel ini, saya mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan nama atau ejaan. Karena artikel ini saya tulis berdsarkan apa yang saya dengar (ada yang kurang jelas saya dengar) dari VCD tentang “Muhammad dalam berbagai agama” oleh Dr. Zakir Naik.

MUHAMMAD DALAM AGAMA ZOROASTER

Nabi Zoroaster, Nabi dalam agama Zoroaster atau Persi-isme,  merupakan pendiri agama yang dikenal dengan agama “Zoroaster” yang juga dikenal sebagai agama yang menjadikan api sebagai focus penyembahan (paganisme) yang entah api tersebut digunakan untuk alat konsentrasi dalam menyembah Tuhan yang sebenarnya atau memang mereka menganggap api adalah Tuhan Pencipta Alam. Keyakinan ini lahir sekitar 2.500 tahun yang lalu di Persia.

Mereka memiliki 2 kitab suci yaitu “Dasatir” dan “Avesta”. Dasatir dibagi dua menjadi “Khurda-dasatir” dan Kalan-dasatir”. Sedangkan Avesta dibagi menjadi “Khurda-avesta” dan “Kalan-awesta” serta “Zend avesta (Maha Zen)”. Kitab mereka ditulis dalam “pahlawi” dan “Zendi” yang mana sedikit dari mereka yang memiliki kesamaan bahasa. Dalam Zen-Avesta Farvardin Yasht  Bab 28 ayat 129, Buku Keramat Timur  volume 23, Zen-Awesta bagian 2 Hal. 220 mengatakan : “ Ia adalah pemenang, ia adalah Soeshyant, namanya “Astvat-ereta”. Soeshyant berarti sesuatu yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Dalam Al-Quran Surat 21 (Al-Anbya) : 107 Allah Berfirman : “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil alamin)”. Soeshyant juga berarti ia yang berdoa (Muhammad dalam bahasa Arab berarti yang berdoa).  Astvad-ereta adalah sebuah makhluk yang berperang melawan Iblis dalam kehidupan manusia dan ia akan melawan terhadap pemujaan benda-benda”. Nabi Muhammad adalah pemenang dalam perebutan kota Mekah.

Astvad ereta berasal dari kata Astu yang berarti orang yang berdoa (seorang pemimpin agama), sesuai dengan kata “Ahmad” (nama lain Muhammad) yang berarti seseorang yang berdoa”. Dalam Zend-Avesta jika dibaca lebih jauh dalam “Zamyad Yasht” Bab 16 ayat 95 Buku Keramat Timur  Volume 23 bagian 2 Hal. 308  dikatakan bahwa Teman dari Astaved-eresta, mereka akan bertempur melawan Iblis, mereka akan memiliki pemikiran, pendengaran dan penglihatan yang bagus serta berbudi tinggi. Mereka tidak akan tergoyahkan keyakinannya karena hal-hal tersebut. Jika kita telaah Umat terbaik adalah yang sejaman dengan Nabi Muhammad beserta sahabat-sahabat beliau (para Khalifah & Tabi’in).

Dalam Dasatir dikatakan bahwa saat “Zoroastir” (pengikut Zoroaster) ketika mereka melakukan perjalanan untuk melakukan pelajaran kemudian menjadi banyak, ada seseorang yang muncul bersama kawan-kawannya yang akan menaklukkan dan mengalahkan kesombongan Persia dan para pengikutnya, dan mereka tidak menyembah api namun mereka berkiblat ke Ka’bah yang dibangun oleh Ibrahim, yang akan membersihkan pulau itu dan mereka ini akan menjadi rahmat bagi seluruh manusia, mereka akan memerintah daratan rahasia di Persia kecuali Antalkan dan orang-orang ini akan memilih raja yang murah hati. Dalam Kitab Bundanish  ayat 6 sampai 27 dikatakan bahwa Sosiath akan menjadi nabi yang terakhir. Dalam Al-Quran Surat 33:40 Allah berfirman : “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.

LINK TERKAIT :

Muhammad_prophesised-Parsis

MUHAMMAD DALAM AGAMA BUDHA

Dalam Cakrawati, Senasutana D.III, 76 yang menyampaikan ramalan tentang Mitri dan ramalan ini di ulang kembali dalam sebagian kitab Agama Budha yang mengatakan bahwa akan datang Budha yang bernama “Mitri” yang berarti yang suci, yang terutama, yang bersinar dan penuh dengan pengetahuan, bijaksana, kecerdikan pengetahuan yang menyeluruh  akan menerima wahyu, pengetahuan yanag utama dan ia akan mengajarkan permulaan untuk mencapai tujuannya dan ia akan mengajarkan agama kebenaran. Hal ini berarti akan sama dengan apa yang dikatakan oleh Budha. Namun sang Mitri ini akan memiliki ribuan pengikut sementara sang Budha hanya memiliki ratusan pengikut. Dalam “Buku Buddha oleh Carus-dari sumber Ceylon” Halaman 217 & 218 dikatakan, jika Mitri ini dianalisa berarti sesuatu yang bermanfaat yang memberikan rahmat yang memiliki rasa cinta kasih dalam dirinya. Jadi Mitri berarti “Rahmat” dalam bahasa Arab. Dalam Al-Quran Surat 21 (Al-Anbya) : 107 Allah Berfirman : “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta  alam (rahmatan lil alamin)”.

Dalam “Buku Keramat Timur, Volume 11 Hal 36 Mahaparinabana Sutta” Bab 2, Ayat 32, menyatakan bahwa Sang Budha tidak akan membedakan pengajarannya kedalam Isoterik dan Esoterik. Budha akan selalu menyatakan kebenaran dan sebagai sang guru pengetahuannya pasti tidak akan disembunyikan, apa yang Budha ajarkan waktu itu bukanlah sesuatu yang sebagian terbuka dan sebagian tertutup. Isi dan kandungan Al-Quran diajarkan oleh Nabi Muhammad di depan Umum dan terbuka dan melarang menyembunyikannya. Dalam Bab 5 Ayat 36 hal 97, dikatakan , seperti halnya Budha yang memiliki “Sarvito” dengan nama “Ananda”  demikian juga Budha Mitri yang akan datang mempunyai “Sarvito”. Sarvito dari Nabi Muhammad adalah seseorang bernama “Anas” , yang diberikan oleh orang tuanya, ayah dan ibunya pada nabi yang mulia di usia 8 tahun dan sang nabi menyebutnya sebagai anak yang tercinta, sikecil tersayang. Dan Anas dikirim oleh Nabi Muhammad saat perang dan damai, saat yang baik dan buruk hingga akhir hidupnya. Bahkan dalam perang Uhud dalam usianya yang ke 11 dia berdiri di depan Nabi dan melindungi beliau saat beliau terkepung oleh Musuh. Bahkan dalam perang Hunain hujan panah menerjang nabi dan Anas berdiri melindungi beliau. Ananda juga melindungi 11 terjangan pada Budha dan ia berdiri didepan Budha. Dalam Buku Buddha oleh Carus  Hal 214 ada 6 kriteria dari Mitri, keenam kriteria menunjuk pada Nabi Muhammad, antara lain yaitu :

  1. Ia akan menerima cahaya petunjuk pada malam hari
  2. Saat menerima pencerahan ia akan bercahaya
  3. Ia akan meninggal dengan cara yang alami dan baik
  4. Saat sang Mitri akan meninggal ia akan kembali bercahaya (bersinar)
  5. Meninggal di malam hari (sesuai Nabi yang ketika meninggal saat malam hari)
  6. Saat meninggal bentuk fisik tidak akan nampak kembali (setelah Nabi Muhammad wafat, gambar/wujud fisik beliau tidak ada, karena Islam melarang wujud Nabi digambar )

Sumber : Secuil dari Dr. Zakir Naik.

LINK TERKAIT :

Muhammad_prophesised Buddhists

ARTIKEL SEBELUMNYA :

masihkah ada nabi baru setelah nabi muhammad

mahabaratha dan kisah perjuangan nabi muhammad

By MAGE
tanggapan

Siswa Sang Buddha // Juni 28, 2008 pada 9:57 am

Sedikit memberikan pencerahan mengenai ajaran Sang Buddha:

1. Sang Buddha tidak disembah tapi di Puja (dihormati). Jangan samakan pengertian sujud dalam Buddhist dengan sujud dalam Islam.

2. Sang Buddha bukan utusan Tuhan. Tapi orang biasa yang karena melihat penderitaan orang lain kemudian mengumpulkan parami (kebajikan dan pengetahuan) dalam banyak kehidupan hingga akhirnya mencapai Penerangan Sempurna dan mengajarkannya kepada yang lain bagaimana cara membebaskan diri dari penderitaan.

3. Sang Buddha tidak pernah mengajarkan agar umatnya memuja apalagi menyembah arca Buddha. Adanya pemujaan terhadap arca Sang Buddha dikarenakan ketika Alexander Agung melakukan ekspansi ke timur, dan mencapai India, ketika orang2 Yunani pulang mereka ikut membawa ajaran Buddha ke negara mereka. Orang Yunani punya tradisi untuk membuat arca dari orang-orang yang dianggap Istimewa. Karena orang-orang Yunani dulu pernah menganut ajaran Buddha, akhirnya kebiasaan ini kemudian ditiru oleh umat Buddha dinegara-negara lain.

Sesuai dengan sabda Sang Buddha :

“Janganlah percaya terhadap suatu berita hanya karena kamu telah mendengarnya.

Janganlah percaya terhadap suatu tradisi hanya karena telah dilakukan turun-temurun.

Janganlah percaya terhadap sesuatu hanya karena hal ini sesuai dengan pemikiranmu atau logika.

Janganlah percaya terhadap sesuatu hanya kerena dikatakan oleh para tetua.

Janganlah percaya terhadap sesuatu hanya karena dikatakan oleh seorang guru agama ternama.

Janganlah percaya terhadap sesuatu hanya karena tertulis dalam kitab suci.

Janganlah percaya terhadap sesuatu biarpun seorang Tathagata [Sang Buddha] yang mengatakannya kepadamu.

Tetapi jika setelah melakukan observasi yang mendalam dan diketahui bahwa sesuatu itu bertentangan dengan hal yang baik, melanggar norma, menimbulkan penderitaan/merugikan jika dilakukan, dicela oleh para bijaksana maka sudah selayaknya hal itu tidak dilakukan.

Tetapi jika setelah melakukan observasi yang mendalam dan diketahui bahwa sesuatu itu berhubungan dengan hal yang baik, tidak melanggar norma, membawa kebahagiaan jika dilakukan, dipuji oleh para bijaksana maka sudah selayaknya hal itu dilakukan.”

berdasarkan sabda Sang Buddha diatas oleh sebab itu, Puja terhadap arca Sang Buddha sebagai objek pengganti Sang Buddha tetap dilakukan. Dalam hal ini tolong jangan disamakan dengan tradisi Tionghoa.

Menanggapi artikel diatas :
Secara pribadi saya menolak kalo Muhammad itu adalah Bodhisatva (Calon Buddha) Maitreya. Alasannya :
1. Di dalam Sutta, Bodhisatva Maitreya lahirnya di Jambudvipa (Wilayah India).
2. Buddha itu tidak dilahirkan, tapi dicapai, yang dilahirkan itu Bodhisatva.
3. Seorang yang telah mencapai Kebuddhaan tidak akan mungkin beristri, karena nafsunya sudah lenyap, Dia tidak akan melakukan hubungan seksual. Dia hanya beristri sewaktu masih Bodhisatva (belum mencapai kebuddhaan). Sedangkan Muhammad pada masa2 dimana dia disebut Nabi dia kan mengambil istri. Dan katanya punya anak lagi (mengenai anak, tolong dikoreksi kalo salah)
4. Seorang yang telah mencapai Kebuddhaan tidak akan mungkin ikut/pergi berperang apapun alasannya.
5. Seorang yang telah mencapai Kebuddhaan akan menjauhkan hidupnya dari hal-hal duniawi seperti kekuasaan/jabatan dalam pemerintahan.Dia akan menghabiskan hidupnya sebagai seorang Pertapa.
6. Maitreya baru lahir setelah ajaran Sang Buddha Gotama dilupakan orang.
7. Maitreya lahir pada zaman ketika umur manusia rata-rata 80.000 tahun. Hal ini disebabkan Maitreya adalah seorang Bodhisatva yang menonjol dalam Cinta Kasih (Metta/Maitri = > Maitteya/Maitreya [Pali/Sangsekerta]), sesuai dengan Hukum Kamma, orang-orang seperti itu akan lahir dalam keadaan dan lingkungan yang baik.
8. Seorang yang disebut Sang Buddha, hanya akan muncul ketika usia manusia rata-rata berada dalam range 100-80.000 tahun. Seorang Buddha tidak akan muncul ketika usia manusia rata-rata dibawah 100 atau diatas 100.000 tahun. Pada satu masa hanya ada 1 Buddha yang muncul (berhubungan dengan point 6)

Masih ada banyak lagi, tapi saya rasa ini sudah cukup.

Untuk yang menulis artikel :
Bro anda orang pertama yang saya ketahui yang mengatakan Islam itu ajaran terlengkap. Perlu diketahui bro, Kitab Suci paling tebal didunia itu Kitab Sucinya ajaran Buddha. Berdasarkan dari aliran Mahayana itu tebalnya sekitar 70x Alkitab (dengan tebal kertas dan ukuran huruf seperti Alkitab) sedangkan dari Theravada sekitar 11x Alkitab. Tapi itupun gak pernah dibilang lengkap. Didalam ajaran Buddhist, Hindu, Jain, Khrisnamurti (India), Tao (China), Socrates (Yunani) ada disinggung kelahirkembali (reinkarnasi), emang Islam ada??? ajaran Buddha (mungkin Hindu juga) mengajarkan kalo manusia bukan hanya dibumi ini saja, bagaimana dengan Islam???. Lalu apa artinya “Terlengkap” yang dimaksud?? tolong pencerahannya )

Menanggapi pernyataan enryo :
Bro, Yahudi, Kristen and Islam itu munculnya diwilayah yang sama yaitu Timur Tengah belum lagi dari garis keturunan yang sama. Jadi apa anehnya kalo masing – masing saling menyatakan?? Bagi penganut Hindu, Sang Buddha itu dianggap Inkarnasinya Dewa Siva.

Menanggapi pernyataan adi_isa :
Bro, seumur hidup, saya gak pernah mengetahui, mendengar, melihat kalo ada umat Buddha yang bilang/menganggap bahwa Sang Buddha itu Tuhan. Sampai detik ini hanya ada dua orang yang saya ketahui menafsir Sang Buddha Sebagai Tuhan, yaitu anda dan guru sejarah saya waktu SLTP.

Menanggapi pernyataan prisoner :
orang2 makrifat ??? buku2 tasawuf??? bro kalo anda mau belajar ajaran Buddha belajarlah berdasarkan paham Buddhist, kalo anda mau belajar ajaran Kristen belajarlah berdasarkan paham Kristen, kalo mau belajar ajaran Hindu belajarlah berdasarkan paham Hindu, begitu juga kalo ada orang mau belajar ajaran Islam
belajarlah berdasarkan paham Islam. Kalo anda mau belajar ajaran lain berdasarkan sudut pandangan Islam sudah pasti gak nyambung begitu sebaliknya.

Menanggapi pernyataan Walika :
Kalo dibaca dari tulisan anda, sepertinya anda itu sudah tahu mana yang benar dan mana yang tidak benar!!!! sehingga anda berani bilang ajaran ini itu tidak punya dasar. oleh sebab itu saya ingin mengajukan pertanyaan :

Ada seorang wanita sewaktu hendak pulang dia diculik oleh sekawanan penjahat dan akhirnya diperkosa.

(1). Pertanyaan saya apakah anda percaya dengan yang nama rencana Tuhan (Takdir)???

Jika tidak (1), pertanyaannya berhenti sampai disini.

(2) Kalo ya(1), bagaimana dengan cerita diatas, apakah juga termasuk rencana Tuhan (Takdir)???

(3) Jika Ya(2), bagaimana dengan pemerkosanya apakah berdosa atau tidak???

jika berdosa(3), bagaimana mungkin bisa berdosa padahal Tuhan yang rencanain.

Jika tidak(3). wah saya jadi pemerkosa deh D

(4) Jika Tidak(2), Kekuatan apakah didunia ini yang bisa menciptakan rencana(pemerkosaan) yang melampaui rencana (Kuasa) Tuhan???

Jika tidak ada(4), kenapa pemeroksaan bisa terjadi????

Terlepas dari semua komentar saya diatas, saya ingin bertanya sama umat Islam khususnya (soalnya belum pernah betul2 belajar paham Islam ) menurut yang kalian pahami atau ketahui Tuhan (Alllah) itu seperti apa????
1. Apakah berwujud / tidak berwujud???
2. Berdiam disuatu tempat / tidak??? (Kalo di Kristen kan berdiam di Surga)
3. Suatu Makhluk / Bukan Suatu Makhluk?
4. Mana yang lebih besar Muhammad atau Jibril???
5. Bagaimana Surga menurut Islam???
6. Sebutkan Alam2 kehidupan apa saja yang diajarkan Islam, selain setan, jin, surga, neraka???

Ini dulu deh udah panjang sih. Sorry bro yang ini bukan untuk diperdebatkan, saya cuma ingin tahu saja, jadi tuliskan semua yang kalian pahami.

tanggapan 2

  • wisdomgod // Januari 20, 2009 pada 11:42 am

    Muhammad bukanlah Maitreya, part 1
    Klaim bahwa Muhammad adalah Maitreya didasarkan pada beberapa kesamaan antara ramalan Buddha Gautama dengan kehidupan Muhammad. Tetapi klaim ini kebanyakan hanya mengada-ada dan menghubung-hubungkan dengan tidak logis. Bahkan klaim ini tidak mempedulikan aspek-aspek dari ramalan Buddha Gautama yang dengan jelas menyebutkan kapan dan dalam kondisi seperti apa seperti apa keadaan Buddha Maitreya muncul. Selain itu, ketidaksesuaian ajaran antara Buddha Gautama dengan ajaran Muhammad dalam hal-hal yang mendasar patut dipertanyakan karena seharusnya ajaran Buddha dari masa ke masa adalah sama.

    Tulisan ini bukan bertujuan untuk menjelek-jelekkan agama lain, tetapi untuk memberi penjelasan berdasarkan kitab-kitab suci Buddhis kenapa Muhammad tidak mungkin adalah Maitreya. Fokus tulisan ini karena itu adalah perbedaan fakta sejarah kehidupan Muhammad dengan ramalan Buddha Gautama dan perbedaan ajaran antara Islam dan Buddhisme yang sangat mendasar.

    A. Ketidakcocokan dengan ramalan
    Buddha Maitreya akan datang setelah ajaran Buddha Gautama dilupakan

    Suatu hari ketika Buddha Gotama tinggal di hutan Banyan di Kapilavastu, Bhikkhu Sariputta mendekati beliau dan mengajukan pertanyaan kepada Buddha tentang Buddha yang akan datang. Dia berkata:

    “Pahlawan yang akan mengikuti Anda sebagai Buddha, seperti apakah Dia?

    Berdasarkan catatan semata, aku tidak dapat memahami. Nyatakanlah kepadaku, Yang Mahatahu.”

    Buddha kemudian menyatakan :

    “… siklus Kami adalah siklus yang bahagia.

    Ketiga pemimpin Buddha sudah pernah hidup

    Pemimpin Buddha Kakusandha, Konagamana dan Kassapa

    Buddha sekarang adalah Aku

    Namun setelah Aku, Maitreya akan datang

    Sementara siklus yang bahagia ini masih berlangsung…”

    (Anagata-vamsa, Chronicles of Future Buddhas)

    “Setelah kepergianku, lebih dahulu akan ada kemerosotan dan pelenyapan ajaranKu. Ini akan terjadi dalam 5 tahap:

    Lenyapnya pencapaian. Ketika tidak ada lagi bhikkhu yang mencapai tingkat kesucian
    Lenyapnya metode. Ketika tidak ada lagi Bhikkhu yang menjalankan peraturan para Bhikkhu yang berjumlah 227. Jumlah peraturan yang diikuti akhirnya hanya akan ada 4 (4 parajika, peraturan yang paling dasar) dan setelah tidak ada bhikkhu yang menjalankan 4 parajika, metode lenyap.
    Lenyapnya ajaran. Ketika Tripitaka lenyap dari dunia dan manusia tidak mampu mengingat 4 baris syair Dharma:

    Jangan berbuat jahat

    Sempurnakan kebajikan

    Sucikan hati dan pikiran

    Itulah ajaran para Buddha
    Lenyapnya simbol-simbol. Ketika Bhikkhu-bhikkhu merosot cara hidupnya, menanggalkan jubah dan memakai carikan kain kuning. Mereka akan berdagang dan menikah. Ketika mereka membuang carikan kain kuning dan mulai melakukan pembunuhan terhadap binatang, simbol telah lenyap.
    Lenyapnya relik-relik. Setelah 5000 tahun, relik-relik Buddha akan gagal mendapatkan penghormatan yang semestinya. Relik-relik tersebut tidak akan dihormati dimanapun. Relik-relik itu akan terbakar dengan sendirinya tanpa meninggalkan sisa setelah melakukan keajaiban-keajaiban yang disaksikan oleh para dewa.

    Yang dapat dilihat secara jelas adalah bahwa saat ini Para anggota sangha, para bhikkhu masih memakai jubah dan menjalankan peraturan-peraturan kebhikkhuan secara lengkap, ajaran Buddha dalam tripitaka masih lengkap, dan relik-relik Buddha masih dihormati di banyak tempat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masa kedatangan Buddha Maitreya masih sangat lama.

    Siapapun yang mengklaim dirinya atau orang lain sebagai Maitreya pada saat ini jelas tidak dapat dipercaya. Muhammad lahir pada tahun 570 Masehi, sekitar 1000 tahun setelah Buddha Gautama. Sedangkan Ajaran Buddha baru akan hilang 5000 tahun setelah Buddha.

    Buddha Maitreya akan datang setelah masa kegelapan berlalu

    Menurut Cakkavati Sihanada Sutta, disebutkan bahwa setelah Ajaran Buddha hilang dari dunia, akan terjadi masa kegelapan dimana umur manusia semakin berkurang karena moral manusia menurun:

    “Para bhikkhu, demikianlah, karena dana-dana tidak diberikan kepada orang-orang miskin maka kemelaratan meluas… mencuri… kekerasan… pembunuhan… berdusta… memfitnah… perzinahan… kata-kata kasar dan membual… iri hati dan dendam … pandangan sesat… berzinah dengan saudara sendiri, keserakahan dan pemuasan nafsu… hingga kurang berbakti kepada orang tua, kurang hormat kepada para samana dan pertapa dan kurang patuh kepada pemimpin masyarakat berkembang dan meluas. Karena hal-hal ini berkembang dan meluas maka batas usia kehidupan dan kecantikan manusia berkurang, sehingga batas usia kehidupan manusia pada masa itu adalah 250 tahun, akan tetapi batas usia kehidupan anak-anak mereka hanya 100 tahun.

    Para bhikkhu, akan tiba suatu masa ketika keturunan dari manusia itu akan mempunyai batas usia kehidupan hanya 10 tahun. Di antara orang-orang yang batas usia kehidupan mereka 10 tahun, umur lima tahun bagi wanita merupakan usia perkawinan. Pada masa kehidupan orang-orang ini, makanan seperti dadi susu (ghee), mentega, minyak tila, gula dan garam akan lenyap. Bagi mereka ini, biji-bijian kudrusa akan merupakan makanan yang terbaik. Seperti pada masa sekarang, nasi dan kari merupakan makanan yang terbaik, begitu pula biji-bijian kudrusa bagi mereka. Pada masa orang-orang itu, sepuluh macam cara melakukan perbuatan baik akan hilang, sedangkan sepuluh macam cara melakukan perbuatan jahat akan berkembang dengan cepat, di antara mereka tidak ada lagi kata-kata yang menyebut tentang perbuatan baik — Siapa yang akan melakukan perbuatan baik? Di antara mereka tidak ada lagi rasa berbakti kepada orang tua, tidak ada lagi rasa menghormat kepada para samana dan pertapa serta tidak ada lagi kepatuhan kepada para pemimpin masyarakat. Kalau seperti sekarang orang-orang masih berbakti kepada orang tua, menghormat kepada para samana dan pertapa serta patuh kepada para pemimpin, namun pada masa orang-orang… yang batas usia kehidupan mereka hanya 10 tahun, rasa berbakti, hormat dan patuh tidak ada lagi.

    Para bhikku, di antara orang-orang yang batas usia kehidupan mereka 10 tahun tidak akan ada lagi (pikiran yang membatasi untuk kawin dengan) ibu, bibi dari pihak ibu, bibi dari pihak ayah, bibi dari pihak ayah yang merupakan istri dari kakak ayah atau istri guru. Dunia akan diisi oleh cara bersetubuh dengan siapa saja, bagaikan kambing, domba, burung, babi, anjing dan srigala.
    Di antara orang-orang ini saling bermusuhan yang kuat akan menjadi hukum, perasaaan yang benci yang hebat, dendam yang kuat serta keinginan membunuh dari ibu terhadap anaknya, anak terhadap ibunya, ayah terhadap anaknya, anak terhadap ayahnya, kakak terhadap adiknya, adik terhadap kakaknya dan seterusnya… Hal ini terjadi bagaikan pikiran dari para olahragawan yang menghadiri pertandingan, begitulah pikiran mereka.

    Para bhikku, bagi orang-orang yang batas kehidupan mereka 10 tahun itu akan muncul suatu masa, yaitu munculnya pedang selama seminggu. Selama masa ini mereka akan melihat individu lain sebagai binatang liar: pedang tajam akan nampak selalu tersedia di tangan mereka dan mereka berpikir: ‘Individu ini adalah binatang liar.’ Dengan pedang mereka saling membunuh.
    Sementara itu ada orang-orang tertentu yang berpikir: ‘Sebaiknya kita jangan membunuh atau kita tidak membiarkan orang lain membunuh kita. Marilah kita menyembunyikan diri ke dalam belukar, ke dalam hutan, ke cekungan di tepi sungai, ke dalam gua gunung dan kita hidup dengan akar-akaran atau buah-buahan di hutan.’ Mereka akan melaksanakan hal ini selama seminggu. Pada hari ke tujuh mereka keluar dari belukar, hutan, cekungan dan gua, mereka akan saling berangkulan dan akan saling membantu, dengan berkata: ‘O, kami masih hidup! Senang sekali melihat anda masih hidup!’
    Para bhikkhu, pada orang-orang itu akan muncul keinginan-keinginan sebagai berikut : ‘Karena kita melakukan cara-cara yang jahat, maka kita kehilangan banyak sanak saudara. Marilah kita berbuat kebajikan-kebajikan. Sekarang, kebajikan apakah yang dapat kita lakukan? Marilah kita berusaha untuk tidak melakukan pembunuhan. Itu merupakan perbuatan baik yang dapat kita lakukan.’ Mereka akan berusaha untuk tidak membunuh, hal yang baik ini mereka laksanakan terus. Karena melaksanakan kebajikan ini maka akibatnya batas usia kehidupan dan kecantikan mereka bertambah. Bagi mereka yang batas usia hanya 10 tahun, akan tetapi batas usia kehidupan anak-anak mereka mencapai 20 tahun.

    Para bhikkhu, hal-hal seperti ini akan terjadi pada orang-orang yang batas usia kehidupan mereka 20 tahun: ‘Sekarang, karena kita mengikuti dan melaksanakan kebajikan maka batas usia kehidupan dan kecantikan kita bertambah. Marilah kita meningkatkan kebajikan kita. Marilah kita berusaha untuk tidak mengambil apa yang tidak diberikan, kita berusaha untuk tidak berzinah, kita berusaha untuk tidak berdusta, kita berusaha untuk tidak memfitnah, kita berusaha untuk tidak mengucapkan kata-kata kasar, kita berusaha untuk tidak membual, kita berusaha untuk tidak serakah, kita berusaha untuk tidak membenci, kita berusaha untuk tidak berpandangan sesat, kita berusaha untuk tidak melakukan tiga hal berikut, yaitu: tidak bersetubuh dengan keluarga sendiri, tidak tamak dan tidak memuaskan nafsu. Marilah kita berbakti kepada orang tua kita, kita menghormati para samana dan pertapa serta kita patuh kepada pemimpin masyarakat. Marilah kita selalu melaksanakan kebajikan-kebajikan ini.’
    Demikianlah mereka akan selalu melaksanakan kebajikan: tidak mengambil apa yang tidak diberikan… berbakti kepada ke dua orang tua, menghormat para samana dan pertapa serta patuh kepada pemimpin masyarakat. Karena mereka melaksanakan kebajikan-kebajikan itu, maka batas usia kehidupan anak-anak dan kecantikan manusia bertambah, sehingga mereka yang batas usia kehidupan hanya 20 tahun, akan tetapi batas usia kehidupan anak-anak mereka mencapai 40 tahun. Selanjutnya, bagi mereka yang batas usia kehidupan hanya 40 tahun, akan tetapi batas usia kehidupan anak-anak mereka mencapai 80 tahun; …. anak-anak mereka mencapai 160 tahun;… anak-anak mereka mencapai 320 tahun;… anak-anak mereka mencapai 640 tahun;… anak-anak mereka mencapai 2.000 tahun;… anak-anak mereka mencapai 4.000 tahun;… anak-anak mereka mencapai 8.000 tahun;… anak-anak mereka mencapai 20.000 tahun; anak-anak mereka mencapai 40.000 tahun; dan mereka yang pada masa itu hanya berbatas usia kehidupan 40.000 tahun, akan tetapi anak-anak mereka akan mencapai batas usia kehidupan 80.000 tahun.”

    Jadi sebelum Budha Maitreya datang, akan ada masa kegelapan dimana usia manusia sangat rendah, ketidakbajikan merajalela, incest tidak dilarang, dan terjadi pemusnahan besar manusia karena mereka saling membunuh.

    Karena masa kegelapan ini belum datang, maka jelas bahwa kedatangan Buddha Maitreya masih sangat jauh.

    Buddha Maitreya akan datang dalam masa kemakmuran

    “Para bhikkhu, di antara orang-orang yang batas usia kehidupan mereka 80.000, maka usia perkawinan bagi wanita adalah pada usia 500 tahun. Pada masa orang-orang ini hanya akan ada tiga macam penyakit — keinginan, lupa makan dan ketuaan. Pada masa kehidupan orang-orang ini Jambudipa akan makmur dan jaya, desa-desa, kampung-kampung, kota-kota dan kota-kota kerajaan akan berdekatan satu dengan yang lain sehingga ayam jantan dapat terbang dari satu kota ke kota yang lain. Pada masa kehidupan orang-orang ini, Jambudipa — bagaikan avici — akan penuh dengan penduduk bagaikan hutan yang dipenuhi semak belukar. Pada masa kehidupan orang-orang ini, kota Baranasi yang kita kenal sekarang akan bernama Ketumati yang merupakan kota kerajaan yang besar dan makmur, berpenduduk banyak dan padat serta berpangan cukup. Pada masa kehidupan orang-orang ini, di Jambudipa akan terdapat 84.000 kota dengan Ketumati sebagai ibu kota.

    Para bhikkhu, pada masa kehidupan orang-orang ini di Ketumati, ibu kota kerajaan, akan muncul seorang raja Cakkavatti bernama Sankha, yang jujur, memerintah berdasarkan kebenaran, penguasa empat penjuru dunia, penakluk, pelindung rakyatnya dan pemilik tujuh macam permata, yaitu: cakka, gajah, kuda, permata, wanita (istri), kepala rumah tangga dan panglima perang. Ia akan memiliki keturunan lebih dari 1000 orang yang merupakan ksatriya-ksatriya digjaya, penakluk musuh-musuh. Ia akan menguasai dunia sampai ke batas lautan, tetapi ia menguasai dunia ini bukan dengan kekerasan atau dengan pedang melainkan dengan kebenaran.

    Para bhikkhu, pada masa kehidupan orang-orang ini, di dalam dunia akan muncul seorang Bhagava Arahat Sammasambuddha bernama Metteyya (Maitreya), yang sempurna dalam pengetahuan dan pelaksanaannya, sempurna menempuh jalan, pengenal segenap alam, pembimbing manusia yang tiada taranya, yang sadar serta yang patut dimuliakan, yang sama seperti saya sekarang. Ia, dengan dirinya sendiri akan mengetahui dengan sempurna dan melihat dengan jelas alam semesta bersama alam-alam kehidupan para dewa, brahma, mara, serta para samana, para pertapa, para pangeran dan orang-orang lainnya, seperti apa yang saya tahu dengan sempurna dan lihat dengan jelas sekarang. Dhamma kebenaran yang indah pada permulaan, indah pada pertengahan dan indah pada akhir akan dibabarkan dalam kata-kata dan semangat, kehidupan suci akan dibina dan dipaparkan dengan sempurna dengan penuh kesucian, seperti yang saya lakukan sekarang. Ia akan diikuti oleh beberapa ribu bhikkhu sangha, seperti saya sekarang ini yang diikuti oleh beberapa ratus bhikkhu sangha.”

    Bisa dilihat bahwa pada saat ini,

    – Tidak ada raja yang sangat berkuasa bernama Sankha yang memerintah dengan adil. Di zaman Nabi Muhammad juga tidak ada raja seperti itu

    – Usia manusia belum mencapai 80.000 tahun

    – Kehidupan manusia belum semakmur seperti yang diceritakan dalam Cakkavati Sihanada Sutta, dimana tidak ada perang dan kebanyakan penyakit hilang.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedatangan Buddha Maitreya tidak mungkin terjadi sekarang.

    Apalagi umur Nabi Muhammad SAW tidak sampai 80.000 tahun. Padahal Buddha Gautama mengatakan:

    “Usia Buddha Maitreya adalah 80.000 tahun. Berada di dunia, beliau akan membawa banyak orang menyebrang”

    Seorang Buddha mempunyai 32 tanda manusia besar.

    Seorang Buddha di masa lalu maupun masa yang akan datang akan memiliki ciri-ciri fisik yang sama. Ciri-ciri ini berjumlah 32, dan terdapat dalam kitab-kitab Veda agama Hindu sebagai Maha Purisa Lakkhana (Tanda-tanda manusia agung). Buddha Gautama menjelaskan tentang hal ini dalam Lakkhana Sutta (Sutta Pitaka,Digha Nikaya):

    “Para bhikkhu, apakah 32 Maha Purisa Lakkhana yang menyebabkan hanya ada dua kemungkinan cara hidupnya dan tidak ada yang lain, jika ia hidup sebagai manusia biasa, maka ia akan menjadi raja dunia (cakkavati), … maka ia akan menjadi Arahat Samma Sambuddha; yaitu:

    1. Telapak kaki rata (suppatitthita-pado). Ini merupakan satu lakkhana dari Maha Purissa.

    2. Pada telapak kakinya terdapat cakra dengan seribu ruji, lingkaran dan pusat dalam bentuk sempurna.

    3. Tumit yang bagus (ayatapanhi).

    4. Jari-jari panjang (digha-anguli)

    5. Tangan dan kaki yang lembut serta halus (mudutaluna).

    6. Tangan dan kaki bagaikan jala (jala-hattha-pado).

    7. Pergelangan kaki yang agak tinggi (ussankha-pado).

    8. Kaki yang bagaikan kaki kijang (enijanghi)

    9. Kedua tangan dapat menyentuh atau menggosok kedua lutut tanpa membungkukkan badan.

    10. Kemaluan terbungkus selaput (kosohitavattha-guyho).

    11. Kulitnya bagaikan perunggu berwarna emas (suvannavanno)

    12. Kulitnya sangat lembut dan halus / sehingga tidak ada debu yang dapat melekat pada kulit

    13. Pada setiap pori kulit ditumbuhi sehelai bulu roma.

    14. Rambut yang tumbuh pada pori-pori berwarna biru-hitam.

    15. Potongan tubuh yang agung (brahmuiu-gatta).

    16. Tujuh tonjolan (sattussado), yaitu pada kedua tangan, kedua kaki, kedua bahu dan badan.

    17. Dada bagaikan dada singa (sihapubbaddha kayo).

    18. Pada kedua bahunya tak ada lekukan (citantaramso).

    19. Tinggi badan sama dengan panjang rentangan kedua tangan, bagaikan pohon (beringin), Nigroda.

    20. Dada yang sama lebarnya (samavattakkhandho).

    21. Indera perasa sangat peka (rasaggasaggi).

    22. Rahang bagaikan rahang singa (siha-banu).

    23. Empat puluh buah gigi (cattarisa-danto).

    24. Gigi-geligi rata (sama-danto).

    25. Antara gigi-gigi tak ada celah (avivara-danto).

    26. Gigi putih bersih (susukka-datho).

    27. Lidah panjang (pahuta-jivha).

    28. Suara bagaikan suara-brahma, seperti suara burung Karavika.

    29. Mata biru (abhinila netto).

    30. Bulu mata lentik, bagaikan bulu mata sapi (gopakhumo).

    31. Di antara alis-alis mata tumbuh sehelai rambut halus, putih bagaikan kapas yang lembut.

    32. Kepala bagaikan berserban (unhisasiso).”

    Seseorang yang ingin mengklaim bahwa dirinya adalah Buddha, harus mempunyai 32 tanda ini. Muhammad tidak pernah disebutkan memiliki tanda-tanda tersebut. Kita memang tidak dapat membuktikan apakah Muhammad mempunyai ciri-ciri tersebut karena tidak ada gambaran fisik tentang Muhammad yang dilestarikan oleh umat Islam.

    Proklamasi kedatangan Buddha Maitreya

    Sebelum Bodhisattva Maitreya lahir terakhir kalinya sebagai manusia, para dewa dan Brahma akan mengumumkan kedatangannya 1000 tahun sebelumnya. Umat manusia yang pada saat itu masa hidupnya berusia 80.000 tahun akan hidup dalam penantian 1000 tahun lamanya sebelum Buddha Maitreya benar-benar lahir.

    (Seorang Calon Buddha disebut Bodhisattva sebelum mencapai pencerahan sempurna)
    Buddha Maitreya dilahirkan dan dibesarkan dalam beberapa kondisi

    · Boddhisattva akan menjadi anak dari Kepala Pendeta Kerajaan, yang bernama Subrahma, dan ibunya akan bernama Brahmavati (disebutkan dalam Visudhi Magga Bab XIII, 127)

    · Beliau akan dinamai Ajita, dan akan memiliki 32 tanda utama dan 80 tanda tambahan yang biasa dimiliki oleh Raja Dunia dan Buddha (daftar 80 tanda minor ada dalam pendahuluan Dasabodhisattuppattikatha/ The Birth-stories of the Ten Bodhisattas)

    · Kondisi kelahiran yang menakjubkan:

    Ibunya melahirkan Beliau dalam keadaan berdiri dan di dalam hutan. Bodhisattva akan dilahirkan di taman rusa Isipatana…Ia dilahirkan tanpa noda…Segera setelah lahir beliau akan berjalan ke utara, memeriksa empat penjuru, dan mengumumkan bahwa beliau adalah yang termulia di dunia…tujuh hari setelah Bodhisattva dilahirkan, ibunya meninggal dan terlahir di alam dewa Tusita.

    · Beliau akan menjalani kehidupan sebagai perumah tangga selama 8000 tahun.

    · Beliau akan mempunyai empat istana yang bernama Sirivaddha, Vaddhamana, Siddhattha, and Candaka. Ia akan mempunyai 100.000 gadis penari.

    · Istrinya akan bernama Candamukhi (Dasavatthuppakarana) dan anaknya bernama Brahmavaddhana

    Jelas sekali Muhammad tidak memenuhi semua ramalan di atas.
    Muhammad tidak mungkin lahir di hutan. Di Arab tidak ada hutan
    Muhammad tidak bernama Ajita. Ia bukan anak kepala pendeta kerajaan
    Semua Buddha segera setelah lahir langsung dapat berjalan dan berbicara, sementara tidak ada catatan Muhammad melakukan hal yang sama.
    Ibunya meninggal pada waktu Muhammad berusia 6 tahun, bukan 7 hari
    Muhammad tidak punya istana dan gadis penari, nama istri dan anaknya juga beda.

    Bandingkan dengan fakta historis Muhammad di bawah:

    Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul-Muththalib bin Hâsyim bin ‘Abd al-Manâf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’b.[1]

    Ibunya bernama Aminah binti Wahab bin ‘Abd Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’b.[1]

    Istrinya bernama Khadijah (dan lain-lain) dan anaknya bernama Fatimah.

    Buddha Maitreya dan pengikutnya meninggalkan keduniawian

    “He will become averse to sensual pleasures. Not looking for the unsurpassed, great happiness and bliss in seeking honour, he will go forth.”

    (Anagata-vamsa)

    “kehidupan suci akan dibina dan dipaparkan dengan sempurna dengan penuh kesucian, seperti yang saya lakukan sekarang”

    (Cakkavati Sihanada Sutta)

    Semua Bodhisattva memutuskan untuk meninggalkan keduniawian setelah mereka melihat empat tanda (orang tua, orang sakit, orang mati, dan seorang pertapa), dan setelah mereka mendapatkan seorang putra. Cerita Bodhisattva Ajita secara detil diceritakan dalam Dasabodhisatta- uddesa:

    Pada umur delapan ribu tahun, Bodhisattva akan mengendarai kereta yang mirip istana dewa dan ketika beliau pergi ke taman istana, beliau akan melihat empat tanda. Beliau akan mengembangkan perasaan tidak puas pada dunia, dan melepaskan keduniawian.

    Beliau akan mencukur rambut dan memakai jubah kuning. Bodhisattva kemudian akan pergi ke salah satu istananya. Diikuti oleh para pengikutnya (yang mencontoh beliau meninggalkan keduniawian), beliau akan duduk di bawah pohon Naga dan bermeditasi selama 7 hari sebelum mencapai pencerahan sempurna.

    Seperti Buddha Gautama yang meninggalkan keduniawian, meninggalkan anak dan istri dan menjadi pertapa, begitu pulalah yang dilakukan oleh Buddha Maitreya.

    Disini terlihat perbedaan yang sangat mencolok karena seperti yang kita tahu bahwa:

    · Muhammad tidak meninggalkan keluarganya sewaktu mendapatkan wahyu pertama

    · Muhammad tidak hidup selibat, ataupun memakai jubah pertapa, dll

    · Muhammad malah kawin lagi, mengambil 9 istri (minimal) setelah kematian istri pertamanya.

    · Muhammad mendapat wahyu di dalam gua, bukan di bawah pohon.

    · Muhammad menjadi pemimpin politik dan menguasai daerah-daerah. Hal ini juga terus dilakukan oleh penerusnya, para kalifah.

    Hal ini sangatlah berbeda dengan ramalan Buddha Gautama yang mendeskripsikan Maitreya sebagai penerusnya yang akan hidup dengan cara yang mirip dan mengajarkan ajaran yang sama.

    Satu dari teks awal yang menyebutkan Maitreya adalah teks Sansekerta, Maitreyavyakaraṇa (The Prophecy of Maitreya), yang menyatakan bahwa dewa, manusia, dan makhluk lain akan memuja Maitreya dan:

    “akan hilang rasa ragunya, dan arus nafsu keinginan mereka akan terpotong; bebas dari penderitaan mereka akan menyebrang lautan kelahiran kembali; dan, sebagai hasil dari ajaran Maitreya, mereka akan menjalani kehidupan suci. Tak akan lagi mereka menganggap apapun sebagai milik mereka, mereka tidak akan mempunyai kepemilikan, tak ada emas atau perak, tak ada rumah, tak ada keluarga! Tapi mereka akan menjalankan kehidupan suci selibat di bawah petunjuk Maitreya. Mereka akan merobek jaring nafsu, mereka akan dapat memasuki samadhi, dan mereka akan mendapat banyak kebahagiaan karena mereka menjalankan kehidupan suci di bawah bimbingan Maitreya. (Trans. in Conze 1959:241)

    http://id.wikipedia.org/wiki/maitreya
    Buddha Maitreya datang pada saat keadaan dunia berubah

    Kedatangan Maitreya ditandai oleh beberapa kejadian fisik. Lautan diprediksi akan berkurang ukurannya, yang membuat Maitreya dapat menyebrang secara bebas.

    Di dalam Buddhavacana Maitreya Bodhisattva Sutra disebutkan:

    “O, Arya Sariputra! Pada saat Buddha baru tersebut dilahirkan di dunia Jambudvipa. Situasi dan kondisi dunia Jambudvipa ini jauh lebih baik daripada sekarang! Air laut agak susut dan daratan bertambah. Diameter permukaan laut dari keempat lautan masing-masing akan menyusut kira-kira 3000 yojana, Bumi Jambudvipa dalam 10.000 yojana persegi, persis kaca dibuat dari permata lazuardi dan permukaan buminya demikian rata dan bersih”

    Buddha Maitreya memiliki fisik yang berbeda dengan manusia masa kini.

    Dikisahkan bahwa karena kebajikan mereka, manusia di masa depan akan berkembang tubuhnya. Badan mereka akan menjadi sangat besar. Badan manusia masa sekarang kecil karena banyak melakukan ketidakbajikan.

    Many details are given about the physical appearance of Buddha Metteyya. He will be eighty-eight cubits high. His chest will be twenty-five cubits in diameter. There will be twenty-two cubits from the soles of his feet to the knees, from the knees to the navel, from the navel to the collar bone, and from the collar bone to the apex of his head. His arms will be twenty-five cubits long. The collar bones will be five cubits. Each finger will be four cubits. Each palm will be five cubits. The circumference of the neck will be five cubits. Each lip will be five cubits. The length of his tongue will be ten cubits. His elevated nose will be seven cubits. Each eye socket will be seven cubits. The eyes themselves will be five cubits. The Anagatavamsa says his eyelashes will be thick, that the eyes will be broad and pure, not winking day or night; and that with his physical eye, he will be able to see large and small things all around for ten leagues without obstruction. The space between the eyebrows will be five cubits.(126) The eyebrows will be five cubits. Each ear will be seven cubits. The circumference of his face will be twenty-five cubits. The spiral of the protuberance on his head will be twenty-five cubits.

    10. Maitreya bukanlah yang terakhir

    Muslim percaya bahwa Muhammad adalah nabi terakhir bagi dunia. Hal ini ditegaskan oleh Muhammad sendiri. Namun menurut Buddhis, Maitreya bukanlah yang terakhir karena masih akan ada Buddha yang lain.

    Uttamo Metteyyo Ramo Pasenadi Kosalo ca

    Abhibhu Dighasoni ca Candani ca Subo Todeyyabrahmano

    Nalagiri Palaleyyo bodhisatta anukkamena

    Sambodhim labhanti anagate.

    Buddha Gotama predicted as follows:

    In the future (ten) Bodhisattas will attain full awakening in the following order:

    the most honourable (Ariya) Metteyya,(King) Rama, (King) Pasenadi of Kosala, (the Deva) Abhibhu, (the Asura Deva) Dighasoni, (theBrahman) Candani, (the young man) Subha, the Brahman Todeyya, (theelephant) Nalagiri, and (the elephant) Palaleya.(Anagatavamsa, bait pertama)

  • Ketidakcocokan ajaran

    1.Kelahiran kembali dan karma

    Salah satu perbedaan besar ajaran Buddha dan ajaran Muhammad adalah mengenai masalah kelahiran kembali dan Karma. Buddha Gautama dengan sangat spesifik menyatakan bahwa kelahiran kembali adalah pasti, dan lebih jauh menceritakan banyak kelahiran-Nya yang terdahulu.

    Catatan mengenai kelahiran terdahulu Siddharta Gautama ini terkumpul di banyak tempat di Tripitaka. Contohnya:
    Jataka (Theravada). Kitab yang menceritakan kisah 547 kelahiran Bodhisattva yang terdahulu.
    Jatakamala (Mahayana). Kitab Jataka versi Mahayana dengan cerita yang lebih sedikit tetapi lebih mudah dimengerti dan lebih menekankan aspirasi pencapaian KeBuddhaan.
    Sutra Tentang Yang Bijak dan Yang Dungu (Mahayana). Menceritakan banyak cerita kelahiran kembali dan hukum sebab akibat (karma) yang dialami oleh Bodhisattva maupun murid-murid Buddha pada kelahiran sebelumnya.

    Semua kitab di atas menceritakan kisah yang sama, yaitu bagaimana seorang Bodhisattva harus berjuang melalui banyak kelahiran untuk menyempurnakan kualitas-kualitas baik dan perbuatan bajiknya. Perbuatan bajik yang tidak mungkin dapat disempurnakan dalam satu kelahiran. Kesempurnaan (Paramita) yang disempurnakan melalui kelahiran yang tak terhitung jumlahnya. Kesempurnaan Berdana (Perfection of giving) misalnya, dicapai ketika Bodhisattva memberikan:

    a. Hartanya, anak-anaknya, dan istrinya (Vessantara Jataka)

    b. Organ tubuhnya (Maitribhala Jâtaka – Kisah Tentang Kekuatan Belas kasih)

    c. Hidupnya. (contoh: Vyaghri Jataka)

    Muhammad tidak pernah memberikan ajaran tentang bagaimana tidak mementingkan diri sendiri dan memberikan hidup sendiri untuk kebahagiaan orang lain.

    Apa yang diajarkan Muhammad sangatlah berbeda. Ia mengajarkan akhir jaman (kiamat) yang serupa dengan agama Kristen dan Yahudi dimana semua orang akan diadili sesuai perbuatannya pada masa hidupnya. Manusia hanya hidup satu kali. Tak ada hukum karma yang berlanjut di kehidupan mendatang.

    2. Beliau akan menceritakan Buddha Gautama secara jelas dan mendetil

    Buddha Maitreya akan secara jelas menceritakan kisah-kisah mengenai Buddha sebelumnya, termasuk Buddha Gautama. Seperti juga Buddha Gautama yang telah menceritakan secara jelas 24 Buddha sebelum Beliau.

    “He will tell the story of one of his past lives (Jataka) whenever necessary, and he will teach the Buddhavamsa (The Chronicle of Buddhas) to a gathering of his relatives.”

    Para bhikkhu, berdasarkan pengertiannya yang sempurna tentang Dhamma-dhatu, maka Tathagata dapat mengingat kembali para Buddha yang lampau. Karena ia telah mencapai kesempurnaan, telah melenyapkan semua kekotoran batin, telah menghancurkan semua rintangan, telah memutuskan lingkaran kehidupan dan terbebas dari penderitan. Demikianlah, sehingga ia dapat mengingat kelahiran para Buddha, nama mereka, keturunan mereka, keluarga mereka, panjang usia kehidupan mereka, pasangan murid utama mereka, bhikkhu pembantu mereka, kelompok bhikkhu yang datang berkumpul; maka ia dapat berkata: “Demikian itulah kelahiran dari para Bhagava, nama mereka, keturunan mereka, keluarga mereka, sila (moral) mereka, Dhamma mereka, kebijaksanaan mereka, bagaimana mereka hidup dan bagaimana mereka mencapai kesucian.”

    (Mahapadana Sutta, Digha Nikaya)

    Kenapa Buddha Maitreya menceritakan secara detil tentang Buddha Gautama? Karena mereka pernah bertemu secara langsung dalam beberapa kehidupan. Salah satu pertemuan tersebut diceritakan dalam Vyaghri Jataka, dimana Buddha Maitreya waktu itu adalah siswa senior pertapa yang merupakan kelahiran terdahulu Buddha Gautama. (At different stages of perfection two Bodhisattas may happen to be reborn at the same vicinity at some very rare moments in their life’s journey).

    Nah, Muhammad tidak pernah menceritakan Buddha Gautama dan Buddha-Buddha sebelumnya yang telah diceritakan oleh Buddha Gautama. Maka, sangatlah diragukan apakah Muhammad adalah penerus Buddha Gautama. Padahal Buddha Maitreya dengan sangat jelas diramalkan sebagai penerus garis sislsilah Buddha.

    3. Ahimsa dan cinta terhadap semua makhluk

    Nama Maitreya (sansekerta, bahasa pali: Metteya) berasal dari kata Maitri (pali: Metta) yang artinya cinta kasih. Maitreya berarti `Ia yang memiliki cinta kasih’. Seorang yang diklaim sebagai Maitreya seharusnya mempunyai cinta kasih yang sangat istimewa.

    Dikatakan bahwa ajaran Buddha Gautama menekankan pada pengembangan kebijaksanaan dan ajaran Buddha Maitreya akan menekankan pada cinta kasih. Bukan berarti Maitreya memiliki cinta kasih yang lebih daripada Buddha Gautama dan Buddha Gautama lebih bijaksana. Cinta kasih dan kebijaksanaan semua Buddha adalah sama, yang berbeda hanyalah pada penekanan ajaran.

    Tidaklah cukup mengatakan bahwa Muhammad dan ajarannya, Islam, memiliki cinta kasih, atau Tuhan agama mereka adalah Maha-Pengasih, dll, untuk menyamakan Muhammad dan Maitreya. Masalahnya cinta kasih yang dimengerti dalam ajaran Buddha tidaklah sama dengan cinta kasih yang dimengerti pada umumnya.

    Cinta kasih dalam ajaran Buddha berarti cinta kasih pada semua makhluk di dunia, bahkan terhadap serangga terkecil sekalipun.

    “Tak berbuat kesalahan walaupun kecil

    Yang dapat dicela oleh para bijaksana

    Hendaklah ia berpikir

    Semoga semua makhluk berbahagia dan tentram

    Semoga semua makhluk berbahagia

    Makhluk hidup apa pun juga,

    Yang lemah dan kuat tanpa kecuali

    Yang panjang atau besar,

    Yang sedang, pendek, kecil, atau gemuk

    Yang tampak atau tak tampak,

    Yang jauh atau pun dekat

    Yang telah lahir atau akan lahir

    Semoga semua makhluk berbahagia

    ….

    Bagaikan seorang ibu mempertaruhkan jiwanya

    Melindungi anaknya yang tunggal

    Demikianlah terhadap semua makhluk

    Dipancarkankannya pikiran kasih sayangnya tanpa batas

    (Karaniya Metta Sutta – Khotbah tentang pengembangan cinta kasih)

    Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa Muhammad bukanlah Maitreya penerus Buddha Gautama. Kenapa? Karena Buddha Maitreya seharusnya mengajarkan praktek pengembangan cinta kasih yang minimal sama dengan Buddha Gautama. Sehingga Maitreya juga akan mengajarkan cinta pada semua makhluk dan mengajarkan ahimsa (tanpa kekerasan). Pembunuhan makhluk lain akan dicela sebagai perbuatan buruk dan mengakibatkan karma negatif.

    Sementara Muhammad tidak mengajarkan hal tersebut. Bahkan membunuh manusia dan perang dalam kondisi tertentu diperbolehkan, apalagi membunuh binatang. Muhammad dikatakan menyukai beberapa binatang (contohnya Unta) dan melarang mereka dibunuh. Tetapi beberapa binatang dibunuh dengan sengaja. Contohnya, dalam Islam, ada upacara kurban yang membunuh banyak ternak yang merupakan upacara religius wajib.

    Upacara kurban sangat bertentangan dengan konsep cinta kasih kepada semua makhluk. Upacara kurban juga secara spesifik ditentang/dikritik oleh Buddha Gautama. Buddha berkata bahwa upacara kurban yang benar dan mulia adalah:

    “Brahmana, dalam pelaksanaan upacara tidak ada sapi, kambing, unggas, babi yang dibunuh atau tidak ada makhluk hidup mana pun yang dibunuh. Tidak ada pohon yang ditebang untuk dijadikan tiang, tidak ada rumput ‘Dabba’ yang disabit dan diletakkan di sekeliling tiang. Para pekerja dan pembantu atau pekerja yang bekerja, tidak ada yang diancam dengan cambuk atau tongkat, sehingga tidak ada tangisan maupun air mata bercucuran di wajah mereka. Siapa yang ingin membantu, ia bekerja; ia yang tidak mau membantu, tidak bekerja. Setiap orang melakukan sesuai apa yang ia inginkan; melakukan atau tidak melakukan. Upacara dilaksanakan dengan hanya menggunakan ghee, minyak, mentega, susu, madu dan gula.

    (Kutadanta Sutta –Sutta Pitaka Digha Nikaya)

    Dalam salah satu kisah jataka juga disinggung tentang upacara kurban dimana upacara pengorbanan hewan dikatakan sebagai hal yang sia-sia.

    4. Tentang Tuhan

    Buddhisme jelas-jelas menolak ide tentang Tuhan Pencipta. Hal ini telah berkali-kali ditegaskan oleh Buddha Gautama dalam banyak khotbah. Buddha dengan sendirinya juga menolak metode-metode agama lain yang menawarkan penyatuan dengan Tuhan. Tuhan di India waktu itu dipanggil dengan nama Brahma. Contoh hal ini ada di Tevijja Sutta (khotbah tentang tiga pengetahuan) dimana Buddha mengkritik metode-metode Hindu yang dikatakan dapat membawa penyatuan dengan Brahma. Definisi Buddhism tentang Tuhan sama sekali berbeda dengan definisi agama lain

Posted in buddha, diskusi bebas, islam | 118 Comments »