kosong

berfikir untuk hidup yang lebih baik , dan beriman untuk tuhan yang benar

Arsip untuk ‘agama & kepercayaan’ Kategori

Mengucapkan Selamat Natal dan Hari Raya Agama Lain

Posted by kosongan pada | 25 |Desember| 2008 |

sumber : http://delss.wordpress.com/2007/11/26/mengucapkan-selamat-natal-dan-hari-raya-agama-lain/

Di masa lalu umat Islam jauh lebih kuat dan besar dari umat Kristiani. Bahkan tempat-tempat bersejarah yang dianggap sebagai tempat lahirnya nabi Isa sejak masa khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhusudah berada di tangan umat Islam bahkan hingga pertengahan abad 20.

Sebaliknya, umat kristiani tidak pernah lebih besar dari umat Islam. Kemajuan barat di dua abad terakhir ini tidak bisa diklaim sebagai prestasi agama kristen, bahkan justru sebaliknya. Barat bisa maju peradabannya ketika mereka terbebas dari kungkungan gereja.

Maka sepanjang 14 abad, pandangan muslim kepada pemeluk agama nasrani agak berbeda dengan di masa sekarang ini. Di masa kejayaan umat Islam, umat nasrani dipandang sebagai umat yang minoritas, lemah, tak berdaya dan perlu dikasihani.

Bahkan di Eropa yang sebagiannya dikuasai umat Islam saat itu, begitu banyak pemeluk kristiani yang dilindungi dan disubsidi oleh pemerintah Islam.

Pandangan ini kemudian berubah ketika Barat mengekspansi negeri-negeri muslim di bawahbendera salib. Dan kekuatan salib berhasil menyelinap di balik misi ipmerialisme yang tujuannya Gold, Gospel and Glory. Gospel adalah penyebaran agama kristiani ke dunia Islam.

Sejak saat itulah gambaran umat kristiani berubah dalam perspektif umat Islam. Yang tadinya dianggap umat yang lemah dan perlu dikasihani, tiba-tiba berubah menjadi agresor, penindas, penjajah dan perusak akidah.

Di masa kekuasaan Islam, ayat-ayat Al-Quran dan hadits nabi untuk menyayangi dan berempati kepada pemeluk nasrani kelihatan lebih sesuai dengan konteksnya. Misalnya ayat berikut ini:

Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.” Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. (QS. Al-Maidah: 82)

Al-Quran menggambarkan bahwa orang-orang nasrani adalah orang yang paling dekat persahabatannya dengan umat Islam. Sebab mereka masih mengakui Allah SWT sebagai Allah, juga mengakui keberadaan banyak nabi dan malaikat. Mereka juga percaya adanya kehidupan sesudah kematian (akhirat).

Apalagi di masa kejayaan Islam, umat nasrani sangat sedikit, lemah dan tertindas. Maka di berbagai pusat peradaban Islam, umat nasrani justru disebut dengan zimmy. Artinya adalah orang-orang yang dilindungi oleh umat Islam. Nyawa, harta, keluarga dan hak-hak mereka dijamin oleh pemerintah Islam.

Bahkan suasana itu juga terasa cocok dengan ayat Allah SWT yang lain lagi, yaitu tentang halalnya sembelihan mereka dan dinikahinya wanita ahli kitab oleh laki-laki muslim.

Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal bagi mereka. wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu(QS. Al-Maidah: 5)

Umat Islam mengizinkan mereka mendirikan geraja dan haram hukumnya untuk mengusik ibadah mereka. Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi bahwa mempersilahkan umat kristiani untuk merayakan misa natal di tempat-tempat yang dianggap bersejarah.

Semua itu adalah gambaran suasana kerukunan umat beragama yang sesungguhnya, hasil dari kemajuan peradaban Islam.

Hubungan Islam Nasrani di Zaman Kolonialisme

Tetapi semua itu menjadi hancur berantakan gara-gara kolonialisme. Keserasian umat Islam dengan pemeluk nasrani berubah menjadi perang tiada habisnya. Darah para syuhada membasahi bumi Islam tatkala umat kristiani membonceng mesin perang Barat menjajah negeri, merampas harta benda, membunuh muslim dan membumi hangus peradaban.

Umat kristiani yang tadinya umat lemah tak berdaya dan dilindungi, tiba-tiba berubah menjadi kekuatan yang congkak dan berbalik menjadi penindas umat Islam. Khilafah Islamiyah yang menyatukan umat Islam sedunia dicabik-cabik dan dibelah menjadi puluhan negara jajahan.

Akibat dari kolonilisme itu, pandangan umat Islam terhadap bangsa kristiani pun mulai mengalami pergeseran. Yang tadinya lebih banyak menyebut ayat-ayat tentang kedekatan antara dua agama, sekarang yang lebih terasa justru ayat-ayat yang mempertentangkan keduanya.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk.” Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. Al-Baqarah: 120)

Juga ayat ini:

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. (QS. Ali Imran: 100)

Maka umat Islam berperang melawan nasrani dan menolak bila negerinya dipimpin oleh mereka.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin; sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al-Maidah: 51)

Imbas Kepada Hukum Memberi Ucapan Selamat Natal

Melihat realitas di atas, maka di dalam tubuh umat Islam berkembang dua cara pandang yang berbeda.

Di satu sisi, ada kalanganyang menganggap bahwa nasrani itu bukan musuh, tidak boleh dibunuh atau diperangi. Justru harus dianggap sebagai komunitas yang harus ditolong. Kepada mereka tidak dipaksakan untuk memeluk Islam. Bahkan tidak terlarang untuk hidup berdampingan, saling tolong dan saling hormat, sampai saling memberitahni’ah (congratulation) kepada masing-masing kepercayaan.

Di sisi lain, ada kalangan yang tetap berprinsip bahwa nasrani adalah umat yang harus dimusuhi, diperangi dan tidak bisa dipercaya. Maka kecenderungannya dalam fatwa yang berkembang adalah haram untuk saling mengucapkan tahni’ah di hari raya masing-masing.

Untuk lebih tegasnya bagaimana perbedaan pandangan itu, kami kutipkan fatwa-fatwa dari berbagai ulama terkemuka.

Fatwa Haram Ibnul Qayyim
Pendapat anda yang mengharamkan ucapan selamat natal difatwakan oleh Ibn al-Qayyim Al-Jauziyah. Beliau pernah menyampaikan bila pemberian ucapan “Selamat Natal” atau mengucapkan “Happy Christmas” kepada orang-orang kafir hukumnya haram.

Dalam kitabnya ‘Ahkâm Ahl adz-Dzimmah’, beliau berkata, “Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut kesepakatan para ulama. Alasannya karena hal itu mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka lakukan.

Sikap ini juga sama pernah disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin sebagaimana dikutip dalam Majma’ Fatawa Fadlilah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, (Jilid.III, h.44-46, No.403).

Di negeri kita, tidak sedikit umat Islam yang mengharamkan ucapan selamat natal ini.

Fatwa Yang Membolehkan

Memang pendapat yang membolehkan ini kurang populer di banyak kalangan. Namun kalau kita mau agak teliti dan jujur, rupanya yang menghalalkan tidak sedikit. Bukan hanya Dr. Quraisy Syihab saja, tetapi bahkan Majelis Ulama Indonesia, Dr. Yusuf Al-Qaradawi dan beberapa ulama dunia lainnya, ternyata kita dapati pendapat mereka membolehkan ucapan itu.

Rasanya agak kaget juga, tetapi itulah yang kita dapat begitu kita agak jauh menelitinya. Kami uraikan di sini petikan-petikan pendapat mereka, bukan dengan tujuan ingin mengubah pandangan yang sudah ada. Tetapi sekedar memberikan tambahan wawasan kepada kita, agar kita punya referensi yang lebih lengkap.

Fatwa MUI Tentang Haramnya Natal Bersama, Bukan Ucapan Selamat Natal
Satu yang perlu dicermati adalah kenyataan bahwa MUI tidak pernah berfatwa yang mengharamkan ucapan selamat natal. Yang ada hanyalah fatwa haramnya melakukan natal bersama.

Majelis Ulama Indonesia pada 7 Maret 1981, sebagaimana ditandatangani K.H. M. Syukri Ghozali, MUI telah mengeluarkan fatwa:perayaan natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram

Hal ini juga ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Dien Syamsudin MA, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu menyatakan bahwa MUI tidak melarang ucapan selamat Natal, tapi melarang orang Islam ikut sakramen/ritual Natal.

“Kalau hanya memberi ucapan selamat tidak dilarang, tapi kalau ikut dalam ibadah memang dilarang, baik orang Islam ikut dalam ritual Natal atau orang Kristen ikut dalam ibadah orang Islam, ” katanya.

Bahkan pernah di hadapan ratusan umat Kristiani dalam seminar Wawasan Kebangsaan X BAMAG Jatim di Surabaya, beliau menyampaikan, “Saya tiap tahun memberi ucapan selamat Natal kepada teman-teman Kristiani.”

Fatwa Dr. Yusuf Al-Qaradawi
Syeikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi mengatakan bahwa merayakan hari raya agama adalah hak masing-masing agama. Selama tidak merugikan agama lain. Dan termasuk hak tiap agama untuk memberikan tahni’ah saat perayaan agama lainnya.

Maka kami sebagai pemeluk Islam, agama kami tidak melarang kami untuk untuk memberikan tahni’ah kepada non muslim warga negara kami atau tetangga kami dalam hari besar agama mereka. Bahkan perbuatan ini termasuk ke dalam kategori al-birr (perbuatan yang baik). Sebagaimana firman Allah SWT:

لا ينهاكم الله عن الذين لم يقاتلوكم في الدين ولم يخرجوكم من دياركم أن تبروهم وتقسطوا إليهم إن الله يحب المقسطين

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahanah: 8)

Kebolehan memberikan tahni’ah ini terutama bila pemeluk agama lain itu juga telah memberikan tahni’ah kepada kami dalam perayaan hari raya kami.

وإذا حييتم بتحية فحيوا بأحسن منها أو ردوها

Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.(QS. An-Nisa’: 86)

Namun Syeikh Yusuf Al-Qaradawi secara tegas mengatakan bahwa tidak halal bagi seorang muslim untuk ikut dalam ritual dan perayaan agama yang khusus milik agama lain.

Fatwa Dr. Mustafa Ahmad Zarqa’

Di dalam bank fatwa situs Islamonline.com, Dr. Mustafa Ahmad Zarqa’, menyatakan bahwa tidak ada dalil yang secara tegas melarang seorang muslim mengucapkan tahniah kepada orang kafir.

Beliau mengutip hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berdiri menghormati jenazah Yahudi. Penghormatan dengan berdiri ini tidak ada kaitannya dengan pengakuan atas kebenaran agama yang diajut jenazah tersebut.

Sehingga menurut beliau, ucapan tahni’ah kepada saudara-saudara pemeluk kristiani yang sedang merayakan hari besar mereka, juga tidak terkait dengan pengakuan atas kebenaran keyakinan mereka, melainkan hanya bagian dari mujamalah (basa-basi) dan muhasanah seorang muslim kepada teman dan koleganya yang kebetulan berbeda agama.

Dan beliau juga memfatwakan bahwa karena ucapan tahni’ah ini dibolehkan, maka pekerjaan yang terkait dengan hal itu seperti membuat kartu ucapan selamat natal pun hukumnya ikut dengan hukum ucapan natalnya.

Namun beliau menyatakan bahwa ucapan tahni’ah ini harus dibedakan dengan ikut merayakan hari besar secara langsung, seperti dengan menghadiri perayaan-perayaan natal yang digelar di berbagai tempat. Menghadiri perayatan natal dan upacara agama lain hukumnya haram dan termasuk perbuatan mungkar.

Majelis Fatwa dan Riset Eropa
Majelis Fatwa dan Riset Eropajuga berpendapat yang sama dengan fatwa Dr. Ahmad Zarqa’ dalam hal kebolehan mengucapkan tahni’ah, karena tidak adanya dalil langsung yang mengharamkannya.

Fatwa Dr. Abdussattar Fathullah Said
Dr. Abdussattar Fathullah Said adalah profesor bidang tafsir dan ulumul quran di Universitas Al-Azhar Mesir. Dalam masalah tahni’ah ini beliau agak berhati-hati dan memilahnya menjadi dua. Ada tahni’ah yang halal dan ada yang haram.

Tahni’ah yang halal adalah tahni’ah kepada orang kafir tanpa kandungan hal-hal yang bertentangan dengan syariah. Hukumnya halal menurut beliau. Bahkan termasuk ke dalam bab husnul akhlaq yang diperintahkan kepada umat Islam.

Sedangkan tahni’ah yang haram adalah tahni’ah kepada orang kafir yang mengandung unsur bertentangan dengan masalah diniyah, hukumnya haram. Misalnya ucapan tahniah itu berbunyi, “Semoga Tuhan memberkati diri anda sekeluarga.” Sedangkan ucapan yang halal seperti, “Semoga tuhan memberi petunjuk dan hidayah-Nya kepada Anda.”

Bahkan beliau membolehkan memberi hadiah kepada non muslim, asalkan hadiah yang halal, bukan khamar, gambar maksiat atau apapun yang diharamkan Allah.

25 Desember Bukan Hari Lahir Nabi Isa
Lepas dari perdebatan seputar fatwa haramnya mengucapkan selamat natal, ada masalah yang lebih penting lagi. Yaitu kesepakatan para ahli sejarah bahwa Nabi Isa sendiri tidak lahir di tanggal tersebut.

Tidak pernah ada data akurat pada tanggal berapakah beliau itu lahir. Yang jelas 25 Desember itu bukanlah hari lahirnya karena itu adalah hari kelahiran anak Dewa Matahari di cerita mitos Eropa kuno. Mitos itu pada sekian ratus tahun setelah wafatnya nabi Isa masuk begitu saja ke dalam ajaran kristen lalu diyakini sebagai hari lahir beliau. Padahal tidak ada satu pun ahli sejarah yang membenarkannya.

Bahkan British Encylopedia dan American Ensyclopedia sepakat bahwa 25 bukanlah hari lahirnya Isa as.

Jadi kalau pun ada sebagain kalangan yang tidak mengharamkan ucapan selamat natal, ketika diucapkan pada even natal, ucapan itu mengandung sebuah kesalahan ilmiyah yang fatal.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ditulis dalam agama & kepercayaan | Leave a Comment »

tuhan dimanakah engkau ….

Posted by kosongan pada | 23 |Desember| 2008 |

ketika kita berada dalam persimpangan jalan diantara pola pemikiran kita
saat kita berfikir apakah benar apa yang telah kita pilih … maka ada kala nya kita melihat sekeliling,

demikian pula masalah ketuhanan ….
ada kalanya tuhan sendiri yang memilih umatnya seperti dalam kristen
ataukah kita memilih tuhanberdasarkan keturunan, ataukah kita memilih tuhan yang kita anggap benar seperti ang kita inginkan, atau bahkan tidak perlu tuhan seperti halnya atheis

maka perlukah tuhan ?
- bagi rekan atheis pernah ku lihat bahwa mereka tidak membutuhkannya dan ia anggap theis adalah kaum yang menyerah atas pemikirannya dan tidak mau memakai otak untuk menjelaskan alam semesta,

- bagi theis ada beberapa versi, namun intinya mereka mengakui bahwa ada hal lain di dunia yang lebih hebat dan dapat dijadikan panutan dan menganggap manusia sebagai ciptaan dan di pengaruhi oleh hal baik dan buruk

konsep tuhan mana yang benar
apakah tuhan yang kita pilih benar, apakah kita memilih agama berarti kita memilih tuhan, ataukah sebaliknya, bahwa tuhan yang memiih kita, sehingga agama hanyalah cara untuk mendekatkan diri ke tuhan, ataukah tidak ada tuhan sehingga kita hanya bisa menjalankan hidup seperti yang kita tampak saja

apakah tuhanku benar dan tuhan mu salah
mengacu pada benar… apakah berarti ada tuhan yang benar lalu kita bisa menganggap lainnya salah, atau justru yng benar tidak ada atau kah justru semua benar

apakah acuan menentukan tuhan yang benar
ada kalanya kita menggunakan iman buta dalam hal ini, lantas apakah itu bisa jadi acuan, masalahnya apakah itu diterima dan bisa menjadikan theis yang lain bertekuk lutut

universal nya tuhan
lantas seperti apakah tuhan yang universal, perlukah itu,dan benarkah bisa universal

apa yang jadi acuan kita menghakimi ketuhanan yang lain
maka egolah yang berusaha menghakimi tuhan yang lain atas dasar superioritas sebuah golongan dan rasa ingin diakui akan keberadaannya  dapat berupa pernyataan yang bertentangan adalah sesat,bidak,kafir, atau bahasa halusnya tersimpang dan dapat berupa tindakan anarki atau pemaksaan halus, hal ini bisa berupa perorangan maupun golongan….. namun semua itu haruslah kita kembalikan pada nilai2 kehidupan dimana anda berada … maka dari itu biasanya yang menang adalah pola pikir mayoritas dalam suatu wilayah

layak kah kita menghakimi tuhan lain ????
pernah terpikir untuk menghakimi namun ada kalanya itu tidak lah perlu dan tidak lah benar, karena hal itu sama saja pertempuran antar iman buta, sudah pasti tidak akan bermakna, selain itu kalo kita berfikir apakah tuhan levelnya seperti manusia, …. atau bahkan lebih rendah sehingga kita bisa menukar nukarnya ….. dan membandingkannya

segala pemikiran selalu ada kekurangan, ketika kita berfikir benar, belum tentu itu adalah kebenaran,.. dan dalam berfikir sangat lah tipis perbedaan antara benar dan salah, bahkan dalam ilmu exact pun ada yang namanya kemungkinan , sedangkan dalam kehidupan sosial pun selalu ada perbedaan pendapat

sampai disini dulu ^^ lainnya nambah setelah memikirkan hidup ^^

Ditulis dalam agama & kepercayaan | Leave a Comment »

BIDADARI DI BULAN SABIT

Posted by kosongan pada | 23 |Desember| 2008 |

sumber : http://suakahati.wordpress.com/2008/04/24/bidadari-di-bulan-sabit/

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu (Al-Hujarat ) QS 49:6

Salah satu kelemahan pandangan umat Kristen atau lainnya terhadap Islam adalah bahwa mereka tidak bisa membedakan mana yang merupakan Firman Allah dan mana yang bukan. Dalam Islam firman Allah berada dalam Al-Qur’an. Dan Al-Quran adalah sumber utama Islam. Segala sesuatu yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Al-Quran bukanlah ajaran Islam. Sedangkan dalam Kitab Injil sekarang (Bible) susah dibedakan mana yang merupakan Firman Allah, Sabda Yesus (Isa), perkataan para ahli agama, perkataan sejarahwan, perkataan orang biasa dll.

Dalam Islam dengan tegas ditandaskan bahwa Firman Allah berada dalam Al-Quran, Sabda Nabi Muhammad ada dalam Hadits, perkataan ulama ada pada kitab2 tersendiri, dll. Al-Quran adalah kalam Allah yang susah untuk dipalsukan, sehingga segala sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani, moral agama, akal dll dengan sendirinya akan tertolak.

Sedangkan Hadits atau perkataan para ulama, orang biasa dll adalah sesuatu yang bisa dipalsukan. Salah satu alat untuk menyaring Hadits agar dapat diketahui mana yang palsu dan mana yang asli adalah Al-Quran. Segala sesuatu yang bertentangan dengan Al-Quran akan tertolak kebenarannya. Cara berfikirnya adalah sangat sederhana.

Misalnya : Ada hadits dari seseorang yang mengatakan bahwa : Nabi Muhammad pada masa hijrah memerintahkan seseorang untuk berzina. Jelas hadits ini palsu karena Al-Quran melarang berzina.

Di beberapa daerah di Indonesia ada beberapa kasus orang tua menikahkan anak-anaknya saat kecil (semacam dipinang) karena sebelum mereka punya anak, masing-masing pihak berencana menjodohkan anak-anaknya. Untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan (takut anak mereka kelain hati) maka saat kecil sudah dinikahkan (dipinang). Tentu pernikahan tersebut hanyalah pengikat janji agar perjodohan yang dilakukan masing-masing orang tua sebelumnya benar-benar terlaksana tanpa pemenuhan hak & kewajiban sebagai suami istri (nafkah lahir & bathin). Dalam arti setelah pertunangan diadakan saat kecil, anak- anak kembali ke orang tua mereka dan setelah dewasa akan dipertemukan kembali. Karena dalam Islam setelah kedua orang menikah, maka syarat-syarat, hal-hak dan kewajiban dalam pernikahan harus segera dilaksanakan. Seperti memberi nafkah lahir dan bathin.

PERNIKAHAN NABI MUHAMMAD

Sebenarnya berapa jumlah pasti istri Nabi Muhammad menurut riwayat masih simpang siur. Ada yang mengatakan 10, 11 atau 12. Selama Nabi menikah dengan Khadijah selama hampir 25 tahun, Nabi Muhammad belum pernah melirik wanita lain untuk dijadikan istri. Nabi Muhammad sangat sayang dan setia kepada istri pertama beliau “Khadijah”. Baru setelah Khadijaf wafat dimana usia nabi Muhammad sekitar 50 tahun, beliau menikahi beberapa wanita. Dan dari semua isteri-istri beliau Aisyah-lah yang dinikahi dalam keadaan gadis (perawan). Bahwa kurang lebih dalam waktu 10 tahun nabi Muhammad menikahi wanita sekitar 10 orang. Jadi rata-rata 1 orang 1 tahun, karena tahun-tahun itu penuh peristiwa yang mengharuskan nabi Muhammad mengambil langkah ini. Beberapa pakar Muslim dan non-Muslim yang obyektif mengakui bahwa perkawinan-perkawinan sepeninggal Khadijah dilakukan dengan motif politik dan sosial.

John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for International Studies at the College of the holly cross, mengatakan bahwa hampir keseluruhan perkawinan Nabi Muhammad saw. adalah mempunyai misi sosial dan politik (political and social motives) (Islam The straight Path, Oxford University Press, 1988).

KLIK DISINI :    MUHAMMAD DALAM PANDANGAN BARAT

1. Motif politik politis (seperti pada Juariyah, Safiyah, Maimunah) dilakukan untuk menguatkan kedudukan Islam dengan perkawinan antar pemuka suku. Seperti kita ketahui jaman dulu kerajaan-kerajaan di Indonesia mengadakan perkawinan bangsawan antar suku baik dari dalam dan luar negeri untuk menguatkan kedudukan dan pengaruh.

2. Motif Sosial dilakukan dalam rangka merawat anak, rumah tangga (seperti pada Sawda, Maria) pendidikan (seperti pada Aisyah), penegasan hukum (pada kasus Zainab), mengkader da’iyah (Safiyah), dan yang terbanyak adalah perlindungan terhadap para janda mukmin yang ditinggal mati oleh suaminya dalam perang, para janda yang terlantar atau yang menyerahkan diri pada Nabi, dll.

FITNAH TERHADAP PERNIKAHAN NABI MUHAMMAD

Kaum Kafir selalu berusaha menghancurkan akidah Islam dengan berbagai cara. Setelah mereka berhasil menghancurkan ajaran Yesus (Isa), maka mereka berusaha menghancurkan Islam. Adapun salah satu yang mereka bidik adalah pernikahan-pernikahan yang dilakukan oleh nabi Muhammad saw. Dari sekian banyak istri nabi Muhammad, setidaknya ada 2 orang yang sering dijadikan oleh kaum Kafir sebagai fitnah keji. Yaitu pada istri Nabi Muhammad yang bernama “Zaenab binti Jahesy” dan “Aisyah”.

  • FITNAH TERHADAP ZAENAB BINTI JAHESY

Kaum Kafirin seperti para Misionaris dan Orentialis sering menggunakan pernikahan Nabi dengan “Zaenab” sebagai lahan fitnah. Dan anehnya ada sebagian orang yang mengaku sebagai Muslim ikut-ikutan mengamini terhadap apa yang diucapkan oleh para Orentialis. Tentang pernikahan ini tertuang dalam surat Al-Ahzab (33) : 37. Tentang bantahan terhadap Fitnah ini dapat dibaca di sini SURAT  KEPADA SI KAFIR

  • FITNAH TERHADAP AISYAH

Sebenarnya tidak ada yang tahu pasti berapa usia Aisyah saat menikah dengan Rasulullah. Banyak riwayat saling bertentangan. Ada yang bilang 9 tahun, 14-15 tahun, 18 tahun dll, dan kita sebagai Muslim tentu cenderung memilih yang positif dan lebih masuk akal karena itu sesuai dengan akhlak Nabi Muhammad yang agung yaitu Aisyah berumur sekitar 18 tahun.. Untuk itu mari kita menganalisis sejenak untuk mengetahui yang sebenarnya.

  • <= 610 M: Masa Jahiliyah (Masa keburukan Akhlak)
  • 610 M: turun wahyu pertama
  • 610 M AbuBakr menerima Islam
  • 613 M: Nabi Muhammad mulai menyebarkan Islam
  • 615 M: Hijrah ke Abyssinia.
  • 616 M: Umar bin Khattab menerima Islam
  • 620 M: disepakati Nabi meminang Aisyah
  • 622 M= 1 Hijriyah Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Madinah
  • 623/624 M: disepakati tahun Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah
  • 625 M: Perang Uhud

KEMUNGKINAN UMUR 9 TAHUN

Berita mengenai pernikahan Rasulullah Muhammad dengan Aisyah di umur 9 tahun sebenarnya hanya diriwayatkan oleh Hisyam ibn Urwah, setelah Hisyam ibn Urwah pindah dari Madinah ke Iraq pada umur diatas 70 Tahun. Sebelum itu (di Madinah), yaitu sebelum kepindahan Hisyam ke Iraq, tidak ada selentingan mengenai Pernikahan Rasulullah dan Aisyah. Bahkan para sahabat utama tidak juga mempergunjingkan. Karena secara Islam tentu tidak akan ada yang mau menyerahkan putrinya untuk dinikahkan pada usia 7 atau 9 tahun karena syarat-syarat pernikahan dalam Islam antara lain : Sudah dewasa, sehat jasmani rohani, beriman dan berakhlak bagus, dan yang terakhir jika semuanya sudah siap yaitu harus segera memberi nafkah lahir dan bathin. Kalau belum dirasa dewasa, ada baiknya ditunggu sampai dewasa. Jika anda meminang dengan seorang gadis yang belum dewasa padahal anda sudah matang secara lahir bathin tentu anda tidak sabar untuk melakukan hubungan suami istri, sehingga anda harus menunggunya dewasa, tetapi jika anda berpoligami tentu hasrat itu bisa disalurkan lewat istri lain yang sah. Dan itulah teladan Nabi Muhammad.

Hadits itu berdasarkan riwayat, dan riwayat tentang pernikahan Nabi Muhammad dengan Aisyah ketika berumur 9 tahun hanya bersumber dari Hisyam ibn Urwah. Padahal hadits itu dianggap sah minimal jika ada 2 atau 3 orang yang meriwayatkan hal serupa dan tidak bertentangan dengan Al-Quran.

Menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : “Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

“Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

“Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

Mungkin usia tua menjadikan Hisyam sudah tidak relevan lagi dalam memberikan informasi terutama berita tentang pernikahan Rasulullah dengan Aisyah. Tentu menjadi sebuah pertanyaan bahwa dari sekian banyak hadits mengapa hanya ada satu hadits yang menyinggung pernikahan Rasulullah dengan Aisyah saat berumur 9 tahun. Bahkan hadits shahih pun tidak membicarakan. Sedikitnya hadits yang membahas pernikahan Rasulullah dengan Aisyah saat berumur 9 tahun membuktikan bahwa hal berita ini tidak kuat.

Setelah meninggalnya Khadijah, Khaulah menyarankan kepada Nabi untuk menikah lagi. Kahulah berkata: “Anda dapat meminang perawan (bigir atau bikr) atau wanita janda (thayyib)”. Disaat Rasullah saw menanyakan siapakah kira-kira perawan itu (Bigir),Khaulah mengajukan nama Aisyah. (Ahmad ibn Hanbal : Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol 6, halaman 210, Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut)

Dalam bahasa Arab makna kata “Bigir” tidak digunakan untuk anak kecil yang baru berusia 9 tahun ,kata yang tepat untuk anak seusia itu (9 tahun) adalah “Jariyah ,Bigir di gunakan untuk perempuan yang belum menikah (masih perawan) dan barang tentu anak usia 9 tahun bukanlah seorang Bigir.

KEMUNGKINAN UMUR 18 TAHUN

Aisyah adalah anak Abu Bakar dan Menurut Tabari: Keempat anak Abu Bakar RA dilahirkan oleh isterinya pada zaman Jahiliyah, jadi sebelum 610 M. (Tarikh alMamluk, alTabari, Jilid 4, hal.50).

Jadi menurut data diatas kalau Aisyah dilahirkan sebelum 610 M dan dipinang tahun 620 M, maka kemungkinan umur beliau diatas 10 tahun dan hidup serumah sebagai suami istri diatas 13 tahun. Untuk mengetahui usia Aisyah dengan tepat maka bisa kita perbandingkan dengan umur kakak Aisyah “Asmah”.

Menurut Abd alRahman ibnu abi Zannad: “Asmah 10 tahun lebih tua dari Aisyah RA (alZ ahabi, Muassasah alRisalah, Jilid 2, hal.289). Menurut Ibnu Hajar alAsqalani: Asmah hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal tahun 73 atau 74 Hijriyah (Taqrib al Tahzib, Al-Asqalani, hal.654). Menurut Ibn Kathir: Asma menyaksikan anaknya terbunuh saat tahun 73 setelah Hijrah, 5 hari kemudian dia meninggal dan banyak pula yang meriwayatkan beliau meninggal setelah 10 hari ada pula yang mengatakan beliau meninggal setelah 20 hari bahkan ada yg berpendapat 100 hari setelahnya, dan saat meninggalnya beliau berusia 100 tahun (Al-Bidaayah wa al-Nihaayah,Ibn Kathir,Vol 8,Halamn 372,Arabik,Dar al-fikri al-arabiy,Al-jizah,1993)

Kita ambil saja usia Asmah saat meninggal tahun 73H. Berarti saat Hijrah ke Madinah (Tahun 622 M=1H), Asmah berusia 100-73 =27. Berarti tahun 622 M, Asmah berusia 27 tahun. Sehingga usia Aisyah saat itu yaitu 27-10 = 17 tahun. Berarti saat dipinang (620 M) Aisyah berumur 15 tahun, dan hidup sebagai suami istri (623 M) Aisyah berumur 15+3= 18 tahun

Aisyah ra berkata : Aku masih gadis ,ketika ayat 46 dari Surah Al-Qamar di turunkan (Sahih Bukhari, Kitab Al-Tafsir,Arabik,Bab Qaulihi Bal al-saa’atu Maw’iduhum wa al-sa’atu adhaa wa amarr).

Surah Al-Qamar di turunkan 9 tahun sebelum peristiwa Hijrah (622 M) dan Aisyah dipinang 2 tahun sebelum Hijrah (620 M) , dan menurut pengakuan Aisyah bahwa dia bukan saja sudah lahir sebelum turunnya Surah Al-Qamar namun pula Aisyah juga adalah seorang gadis. Jadi ketika 9 tahun sebelum Surah 46 Al-Qamar turun Aisyah sudah gadis. Hijrah tahun 622 M, dan Aisyah dipinang tahun 620 M, sehingga selisih 9 – 2 = 7. Seorang anak dikatakan sudah gadis biasanya dilihat mulai dari pertama kali dia Haid. Dan tentu tiap wanita tidak sama waktu pertama haidnya. Biasanya antara usia 11-14 tahun. Jika kita ambil mulai berumur 11 tahun-an berarti umur Aisyah saat menikah 7 + 11 = 18

“Fatimah ra terlahir di saat renovasi Kaa’bah ,disaat Nabi Muhammad saw berusia 35 tahun…Fatimah berusia 5 tahun dari Aisyah”. (Al-Isabah fi Tamyeez al-Sahaabah, Ibn Hajar al-Asqalaniy, Vol. 4, Halaman. 377, Arabik, Maktabah al-Riyadh al-Haditha, al-Riyadh, 197)

Wahyu pertama turun saat Nabi usia 40 tahun (610 M). Aisyah dipinang oleh Rasulullah tahun 620 M. Jadi selisihnya 620-610 = 10 tahun. Fatimah lahir saat Nabi umur 35 tahun. Jadi saat Nabi berumur 35 tahun, Aysiah berumur 5 tahun. Jadi saat dipinang Aisyah berumur 10+5=15 tahun dan menikah (serumah sebagai suami istri) berumur sekitar 10 +5+3 = 18 tahun

KEMUNGKINAN UMUR 15-AN TAHUN

Dan Anas ra menceritakan bahwa di hari dalam perang Uhud (625 M),orang-orang tidak dapat berdiri di sekeliling Nabi saw dan aku melihat Aisyah ra dan Ummu Salaim ra menarik keatas pakainnya supaya tidak menghambat geraknya. (Bukhari,Kitab al-Jihad wa al-siyar,Arabik,Bab Ghazwi al-nisaa wa gitalihinna ma’a al-rijaal)

Ibn Umar ra mengatakan” bahwa Nabi Muhammad saw tidak mengizinkan aku ikut serta dalam perang Uhud (625 M) karena saat itu aku baru berusia 14 tahun. Tapi saat dalam perang Khandaq ketika aku berusia 15 tahun sang Nabi mengizinkan aku turut serta”. (Bukhari al-maghaazi, Baab ghazwah al-khandaq wa hiya al-ahzaab)

Dari data diatas dapat dilihat bahwa Umur Aisyah diatas 15 tahun saat perang Uhud. Jadi saat berumah tangga (624 M) umurnya sekitar 14-15 tahun

ISTRI-ISTRI NABI

Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:50)

1. KHADIJAH (Tahun 595 M-619M) : Selama Khadijah hidup menjadi istri nabi Muhammad (25 th), Nabi tidak mempunyai istri yang lain. Nabi menikahi Khadijah pada saat berumur +/- 25 th dan Khadijah sudah berumur sekitar 40 tahun. Khadijah adalah seorang janda, yang mana sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW. Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun.

2. SAUDAH BINTI ZAM’A IBNU QOIS (619 M): Saat itu umur nabi sekitar 50-an th. Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn Abed Shamz (salah seorang muslim pertama) yang meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia/Abysinia. Saat itu Nabi mengawininya agar dapat menjaga anak beliau “Fatimah” yang baru berusia +/- 5 tahun. Juga karena saudah sangat membutuhlan pertolongan. Setelah suaminya meninggal, Saudah tidak berani kembali ke kabilahnya karena akan dipaksa keluar dari Islam dan mendapat berbagai siksaan untuk itulah Rasulullah menikahinya. Umur saudah sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.

3. AISYAH BINTI ABUBAKAR (620 M): Usia nabi 50-an tahun saat itu. Seorang perempuan bernama Khaulah Binti Hakeem menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisyah, putri dari Abu Bakar, dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Abu Bakar. Selain itu sebagi sarana pendidikan kepada Aisyah. Rasulullah menikahi Aisyah ketika masih di Mekkah. Pernikahan ini menurut riwayat berdasarkan mimpi beliau. Rasulullah bersabda kepada Aisyah.ra “bahwasannya aku melihatmu dalam mimpi selama 3 hari, dimana malaikat datang kepadaku bersamamu dalam kain sutera seraya berkata “inilah istrimu”, maka aku singkapkan kain itu dari wajahmu dan aku dapati bahwa ternyata engkau (Aisyah), lalu aku berkata pada diri sendiri, jika memang ini petunjuk dari ALLAH maka aku akan segera melaksanakannya”(shahih Muslim,kitab Fadlail Al-Shahabu. Bab Fadl Aisyah. 44:2438). Dari Al-Tirmidzi meriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa “Jibril membawa gambar dirinya yang terbungkus dengan kain sutera hijau dan berkata “inilah istrimu didunia dan akhirat”. Dari riwayat ini maka ALLAH sesungguhnya telah memilih Aisyah ra untuk menjadi istri Rasulullah dan mengutus Jibril untuk memberitahukannya

4. HAFSAH BINTI U’MAR (625 M): Hafsah adalah putri dari Umar bin Khatab, khalifah ke dua. Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini anaknya, Hafsah. Tapi Usman menolak karena istrinya “Ruqayah” baru saja meninggal dan dia belum mau kawin lagi. Umar pun pergi menemui Abu Bakar yang juga menolak untuk mengawini Hafsah. Akhirnya Umar pun mengadu kepada nabi bahwa Usman dan Abu Bakar tidak mau menikahi anaknya. Nabi SAW pun berkata pada Umar bahwa anaknya akan menikah dan mendapatkan yang lebih baik dari usman, demikian juga Usman akan kawin lagi. Akhirnya, Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu Umi Kaltsum, dan Hafsah sendiri kawin dengan Nabi SAW. Hal ini membuat Usman dan Umar gembira.

5. ZAINAB BINTI KHUZAMAH (625 M): Suaminya “Abdullah Ibnu Jahsy” meninggal pada perang UHUD, meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang anak. Zainab terkenal dengan kebaikan dan kelembutan hatinya terhadap fakir miskin sehingga dijuluki “Ummul Masakin” (ibunya fakir miskin) ia sudah tua ketika nabi Muhammad mengawininya. Dia meninggal 2-3 bulan setelah perkawinan yaitu pada tahun 625 M.

6. SALAMAH BINTI UMAYYAH (626 M): Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn Al Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia dengan 4 anaknya dalam keadaan miskin. Dia saat itu berumur 65 tahun. Abu Bakar dan beberapa sahabat lainnya meminta dia agar mau dinikahi, tapi karena sangat cintanya dia pada suaminya, dia menolak. Baru setelah Nabi Muhammad SAW merawat anak-anaknya, dia bersedia dinikahi.

7. ZAENAB BINTI JAHESY (626 M): Dia adalah putri Bibinya Nabi Muhammad SAW, Umamah binti Abdul Muthalib. Dinikahi Nabi setelah bercerai dengan Zaid

8. JUARIYAH BINTI AL-HARITH (627 M): Suami pertamanya adalah Musafi’ Ibnu Safwan. Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok dari Juariyah (Bani Al Mostalaq) masuk Islam. Juariyah menjadi tahanan ketika Islam menang pada perang Al-Mustalaq (Battle of Al-Mustalaq). Bapak Juariyah datang pada Nabi SAW dan memberikan uang sebagai penebus anaknya, Juariyah. Nabi SAW pun meminta sang Bapak agar membiarkan Juariyah untuk memilih. Ketika diberi hak untuk memilih, Juariyah menyatakan ingin masuk islam dan menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang terakhir. Akhirnya Nabi pun mengawininya, dan Bani Almustalaq pun masuk islam. Aisyah ra. Berkata :”saya tidak pernah tahu ada seorang wanita yang membawa berkah besar kepada kaumnya selain dia (Juwairiyah)”. Sikap inilah yang kelak berperan besar dalam melunakkan hari Bani Mustaliq untuk masuk Islam.

9. SAFIYYA BINTI HUYAYY (628 M): Dia berasal dari kelompok Yahudi Bani Nadir. Dia sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian menikahi Nabi SAW. Adalah putri Huyai ibn Akhtab, seorang panglima Yahudi,. Merupakan janda dari Kinanah ibn Abi al-Haqiq, yang terbunuh dalam perang Khaibar tahun 7 H, dan menjadi tawanan perang Khaibar. Nabi SAW memperlakukannya dengan baik dan memberi 2 pilihan yaitu :dibebaskan sebagai tawanan dan kembali ke kabilahnya, atau jika mau masuk Islam ia akan dijadikan istri Beliau.Sofiyah lalu berkata “aku lebih memilih ALLAH dan Rasul-Nya”. Dalam buku Shifat al-Shofwah dikisahkan bahwa pada suatu hari Sofiyah bermimpi bahwa ada bulan yang jatuh ke kamarnya. Ketika diceritakan kepada ayahnya,. maka ayahnya sangat marah dan menampar wajah Sofiyah ra. hingga membekas sampai ia menjadi istri Nabi SAW. Safiyah dinikahi nabi untuk dijadikan Dai’yah bagi kaumnya tempat dia berasal.

10. UMMU HABIBAH BINTI SUFYAN (628 M): Suami pertamanya adalah Aubed Allah Jahish. Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed Allah meninggal di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur perkawinan dengan Nabi SAW. Dia sebenarnya menikah dengan nabi SAW pada 1 AH, tapi baru pada 7 A.H pindah dan tinggal bersama Nabi SAW di Madina, ketika nabi 60 tahun dan dia 35 tahun.

11. MAIMUNAH BINTI AL-HARITH (629 M): Yaitu putri dari Harist al-Hilaliyah, dari kabilah Bani Hilah. Dia masih berumur 36 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun. Rasulullah menikahinya pada akhir tahun 7 H, dalam perjalanan Beliau untuk menunaikan umroh Qadha. Suami pertamanya adalah Abu Rahma Ibn Abed Alzey. Ketika Nabi Muhammad membuka Makkah di tahun 630 M, dia datang menemui Nabi Muhammad, masuk Islam dan meminta agar Rasullullah mengawininya. Akibatnya, banyaklah orang Makkah merasa terdorong untuk merima Islam dan nabi Muhammad. Menurut Qatadah dalam tafsir Ibnu Katsir bahwa yang dimaksud dalam ayat 50 Surat Al-Ahzab adalah Maimunah binti Harist (Tafsir Ibnu Katsir, 5/483). “Dan perempuan mikmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya”. (QS.Al-Ahzab.33:50).

12. MARIA AL-QIBTIYYA (629 M): Dia awalnya adalah orang yang membantu menangani permasalahan dirumah Rasullullah yang dikirim oleh Raja Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim. Ibrahim akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan akhirnya meninggal 5 tahun kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu, Umar bin Khatab yang menjadi Iman sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi.

(dari berbagai sumber)

BY MAGE

ARTIKEL LAINNYA

Ditulis dalam diskusi bebas, islam | 5 Comments »

ayat-ayat setan

Posted by kosongan pada | 23 |Desember| 2008 |

sumber : http://shodiqielhafily.wordpress.com/2008/05/08/adakah-ayat-ayat-setan-dalam-qur%E2%80%99an/

Adakah Ayat-ayat Setan Dalam Qur’an?
Oleh Shodiqiel Hafily
07 Mei 2008

Kalaupun saya kedepankan tulisan ini, saya tidak bermaksud menelanjangi diri sendiri sebagai muslim yang mengimani Qur’an sebagai kitab suci yang saya cintai dan saya junjung tinggi sebagaimana umat beragama lain juga bersikap kurang lebih sama dengan sikap saya. Saya hanya ingin melakukan pemandangan ke dalam setelah menyorot sejumlah kasus di luar.
Adakah Ayat-ayat Setan Dalam Qur’an? Untuk pertanyaan yang saya buat sendiri ini saya jawab seperti keberadaan setan, yaitu antara ada dan tiada. Tidak tampak dalam pandangan tapi jelas ada dan terbukti dari pengaruh-pengaruh buruknya.

Dalam buku-buku kajian ulum al-Qur’an semisal Ibn Katsir (tafsir bi al-ma’tsur), asbab al-nuzul dll, dituturkan bahwa pada awal-awal dakwah Islam di Makkah, intimidasi kaum kafir Quraisy begitu keras dan gencar menghantam bertubi-tubi baik secara langsung kepada Nabi maupun kepada pengikut beliau yang – kala itu – masih sangat sedikit. Kenyatan itu membuat Nabi merasa sangat prihatin sehingga timbul harapan di hati Nabi agar Tuhan menurunkan wahyu yang dapat melunakkan kekerasan dan meredakan gangguan-gangguan kaum Quraisy terhadap para pengikut beliau.

Sekian lama dinanti-nantikan, akhirnya turun juga wahyu QS. Al-Najm. Sebagaimana lazimnya, setelah bersujud tilawah, wahyu segera dibacakan kepada kaum muslimin dan didengar sejumlah orang kafir Quraisy. Dan ketika sampai pada bacaan:

أفرأيتم اللات والعزى. ومناة الثالثة الأخرى. تلك الغرانق العلا. وإنّ شفاعتهنّ لترجى

Apakah kalian tidak melihat Dewi Lata dan Dewa Uzza? Juga Manat (sebagai dewi) yang ketiga lainnya? Mereka itulah dewa-dewi yang elok dan mulia. Dan sesungguhnya pertolongan mereka benar-benar diharapkan.”

Mendengar bacaan 2 (dua) ayat terakhir itu, kaum kafir Quraisy terperangah. Karena tak disangka-sangka, tiba-tiba saja Nabi menyampaikan wahyu berisi pengakuan dan pujian kepada dewa-dewi mereka. Sedang sebelumnya Nabi selalu lantang menyerukan tauhid kepada Allah swt. Maka, tanpa komando, merekapun turut bersujud karena gembira menyaksikan perubahan haluan Nabi.

Akan tetapi belum lagi mereka mengangkat wajah dari sujudnya, Malaikat Jibril telah menyampaikan koreksi bahwa 2 ‘ayat’ terakhir yang dibaca Nabi itu bukan wahyu dari Tuhan melainkan bisikan setan. Maka serta merta Nabi menyampaikan koreksi tersebut dan menanggung resiko dicaci maki oleh orang-orang kafir Quraisy yang baru saja kegirangan.

Itulah ayat-ayat setan yang pernah terbaca satu kali, tidak pernah termaktub dan langsung terkoreksi. Dan itu pula yang saya maksud antara ada dan tiada.

Sebenarnya 2 ‘ayat’ itu tidak seperti diasumsikan orang-orang kafir Quraisy, karena Nabi hanya bermaksud menyatakan bahwa patung-patung dewa-dewi itu karya seni pahat yang bagus dan pernyataan bahwa syafaatnya diharap-harapkan oleh pemujanya bukan dimaksudkan sebagai legitimasi pemujaannya sebagai dewa. Selipan ayat-ayat setan itu menyerupai jawaban ‘diplomatis’ kebahasaan Nabi Ibrahim pada kasus perobohan berhala-berhala kaum Namrudz yang terekam dalam QS. Al-Anbiya’: 63. Bedanya, jawaban Nabi Ibrahim dimaksudkan sebagai argumentasi ‘tantangan keberanian’, sedang dalam kasus Nabi Muhammad ini terkesan memberi angin segar bagi paganisme kaum Qurasy.

Terlepas dari maksud tujuan apapun yang ingin dicapai, nabi dan rasul sama sekali tidak memiliki otoritas mengubah, meniadakan apalagi mengarang wahyu ilahiyat. Baik dalam posisi menang maupun dalam kondisi terancam. Itulah makna kalam khabar bimakna insya’ pada QS. Al-Najm: 3 yang menjadi pendidikan dan pengajaran dalam pembentukan mentalitas yang teguh pendirian dalam menyuarakan kebenaran hati nurani. Tidak tendensial apalagi sesuai pesanan demi kepentingan pihak-pihak tertentu.

Satu pertanyaan besar begitu kuat mengundang penasaran ketika saya membacanya, mengapa ayat-ayat setan itu bisa terselip diantara wahyu yang disampaikan kepada seorang Nabi yang ma’shum (terjaga dari kesalahan)? Dari penjelasan Ustadz yang membimbing saya hingga sekarang, saya temukan jawabnya: karena kondisi hati yang terobsesi!

Saya juga jadi mengerti arti kema’shuman seorang nabi atau rasul, yakni selalu ada koreksi manakala terjadi kekeliruan sebagai manusia biasa. Bedanya, nabi atau rasul koreksinya langsung melalui wahyu, sedang kita dari wahyu yang dimohonkan tiap lima waktu: ihdina al-shirath al-mustaqim. Jadi kita terkoreksi juga bila ada kekhilafan, mungkin melalui teman, pengalaman, komentar pada postingan dll. Makanya, di sidebar, saya tulis permohonan koreksi dari Anda jika terdapat hal-hal yang memang perlu dibenarkan. Karena saya tidak ma’shum.[]

fitnah gharanig allah butuh perantara

sumber : http://suakahati.wordpress.com/2008/05/28/fitnah-gharanig-allah-butuh-perantara/

Sudah teranglah kekafiran yang kafir dan kebatilan yang batil. Sesungguhnya kaum yang kafir, tatkala mendengar kabar miring tentang Islam khususnya Muhammad akan bertambah kekafiran mereka. Kecuali bagi yang berfikir!.

Fitnah Gharanig bermula saat Nabi berselisih dengan suku Quraisy. Dimana intinya suku Quraisy bersedia menyembah Allah asal Muhammad juga menyembah Patung dewa mereka disisi Allah. Menurut mereka saat itu Muhammad membacakan surat An-Najam sebagai berikut :

“Adakah kamu perhatikan Lata dan ‘Uzza. Dan itu Manah, ketiga, yang terakhir?” (Qur’an, 53:19-20) Sesudah itu lalu dibacakannya pula: “Itu gharaniq yang luhur, perantaraannya sungguh dapat diharapkan.”

Dari berita inilah kaum Kafir menyelipkan cerita fitnah bahwa Muhammad pernah menyembah Dewa Bangsa Arab “Latta dan Uzza, dll”. Setelah Muhammad bersedia menyembah Latta-Uzza maka terjadi perdamaian sehingga kaum muslim yang tadinya mengungsi ke Abisinia (Ethiopia) kembali ke Makah. Berita ini menjadi santapan empuk bagi para misionaris, kaum kafir, kaum pembenci Islam dan anehnya ada beberapa umat Muslim dalam tanda ( “..” ) yang ikut-ikutan cerita ini.

Yang sebenarnya terjadi adalah, saat itu ketika Islam mulai menyebar, banyak pengikut Muhammad yang disiksa oleh kaum Kafir Quraisy sehingga banyak yang berhijrah ke Abisinia (Ethiopia).

Untuk menghilangkan perselisihan ini Muhammad mendatangi pihak kafir Quraisy untuk berdamai, saat itu Pihak Quraisy menawarkan perdamaian bahwa Muhammad boleh menyembah Allah asal patung dewa mereka seperti Latta, Manat, Uzza dijadikan sebagai perantara dalam menyembah Allah. Muhammad hampir-hampir saja terbujuk dan mau, tetapi segera Jibril datang menyampaikan wahyu Allah.

Quran Surat AL-ISRAA’ 17 : 73-75

[17.73] Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.

[17.74] Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka,

[17.75] kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami.

LEMAHNYA FITNAH GHARANIG

  1. Kembalinya kaum muslim dari Abisinia (Ethiopia) ke Makah karena Umar bin Khattab (Jawara Suku yang paling disegani ) masuk Islam dan menginginkan Islam disebarkan secara terbuka.
  2. Kembalinya muslim ke Makah dari Abisinia juga disebabkan karena di Ethiopia raja najasy sedang mengalami pemberontakan, sehingga lebih aman bagi kaum muslim kembali ke Makah . Tetapi setelah pihak Quraisy ingin memboikot perjanjian dan ingin berbuat jahat lagi, maka mereka ada yang kembali ke Ethiopia lagi. Karena raja Najasy berjanji untuk melindungi
  3. Susunan surah An-Najam tidak mengatakan tentang Gharanig yang luhur.

Surah AN-NAJM 53 : 18-23

[53.18] Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.

[53.19] Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al Lata dan Al Uzza,

[53.20] dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?

[53.21] Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?

[53.22] Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.

[53.23] Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah) nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.


sumber : http://mengenal-islam.t35.com/Ayat_Setan.htm


Ayat2 setan dalam Al-Qur’an
Ketika Muhammad sangat kecewa dengan kegagalan misinya merekrut banyak pengikut di Mekah, dia mencoba berdamai dengan kaum Quraish Pagan. Dia memuji ketiga anak perempuan Allah dan ingin mendapat anugrah dari mereka. Akan tetapi Muhammad dengan cepat menyadari kesalahannya dan jujur mengatakan bahwa dia kadangkala dapat inspirasi dari Setan (lihat Sirat Rasul Allah, oleh ibn Ishaq, cetakan tahun 2001, hal. 165 sampai 166). Lalu dia pun membatalkan ayat2 15:19-23 dari Qur’an. Marilah kita baca ayat2 Qur’an:
Q 15:19
Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.
Q 15:20
Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya.
Q 15:21
Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.
Q 15:22
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.
Q 15:23
Dan sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.

Ayat2 di atas tampaknya tiada hubungannya dengan anak2 perempuan Allah ta’alla sang dewa bulan yakni Allat, Uzza atau Manat. Mengapa ayat2 ini lalu disebut ayat2 setan? Jawabannya dari pertanyaan ini adalah ayat2 ini adalah ayat2 terakhir yang dimasukkan Muhammad ke dalam Qur’an setelah Allah SWT (menurut pengakuan Muhammad sendiri) menegurnya karena tentunya akan jelas ketahuan Muhammad di bawah pengaruh setan. Muhammad mentaati perintah Allah SWT dan dia mengganti ayat2 asli dengan ayat2 baru di atas. Jadi seperti apakah ayat2 aslinya?

Dalam kesempatan ini pun, aku hendak mengganti ayat2 Setan dalam Al-Qur’an sehingga persis sama dengan yang asli seperti yang diterangkan oleh ibn Ishaq di Sirat Rasul:
Adadeh 15:19
Sudahkah kau mempertimbangkan Allat dan al-‘Uzza
Adadeh 15:20
Dan Manat, yang ketiga, yang lainnya?
Adadeh 15:21
Merekalah yang dimuliakan angsa2,
Adadeh 15:22
Doa mereka diharapkan;
Adadeh 15:23
Keserupaan mereka tidak dilupakan.

Kaum pagan Quraish percaya bahwa Allah ta’ala sang dewa bulan punya tiga putri. Hisham al-Kalbi, pengarang Kitab al-Asnam (The Book of Idols), menulis tentang ketiga anak2 perempuan Allah:
Allat: dia berdiam di al-Taif (kota yang tak jauh dari Mekah). Dia lebih baru daripada Manah. Dia berbentuk batu kotak. ‘Attab ibn Malik dari Thaqif adalah penjaganya. Mereka membangun sebuah rumah baginya. Masyarakat Quraish dan semua Arab biasa menyembahnya dan menamai anak2 mereka dengan namanya. Dia dahulu terletak di sebelah kiri mesjid yang saat ini berada di Taif. Ayat Q 53:19 menyinggung tentang dirinya. Atas perintah Muhammad, Mughirah ibn Shu’bab menghancurkan patung Allat dan membakar rumahnya sampai habis.

Manah (pengucapan lainnya adalah Manat): Dewi yang tertua. Masyarakat Arab menamakan anak2 mereka dengan namanya. Dia berada di Qudayd, diantara Medina dan Mekah. Masyarakat Arab biasa mempersembahkan korban baginya – terutama suku Arab Aws dan Khazraj dan juga penduduk Medina dan Mekah. Di akhir ibadah naik haji, ketika hendak pulang ke tempat asal, orang2 akan berhenti di tempat Manah, menggunduli kepala mereka dan diam di sana untuk sementara. Ibadah naik haji tidak lengkap jika mereka belum mengunjungi Manah.

Ibn-Hajar menyumpah demi Allah sambil berkata, “Demi Allat dan ‘Uzza dan mereka semua yang percaya padanya, dan demi Allah yang lebih besar daripada mereka berdua” (ibn al–Kalbi, 1952, p. 15).

Uzza: Uzza ini lebih baru daripada Allat atau Manah. Masyarakat Arab menamai anak2 mereka dengan namanya.
Zilim ibn As’ad memperkenalkan al–Uzza. Uzza terletak di sebuah bukit di Nakhlat yang disebut Hurad, yang terletak di sebelah kanan jalan dari Mekah ke al-Irak, di atas Dhat-Irq. Zilim membangun sebuah rumah bagi Uzza dan menyebut bangunan itu Buss. Penyembahnya menerima pesan2 illahi di sana. Anak2 mereka dinamakan berdasarkan namanya, misalnya Abd-al-Uzza. Dialah dewi terbesar dalam masyarakat Quraish. Mereka biasa mengambil hatinya dengan mempersembahkan korban. Muhammad pun telah mempersembahkan korban domba putih bagi al-Uzza.

Lihat Q 53:19
(Setelah kamu wahai kaum musyrik Mekah mendengar keterangan yang membuktikan kekuasaan dan keagungan Allah) maka adakah kamu nampak bahawa “Al-Laat” dan “Al-Uzza”;
Q 53:20
Serta “Manaat” yang ketiga, yang bertaraf rendah lagi hina itu (layak disembah dan dianggap sebagai anak-anak perempuan Allah)?

Ayat2 di atas telah dibuat Muhammad untuk mengritik doa2 yang dilakukan kaum pagan ketika mengelilingi Ka’abah. Aku akan meluruskan sejarah dengan menampilkan doa2 pagan bagi Allah ta’alla sang dewa bulan ketika mengelilingi Ka’abah:
Adadeh 53:20
Demi Allat dan al-Uzza,
Dan Manah, berhala ketiga

Adadeh 53:19
Sungguh benar mereka adalah wanita2 yang paling terpuji
Yang anugerahnya diharapkan.

Ditulis dalam diskusi bebas, islam | 9 Comments »

KITAB-KITAB APOKRIFA DAN PSEUDEPIGRAFA

Posted by kosongan pada | 23 |Desember| 2008 |

sumber : http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?p=852#852

KITAB-KITAB APOKRIFA

Latin apocryphus “apocryphal”, from Greek ἀπόκρυφος (apocryphus) “hidden, obscure” from ἀποκρύπτειν (apocryptīn) “to hide”; from ἀπό (apo) “from” + κρύπτειν (cryptīn) “to hide” … secara garis besar Kata ‘apocrypha’ berarti “tersembunyi”. Ketika digunakan untuk kumpulan tulisan-tulisan Yahudi dari masa intertestamental kata tersebut mempunyai dua konotasi:

1. Kitab-kitab yang “disembunyikan” karena sifatnya yang esoteric (hanya dipahami dan diketahui oleh beberapa orang tertentu saja), atau

2. Kitab-kitab yang “disembunyikan” karena memang harus demikian – karena kitab-kitab tersebut tidak pernah diakui sebagai kanon oleh orang-orang Ibrani.

Apokrifa adalah kumpulan empat belas (atau lima belas, bergantung pada penghitungannya) kitab yang ditulis oleh penulis-penulis saleh Ibrani
antara tahun 200 sebelum Masehi dan tahun 100 Masehi. Kitab-kitab ini semula ditulis dalam bahasa Yunani dan Aram dan telah dipelihara dalam bahasa Yunani, Latin, Etiopia, Kupti, Arab, Siria, dan Armenia. Apokrifa berisi enam gaya atau jenis sastra yang berbeda-beda, termasuk sastra yang bersifat mendidik (didaktik) agama, romantis, sejarah, nubuat(menyangkut surat dan wahyu), dan legenda.

Berikut adalah nama-nama kitab Apokrifa:

1. Kebijaksanaan Salomo (kira-kira tahun 30 sM)
2. Eklesiastikus (Sirakh) (132 sM)
3. Tobit (kira-kira tahun 200 sM)
4. Yudit (kira-kira tahun 150 sM)
5. 1 Esdras (kira-kira 150-100 sM)
6. 1 Makabe (kira-kira tahun 110 sM)
7. 2 Makabe (kira-kira 110-70 sM)
8. Barukh (kira-kira 150-50 sM)
9. Surat Nabi Yeremia (300-100 sM)
10. 2 Esdras (kira-kira tahun 100)
11. Tambahan pada Ester (140-130 sM)
12. Doa Azaria (abad kedua atau pertama sM) (Kidung Tiga Pemuda)
13. Susana (abad kedua atau pertama sM)
14. Dewa Bel dan Naga (kira-kira 100 sM)
15. Doa Manasye (abad kedua atau pertama sM)

Pada mulanya kitab-kitab Apokrifa itu ditambahkan satu demi satu pada edisi Septuaginta yang belakangan, terjemahan dalam bahasa Yunani dari Perjanjian Lama Ibrani yang diselesaikan sekitar tahun 250 sM karena dianggap perlu sebab dampak Helenisme terhadap Yudaisme. Kitab-kitab ini jelas terpisah dari Alkitab Ibrani dan tidak dianggap oleh orang Ibrani sebagai bagian dari kanon Perjanjian Lama. Namun, para ahli kitab Ibrani tidak membuat catatan apa pun mengenai hal ini, sehingga menimbulkan sedikit kebingungan di antara orang-orang Kristen yang berbahasa Yunani yang menerima Septuaginta sebagai Alkitab mereka. Hal ini terutama terjadi sesudah tahun 100, semenjak beberapa salinan Septuaginta diterjemahkan oleh para juru tulis Kristen.

Selama abad-abad awal dari kekristenan terjadi silang pendapat sehubungan dengan kanonitas kitab-kitab Apokrifa. Misalnya, bapa-bapa gereja Yunani dan Latin seperti Ireneus, Tertulianus, dan Klemes dari

Aleksandria mengutip Apokrifa dalam tulisan mereka sebagai “Kitab Suci”, dan Sinode di Hippo (tahun 393) mengesahkan penggunakan Apokrifa sebagai kanon. Akan tetapi, orang lain seperti Eusebius dan Athanasius membedakan Apokrifa dari Perjanjian Lama.

Pertentangan mengenai Apokrifa sebagai kanon Perjanjian Lama memuncak dengan penerbitan Vulgata, Perjanjian Lama dalam bahasa Latin oleh Hieronimus (tahun 405). Ditugaskan oleh Paus Damasus, terjemahan Perjanjian Lama dalam bahasa Latin ini dimaksudkan sebagai edisi “populer” Alkitab untuk Gereja Roma yang kudus. Hieronimus menentang pengakuan Apokrifa sebagai kanon Perjanjian Lama dan membuat catatan-catatan yang cermat dalam edisi Vulgatanya dengan tujuan itu.

Akan tetapi, beberapa revisi yang belakangan dari Vulgata Hieronimus ini lalai untuk mencantumkan perbedaan-perbedaan yang jelas ini, dan segera saja kebanyakan pembaca Latin tidak mengetahui adanya perbedaan antara Perjanjian Lama dan Apokrifa.

Reformasi sekali lagi memunculkan masalah Apokrifa sebagai kanon dalam diskusi-diskusi utama gereja. Sementara para tokoh reformasi menerjemahkan Perjanjian Lama ke dalam bahasa umat mereka, mereka mendapatkan bahwa Alkitab Ibrani tidak memuat kitab-kitab Apokrifa.

Jadi, penilaian mereka “kitab-kitab yang kurang penting” ini tidak dicantumkan dalam kanon Perjanjian Lama atau dilampirkan sebagai kumpulan kitab yang terpisah dan lebih rendah mutunya. Hal membedakan antara kanon dan Apokrifa ini diantisipasi oleh Wycliffe dalam terjemahan bahasa Inggris yang dilakukannya pada tahun 1382. Kaum puritan diakui sebagai kelompok yang telah mengeluarkan seluruh Apokrifa dari Alkitab bahasa Inggris. Tradisi tidak mencantumkan Apokrifa ini masih tetap merupakan ciri khas dari mayoritas versi bahasa Inggris yang diterbitkan oleh golongan protestan.

Gereja Roma Kudus menanggapi para tokoh reformasi pada konsili di Trente (1545-1564). Di konsili tersebut pada pemimpin menegaskan kembali Vulgata sebagai Alkitab gereja yang benar dan mengumumkan bahwa Apokrifa adalah sama dengan materi kanonik (teristimewa kitab Tobit, Sirakh, Kebijaksanaan, Yudit, 1-2 Makabe, Barukh, dan Tambahan-tambahan pada kitab Ester dan kitab Daniel). Sekarang kumpulan tersebut biasanya disebut Deuterokanonika, dan hal ini dibenarkan oleh konsili Vatikan pada tahun 1870. Gereja Katolik Roma mengutip Deuterokanonika untuk menguatkan doktrin, termasuk konsep Api Penyucian, manfaat melakukan perbuatan-perbuatan baik, dan praktek mendoakan orang mati.

* Tobit 12:9, “The same night also I returned from the burial, and slept by the wall of my courtyard, being polluted and my face was uncovered.”

* 2 Makabe 12:43-45, “43 And when he had made a gathering throughout the company to the sum of two thousand drachms of silver, he sent it to Jerusalem to offer a sin offering, doing therein very well and honestly, in that he was mindful of the resurrection: For if he had not hoped that they that were slain should have risen again, it had been superfluous and vain to pray for the dead. And also in that he perceived that there was great favour laid up for those that died godly, it was an holy and good thought. Whereupon he made a reconciliation for the dead, that they might be delivered from sin.”

* 2 Esdras 8:33, “For the just, which have many good works laid up with thee, shall out of their own deeds receive reward.”

* 2 Esdras 13:46, “Then dwelt they there until the latter time; and now when they shall begin to come,”

* Sirakh 3:30, “Water will quench a flaming fire; and alms maketh an atonement for sins.”

Pengakuan Westminster pada tahun 1647 menolak pengilhaman dan otoritas Apokrifa dan tidak bersedia menerima kumpulan kitab tersebut sebagai bagian dari kanon Alkitab. Gereja-gereja Protestan pada umumnya menganut pendapat ini sehubungan dengan Apokrifa. Kendatipun tidak diakui ataupun dipraktekkan secara luas dewasa ini, penilaian Martin Luther terhadap Apokrifa masih tetap bermanfaat. Ia berpendapat bahwa kitab-kitab Apokrifa tidak sepadan dengan Alkitab, tetapi berguna untuk dibaca dan bernilai untuk membangun diri sendiri.

Salah satu alasan tidak diterimanya kitab-kitab Apokrifa adalah karena kitab-kitab itu mengandung kesalahan dan bertentangan dengan kitab-kitab yang resmi dalam Alkitab sebagai contoh:

* 2 Makabe 2:23, “All these things, I say, being declared by Jason of Cyrene in five books, we will assay to abridge in one volume.” – “Semuanya itu telah diuraikan oleh Yason dari Kirene dalam lima buku lima buah. Kami ini hendak berusaha mengikhtisarkan semuanya dalam satu jilid saja.”

* 2 Makabe 15:37b-38, “And here will I make an end. And if I have done well, and as is fitting the story, it is that which I desired: but if slenderly and meanly, it is that which I could attain unto.” – “Maka aku sendiripun mau mengakhiri kisah ini. Jika susunannya baik lagi tepat, maka itulah yang kukehendaki. Tetapi jika susunannya hanya sedang-sedang dan setengah-setengah saja, maka hanya itulah yang mungkin bagiku.”

Kutipan di atas menentang kebenaran bahwa Alkitab diilhamkan oleh Allah, bukan oleh manusia serta tidak ada nubuat atau kitab yang dihasilkan oleh pikiran manusia, dalam ayat-ayat berikut:

* 2 Timotius 3:16, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

* 2 Petrus 1:20-21, “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”

Kesalahan-kesalahan lain dalam kitab Apokrifa adalah kesalahan sejarah, kesalahan doktrin, misalnya membenarkan bunuh diri, menyetujui doa untuk orang mati, membenarkan kekejaman terhadap budak-budak, mengajarkan praeksistensi jiwa, membenarkan penipuan dan pengutukan.

KITAB-KITAB PSEUDEPIGRAFA

Yudaisme intertestamental menghasilkan kumpulan kedua dari karya-karya sastra yang tidak diterima dalam kanon Alkitab dan berbeda dari Apokrifa.
Kumpulan kitab ini dikenal sebagai Psedepigrafa Perjanjian Lama (atau “kitab-kitab yang ditulis dengan nama samaran”). Delapan belas kitab ini ditulis oleh para penulis Yahudi yang saleh antara tahun 200 sebelum Masehi dan tahun 200 Masehi. Kitab-kitab tersebut mula-mula ditulis dalam bahasa Ibrani, Aram, dan Yunani, dan sudah dipelihara dalam bahasa Yunani, Siria, Etiophia, Kupti, dan Armenia.

Berikut daftar kumpulan standar dari Pseudepigrafa

1. Kitab Yobel
2. Surat Aristeas
3. Kitab Adam dan Hawa
4. Yesaya Mati Syahid
5. 1 Henokh
6. Wasiat Dua Belas Patriarkh
7. Orakel dari Sibyl
8. Pengangkatan Musa ke Surga
9. 2 Henokh, atau Kitab Rahasia Henokh
10. 2 Barukh, atau Apokalips Siria dari Barukh
11. 3 Barukh, atau Apokalips Yunani dari Barukh
12. 3 Makabe
13. 4 Makabe
14. Aboth Pirke
15. Kisah Ahikar
16. Mazmur-mazmur Salomo
17. Mazmur 131
18. Fragmen Sebuah Karya Tulisan Orang Zadok

Kendatipun kumpulan kitab tersebut tetap berada di luar kanon yang diakui baik dalam Yudaisme maupun dalam kekristenan, kitab-kitab itu tetap diedarkan dan dibaca di mana-mana dalam gereja Kristen. Bahkan, surat Yudas dalam Perjanjian Baru diduga mengutip 1 Henokh dan menyinggung hal Musa diangkat ke surga, namun kebenarannya masih menjadi perdebatan, karena ada kemungkinan Kitab Henokh justru ditulis setelah Kitab Yudas Perjanjian Baru ditulis.
Sumber:
- “A Survey of the Old Testament”, Andrew E. Hill, Michigan, USA: 1991
- “Oxford Apocrypha 1769,” October 1995
- “Anda Bertanya? Alkitab Menjawab”, Dr. Caprili Guanga, Departemen Literatur Saat, Malang: 1998.

Pseudepigrafa

Pseudepigrafa atau tulisan samar-samar. Istilah ini dipakai bagi karya tulis Yahudi yang tidak termasuk Kanon PL dan tidak mendapat tempat dalam Apokrifa. Karya-karya tulis ini juga tidak meliputi Gulungan Laut Mati.

Kitab-kitab Apokrifa dimasukkan ke dalam Alkitab Yunani, tapi Pseudepigrafa tidak pernah dianggap kanonik. Kendati demikian Pseudepigrafa penting selama kurun waktu antar perjanjian, dan berharga demi kejelasan latar belakang Yahudi dalam PB. Sebagian besar, walaupun tidak semua tulisan yang termasuk kelompok ini diterbitkan dibawah nama alias, dan oleh karena itu nama samaran pada umumnya cocok.

Tulisan itu dapat dibagi menjadi kelompok Palestina dan kelompok Yahudi-Helenistis, sebab tempat asalnya sangat mempengaruhi bentuk dan tujuannya. Karena ada suatu tema yang begitu berperan pada jumlah terbesar tulisan itu, maka tepat bila digambarkan sebagai kepustakaan gerakan apokaliptik.

1.Kelompok Palestina

Kelompok Palestina memuat tiga jenis pustaka yang berbeda yaitu puisi, legenda dan apokaliptik. Psalms of Salomons hampir pasti termasuk kepada paroan kedua abad 1 SM dan menjadi contoh polemik anti-Saduki dari Farisi pada kurun waktu itu. Dalam sebagian besar dari 18 mazmur ini, yang meniru Mazmur Daud, tiada hunjukan (pernyataan yang merujuk-red) pada Mesias (kecuali Psalms of Solomons 17) tapi bicara banyak tentang kerajaan mesianis.

Penggulingan wangsa (keturunan raja-red) Hasmon oleh Pompius dari Roma dipandang sebagai tindakan ilahi, sekalipun Pompius sendiri dikutuk karena mencemarkan Bait Suci. Ada upaya pengumpulan mazmur lainnya selama kurun waktu antar perjanjian, misalnya Psalms of Joshua, dapat ditemukan di perpustakan Qumran.

Ada banyak kitab berwujud perluasan legendaris dari sejarah alkitabiah yang didasarkan terutama pada hukum Taurat, sekalipun memasukkan beberapa legenda tentang nabi-nabi. Yang tertua diantaranya adalah Testaments of the Twelve Patriachs, didasarkan pada Kejadian 49. Masing-masing putra Yakub memberikan petuah kepada keturunannya, dan banyak dari ajaran ini yang bermoral tinggi. Mereka ditampilkan sebagai tinjauan kegagalan mereka sendiri dalam berperan sebagai beringatan bagi orang lain.

Buku lain didasarkan atas Kitab Kejadian adalah Book of Jubilees disebut demikian karena sistem penanggalannya. Penulisnya menyokong tahun yang terdiri 364 hari, guna membantu orang Yahudi dapat melaksanakan perayaan pada hari yang tepat. Seluruh isi kitab itu cenderung sebagai pernyataan Musa di gunung Sinai dan jelas bermaksud untuk menegakkan nilai kekal hukum Taurat.

Penulisnya seorang farisi, bermaksud memberantas pengaruh Helenisme yang merajalela selama bagian terakhir dari abad kedua SM. Di sepanjang ‘pernyataan’ itu ada banyak tambahan kepada sejarah alkitabiah, seperti pendapat yang mengatakan bahwa yang mendorong Abraham mengurbankan Ishak (17:16; 18:9; 12) bukanlah Allah melainkan iblis. Penulis menuntut dengan keras supaya orang-orang melaksanakan upacara-upacara Yahudi khususnya sunat dan pensucian sabat (15:33; 2:23-31; 50:6-13). Kitab ini dikenal di Qumran dan ada kemiripannya dengan naskah Damsyik.

Dalam nada yang sama dengan kitab Testaments of the Twelve Patriarchs ialah Testaments of Job, dimana Ayub memberikan kata-kata perpisahan kepada anak-anak dari sitri keduanya. Ayub digambarkan menilik kembali hidupnya yang lampau.

Kitab itu diakhiri dengan uraian tentang percakapan khusus yang diberikan kepada tiga putrinya untuk menyanyikan nyanyian sorgawi, dan sementara itu jiwanya diangkat dengan kereta ke surga. nampaknya penulis kitab itu adalah salah satu anggota dari salah satu bidat Yahudi yang paling keras(mungkin aliran Khasidim) dan dapat diberi penanggalan kurang dari 100 SM.

Tulisan Pseudepigrafa lainnya yaitu Life of Adam and Eve yang beberapa bagiannya sejajar dengan Apocalypse of Moses (bahasa Yunani),berisi sebuah rekonstruksi khayali tentang sejarah setelah kejatuhan ke dalam dosa. Dan sepanjang sejarah itu Adam mendapat penglihatan tentang perkembangan sejarah Yahudi hingga zaman setelah pembuangan. Pada umumnya diberi penanggalan antara tahun 20 dan 70 M, karena tulisan itu mengandaikan Bait Suci bangunan Herodes masih ada (29:6).

Martyrdom of Isaiah adalah sebuah buku sebagian Yahudi dan sebagian Kristen dalam bahasa Etiopia. Buku ini menceritakan bagaimana yesaya dibunuh dengan digergaji kayu (bab1-5;bnd Ibr 11:37). Vision of Isaiah yang telah disisipkan ke dalam tulisan asli, jelas mencirikan tambahan Kristen, karena menceritakan tentang kemarahan iblis tentang nubuat Yesaya mengenai penyelamatan melalui Kristus, dan menyebutkan sejarah kristiani sampai zaman penghambatan Nero (3:13 ; 4:18).

Bagian buku yang dikenal sebagai Ascension of Isaiah juga bersifat Yahudi-Kristen, sebab Yesaya tidak hanya diberitahu oleh Allah tentang kedatangan Yesus, tapi juga bersaksi akan kelahiran, kematian dan kebangkitan Yesus, tapi juga bersaksi akan kelahiran, kematian dan kebangkitan Mesias yang akan datang. Penanggalannya mungkin abad 2 SM.

Tambahan lagi ada beberapa buku Yeremia palsu dan Daniel palsu dari zaman pra Kristen, yang baru saja muncul dari perpustakaan Qumran dan belum diteliti secara cermat. Tapi karya yang telah dikenal sebagai Paralipomena of Jeremiah The Prophet, jelas pengaruh Kristen. Dalam buku ini menyajikan catatan mengenai lingkungan Yeremia yang agak lebih dini. Tujuannya khusus menentang perkawinan campuran.

Kelompok Pseudepigrafa Yahudi yang jauh lebih penting ialah apokaliptik-apokaliptik, diantaranya Book of Enoch. Kitab ini adalah karya tulis gabungan, beberapa bagiannya ditulis pada kurun waktu yang berbeda-beda selama dua abad terakhir SM. bagian-bagiannya yang tertua ditulis pada zaman Makabe. Ada 5 bagian pokok dalam kitab.

Yang pertama mengenai penglihatan Henokh tentang penghakiman di masa depan, khususnya penghakiman kepada malaikat yang telah jatuh ke dalam dosa. Kedua, dikenal sebagai The Similitudes of Enoch, terdiri dari 3 perumpamaan yang pokoknya membicarakan tema tentang penghakiman atas dunia, tapi orang benar melalui harapan mesianis mempunyai jaminan keselamatan.

Ketiga, sebuah buku astronomi. Keempat, terdiri dari dua penglihatan ; satu tentang air bah dan yang satu lagi menceritakan sejarah dunia hingga zaman mesianis. Yang terakhir adalah bunga rampai dari peringatan-peringatan dan bahan-bahan lain, diantaranya yang paling penting ialah Apocalypse of Weeks, yang membagi sejarah dunia dalam 10 minggu, dimana 3 minggu terakhir bersifat apokaliptik.

Karya tulis lainnya termasuk pada kurun waktu Kristen ialah Apocalypse of Ezra (2 atau 4 Esdras). Dalam buku ini ada beberapa penglihatan yang ditunjukkan kepada Ezra di Babel, yang berkaitan dengan soal penderitaan Israel, dan ihwal itu diteruskan hingga zaman penulis sendiri (hingga kurun waktu setelah tahun 70 M, ketika persoalan itu menjadi hangat).

Rasa tidak berpengharapan yang meliputi buku ini akhirnya diringankan hanya oleh kepercayaan yang samar-samar kepada suatu zaman emas yang akan datang. Buku ini adalah hasil jerih payah yang sungguh-sungguh, tapi tak berhasil memecahkan persoalan yang mendesak. Penanggalannya kira-kira pada akhir abad pertama SM.

Pada waktu yang kira-kira sama, muncullah Apocalypse of Baruch (atau Barukh Siria), yang memiliki banyak pemikiran yang sama dengan buku yang diatas. Buku ini oleh beberapa ahli dipandang sebagai tiruan dari buku yang lebih hebat yaitu 2 Esdras. Di tengah pesimisme yang diakibatkan keruntuhan Yerusalem, bersemi harapan tipis hingga mulainya pemerintahan damai Mesianis. Zaman sekarang adalah zaman keputusasaan tanpa keringanan, ditandai oleh air laut yang amat jorok, tapi kedatangan Mesias, yang ditandai oleh petir, membawa penghiburan.

2.Kelompok Yahudi-Helenisme

Pseudepigrafa Yahudi-Helenisme yang lebih menonjol adalah tulisan-tulisan propaganda (Letter of Aristeas dan bagian-bagian dari Sibyline Oracles), sejarah legendaris (3 Makabe), filsafat (4 Makabe) dan apokaliptik (sebagian dari Slavonic Enoch, dan sebagian Greek Baruch).

Letter of Aristeas, gayanya berasal dari zaman penulisan LXX seperti diusulkan Ptolemeus II, Filadelfos, dari Mesir (285-245 SM). Ceritanya sendiri bersifat legendaris dan dalam kenyataannya ditulis oleh seorang Yahudi (kira-kira 100 SM), yang ingin memuji dan mempropagandakan hukum Taurat dan agama Yahudi kepada kaum Helenisme yang sezaman dengan dia. Buku ini adalah sebuah pembelaan agama Yahudi terhadap pencela-pencelanya dari golongan non-Yahudi.

Sekitar tahun 140 Sm seorang yahudi dari Aleksandria menghasilkan beberapa Sybiline Oracles, meniru firman-firman dewi Yunani kuno yang dianggap berasal dari Sibil, seorang nabiah kafir yang sangat dihormati oleh orang Yunani yang sezaman, juga oleh banyak orang Yahudi bahkan orang Kristen dari kurun waktu yang lebih kemudian. Tak terbilang banyaknya tambahan yang dimasukkan kepada firman dewi ini.

Dari 12 buku yang ada sebagian besar nampaknya berasal dari orang Kristen, tapi buku 3-5 pada umumnya dipandang bersifat Yahudi. Buku-buku ini khususnya adalah propaganda, memuat terutama ihwal penghakiman-penghakiman atas bangsa-bangsa non Yahudi. Dalam buku 3 muncul tinjauan ulang atas sejarah Israel zaman Salomo hingga Antiokhus Epifanes dan pengganti-penggantinya, tapi masyarakat yahudi diuntungkan oleh kedatangan mesias.

Ada himbauan khusus kepada Yunani supaya menghentikan kebaktian kafirnya, dan tujuan apologetik yang kuat ini selanjutnya nampak dalam anggapan bahwa Sibil sebenarnya adalah keturunan Nuh.

3 Makabe adalah hiasan legendaris, dirancang bagi pemuliaan orang Yahudi di Mesir pada masa pemerintahan Ptomeleus Fiskon. 4 Makabe adalah khotbah filsafati, penulisnya seorang Yahudi Helenistis yang jelas bersifat legalistis, membicarakan pengawasan nafsu-nafsu oleh akal, dan dengan ini ia memperlihatkan kecenderungannya kepada Stoa. Namun yang benar-benar dikaguminya ialah hukum Taurat Musa. Kendati tak berhasil ia telah berusaha mencari suatu sintese antara keduanya.

Secara keseluruhan, pustaka Pseudepigrafa menyinarkan terang yang menarik pada kurun waktu persiapan Injil. Kepustakaan ini ditunjuk pada zaman nabi tidak lagi berperan menyampaikan pengumuman, dan ketika penghormatan kepada hukum Taurat makin bertambah-tambah.

Zaman itu adalah zaman kebingungan dan sastra apokaliptik muncul guna mendamaikan janjinubuat dengan perjanjian sejarah mutakhir yang membawa malapetaka, dan untuk memproyeksikan pemenuhan janji-janji ini ke dalam suatu zaman yang masih harus datang. Buku-buku itu beredar luas diantara bangsa Yahudi. Beberapa penulis PB mungkin mengenal tulisan ini.

Mengenai pemakaian nama orang dari zaman-zaman lampau memang asing bagi gagasan-gagasan modern. Tapi karya tulis yang jumlahnya amat besar memakai nama orang lain membuktikan kemanfaatannya bagi zamannya, mungkin hal itu demikian demi keamanan dan guna menjamin otoritas tulisan itu semaksimal mungkin.

Banyak perbedaan dan perkembangan teologis dalam kepustakaan ini dibandingkan kurun waktu nubuat yang mendahuluinya. Secara hakiki zaman yang akan datang berbeda dari zaman sekarang. Zaman yang akan datang mempunyai asalnya sendiri yang adikodrati yang akan mengganti zaman ini, yang dipandang berada di bawah kekuasaan pengaruh-pengaruh jahat.

Ajaran tentang dua zaman ini menjadi ciri khas dari kurun waktu antar perjanjian dan mengema disana-sini di dalam PB. Perlu diperhatikan bahwa kendati ini adalah pendekatan apokaliptik kepada sejarah masa akan datang, harapan Mesianis selama kurun waktu itu tidak begitu ditonjolkan seperti sebelumnya.

Gambaran yang paling jelas terdapat dalam Book of Enoch. Disitu gagasan Mesianis lebih transedental, sejajar dengan transendentalisme yang makin bertambah-tambah dalam gagasan tentang Allah. Anan Manusia sebagai tokoh surgawi yang telah ada sebelum dilahirkan, digambarkan menghakimi bersama Allah.

Ciri lain yang mencolok dari kepustakaan ini adalah perhatian yang surut dalam hal kebangsaan yang murni dan dalam perkembangan perseorangan, disatu pihak, dan universalisme di lain pihak. Tapi barangkali sumbangan kepustakaan ini yang paling besar, ialah menentang upaya legalisme agama Yahudi yang makin bertambah-tambah, khususnya antara Farisi, sekalipun legalisme ini tidak tuntas terhapus dari banyak buku itu.

Sumber :
Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, Jilid 2, p 275-277

Ditulis dalam kristen | 2 Comments »

INJIL dan KITAB INJIL

Posted by kosongan pada | 23 |Desember| 2008 |

sumber : http://www.sarapanpagi.org/injil-dan-kitab-injil-vt2256.html

INJIL :

Kata Injil berasal dari kata “ευαγγελιον – euaggelion” (Yunani) artinya adalah kabar baik . Kata ‘injil’ merupakan Arabisasi untuk kata Yunani “ευαγγελιον – euaggelion” .

Kata Yunani “ευαγγελιον – euaggelion” dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan “Gospel”.

Gospel = Good News = Kabar Baik = ευαγγελιον – euaggelion

Kata ‘gospel’ berasal dari Old English ‘godspel’, sedangkan kata ‘godspel’ sendiri berasal dari kata ‘goodspel’ yang berarti ‘good news’ -kata ini lah yang bermakna sama dengan kata Yunani “ευαγγελιον – euaggelion”.

‘Godspel’ terbentuk akibat ‘kesalahan’ penulisan dan asosiasi sehingga satu karakter ‘o’ hilang dari kata ‘goodspel’. Asosiasi kata ‘godspel’ terjadi untuk menyebut ‘kabar atau kotbah atau text yang memberitakan kabar dari Tuhan (God) tsb’ yang pada perkembangan akhirnya karakter ‘d’ ikut lenyap sehingga terbentuklah kata ‘gospel’

KITAB INJIL :

Kitab Injil adalah Kitab yang menuliskan tentang kabar baik. Kami umat Kristiani memandang 4 kitab pertama pada Perjanjian Baru yang mencatat kehidupan Yesus Kristus di bumi adalah Kitab Injil. Yaitu kitab yang mencatat KABAR BAIK, bahwa Allah sudi datang ke bumi dan melakukan misi penyelamatan bagi umat manusia dari konsekwensi/ akibat dari dosa yaitu kematian kekal.

Jadi jikalau Alkitab Perjanjian Baru menuliskan “memberitakan Injil” itu artinya “memberitakan Kabar Baik” (bukan sebagai nama Kitab) :

* Matius 4:23
LAI TB, Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu
[/color]KJV, And Jesus went about all Galilee, teaching in their synagogues, and preaching the gospel of the kingdom, and healing all manner of sickness and all manner of disease among the people.
TR, [color=olive] και περιηγεν ολην την γαλιλαιαν ο ιησους διδασκων εν ταις συναγωγαις αυτων και κηρυσσων το ευαγγελιον της βασιλειας και θεραπευων πασαν νοσον και πασαν μαλακιαν εν τω λαω
Translit, kai periêgen en olê tê galilaia olên tên galilaian ho iêsous didaskôn en tais sunagôgais autôn kai kêrussôn to euaggelion tês basileias kai therapeuôn pasan noson kai pasan malakian en tô laô

* Markus 1:14
LAI TB, Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah
KJV, Now after that John was put in prison, Jesus came into Galilee, preaching the gospel of the kingdom of God
TR, μετα δε το παραδοθηναι τον ιωαννην ηλθεν ο ιησους εις την γαλιλαιαν κηρυσσων το ευαγγελιον της βασιλειας του θεου
Translit, meta de to paradothênai ton iôannên êlthen ho iêsous eis tên galilaian kêrussôn to euaggelion tês basileias tou theou theou

* Lukas 4:43
LAI TB, Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”
KJV, And he said unto them, I must preach the kingdom of God to other cities also: for therefore am I sent.
TR, ο δε ειπεν προς αυτους οτι και ταις ετεραις πολεσιν ευαγγελισασθαι με δει την βασιλειαν του θεου οτι εις τουτο απεσταλμαι
Translit, ho de eipen pros autous hoti kai tais eterais polesin euaggelisasthai me dei tên basileian tou theou hoti epi eis touto apestalên apestalmai

Jadi ketika Kitab Injil Matius menuliskan Yesus “memberitakan Injil” artinya Yesus “memberitakan Kabar Baik”. Jikalau masih binggung Anda boleh saja mengganti terjemahan diatas –> kata Injil diganti dengan kata “Kabar-Baik”

Sedangkan Kitab Injil, adalah menulis tentang kabar baik atau tepatnya ‘kabar baik perihal Yesus. Istilah ini digunakan untuk menyebut ke-empat kitab awal dalam Alkitab Perjanjian Baru (Injil Kanonik : Matius, Markus, Lukas & Yohanes)

Disebut demikian karena ke-empatnya menceritakan ‘Riwayat Hidup Yesus’, khususnya ‘ke-tiga kitab pertama (Matius, Markus & Lukas) menyorot kehidupan itu dari sudut pandangan yang sama karena itu disebut ‘Injil Sinoptis’ sedangkan kitab Yohanes melihatnya dari sudut berbeda yaitu sudut ke’Allah’an Yesus

KATA “INJIL” (“ευαγγελιον – euaggelion”) Rujukan Perjanjian Lama :

Dalam Septuaginta (Kitab Suci Yudaisme “Tanakh Ibrani” dalam bahasa Yunani), kata “Kabar Baik” (Ibrani, בשורה - BESORAH ) diterjemahkan menjadi ευαγγελιον – euaggelion.

Contoh Ayat :

* 2 Samuel 4:10
LAI TB, Ketika ada orang yang membawa kabar (baik) {Euaggelizo} kepadaku demikian: Saul sudah mati! dan memandang dirinya sebagai orang yang menyampaikan kabar baik, maka aku menangkap dan membunuh dia di Ziklag, dan dengan demikian aku memberikan kepadanya upah kabarnya {euaggelion}
Septuaginta (LXX), οτι ο απαγγειλας μοι οτι τεθνηκεν σαουλ και αυτος ην ως ευαγγελιζο (translit: euaggelizo) μενος ενωπιον μου και κατεσχον αυτον και απεκτειtνα εν σεκελακ ω εδει με δουναι ευαγγελια (translit: euaggelia)

* 1 Raja-raja 1:42
LAI TB, Selagi ia berbicara, datanglah Yonatan anak imam Abyatar. Lalu Adonia berkata: “Masuklah, sebab engkau seorang kesatria dan tentulah engkau membawa kabar baik{Euaggelizo}.”
LXX, ετι αυτου λαλουντος και ιδου ιωναθαν υιος αβιαθαρ του ιερεως ηλθεν και ειπεν αδωνιας εισελθε οτι ανηρ δυναμεως ει συ και αγαθα ευαγγελισαι (translit: euaggelisai)

2 Raja-raja 7:9
LAI TB, Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik {euaggelion} , tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja.”
LXX, και ειπεν ανηρ προς τον πλησιον αυτου ουχ ουτως ημεις ποιουμεν η ημερα αυτη ημερα ευαγγελιας (Translit, euagelias) εστιν και ημεις σιωπωμεν και μενομεν εως φωτος του πρωι και ευρησομεν ανομιαν και νυν δευρο και εισελθωμεν και αναγγειλωμεν εις τον οικον του βασιλεως

Maka disini jelas apa yang dimaksud dengan Kabar-baik {euaggelion} = Injil dengan Kitab Kabar-Baik {euaggelion} atau Kitab Injil dan kapan penggunaannya.

Kata ini dipakai dalam Alkitab bahasa Asli Perjanjian Baru. Dan kata ini juga digunakan dalam terjemahan Tanakh Ibrani ke-dalam bahasa Yunani : Septuaginta (LXX).

Penjelasan saya sebelumnya adalah menjelaskan makna kata INJIL yang berasal dari kata Yunani ευαγγελιον – euaggelion itu yang digunakan dalam Alkitab dengan makna Kabar Baik, bukan bermakna sebagai “kitab”.

Sedangkan בשורה - BESORAH dari kata dasar בשר -BASAR, maknanya juga sama dengan ευαγγελιον – euaggelion, kita cek ayatnya, sbb :

* 2 Samuel 4:10
LAI TB, Ketika ada orang yang membawa kabar (kabar-baik) kepadaku demikian: Saul sudah mati! dan memandang dirinya sebagai orang yang menyampaikan kabar baik, maka aku menangkap dan membunuh dia di Ziklag, dan dengan demikian aku memberikan kepadanya upah kabarnya (kabar baik, BESORAH)
KJV, When one told me, saying, Behold, Saul is dead, thinking to have brought good tidings, I took hold of him, and slew him in Ziklag, who thought that I would have given him a reward for his tidings:
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
כִּי הַמַּגִּיד לִי לֵאמֹר הִנֵּה־מֵת שָׁאוּל וְהוּא־הָיָה כִמְבַשֵּׂר בְּעֵינָיו וָאֹחֲזָה בֹו וָאֶהְרְגֵהוּ בְּצִקְלָג אֲשֶׁר לְתִתִּי־לֹו בְּשֹׂרָה׃
Translit, KI HAMAGID LI LEMOR HINEH-MET SYA’UL VEHU-HAYAH KHIMVASER BE’EINAV VA’OKHAZAH VO’ VA’EHREGEHU BETSIKLAG ASYER LETITI-LO BESORAH {tidings/ kabar baik}
Septuaginta (LXX), οτι ο απαγγειλας μοι οτι τεθνηκεν σαουλ και αυτος ην ως ευαγγελιζο μενος ενωπιον μου και κατεσχον αυτον και απεκτειtνα εν σεκελακ ω εδει με δουναι ευαγγελια
Translit, οτι ο απαγγειλας μοι οτι τεθνηκεν σαουλ και αυτος ην ως ευαγγελιζο μενος ενωπιον μου και κατεσχον αυτον και απεκτειtνα εν σεκελακ ω εδει με δουναι ευαγγελια
Translit, HOTI HO APAGGEILAS MOI HOTI TEHNÊKEN SAOUL KALAUTOS ÊN HÔS EUAGGELIZO {tidings/ kabar baik} MENOS ENÔPION MOU KAI KATESKHON AUTON KAI APEKTEITNA EN SEKELAK ÔEDEIME DOUNAI EUAGGELIA {tidings/ kabar baik}

Bandingkan

* Matius 4:23
LAI TB, Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil (tidings, kabar baik) Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu
KJV, And Jesus went about all Galilee, teaching in their synagogues, and preaching the gospel (tidings/ kabar baik) of the kingdom, and healing all manner of sickness and all manner of disease among the people.
TR, και περιηγεν ολην την γαλιλαιαν ο ιησους διδασκων εν ταις συναγωγαις αυτων και κηρυσσων το ευαγγελιον της βασιλειας και θεραπευων πασαν νοσον και πασαν μαλακιαν εν τω λαω
Translit, kai periêgen olên tên galilaian ho iêsous didaskôn en tais sunagôgais autôn kai kêrussôn to euaggelion (Tidings, Gospel, kabar baik, Besorah) tês basileias kai therapeuôn pasan noson kai pasan malakian en tô laô

Perhatikan terjemahan Hebrew dibawah ini :

HaBrit HaKhadasya, Matthew 4:23 ,
וַיָּסָב יֵשׁוּעַ בְּכָל־הַגָּלִיל וַיְלַמֵּד בִּכְנֵסִיּוֹתֵיהֶם וַיְבַשֵּׂר בְּשׂוֹרַת הַמַּלְכוּת וַיְרַפֵּא כָּל־מַחֲלָה וְכָל־מַדְוֶה בָּעָם׃
Translit, VAYASYAV YESYUA’ BEKOL-HAGALIL VAYELAMED BIKENASIVOTAIHEM VAYEVASER BESORAT (Kabar Baik/ Injil/ Gospel/ euaggelion) HAMALKUT VERAFO’ KOL-MAKHALAH VEKOL-MADVEH BA’AM

Kata Yunani ευαγγελιον – euaggelion itu sinonim dengan kata Ibrani בשורה - BESORAH . KABAR BAIK.

Kitab Injil = Kitab euaggelion = Kitab Besorah = Kitab Kabar Baik
Umat Kristen menamakan kitab yang mencatat kehidupan Yesus Kristus, Allah yang inkarnasi ke bumi adalah Kitab Injil. Kitab yang menulis kabar baik tentang Allah yang baik, Allah yang rela menjadi manusia untuk misi keselamatan.

Yesus Kristus dalam palayananNya di bumi, membawa kabar baik (INJIL/ ευαγγελιον – euaggelion) Matius 4:23. Kabar baik ini diteruskan oleh para rasul-rasul termasuk rasul Paulus. Perkataan ευαγγελιον – euaggelion dalam Roma 1:1-2 yang Anda persoalkan, pun bukan bermakna “nama Kitab” tetapi bermakna good tidings, glad tidings, kabar suka-cita, Kabar Baik. Alkitab terjemahan memang LAI menggunakan kata INJIL, sebagai suatu kata yang spesifik menunjuk bahwa apa yang diberitakan Yesus Kristus dan yang diteruskan oleh para rasul, yaitu Kabar Baik tentang keselamatan, dalam konteks inilah makna kata INJIL dalam Alkitab terjemahan LAI.

Semoga Jelas.
Blessings,
BP

Beberapa injil yang tidak dikanonkan meskipun mempunyai keserupaan dalam hal sebagian isi dan gaya bahasa, dibandingkan dengan injil-injil kanonik. Kebanyakan (yang lainnya) adalah gnostik dalam hal isi dan gaya bahasa, mempresentasikan / mengemukakan ajaran-ajaran dari sudut pandang yang sangat berbeda dan dalam beberapa kasus dicap sebagai bid’ah.

Injil-injil ini termasuk dalam tulisan-tulisan apokrif :

Kitab yang sering disebut sebagai Injil Barnabas adalah pemalsuan abad ke-16 M. Penulisannya menggunakan bahasa Italia. karena tidak satupun injil kanon yang ditulis menggunakan bahasa Italia, Injil kanon hanya umumnya ditulis dalam Bahasa Ibrani, Yunani, dan Aram kuno. selain itu hanya berupa kitab terjemahan

Terjemahan dalam bahasa Indonesia yang beredar di Indonesia diterjemahkan dari buku yang ditulis oleh Laura dan Racc namun komentar-komentar kritisnya tidak diterjemahkan.

Ditulis dalam kristen | Leave a Comment »

yang disembunyikan di kristen/katolik

Posted by kosongan pada | 23 |Desember| 2008 |

sumber : http://faithfreedom.myforumportal.com/forum/viewtopic.php?p=36221&sid=1876d6b64a853519686d7fd38e3319b2#36221

BERIKUT INI ADALAH SEBAGIAN INFORMASI YANG SELAMA INI DISEMBUNYIKAN OLEH GEREJA AGAR UMAT KRISTEN / KATHOLIK TIDAK MEMPELAJARI ALKITAB MEREKA SENDIRI SECARA MENDALAM, APALAGI SAMPAI DENGAN MEMBANDINGKAN ANTAR SATU KITAB DENGAN KITAB LAIN, SANGAT DILARANG KERAS.

Kitab agama ini adalah milik umat Kristiani, dikenal dengan sebutan Alkitab atau Bibel (Inggris : Bible, Jerman : Bijbel), terdiri dari dua bagian kitab, yaitu Kitab Perjanjian Lama (PL) dan Kitab Perjanjian Baru (PB). Di dalam Perjaniian Lama Tuhan pernah berfirman bahwa orang-oran Israel itu sangat durhaka dan hobi merubah-rubah kitab suci (baca: Kitab Mikha 3:1 – 12 dan Ulangan 31:27). Akibatnya, kitab suci ini menjadi bercampur-baur antara kebenaran ilahi dan kesalahan-kesalahan manusiawi yang ditulis oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Maka Alkitab tidak boleh dibaca dengan doktrin yang harus diterima apa adanya bahwa Alkitab itu pasti baik dan benar, karena Tuhan telah mengaruniakan akal budi kepada setiap manusia. Akal budi inilah yang mendatangkan karunia (Amsal 13:15). Tanpa akal budi mengakibatkan kebodohan dan kebinasaan (Amsal 10:21). Gunakanlah akal untuk menguji dan menyaring Alkitab antara ayat-ayat firman Tuhan dan ayat-ayat buatan manusia. Sesuai dengan perintah berikut : “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (I Tesalonika 5: 2 1).

AYAT-AYAT ILLAHI :

Tuhan itu Esa (monotheisme), bukan Trinitas
1. Tauhid Nabi Musa (Ulangan 4:35, Ulangan 6:4, Ulangan 32:39).
2. Tauhid Nabi Daud (II Samuel 7:22, Mazmur 86:8 ).
3. Tauhid Nabi Sulaiman (I Raja-raja 8:23).
4. Tauhid Nabi Yesaya (Yesaya 43: 10-11, Yesaya 44:6,Yesaya 45:5-6, Yesaya 46:9).
5. Tauhid Yesus (Markus 12:29, Yohanes 5:30, Yohanes 17:3).

Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan
1. Yesus lebih kecil daripada Tuhan (Yohanes 10:29).
2. Tuhan lebih besar dari pada Yesus (Yohanes 14:28 ).
3. Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan (Markus 16:19, Roma 8:4).
4. Yesus berdiri di sebelah kanan Tuhan (Kisah Para Rasul 7:56).
5. Allah tahu kapan datangnya kiamat, sedang Yesus tidak tahu (Matius 24:36).
6. Yesus bersyukur kepada Tuhan (Matius ll:25, Lukas 10:21).
7. Yesus berteriak memanggil Tuhan (Matius 27:46, Markus 15:34).
8. Yesus menyerahkan nyawanya kepada Tuhan (Lukas 23:44-46, Yohanes 19:30).
9. Yesus disetir oleh Tuhan (Yohanes 5:30).

Yesus adalah utusan Tuhan (Rasul Allah)
Dalil : Markus 9:37, Yohanes 5:24, 30,7:29,33,8:16,18,26,9:4,10:36,II:42,13:20,16:5, 17:3,8,23,25.

Tidak ada dosa waris dan Penebusan dosa
Para nabi Allah tidak ada yang mengajarkan Dosa Waris dan Penebusan Dosa. Risalah Allah yang dibawa oleh semua nabi-Nya itu pada hakekatnya sama saja, yaitu Tauhid dan amal shalih. Semua nabi menekankan adanya tanggung jawab individu atas segala perbuatan setiap manusia (Yehezkiel 18:20, Ulangan 24:16, Matius 16:27, Yeremia 31:29-30, II Tawarikh 25:4).

Nubuat akan datangnya seorang nabi akhir setelah Yesus
Dalam Alkitab masih dapat ditemukan nubuat-nubuat para nabi yang memberikan sinyalemen akan datangnya seorang nabi terakhir yang menutup keberadaan para nabi sebelumnya. Keberadaan nabi terakhir yang pamungkas ini sangat penting artinya untuk kesempurnaan ajaran Tuhan kepada manusia di muka bumi.

Namun, nubuat itu disampaikan dalam bentuk sandi-sandi bahasa yang dapat dipahami dengan penafsiran yang membutuhkan pemikiran akal yang tinggi.

Ayat-ayat yang dimaksud adalah :
1. Ulangan 18:18-20, tentang nabi diluar bani Israel dengan ciri-ciri: nabi seperti musa, tidak mati terbunuh dan semua perkatannya terjadi.
2. Habakuk 3:3 jo. Ulangan 33;1-3, tentang nabi yang berhasil menegakkan syariat agama di tanah Arab.
3. Yesaya 29:12, nabi yang tidak bisa membaca.
4. Yesaya 41:1-4, nabi yang bisa perang, punya keturunan dan sudah lama ditunggu-tunggu oleh bangsa yang tertindas sebagai pembebas dan penyelamat dari penindasan kaum yang zalim.
5. Yesaya 42:1-4, nabi yang menegakkan hukum kepada bangsa-bangsa lain dan tidak pernah berteriak dengan suara nyaring.
6. Yeremia 28:9, tentang nabi yang membawa damai.
7. Kejadian 49: 1, 10 dan Matius 21: 42-43, nabi tersebut keturunan nabi Ismail.
8. Yohanes 1: 19-25, datangnya setelah zaman Yahya dan Yesus.
9. Yohanes 16:7-1 5, nabi yang mendapat julukan “Penolong yang lain” dengan ciri-ciri: manusia biasa, memiliki gelar ‘penghibur’ dan ‘al-amin/orang benar jujur terpercaya’, tidak berkata-kata dari dirinya sendiri dan memuliakan nabi Isa dengan alaihisalam.
10. Dan lain-lain.

AYAT-AYAT BUATAN MANUSIA :

Ayat-ayat Porno (cabul)
1 Yehezkiel 23: 1-21, ayat-ayat jorok tentang seksual.
Diceritakan di dalamnya penyimpangan seksual yang sangat berbahaya bagi perkembangan psikologis bila dibaca oleh anak-anak di bawah umur. Ada kalimat-kalimat yang sangat cabul dengan menyebut buah dada, buah zakar, menjamah-jamah, memegang-megang, birahi, dan lainlain.

2. Yehezkiel 16: 22-38, ayat porno yang bugil-bugil.
“….Waktu engkau telanjang bugil sambil menendang nendang dengan kakimu …. (ay.22). “…dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan meregangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah” (ay.25.”Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu…..”(ay.26). “engkau bersundal juga dengan orang Asyur, oleh karena engkau belum merasa puas ya, engkau bersundal dengan mereka, tetapi masih belum puas” (ay.28 ). “Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (ay. 30). “….engkau yang memberi hadiah 1 umpan kepada semua yang mecintai engkau sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarmu datang kepadamu untuk bersundal” (ay. 33). Aku akan menyingkap auratmu di hadapan mereka, sehingga mereka melihatseluruh kemaluanmu: (ay.37).

3. Ulangan 23: 1-2, Tuhan menyebut “Buah Pelir”.

4. Hosa 3: 1, nabi Hosea disuruh Tuhan untuk mencintai perempuan yang suka bersundal (pelacur) dan berzinah. Jika benar bahwa Tuhan pernah menyuruh nabi-Nya untuk mencintai pelacur, semua laki-laki akan rebutan menjadi nabi. Dan, semua wanita akan rebutan untuk menjadi pelacur, supaya dicintai oleh nabi Allah.

5. Kidung agung 4:1-7, puisi rayuan yang memuji kecantikan dengan menyebut buah dada dan susu.

6. Kejadian 38:8-9, kisah asal-usul onani (masturbasi) oleh leluhur Yesus.

7. Kidung Agung 7:6-13. Puisi Kenikmatan Cinta yang memuji kecantikan dan cinta yang memakai kata-kata seksual, yakni keindahan buah dada dan keinginan untuk memegang-megang buah dada. “Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dada gugusannya. Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan gugusannya.Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur.

Pelecehan Alkitab (Bibel) kepada Tuhan
1. Tuhan menyesal dan pilu hati? (Kejadian 6:5-6, Keluaran 32:14).
2. Tuhan mengah-mengah, megap-megap, dan mengerang seperti perempuan yang melahirkan? (Yesaya 42:13).
3. Roh Tuhan melayang-layang (terapung-apung) di atas permukaan air? (Kejadian 1:1-2).
4. Tuhan jorok, menyuruh makan tahi? (Yehezkiel 4:12-1 5).
5. Tuhan kelihatan alas kaki-Nya? (Keluaran 24:10).
6. Tuhan merasa jenuh/jemu/bosan? (Yeremia 15:6).
7. Tuhan petak umpet dengan Adam? ( Kejadian 3:8-10).
8. Tuhan besanan dengan manusia? (Kejadian 6:2).
9. Tuhan kalah dalam duel melawan Yakub? (Kejadian 32:28 ).
10. Tuhan bersiul memanggil manusia? (Zakharia 10: 8 ).
11. Tuhan bersuit? (Yesaya 7: 18, Yesaya 5: 26).
12. Tuhan menengking? (Yeremia 25: 30)
13. Tuhan lelah kepayahan dan kecapaian? (Keluaran 31: 17).
14. Tuhan menyuruh mencintai pelacur? (Hosea 3:1).
15. Tuhan kelihatan punggungnya-Nya? (Keluaran 3 3: 23).

Pelecahan Alkitab (Bibel) kepada Para Nabi Allah
1 . Nabi Nuh mabuk-mabukan sampai teler dan telanjang bugil (Kejadian 9: 18-27).

2. Nabi Luth menghamili kedua putri kandungnya sendiri dalam dua malam secara bergiliran (Kejadian 19:30-38 ). Heboh … !!! Skandal seks ayah dan anak kandung oleh nabi??

3. Nabi Daud melakukan skandal seks dengan Batsyeba, istri anak buahnya sendiri. Setelah Batsyeba mengandung suaminya dibunuh oleh Daud, kemudian Batsyeba dinikahi Daud diboyong ke istana (II Samuel l l: 2-27).

4. Ketika sudah tua, Nabi Daud tidur dengan perawan yang masih muda (I Raja-raja 1: 1-3).

5. Nabi Yakub bekerja sama dengan ibu kandungnya untuk membohongi dan menipu ayah kandungnya, supaya Israel diberkati (Kejadian 27: 1-46).

6. Yehuda (putra Nabi Yakub) menghamili menantunya sendiri (Kejadian 38: 13-19). Skandal seksa ayah dan menantu dalam kitab suci!?

7. Absalom (putra Nabi Daud) memperkosa gundik ayahnya sendiri (11 Samuel 16: 21-23). Perselingkuhan anak dengan ibu (gundik ayah) dalam Kitab Suci?!

8. Amnon (putra Daud) memperkosa saudara perempuannya (II Samuel 13: 7-14). Incest antara anak nabi dengan saudaranya sendiri ?!?

9. Ruben (putra tertua Nabi Yakub) melakukan hubungan seks dengan Bilha, gundik ayahnya (Kejadian 35:22). Gundik ayah diperkosa anaknya sendiri ?!?

10. Nabi Sulaiman (Salomo) tidak taat kepada Tuhan karena lebih mencintai 700 istri dan menyimpan 300 gundik (I Raja-raja 11:3) Mustahil ada nabi yang rakus wanita..

11. Nabi Harun membuat dan menyembah patung emas (Keluaran 32:2-4).

12. Nabi Isa (Yesus) orang bodoh, idiot, dan emosional. Pada waktu bukan musim buah ara, Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah (Markus ll: 12-14; bandingkan: Yohanes 2:4 dan Yohanes 7:8-10).

Catatan : Nama-nama pezinah tersebut ada dalam silsilah yesus (Matius 1:1-17 dan Lukas 3:23-38 ).

Ayat-ayat yang tidak masuk akal (irasional)
1. Anak lebih tua 2 tahun daripada ayahnya pada waktu II Tawarikh 21:5,20, Yoram berusia 32 tahun jadi raja dan memerintah Yerusalem selama 8 tahun lalu meninggal (pada usia 40 tahun). II Tawarikh 22: 1-2, Setelah Yoram meninggal, dia digantikan Ahazia, anaknya pada usia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.

2. Usia 11 tahun sudah tidak punya anak
Ahas berumur 20 tahun ketika naik dan memerintah kerajaan selama 16 tahun (II Raja-raja 16:2). Sepeninggal Ahas, tahta kerajaan diganti oleh Hizkia, anaknya (II Rajaraja 16: 20). Hizkia berusia 25 tahun waktu naik tahta menjadi raja (II Raja-raja 18: 2).
Jadi, dalam usia 11 tahun Ahaz sudah punya anak ??!!

3. Tuhan salah hitung
Kejadian 46: 8-1 5, disebutkan daftar nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir berjumlah 34 nama. Padahal pada ayat 1 5 disebutkan “Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah 33 jiwa”. Pakai Tuhan tidak pandai berhitung ??

Ayat-ayat yang mustahil dipraktekkan

1. Hukum Sabat
Hari Sabat (Sabtu) adalah hari Tuhan yang harus dikuduskan. Pada hari itu setiap orang dilarang bekerja, dilarang memasang api di rumah (lampu, kompor, dan lain-lain) karena Sabat adalah hari perhentian penuh. Orang yang bekerja pada hari Sabtu harus dihukum mati (Keluaran 20:8-11,31:15,35:2-3).
Ayat ini mustahil dipraktekan di jaman modem. Siapa yang sanggup mengamalkan ? Siapa yang mau dibunuh apabila melanggar hukum Sabat ?

2. Bunuh orang kafir dan musyrik!! (Ulangan 13: 6-9)
Ayat ini memeiintahkan kewajiban membunuh orang yang mengajak menyembah tuhan selain Allah. Ayat ini tidak bisa diterapkan. Buktinya umat Yahudi dan Kristen tidak pernah membunuh umat Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dan lain-lain.

3. Dilarang memakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan (Imamat 19: 19).
Bila ayat ini diamalkan, maka manusia akan kembali kepada jaman primitif, ketinggalan jaman, ketinggalan gaya dan tidak modernis.

4. Cungkil mata yang menyesatkan orang untuk berbuat dosa (Matius 5:29).
Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahil dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang Kristen menjadi buta.

5. Potong kaki dan tangan orang yang menyesatkan ke arah dosa (Matiusl8:8-9)
Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahi dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang kristen menjadi pincang dan buntung.

6. Dilarang melawan penjahat (Matius 5: 39-44)
Ayat ini mustahil dipraktekkan di masyarakat manapun. Bila ajaran ini diterapkan, maka menghancurkan tatanan sosial dan keamanan masyarakat. Apa jadinya di masyarakat apabila suatu kejahatan tidak dilawan ? Tidak melawan kejahatan berarti mendukung kejahatan. Bila kejahatan tidak dilawan, berarti mendukung kejahatan.
Bila kejahatan tidak dilawan, maka kriminalitas akan meningkat dan subur berkembang.

7. Kasihilah musuhmu (Lukas 6: 27-29). Ajaran ini sangat menguntungkan penjajah.

8. Dilarang membawa perbekalan, dilarang membawa dua helai baju dan dilarang membawa kasur dalam pedalanan (Matius 10:9-10). Kenyataannya, umat Kristen sendiri tak ada yang bisa mengamalkan ayat ini.

Ayat-ayat takhayul (mistis)
Simson (Inggris: Samson) adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna selama rambutnya tidak dicukur. (Hakim-hakim 16:1-22).

Diceritakan dalam kitab Hakim-hakim 16:1-22 bahwa Samson adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna. Dia bisa mencabut kedua daun pintu gerbang kota beserta kedua tiang dan semua palangnya, Ialu semuanya diletakkan di atas kedua bahunya dan dipindahkan ke puncak gunung (ay. 3). Tapi sayangnya dia jatuh cinta kepada seorang pelacur (wanita sundal) yang bernama Delila. Mala Delila disewa oleh raja Filistin dengan bayaran 1100 uang perak untuk mencari rahasia Samson (ay. 5).

Di atas pangkuan pelacur Delila, akhimya Samson tergoda rayuan dan bujukan sehingga membuka rahasia kesaktiannya. Bahwa selama rambut kepalanya tidak dicukur, maka seluruh kekuatannya akan musnah dan dia menjadi orang lemah (ay. 17). Maka setelah nabi Samson tertidur di atas pangkuan pelacur Delila, rambutnya dicukur. Lalu musnahlah seluruh kesaktiaan dan kekuatan Samson. (ay.19). Kemudian kedua mata Samson dicungkil sehingga jadilah Samson buta mata akibat rahasia kesaktiannya dicukur (ay. 21).

Cerita ini adalah cerita takhayul (mistik) yang biasanya berkembang di masyarakat primitif.

Ayat-ayat Diskrimatif
Perbuatan riba (rente) dilarang dilakukan kepada Israel, tapi boleh dilakukan kepada non Israel (Ulangan 23: 19-20).
Ayat ini jelas buatan orang Yahudi, sebab tidak mungkin Tuhan berlaku diskiiminatif dengan melarang mengambil bunga uang kepada bangsa Yahudi, sementara mengambil bunga kepada orang selain Yahudi diperbolehkan. Dan sangat bertentangan dengan kitab Keluaran 22: 25: “Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang umat-Ku, orang miskin diantaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga kepadanya”.

Ayat-ayat Ramalan Bibel yang meleset tak terpenuhi

1. Ramalan Paulus tentang kedatangan Yesus (I Tesalonika 4: 16-17).
Dalam ayat ini Paulus meramalkan bahwa setelah kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup itu akan diangkat bersama-sama dengan Yesus dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Ramalan ini tidak terpenuhi bukan Yesus yang menjemput Paulus, tapi pedang kaisar Nero yang memenggal leher Paulus di Roma tahun 64 M.
Ramalan Paulus ini tidak akan terjadi, meski dia diberi waktu 2000 tahun lagi untuk menunggu kegenapan nubuatnya.

2. Ramalan kedatangan Yesus (Matius 10:23, 16:28, Markus 9:1 dan Lukas 9:27).
Yesus menubuatkan bahwa dia dan kerajaan Allah akan datang sebelum para muridnya selesai mengunjungi kotakota Israel. Ramalan ini meleset jauh, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun datang kembali ke dunia. Padahal para murid Yesus sudah mati semua 2000 tahun yang Ialu.

3. Hak keturunan Abraham (Kejadian 21: 12).
Dalam ayat ini Tuhan menubuatkan bahwa yang disebut keturunan Abraham adalah berasal dari Ishak. Nubuat ini meleset jauh besar, Sebab dalam I Tawarikh 1:28-30 Ismail juga disebut sebagai anak keturunan Abraham.

4. Ramalan Tuhan Meleset (Yeremia 34:4-5)
Dalam ayat Tuhan berfirman bahwa Zedekia, raja Yehuda tidak akan mati oleh pedang, melainkan akan mati dengan damai. Nubuat ini meleset jauh, dalam kitab Yeremia 52: 10-11 diceritakan bahwa pada dalam akhir hayatnya Zedekia tewas ditangan raja Babel. Sebelum meninggal, mata Zedekia dibutakan, lalu dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian ditaruh dalam rumah hukuman sampai meninggal.

5. Nubuat Tuhan tidak terjadi (Yeremia 36: 30).
Dalam kitab Yeremia 36:30 Tuhan berfirman bahwa keturunan Yoyakim tidak ada yang naik tahta kerajaan Daud. Nubuat ini tenyata meleset. Diceritakan dalam kitab II Rajaraja 24: 6 bahwa sepeninggal Yoyakim, yang naik tahta menggantikannya adalah Yoyakin, anaknya.

AYAT-AYAT KONTRADIKSI :

Kontradiksi Perjanjian Lama
1. Siapakah anak Daud yang kedua ?
a. Kileab (II Samuel 3: 2-3).
b. Daniel (I Tawarikh 3: 1)

2. Di Yerusalem, Daud mengambil beberapa gundik atau tidak ?
a. Ya! Daud mengambil beberapa gundik dan istrei (11 Samuel 5: 13-16).
b. Tidak! Daud hanya mengambil beberapa isteri saja (I Tawarikh 14: 3-7).

3. Berapa anak-anak Daud dari gundik di Yerusalem ?
a. 11 orang (Samuel 5: 13-16).
b. 13 orang (I Tawarikh 14 3-7).

4. Di Kota mana Daud mengambil tembaga ?
a. Betah dan Berotai (II Samuel 8: 8 ).
b. Tibhat dan dari Kun (I Tawarikh 18: 8 )

5. Siapa anak Tou yang diutus untuk mengucapkan selamatkepada Daud ?
a. Yoram (II Samuel 8: 10).
b. Hadoram (1 Tawarikh 18: 9- 1 0)

6. Dari orang bangsa saja Daud mengambil perak dan emas untuk Tuhan ?
a. Aram (II Samuel 8: 11-12).
b. Edom (I Tawarikh 18: 14-16).

7. Siapakah panitera (sekretaris) Daud ?
a. Seraya (II Samuel 8: 15-17).
b. Sausa (I Tawarikh 18: 14-16).

8. Berapakah tentara berkuda tawanan Daud ?
a. 1.700 orang (II Samuel 8: 4).
b. 7.000 orang (I Tawarikh 18: 4).

9. Berapa ekor kuda kereta yang dibunuh Daud ?
a. 700 ekor (II Samuel 10: 18 ).
b. 7.000 ekor (I Tawarikh 19:18 ).

10. Yang dibunuh Daud, pasukan berkuda atau pasukan jalan kaki ?
a. 40.000 pasukan berkuda (II Samuel 10:8 ).
b. 40.000 pasukan berjalan kaki (I Tawarikh 19: 18 ).

11. Siapakah panglima musuh yang tewas di tangan Daud?
a. Sobakh (II Samuel 10: 18 ).
b. Sofakh (I Tawarikh 19: 18 ).

12. Daud memerangi Israel atas hasutan Tuhan atau atas bujukan iblis ?
a. Tuhan murka Ialu menghasut Daud (II Samuel 24: 1).
b. Setan bangkit Ialu membujuk Daud (I Tawarikh 21:1)

13. Siapakah kepala Triwira pengiring Yahudi ?
a. Isyabaal, orang Hakhmoni (II Samuel 23: 8 ).
b. Yasobam bin Hakhmoni (I Tawarikh 11:11).

14. Kepala Triwira Daud membunuh berapa orang ?
a. 800 orang (II Samuel 23:8 ).
b. 300 orang (I Tawarikh 11:11).

15. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Israel ?
a. 800 orang (II Samuel 24: 9).
b. 1.100.000 orang (I Tawarikh 21:5).

16. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Yehuda ?
a. 500.000 orang (11 Samuel 24:9).
b. 470.000 orang (I Tawarikh 21:5).

17. Berapakah kandang kuda milik Salomo (Sulaiman ?
a. 40.000 kandang (I Raja-raja 4:26).
b. 4.000 kandang (II Tawarikh 2:2).

18. Berapa mandor pengawas kerajaan Salomo (Sulaiman)?
a. 3.300 mandor (1 Raja-raja 5:16).
b. 3.600 mandor (II Tawarikh 2:2).

19. Berapa bat air di Bait Suci buatan Salomo ?
a. 2.000 bat air (I Raja-raja 7:26).
b. 3.000 bat air (II Tawarikh 4:5).

20. Berapakah jumlah keturunan Yakub seluruhnya ?
a. 66 jiwa (Kejadian 46:26).
b. jiwa (Keluaran 1:5).

21. Yang diharamkan, kelinci ataukah kelinci hutan ?
a. Kelinci (Imamat ll: 6).
b. Kelinci hutan (Ulangan 14: 6).

22. Yang haramkan, babi ataukah babi hutan ?
a. Babi hutan (Ulangan 14: 8, Imamat ll: 7).
b. Babi (Yesaya 66: 17).

23. Berapa lama Yoyakhim menjadi raja di Yerusalem ?
a. 3 bulan (11 Raja-raja 24: 8 ).
b. 3 bulan 10 hari (11 Tawarikh 36: 9).

24. Berapa lama Yesua dan Yoab yang pulang kembali ke Yerusalem dan Yehuda dari pembuangan Nebukadnezar ?
a. 2.812 orang (Ezra 2:6).
b. 2.818 orang (Nehemia 7:11).

25. Berapa anak-anak Benyamin ?
a. 10 orang (Kejadian 46:21).
b. 5 orang (Bilangan 26:38-39).
c. 3 orang (I Tawarikh 7:6).
d. 5 orang (1 Tawarikh 8:1-5).
Komentar Silsilah anak Benyamin itu, semuanya tidak sama baik nama maupun jumlahnya.

26. Berapa cucu Benyamin (anak-anak Bela) ?
a. 5 orang (I Tawarikh 7:7).
b. 9 orang (I Tawarikh 8:3-5).
c. 2 orang (Bilangan 26:40).
Buka dan bacalah ayat yang dimaksud. Terlihat jelas bahwa semua nama dan jumlah cucu Benyamin tidak ada yang sama.

27. Tuhan salah dalam batasan usia ?
a. Tuhan membatasi umur manusia hanya 120 tahun saja “Berfirman Tuhan: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja” (Kejadian 6:3). “Maka berkatalah TUHAN,’Aku tidak memperkenankan manusia hidup selama-lamanya; mereka mahluk fana, yang harus mati. Mulai sekarang umur mereka tidak akan melebihi 120 tahun” (Kejadian 6:3, Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari).
b. Batasan usia dari Tuhan itu salah besar, karena banyak orang yang usianya melebihi 120 tahun. Adam hidup selama 930 tahun (Kej. 5:3-5), Set hidup selama 912 tahun (Kej. 5:6-8 ), Enos hidup selama 905 tahun (Kej.9-11), Keenam hidup selama 9 1 0 tahun (Kej. 5:12-14), Mahalaleel hidup selama 895 tahun (Kej. 5:15-17), Yared hidup selama 962 tahun (Kej. 5:18-20), Henokh hidup selama 365 tahun (Kej. 5:21-23), Metusalah hidup selama 969 tahun (Kej. 5:25-27), Lamekh hidup selama 777 tahun (Kej. 5:28-32), Nuh hidup selama 950 tahun (Kej. 9:29), Sem hidup selama 600 tahun (Kej. 11: 10-11), Arpakhsad hidup selama 438 tahun (Kej. 11:12-13), Selah hidup selama 433 tahun (Kej. ll: 14-15), Eber hidup selama 464 tahun (Kej. ll:16-17). Peleg hidup selama 239 tahun (Kej. ll:18-19), Rehu hidup selama 239 tahun (Kej.11: 22-21), Serug hidup selama 230 tahun (Kej. 11: 24-25), Sara hidup selama 127 tahun (Kej. 23: 1-2), Ismael hidup selama 137 tahun (Kej. 25:17), Nahor hidup selama 148 tahun (Kej. ll: 24-25), Yakub hidup selama 147 tahun (Kej. 47: 28 ), Lewi hidup selama 137 tahun (Kej. 6:15), Kehat hidup selama 133 tahun (Kej. 6:19), Harun hidup selama 123 tahun (BH 33:39), Ayub hidup selama 140 tahun (Ayub. 42: 16-17).

28. Tuhan menyesal atau tidak ?
a. Tuhan tidak punya sifat menyesal (I Samuel 15:29, Bilangan 23:19).
b. Tuhan menyesal dan pilu hati karena telah menciptakan manusia yang akhimya cenderung berbuatjahat di muka bumi (Kejadian 6:5-6). Tuhan menyesal karena telah Saul sabagai raja di Israel (I Samuel IS: 10-11, 35). Tuhan menyesal setelah mengacungkan tangan ke Yerusalem (II Samuel 24:16).Tuhan menyesal karena telah merancang malapetaka (Yeremia, 26:3, Yeremia 42:10, Keluaran 32: 14).

29. Tuhan bisa dilihat atau tidak ?
a. Tuhan tidak bisa dilihat dan didengar (Yohanes 5: 37,I Timotius 1:17, I Timotius 6:16, Keluaran 33: 20, I Yohanes 4:12).
b. Tuhan bisa dihhat dengan mata kepala (Keluaran 33:11), Kejadian 18:1, Yohanes 5:37), Keluaran 33:20; I Timotius 6:16, I Timotius 1: 17,I Yohanes 4:12, Kejadian 26:24).
c. Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24:9-10).
d. Tuhan kelihatan sedang duduk (Yesaya 6:1).
e. Tuhan bias dilihat dari jauh(Yeremia 31:3).

Sebenarnya masih ada ratusan lagi daftar kontradiksi dalam Perjanjian Lama. Tapi karena keterbatasan ruang muat, maka dalam indeks ini dicukupkan sampai disini daftar ayat kontradiksi dalam Perjanjian Lama. Untuk selengkapnya baca buku “Fakta Dan Data Kepalsuan Alkitab (Bibel)” yang akan segera terbit.

Kontradiksi Perjanjian Baru :

Silsilah Yesus dalam Alkitab bisa dilihat di dua kitab Injil yaitu Injil Matius 1:1-17 dan Injil Lukas 3: 23-38. sementara injil Markus dan Injil Yohanes diam seribu bahasa tak tahu menahu tentang silsilah Yesus.

1. Siapakah leluhur Yesus dari Adam sampai dengan Abraham?
a. Lukas menuliskan 21 nama dalam silsilah dari Adam sampai dengan Abraham.
b. Matius tidak menuliskan satu nama pun dalam silsilah dari Adam sampai dengan Abraham. Apakah Tuhan tidak memberikan inspirasi Yesus kepada Matius ? Apakah Tuhan pilih kasih terhadap Lukas ? Padahal Lukas termasuk dalam daftar murid Yesus di Injil Matius 10:2-4.

2. Berapa nama silsilah dari Abraham sampai dengan Daud ?
a. Lukas mencatat 15 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
b. Matius hanya mencatat 14 nama dari Daud sampai dengan Yesus.

3. Dalam silsilah dari Abraham sampai dengan Daud, siapakah anak Hezron?
a. Anak Hezron adalah Arni (Lukas 3: 33).
b. Anak Hezron adalah Ram (Matius 1: 3).

4. Berapa nama silsilah Daud sampai dengan Yesus ?
a. Lukas mencatat 43 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
b. Matius hanya mencatat 28 nama dari Daud sampai dengan Yesus.

5. Siapakah kakek Yesus ?
a. Yakub (Matius 1:6).
b. Eli (Lukas 3:31).

6. Siapakah anak daud yang menurunkan Yesus ?
a. Salomo (Matius 1: 6).
b. Natan (Lukas 3:31).

7. Yesus memasuki Yerusalem naik apa ?
a. Seekor keledai (Markus ll:7; Lukas 19:35).
b. Seekor keledai betina dan seekor keledai (Matius 21:7).

8. Ketika Yesus bertemu Yalrus, apakah anak perempuan Yairus sudah mati?
a. Ya! Sudah mati! (Matius 9:18 ).
b. Belum mati! Masih sakit dan hampir! (Markus 5: 23).

9. Bolehkah membawa tongkat dan kasut dalam pedalanan ?
a. Ya, boleh ! (Markus 6: 7-9).
b. Tidak, tidak boleh!! (Matius 10: 9- 1 0, Lukas 9: 1-3).

10. Kesaksian Yesus tentang dirinya, benar atau salah ?
a. Tidak benar (Yohanes 5: 31).
b. Benar (Yohanes 8:14).

11. Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?
a. Dua orang buta (Matius 20:29-30).
b. Hanya satu orang buta saja (Markus 10:46).

12. Dimana Yesus menemui orang kerasukan setan ?
a. Di Gedara (Matius 8:28 ).
b. Di Gerasa (Markus 5:1-2).

13. Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus ?
a. Ada 2 orang (Matius 8:28 ).
b. Hanya 1 orang saja (Markus 5: 1-2).

14. Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus ?
a. Salam Rabi (Matius 26: 49).
b. Rabi (Markus 14: 45),
c. Yudas tidak mengucapkan apa-apa/diam (Lukas 22:47).

15. Ketika Yesus berjalan di atas air, bagaimana respon para muridnya ?
a. Mereka menyembah Yesus (Matius 14:33).
b. Mereka tercengang dan bingung (Markus 6:51-52).

16. Jam berapa Yesus disalibkan ?
a. Jam sembilan (Markus 15:25).
b. Jam 12 Yesus belum disalibkan (Yohanes 19:14).

17. Yesus membawa damai dan keselematan atau onar ?
a. Yesus menyelamatkan dunia (Matius 5:9, Yohanes 3:17, Yohanes 10:34-36).
b. Yesus membawa onar, pedang dan kekacauan keluarga (Matius 10: 34-36).

18. Apa hukumnya bersunat ?
a. Sunat itu wajib (Kejadian 17:10-14, 17:14, Kejadian 21:4). Yesus tidak membatalkan sunat, (Matius 5: 17-20, Lirkas 2:21). Yesusjuga disunat (lukas 2: 21). Dan orang yang tidak disunat, tidak dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul IS: 1-2).
b. Kata Paulus, sunat tidak wajib, tidak berguna dan tidak penting (Galatia 5:6, I Korintus 7:18-19).
19. Bolehkah makan babi ?
a. Babi haram dimakan (Ulangan 14:8, Imamat 11:7, Yesaya 66:17).
b. Kata Paulus, semua daging binatang halal dimakan, tidak ada yang haram (I Korintus 6: 12, I Korintus 10:25, Kolose 2:16, I Timotius 4-5, Roma 14:17).

20. Selain Yesus, adakah yang naik ke sorga ?
a. Tidak ada! Hanya Yesus saja yang pemah naik ke sorga (Yohanes 3: 13).
b. Henokh dan Elia telah naik ke sorga (Kejadian 5: 24, II Raja-raja 2. 1 1).

AYAT-AYAT TUHAN YANG RAGU-RAGU :

Tuhan ragu-ragu dalam ispirasi wahyu-Nya, sehingga memakai kata dugaan “kira-kira”.

Kira-kira jam 3 malam (Matius 14:25, Markus 6:48 ), kira-kira jam 3 (Matius 27:46), Kira-kira jam 3 petang (Kisah Para Rasul 10: 3) . Kira-kira jam 4 (Yohanes 1:39), Kira-kira jam 5 petang (Matius 20:6), Kira-kira jam 5 (Matius 20:9), Kirakira jam 9 (Kisah Para Rasul 23:23),

Kira-kira jam 9 pagi (Matius 20:3), Kira-kira jam 12 (Lukas 23:44, Yohanes 19:14), (irakira pukul 12 (Matius 20:5, Yohanes 4: 6, Kisah Para Rasul 10:9), Kira-kira 2 jam (Kisah Para Rasul 19:34), Kira-kira 3 jam (Kisah Para Rasul 5:7).

Kira-kira 12 orang (Kisah Para Rasul 19:7), Kira kira 20 orang (I Samuel 14:14), 1 Samuel 25:13, I Raja-raja 22:6, Kisah Para Rasul 5:36), kira-kira 600 orang (1 Samuel 14: 2,1 Samuel 23:13).

Kira-kira 1000 orang (Yudas 9:49), kira-kira dua atau tiga ribu orang (Yosua 7:3), kira-kira 3000 orang (Yosua 7: 4, Yudas 16:27), kira-kira 3000 jiwa (Kisah Para Rasul 2: 41), kira-kira 4000 orang (1 Samuel 4:2, Markus 8:9), kira-kira 5000 orang (Yosua 8:12), kira-kira 5000 laki-laki (Matius 14:21, Lukas 9:14, Yohanes 6:10, Kisah Para Rasul 4: 4).

Kira-kira 10.000 orang (Yudas 3:29), kira-kira lima belas ribu orang (Yudas 8:10), kira-kira 40.000 orang (Yosua 4:13).

Kira-kira 8 hari (Lukas 9: 28 ), kira-kira 10 hari (1 Samuel 25: 38 ), Kira-kira 3 bulan (Kejadian 38: 24. Lukas 1: 56), kirakira 12 tahun (Lukas 8: 42), kira-kira 30 tahun (Lukas 3: 23), kira-kira 100 tahun (Roma 4: 19), kira-kira 450 tahun (Kisah Para Rasul 13: 20).

Kira-kira 50 kati (Yohanes 19: 39), kira-kira 200 hasta (Yohanes 21: 8 ), kira-kira 2000 ekor babi (Markus 5: 13), kirakira 2 mil (Yohanes 11: 18 ).

KESAKSIAN PARA TEOLOG KRISTEN :

1. Dr.G.C Van Niftrik dan Dr. B.J Bolland :
“Kita tidak usah malu-malu, bahwa terdapat berbagai kekhilafan di dalam Alkitab; kekhilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan; tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu pada caranya, isi Alkitab telah disampaikan kepada kita, sehingga kita akan dapat berkata: “Dalam naskah aslinya tentu tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan itu barulah kemudian terjadi di dalam turunan naskah itu. Isi Alkitab juga dalam bentuknya yang asli, telah datang kepada kita dengan perantaraan manusia” (Dogmatika Masa Kini, BPK Jakarta,1967, hal 298).

2. Dr. Mr D.C Mulder:
“Jadi benarlah Daud itu pengarang Mazmur yang 73 jumlahnya ? Hal itu belum tentu. Sudah beberapa kali kita suci menjumpai gejala bahasa orang Israel suka menggolongkan karangan-karangan di bawah nama orang yang termasyhur ……. Oleh karena itu tentu tidak mustahil pengumpulan-pengumpulan mazmur-mazmur itu (atau orang-orang yang hidup lebih kemudian) memakai nama Daud, karena raja itu termasyhur sebagai pengarang mazmur-mazmur. Dengan kata lain perkataan, pemakaian nama Daud, Musa, Salomo itu merupakan tradisi kuno, yang patut diperhatikan, tetapi tradisi itu tidak mengikat” (Pembimbing ke Dalam Perjanjian Lama, BPK Jakarta, 1963 hal. 205).

3. Dr. Welter Lempp;
“Susunan semesta alam diuraikan dalam Kitab Kejadian I tidak dapat dibenarkan lagi oleh ilmu pengetahuan modern” (Tafsiran Kejadian, hal 58 ). “Pandangan Kejadian I dan seluruh Alkitab tentang susunan semesta alam adalah berdasarkan ilmu kosmografi bangsa Babel. Pandangan itu sudah ketinggalan jaman” (Tafsiran Kejadian, hal, 65).

4. Dr. R. Soedarmo:
“Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci dengan bentuk sekarang masih dapat diperbaiki” (Ikhtisar Dogamtika, BPK Jakarta, 1965 hal. 47). “Di dalam Perjanjian Baru pun ada kitab-kitab yang diragukan antara lain Surat Wahyu dan Yakobus yang disebut surat Jeram” (Ikhtisar Dogmatika, BPK Jakarta, 1965 hal. 49).

SOLUSI AKHIR

Karena Alkitab (Bibel) sudah terbukti kepalsuannya, maka seharusnya kita berpaling dari Alkitab (Bibel). Carilah kitab suci yang sudah teruji keasliannya sepanjang zaman. Ciri-ciri kitab suci tersebut adalah:

1. Keotentikannya dijamin langsung oleh Tuhan.
2. Masih ada bahasa ashnya sesuai dengan sewaktu kitab suci tersebut diturunkan kepada nabi yang menerimanya.
3. Mudah dihafal karena Tuhan memberikan kemudahan bagi umat-Nya untuk menghafalkan wahyunya.
4. Umat yang meyakininya banyak yang hafal kitab suci tersebut diluar kepala.
5. Tidak mengandung pornografi.
6. Tidak ada kontradiksi antar ayat.
7. Relevan sepanjang zaman.

Dari hari ke hari semakin banyak Intelektual Umat Kristiani / Katholik yang tersadar karena HIDAYAH dari ALLAH SWT, karena Kepandaiannya dan Kesadaran Intelektualnya. Mereka masuk Islam bukan karena iming-iming Mie Instan, Uang, Materi ataupun Pekerjaan yg dijanjikan, tapi karena mereka adalah orang-orang yang mau berfikir. Betapa selama ini mereka telah terpedaya & tertipu. Semoga kesadaran mereka bisa membawa dirinya dan keluarganya kearah Keselamatan Dunia dan Akhirat. Amiiin….

Ingin mempelajari Islam lebih lanjut, silahkan klik :

- http://muslim.or.id/
- http://www.islam.com
- http://www.islam.org
- http://www.myquran.com
- http://www.eramuslim.com
- http://www.ummigroup.co.id

Hak cipta dilindungi oleh Allohu Subhanahu wa Ta’ala
TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan
untuk kemaslahatan ummat

SELAMA INI UMAT ISLAM BANYAK MENAHAN DIRI KETIKA AGAMANYA DI ACAK-ACAK DGN CARA-CARA YANG SANGAT MEMALUKAN DAN MENGHALALKAN SEGALA CARA (SEPILIS, PEMURTADAN, PENDIRIAN GEREJA TANPA IJIN, PENYEBARAN BUKU-BUKU YG MEMUTARBALIKAN AJARAN ISLAM, DLL), DAN UMAT ISLAM TIDAK MENYERANG BALIK. NAMUN, UNTUK SELANJUTNYA, MENYAMPAIKAN KEBENARAN DENGAN MEMBERITAHU ALAMAT SITUS INI KEPADA TEMAN ANDA, MENCETAK, MEMPERBANYAK DAN MENDISTRIBUSIKAN INFORMASI INI UNTUK MEMBELA AGAMA DAN MELINDUNGI UMAT DARI SIKSA NERAKA ADALAH BAGIAN DARI JIHAD

sumber : http://groups.yahoo.com/group/sarapanpagi/message/78

PENDAPAT MUSLIM :

APAKAH ORANG-ORANG KRISTEN  SUDAH BENAR2 YAKIN KEBENARAN ALKITAB

Perhatikan perselisihan ayat2 Alkitab berikut ini, yang menunjukkan bahwa proses penulisan Alkitab sama sekali tidak mendapat pertolongan dari Tuhan, tetapi berdasarkan kemampuan masing2 penulisnya. Perselisihan ini ada yang bersifat nyata, dan ada pula yang sifatnya untuk diperdebatkan:

(1) EZRA 2:5 VS NEHEMIA 7:10.

Dalam Ezra, jumlah anak Arah TERTULIS: “775 orang”, TETAPI dalam Nehemia: “652 orang”.

(2) 2 RAJA-RAJA 8:26 VS 2 TAWARIKH 22:2.

Dalam 2 Raja-raja, umur Ahazia ketika naik raja TERTULIS: “22 tahun”, TETAPI dalam 2 Tawarikh: “42 tahun”.

(3) 2 RAJA-RAJA 24:8 VS 2 TAWARIKH 36:9.

Dalam 2 Raja-raja, lamanya raja Jojachin berkuasa TERTULIS: “3 tahun”, TETAPI dalam 2 Tawarikh: “3 bulan 10 hari”.

(4) 2 SAMUEL 10:18 VS 1 TAWARIKH 19:18.

Dalam 2 Samuel, yang dibinasakan Daud TERTULIS: “700 ekor kuda kereta”, “40.000 orang BERKUDA”, dan “panglima perang SOBACH”, TETAPI dalam 1 Tawarikh: “7.000 ekor kuda kereta”, “40.000 orang BERJALAN KAKI”, dan “panglima perang SOFACH”.

(5) 2 SAMUEL 8:9-10 VS 1 TAWARIKH 18:9-10.

Dalam 2 Samuel, nama raja Hamat dan anaknya TERTULIS: “Toi dan Yoram”, TETAPI dalam 1 Tawarikh: “Tohu dan Hadoram”.

(6) 2 SAMUEL 23:8 VS 1 TAWARIKH 11:11 (*).

Dalam 2 Samuel, nama pahlawan yang mengiringi Daud TERTULIS: “Josech Basjebet anak Tachkemoni”, “kepala SEGALA PENGHULU”, dan “menikam 800 orang”, TETAPI dalam 1 Tawarikh: “Yasobam anak Hachmoni”, “kepala ORANG TIGA PULUH”, dan “menikam 300 orang”.

(7) 2 SAMUEL 24:1 VS 1 TAWARIKH 21:1.

Dalam 2 Samuel, yang mengajak Daud melawan Israel TERTULIS: “TUHAN”, TETAPI dalam 1 Tawarikh: “SETAN”!

( YOHANES 1:18 VS KEJADIAN 18:1 & 32:30.

Dalam Yohanes TERTULIS: “hanya Yesus yang melihat Allah”, TETAPI dalam Kejadian 18 & 32: “Abraham dan Yakub pun pernah melihat Allah”. (bertentangan literatur).

(9) 2 SAMUEL 8:8 VS 1 TAWARIKH 18:8.

Dalam 2 Samuel, tempat dimana raja Daud memindahkan perunggu TERTULIS: “Tebach dan Berotai”, TETAPI dalam 1 Tawarikh: “Tibchat dan Chun”.

(10) KELUARAN 4:22 VS YEREMIA 31:9.

Dalam Keluaran, yang merupakan anak sulung Allah TERTULIS: “ISRAIL”, TETAPI dalam Yeremia: “AFRAIM”.

(11) YOHANES 5:31 VS YOHANES 8:14.

Dalam Yohanes 5, perkataan Yesus TERTULIS: “Jika aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku itu TIDAK BENAR”, TETAPI dalam Yohanes 8: “Jika aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku itu BENAR”. (bertentangn redaksi).

(12) YOHANES 10:38 & 14:11 VS YOHANES 14:28.

Dalam Yohanes 10:38 & 14:11, perkataan Yesus TERTULIS: “Bapa di dalam aku dan aku di dalam Bapa (karena itu Yesus = Tuhan)”, TETAPI dalam Yohanes 14:28 Yesus berkata: “..Bapa LEBIH BESAR dari aku”. (bertentangan prinsip).

(13) YOHANES 14:9 VS YOHANES 5:37.

Dalam Yohanes 14, TERTULIS: “Yesus berkata: Siapa yang melihat aku, dia telah melihat Bapa”, TETAPI dalam Yohanes 5: “Yesus berkata: rupa-Nya (Bapa) pun tidak pernah kamu lihat”. (bertentangan prinsip).

(14) YOHANES 10:30 VS YOHANES 17:11,21,22,23.

Dalam Yohanes 10, TERTULIS: “Yesus menyatu dengan Bapa (karena itu Yesus = Tuhan)”, TETAPI dalam Yohanes 17: “Yesus menyatu dengan murid2nya”. (salah persepsi).

(15) MATIUS 3:17 VS MATIUS 5:9; KELUARAN 4:22 & YEREMIA 31:9.

Dalam Matius 3, TERTULIS: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan (karena itu Yesus = Anak Allah)”, TETAPI dalam Matius 5: “Yesus berkata: Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”, dalam Keluaran: “Israel adalah anak sulung Allah”, dan dalam Yeremia: “Afraim adalah anak sulung Allah”. (salah persepsi).

(16) MATIUS 1:20 VS LUKAS 1:41.

Dalam Matius, TERTULIS: “…Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus (karena itu Yesus = Roh Kudus)”, TETAPI dalam Lukas: “…dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus”. (salah persepsi).

(17) 1 KORINTUS 8:6 VS ULANGAN 4:35 & MARKUS 12:29.

Dalam 1 Korintus, TERTULIS: “Paulus berkata: hanya ada satu Allah saja yaitu Bapa dan hanya ada satu Tuhan saja yaitu Yesus Kristus”, TETAPI dalam Ulangan: “Tuhan itulah Allah, dan kecuali Dia tiada yang lain lagi”, dan dalam Markus: “Yesus berkata: Hai Israel, adapun Allah, Tuhan kita, Tuhan yang Esa”. (bertentangan prinsip).

(1 1 KORINTUS 8:6 VS MATIUS 15:24 & YOHANES 17:3.

Dalam 1 Korintus, TERTULIS: “Paulus berkata: ..dan hanya ada satu Tuhan saja yaitu Yesus Kristus”, TETAPI dalam Matius: “Yesus berkata: Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”, dan dalam Yohanes: “Yesus berkata: …mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”. Menurut Yesus sendiri, dia adalah UTUSAN TUHAN. (bertentangn prinsip).

(19) LUKAS 2:11 VS MATIUS 6:6-15 & 7:21.

Dalam Lukas, TERTULIS: “Malaikat berkata: telah lahir juru selamat yaitu Kristus Tuhan itu”, TETAPI dalam Matius 6:6-15 “Yesus menyuruh umatnya untuk berdoa kepada Bapa (Allah)”, dan dalam Matius 7:21 “Yesus berkata: “bukan tiap2 orang yang menyeru aku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk surga, hanyalah orang2 yang melakukan kehendak Bapaku yang di surga”. (bertentangan prinsip).

(20) MATIUS 1:21 VS MATIUS 16:27 & YOHANES 5:30.

Dalam Matius 1, TERTULIS: “Malaikat berkata: ..Yesus akan melepaskan kaumnya dari segala dosanya”, TETAPI dalam Matius 16 “Yesus akan membalas tiap2 orang menurut perbuatannya”, dan dalam Yohanes 5 “Yesus menjadi pesuruh Tuhan dengan menjalankan hukum yang seadil2nya”. (bertentangan hukum).

(21) 1 KORINTUS 7:19 VS KEJADIAN 17:14 & MATIUS 5:17-19.

Dalam 1 Korintus, TERTULIS: “Paulus berkata: Sunat tidak sunat, itu tidak penting”, TETAPI dalam Kejadian (Taurat): “Tuhan berfirman: Laki-laki yang tidak disunat harus dilenyapkan karena telah mengingkari perjanjian antara Tuhan dan Abraham”, dan dalam Matius 5:17-19, “Yesus berkata bahwa kedatangannya bukanlah untuk menghilangkan hukum Taurat dan kitab2 para nabi meski sedikit pun”. (bertentangan hukum).

(22) LUKAS 24:7,46; MATIUS 12:40 & MATIUS 27:63 VS KENYATAAN.

Dalam Lukas 24, TERTULIS: “Yesus akan bangkit pada hari ke-3 sesudah hari kematiannya”, dalam Matius 12: “Yesus akan tinggal di rahim bumi selama 3 hari 3 malam” (sama dengan 72 jam), dan dalam Matius 27: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku (Yesus) akan bangkit.”, TETAPI KENYATAANNYA: “Yesus bangkit pada hari ke-2″, ingat! Yesus mati pada hari Jumat sore (Lukas 23:54) tetapi mayatnya pada hari Minggu pagi sudah tidak ada (Lukas 24:1-3). Ini berarti Yesus tinggal di rahim bumi cuma 1 hari 2 malam saja atau sekitar 36 jam (separoh janjinya).

(23) IBRANI 11:17 & KEJADIAN 22:2 VS KEJADIAN 16:15-16 & 21:5.

Dalam Ibrani dan Kejadian 22, TERTULIS: “Abraham mengorbankan (qurban) Ishak, anaknya yang tunggal (padahal yang dimaksud ayat tersebut adalah ISMAEL, karena Ishak adalah adik Ismael lain ibu)”, TETAPI dalam Kejadian 16:15 “Abraham menamai anaknya yang dilahirkan Hagar itu Ismael”, dalam Kejadian 16:16 “bahwa Abraham berusia 86 tahun ketika anaknya, Ismael, lahir”, dan dalam Kejadian 21:5 “bahwa Abraham berusia 100 tahun ketika anaknya, Ishak, lahir”. Jadi, Ishak BUKANLAH anak tunggal Abraham melainkan adik Ismael!

(24) MATIUS 26:1-2 VS MATIUS 27:46.

Dalam Matius 26, TERTULIS: “kedatangan Yesus adalah untuk disalibkan”, TETAPI dalam Matius 27: “ketika disalib, Yesus berteriak minta tolong kepada Tuhan: Eli, eli, lama sabachtani!”. (bertentangan konsep).

(25) GALATIA 3:13 VS YEHEZKIEL 18:20 & MARKUS 10:14.

Dalam Galatia, TERTULIS: “Paulus berkata: terkutuknya Yesus di kayu salib adalah untuk menebus dosa2 manusia”, TETAPI dalam Yehezkiel: “kebenaran/kejahatan manusia menjadi tanggung jawab masing2″, dan dalam Markus: “Yesus menyatakan bahwa kanak-kanaklah yang mempunyai kerajaan surga (berarti suci atau bebas dari dosa, sekaligus membantah adanya DOSA WARIS)”. (bertentangan konsep).

(26) ULANGAN 14:3-21 & IMAMAT 11:1-47 VS MARKUS 7:14-20 VS MATIUS 5:17-19.

Dalam Ulangan & Imamat (Taurat), TERTULIS: “Tuhan berfirman: Binatang2 laut tak bersirip/bersisik, daging babi, serta jenis2 burung dan mamalia tertentu adalah haram dimakan”, TETAPI dalam Markus: “Yesus menghalalkan semua makanan”, padahal dalam Matius: “Yesus datang bukan untuk menghilangkan hukum Taurat dan kitab2 para nabi meski sedikit pun”. (bertentangan hukum).

(27) IMAMAT 10:8-11 & ULANGAN 29:6 VS MATIUS 15:11 VS MATIUS 5:17-19.

Dalam Imamat & Ulangan, TERTULIS: “Tuhan berfirman: meminum anggur dan minuman keras (memabukkan) adalah haram”, TETAPI dalam Matius 15 “Yesus berkata: bukan yang masuk ke mulut yang menajiskan orang melainkan yang keluar dari mulut”, padahal dalam Matius 5: “Yesus berkata bahwa kedatangannya bukanlah untuk menghilangkan hukum Taurat dan kitab2 para nabi meski sedikit pun”. (bertentangan hukum).

(2 MATIUS 3:17 & 12:18-21 VS YESAYA 42:1-16.

Dalam Matius 3:17 & 12:18, Firman Tuhan TERTULIS: “Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan”. Menurut Kristen/Katolik, ayat ini menunjuk kepada Yesus. Padahal, ayat tersebut dikutip dari Yesaya 42:1 yang mengarah kepada keturunan Ismael. Periksa Yesaya 42:11, terdapat kalimat: “..demikian pun segala dusun yang diduduki ORANG KEDAR”. “Orang Kedar” adalah orang2 Arab keturunan Ismael (Kejadian 25:13,16), sedangkan Yesus adalah keturunan Ishak (Matius 1:2). Kemudian periksa Yesaya 42:12, terdapat kalimat: “..dan dikabarkannya KEPUJIANNYA pada segala pulau”. Kata “kepujiannya” lebih mengarah kepada Muhammad, karena Muhammad (bahasa Arab) artinya “yang terpuji”, dan beliaulah satu2nya keturunan Ismael yang menjadi nabi/rasul Allah.

(29) MARKUS 13:31-32 VS KONSEP TUHAN.

Dalam Markus 13:31-32, TERTULIS: “Tuhan Yesus tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat”, hal ini sangat bertentangan dengan konsep Tuhan yang MAHA MENGETAHUI segala sesuatu.

(30) MATIUS 27:46 & MARKUS 15:34 VS KONSEP TUHAN.

Dalam Matius 27:46, TERTULIS: “ketika disalib Tuhan Yesus berteriak: ‘Eli, Eli, lama sabakhtani?’ Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”, teriakan Tuhan Yesus ini sangat bertentangan dengan konsep Tuhan yang MAHA KUASA lagi MAHA PERKASA. (Ini adalah salah satu indikasi paling kuat dari injil2 kanonik tentang bantahan penyaliban Yesus).

(31) KEJADIAN 17:3 & MATIUS 26:39 VS PRAKTIK UMAT.

Dalam Kejadian 17:3, tatacara Abraham mengahadap Allah TERTULIS: “Lalu SUJUDLAH Abram, dan Allah berfirman kepadanya”, dan dalam Matius 26:39, tatacara Yesus menghadap Allah (Bapa) TERTULIS: “Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu SUJUD dan berdoa kata-Nya: “Ya Bapa-Ku,…”, TETAPI dalam PRAKTIK UMAT Kristen/Katolik, tatacara ibadah mereka TIDAK MENGENAL sujud. (bertentangan syariat).

(32) LUKAS 3:23-38 VS MATIUS 1:18 (**).

Dalam Lukas, silsilah Yesus TERTULIS: “Yesus adalah anak Yusuf,…(berarti darah daging Yusuf)”, TETAPI dalam Matius: “Maria mengandung Yesus sebelum bersetubuh dengan Yusuf (berarti Yesus bukan darah daging Yusuf)”. (bertentangan prinsip).

(33) MATIUS 1:1-17 VS LUKAS 3:23-38.

Dalam Matius, silsilah Yesus TERTULIS: “Yesus adalah anak Yusuf anak Yakub anak Matan anak Eleazar anak Eliud anak Akhim anak Zadok anak Azor anak Elyakim anak Abihud anak Zerubabel anak Sealtiel…”, TETAPI dalam Lukas: “Yesus adalah anak Yusuf anak Eli anak Matat anak Lewi anak Malhi anak Yanai anak Yusuf anak Matica anak Amos anak Nahum anak Hesli anak Nagai…”. (hampir semuanya berbeda nama orang).

(34) MATIUS 1:1-17 & LUKAS 3:23-38 VS MATIUS 1:18.

Dalam Matius dan Lukas, TERTULIS: “Inilah silsilah Yesus”, padahal yang dimaksud adalah silsilah Yusuf, karena berdasarkan Matius 1:18 bahwa “Maria sudah mengandung Yesus sebelum bersetubuh dengan Yusuf”. Dengan demikian, maka “SILSILAH YESUS” yang diuraikan dalam Matius 1:1-17 dan Lukas 3:23-38 adalah SALAH KAPRAH!

(35) KISAH PARA RASUL 16:10 & 18:6 VS MATIUS 15:24 & 10:5-6.

Dalam Kisah Para Rasul 16, TERTULIS: “Mereka berkata: ..kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana (Makedonia)”, dan dalam Kisah Para Rasul 18 “Paulus berkata: …aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain”, padahal dalam Matius 15 “Yesus berkata: Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”, dan dalam Matius 10 “Yesus BERPESAN kepada 12 orang murid2nya untuk TIDAK BERDAKWAH ke negeri selain Bani Israel”. (bertentangan hukum dan prinsip).

(36) KEJADIAN 12:10-20 VS KEJADIAN 20:1-17 VS KEJADIAN 26:6-11.

Dalam Kejadian 12, TERTULIS Raja Fir’aunlah yang merampas Sarah dari tangan Abraham, TETAPI dalam Kejadian 20, Raja Abimelekhlah yang merampas Sarah, dan dalam Kejadian 26, Raja Abimelekhlah yang merampas Ribka dari tangan Ishak. (berbeda sumber penulis).

(37) MATIUS 12:40 & YUNUS 2:1-11 VS KENYATAAN (HIDUP VS MATI).

Dalam Matius 12:40 perkataan Yesus TERTULIS: “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia (Yesus) akan tinggal di rahim bumi tiga hari tiga malam”, dan keterangan dalam Yunus 2:1-11 bahwa “Yunus tinggal di dalam perut ikan dalam keadaan HIDUP”, TETAPI KENYATAANNYA Yesus tinggal di rahim bumi cuma 1 hari 2 malam saja dan dalam keadaan MATI! (lihat butir 22 di atas).

(3 MATIUS 10:10 VS MARKUS 6:8-10.

Dalam Matius, perkataan Yesus TERTULIS: “Janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau TONGKAT…”, TETAPI dalam Markus: “Supaya jangan membawa apa2 dalam perjalanan mereka, KECUALI TONGKAT…” (bertentangan tentang “tongkat”).

(39) MATIUS 2:1-15 VS LUKAS 2:6-46.

Dalam Matius, kisah Yesus TERTULIS: “sesudah Yesus dilahirkan maka ia langsung dilarikan bersama ibunya oleh Yusuf ke Mesir sampai raja Herodes mati”, TETAPI dalam Lukas: “sesudah Yesus dilahirkan, ia dibawa ke Yerusalem, kemudian ke Nazaret dan tinggal di sana selama 12 tahun”. (bertentangan kisah).

(40) LUKAS 24:21,29,36,51 VS KISAH PARA RASUL 1:3.

Dalam Lukas, TERTULIS: “Yesus telah naik ke surga pada hari kebangkitannya atau pada malam sebelumnya”, TETAPI dalam Kisah Para Rasul: “Yesus naik ke surga sesudah 40 hari setelah kebangkitannya”. (bertentangan kisah).

(41) YOHANES 10:8 VS SIFAT2 PARA NABI.

Dalam Yohanes 10:8, perkataan Yesus TERTULIS: “Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka”. Pernyataan Yesus ini sangat bertentangan dengan sifat2 para nabi yang merupakan manusia pilihan Allah di muka bumi yang tidak mungkin berprofesi sebagai pencuri atau perampok. Ini sesuatu yang menggelikan.

(42) MARKUS 11:11-14 VS KONSEP TUHAN.

Dalam Markus 11, kisah Yesus TERTULIS: “Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.” Kisah ini juga sangat menggelikan, mana mungkin Tuhan mengutuk pohon yang tidak bersalah gara2 tidak berbuah.

(43) KELUARAN 20:4 VS PATUNG BUNDA MARIA & YESUS.

Dalam Keluaran 20:4, Firman Tuhan TERTULIS: “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi”, TETAPI dalam kenyataannya di gereja2 sering dijumpai patung Bunda Maria dan atau Yesus, padahal dalam Matius 5:18 Yesus berkata: “…Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” Mengapa Kristen merombak habis hukum Taurat?

(44) LUKAS 16:16 VS MATIUS 5:19.

Dalam Lukas, penulisnya berpendapat: “Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berbuat memasukinya”, TETAPI dalam Matius, Yesus berkata: “Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada yang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang paling tinggi di dalam Kerajaan Sorga.” (bertentangan prinsip dan hukum).

(45) YOHANES 13:13 ALKITAB INDONESIA VS YOHANES 13:13 NEW AMERICAN BIBLE.

Dalam Yohanes Alkitab Indonesia TERTULIS: “Kamu menyebut Aku GURU dan TUHAN, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan”, TETAPI dalam Yohanes New American Bible: “You call me ‘TEACHER’ and ‘MASTER’, and rightly so, for indeed I am.” (Pertentangan antara kata “TUHAN” VS “MASTER”, padahal sama2 bersumber dari Alkitab Yunani dan Romawi – “TUHAN” berarti mutlak satu, sedangkan “MASTER” berarti relatif banyak, antara lain: tuan, guru, yang mulia, sri paduka, direktur, pemimpin, kepala).

(46). LUKAS 1:26-27 VS MATIUS 1:18 (***).

Dalam Lukas, kisah pemberitahuan kehamilan Maria TERTULIS: “Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria”, TETAPI dalam Matius: “Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri”. (MALAIKAT VS ROH KUDUS/TUHAN – perhatikan kata “bertunangan”!).

(47) MATIUS 1:20-25 VS LUKAS 1:28-35.

Dalam Matius, sebelum kehamilan Maria, TERTULIS bahwa malaikat Tuhan bertemu dengan Yusuf (dalam mimpi) dan memerintahkan Yusuf memberi nama “Yesus” kepada anak yang akan dilahirkan Maria, TETAPI dalam Lukas, malaikat Tuhan bertemu dengan Maria dan memerintahkan Maria memberi nama “Yesus” kepada anak yang akan dilahirkannya. (bertentangan kisah).

(4 LUKAS 24:42 ALKITAB YUNANI KUNO VS LUKAS 24:42 ALKITAB SEKARANG.

Dalam Lukas Alkitab Yunani/Romawi kuno, TERTULIS: “Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng dan sarang madu sedikit”, TETAPI dalam Lukas Alkitab sekarang kalimat “dan sarang madu sedikit” ditiadakan!

(49) KEJADIAN 37:36 VS KEJADIAN 39:1.

Dalam Kejadian 37, TERTULIS orang Midianlah yang membawa Yusuf ke Mesir dan menjualnya. TETAPI dalam Kejadian 39, orang Ismaililah yang membawa Yusuf ke Mesir dan menjualnya. (berbeda penulis).

(50) KELUARAN 20:11 VS ULANGAN 5:15.

Dalam Keluaran, TERTULIS pengkudusan Hari Sabat berkaitan dengan penciptaan langit dan bumi, TETAPI dalam Ulangan, pengkudusan Hari Sabat berkaitan dengan perbudakan bangsa Israel di Mesir.

(51) KEJADIAN 1:11-13 VS KEJADIAN 2:3-5.

Dalam Kejadian 1, TERTULIS bumi sudah ditumbuhi tunas2 dan pepohonan (penciptaan hari ke-3), TETAPI dalam Kejadian 2, keadaan bumi masih belum ditumbuhi oleh apa pun (keadaan setelah hari ke-7).

(52) MATIUS 28:19 ALKITAB YUNANI KUNO VS MATIUS 28:19 ALKITAB SEKARANG.

Dalam Matius Alkitab Yunani kuno, sabda Yesus TERTULIS: “… baptislah mereka dalam nama-KU”, TETAPI dalam Alkitab sekarang: “… baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus”. (Distorsi ke arah Trinitas).

KETERANGAN:

- (*)Dalam “New American Bible”, nama pahlawan yang mengiringi Daud sudah DIREVISI menjadi “ISHBAAL anak HACHAMONI”, “kepala ORANG TIGA”!

- (**)Dalam Lukas 3:23 Alkitab Yunani kuno TIDAK TERDAPAT kalimat “menurut anggapan orang”! Ini berbeda dengan Alkitab sekarang yang sudah beberapa kali direvisi.

- (***)Menurut Al-Qur’an, Roh Kudus/Ruhul Qudus adalah julukan/nama lain bagi malaikat Gabriel/Jibril yang mempunyai tugas menyampaikan wahyu kepada para nabi/rasul. Akan tetapi, mengingat ajaran Trinitas memasukkan Roh Kudus sebagai salah satu unsur Tuhan, maka kedua ayat di atas menjadi BERTENTANGAN.

- Seluruh Injil2 Kristen ditulis oleh para penulisnya berdasarkan informasi yang sampai kepada mereka, bukan atas wahyu dari Tuhan, sehingga tidak mengherankan jika antara Injil yang satu dengan yang lain terjadi perbedaan redaksi dan terdapat banyak pertentangan prinsip yang sangat tajam.
- Adapun para penulis Perjanjian Baru (termasuk Injil2 Kristen) adalah orang2 Romawi dan Yunani yang nyata2 tidak menyaksikan kehidupan Yesus. Mereka hanya mengetahui Yesus dari informasi yang sampai kepada mereka.

Referensi Alkitab utama: New American Bible.

Kontradiksi” Alkitab dan bagian Alkitab yang sulit dipahami bukanlah hal yang baru bagi para Apologis (Pembela iman) Kristen maupun bagi pengkritik Kekristenan dari kaum non-Kristen dan atheis. Alkitab dari dulu memang selalu terus- menerus diserang. Dan apapun yang dikatanan kontradiksi tersebut sebenarnya sudah dijawab (1 Petrus 3:15):

Menurut pendapat salah satu pakar Alkitab Josh McDowell : “Alkitab dapat dipercaya dan memiliki kejujuran secara historis.”

http://www.greatcom.org/indonesian/apologetik/Kejujuran _Alkitab/kejujuran_alkitab_index.htm
http://answering-islam.org.uk/Ba hasa/AlKitab/kitkor.html <<< sudah di hapus
http://www.geocities.com/reformed_movement/a rtikel/chicago.html <<< sudah di hapus
http://www.alkitab.or.id/wsh/0kt00/Kebenaran%20Al kitab.htm
http://www.christiananswers.net/indonesian/q-acb/acb-t001i. html
http://www.the-good-way.com/inz/article/r4380et0.htm

oleh Bagus Pramono

Ditulis dalam diskusi bebas, kristen | 2 Comments »

20 KELEMAHAN MENDASAR “TUHAN YESUS”

Posted by kosongan pada | 23 |Desember| 2008 |

sumber : http://ainuamri.wordpress.com/2007/09/30/20-kelemahan-mendasar-tuhan-yesus/

Dua puluh pertanyaan berikut menunjukkan bahwa fakta dan Alkitab sama sekali menolak dugaan ketuhanan Yesus:

1. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu meng-kristen-kan umat Israel dimana ia menjalankan misi dan tugas keagamaannya?

Fakta: mayoritas umat Israel tetap beragama Yahudi hingga sekarang.

2. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia selama hidupnya hanya berkeliling di wilayah Israel saja, padahal manusia pada waktu itu sudah tersebar luas di seluruh penjuru bumi?

Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)

3. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia melarang kedua belas muridnya untuk berdakwah ke negeri lain selain negeri Israel?

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (Matius 10:5-6 – DRB 1582, KJV 1611)

4. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia ketika tangan dan kakinya dipaku di tiang salib memohon pertolongan kepada Allah/Bapa?

Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46)

5. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia ketika hendak membangkitkan Lazarus dari dalam kubur di depan umat Israel memohon pertolongan kepada Bapa?

Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” (Yohanes 11:41-44)

6. Jika Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, mengapa ia tidak mampu menyelamatkan dirinya dan kaumnya dari dominasi penjajah Romawi, tetapi malah ia diserahkan oleh penguasa Romawi (Pontius Pilatus) untuk disalibkan?

Lalu ia (Pontius Pilatus) membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan. Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: “Salam, hai Raja orang Yahudi!” Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. (Matius 27:26-31)

7. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat?

Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak (Yesus) pun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36)

8. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia sujud menyembah dan memohon perlindungan kepada Bapa?

…Maka mulailah Ia (Yesus) merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:37-39)

9. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena kejadiannya sebelum Abraham, mengapa Yeremia yang juga mengalami kehidupan sebelum manusia tidak menjadi Tuhan?

Firman TUHAN datang kepadaku (Yeremia), bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” (Yeremia 1:4-5)

10. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia lahir tanpa ayah, mengapa Adam yang lahir ke dunia tanpa ayah dan ibu tidak menjadi Tuhan?

ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu (Adam) dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (Kejadian 2:7)

11. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia lahir atas bantuan penuh Roh Kudus dari seorang perawan muda (Maria), mengapa Yohanes Pembaptis yang juga lahir atas bantuan penuh Roh Kudus dari seorang perempuan mandul yang tua bangka (Elisabet) tidak menjadi Tuhan?

Sebab ia (Yohanes Pembaptis) akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. (Lukas 1:15)

12. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia memiliki mukjizat yang mampu menghilangkan berbagai penyakit dan mampu menghidupkan orang mati, mengapa Musa yang memiliki mukjizat jauh lebih dahsyat dari Yesus tidak menjadi Tuhan?

Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke langit, maka TUHAN mengadakan guruh dan hujan es, dan apipun menyambar ke bumi, dan TUHAN menurunkan hujan es meliputi tanah Mesir. Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa. (Keluaran 9:23-24)

Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. (Keluaran 14:21-22)

13. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia seorang Kristus (Mesias), mengapa kristus-kristus lain tidak menjadi Tuhan?

Kristus-kristus lain dalam Alkitab: Daud Kristus (Mazmur 2:2), Koresh Kristus (Yesaya 45:1), Saul Kristus (1 Samuel 10:1), Harun Kristus (Imamat 8:12), Elisa Kristus (1 Raja-raja 19:16), dan Salomo Kristus (1 Raja-raja 1:39). Kristus (Yunani) = Mesias (Ibrani) = Yang diurapi.

14. Jika Yesus adalah Tuhan bagi ajaran Paulus, mengapa Yesus memerintahkan untuk menegakkan hukum Musa yang notabene bertentangan dengan ajaran Paulus?

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:17-20)

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.” (Matius 8:3-4)

Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Matius 23:1-3)

Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:4-7)

15. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu mempengaruhi umat Israel untuk mengikuti ajarannya, padahal ia lahir, besar, dan mati di tanah Israel? (Bandingkan dengan ahli hipnotis Tommy Raphael yang mampu merubah perangai manusia dalam waktu sekejap!)

Lalu mereka (umat Israel) kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ. ( Matius 13:57-58 )

Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.” Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?” Mereka menjawab dan berkata: “Ia harus dihukum mati!” Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan berkata: “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?” ( Matius 26:63-68 )

16. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia ketakutan menghadapi orang-orang Yahudi? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama!)

Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. (Matius 12:14-15)

Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. (Yohanes 7:1)

17. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan Semesta Alam di depan umat Israel? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama!)

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku (Yesus): Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:21-23)

18. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia disetir oleh Allah/Bapa?

Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yag Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yohanes 5:30)

Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri. Barangsiapa berkata-kata dari diri-Nya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya. (Yohanes 7:16-18)

19. Jika Yesus adalah Tuhan menurut ajaran Paulus, mengapa Melkisedek yang memiliki kesetaraan dengan Yesus tidak menjadi Tuhan? (Jika Yesus adalah Tuhan, maka Melkisedek pasti Tuhan. Sebaliknya, jika Melkisedek bukan Tuhan, maka Yesus pun pasti bukan Tuhan).

Ia (Melkisedek) tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah (Yesus), ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.” (Ibrani 7:3)

20. Jika Yesus adalah Tuhan bagi umat Kristen, mengapa ia tidak pernah menurunkan satu kitab pun kepada umat Kristen sebagai pedoman hidup?

Tak satupun dari keempat Injil Kristen – Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes – ditulis oleh murid Yesus. Keempatnya ditulis oleh orang-orang yang tidak dikenal. Ini terbukti dari perbedaan-perbedaan narasi dan adanya kontradiksi diantara keempatnya, yang menunjukkan bahwa Injil-Injil tersebut ditulis atas inisiatif masing-masing penulisnya, bukan wahyu dan bukan pula atas perintah dari Yesus.

Kurun waktu penulisan Injil-Injil Kristen antara tahun 65 hingga 115 M, yakni sekitar 45 tahun setelah dugaan penyaliban Yesus untuk kompilasi awal Injil, atau sekitar 70 tahun setelah dugaan penyaliban Yesus untuk kompilasi akhir Injil. Sebuah rentang waktu Injil yang sangat lama yang tidak mungkin ia ditulis oleh murid Yesus!

Jika diasumsikan bahwa usia murid-murid Yesus sama dengan Yesus, dan bahwa Yesus disalib pada usia 33 tahun,** maka murid-murid Yesus untuk pertama kalinya menulis Injil pada usia 78 tahun dan rampung ketika usia mereka mencapai 103 tahun. Mustahil! Jika memang diperintahkan oleh Yesus, mengapa harus menunggu waktu selama itu untuk menulis Injil? Selengkapnya baca: Injil atau Dusta atau Kanonisasi_Injil.

Keterangan:

**Pengarang Kitab Lukas menempatkan pembaptisan Yesus pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Roma Tiberius, dan saat Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea (Lukas 3:1). Dalam hal ini dinyatakan bahwa Pontius Pilatus menjadi pejabat Yudaea dari tahun 26 hingga 36 M, dan bahwa Kaisar Tiberius menggantikan Kaisar Agustus pada tahun 14 M [Josephus F (1998); Asimov I (1969; Braid W (1971); Duncan GB (1971); Leon-Dufour X (1983)]. Oleh karenanya, jika kita menerima kronologi yang dibuat oleh pengarang Kitab Lukas, berarti Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis pada tahun 29 M, yakni ketika Yesus berumur kira-kira 30 tahun, dan pembaptisan tersebut menjadi titik tolak Yesus untuk memulai pekerjaannya sebagai seorang nabi (Lukas 3:23). Bahwa konon Yesus disalib pada masa pemerintahan Pontius Pilatus (Markus 15:5; Matius 27:26; Lukas 23:25; Yohanes 19:16), yang berarti waktunya tidak lebih dari tahun 36 M, dan dengan mengasumsikan bahwa peristiwa penyaliban terjadi pada pertengahan masa pemerintahan Pontius Pilatus, maka Yesus disalib pada usia kira-kira 33 tahun dengan mengemban misi kenabian hanya selama kira-kira 3 tahun!

Wassalaam.

DIKUTIP DARI : http://www.geocities.com/cicak_mdn/

tanggapan oleh rio : http://ainuamri.wordpress.com/2007/09/30/20-kelemahan-mendasar-tuhan-yesus/#comment-594

Saya ingin menghimbau kepada umat Kristiani yang ada di blog ini, untuk memberitakan Blog ini kepada jemaat di Gereja kalian, karena melalui blog ini saya menjadi lebih percaya dan lebih dekat kepada Yesus. Dan kecintaan, kerinduan serta keimanan saya kepada Yesus menjadi lebih bertambah berkat semua artikel2 dalam blog ini. Terpujilah Tuhan, Tuhan berkarya melalui apa saja dan lewat siapa saja, mungkin juga Yesus telah memberika pengajaran dan hikmat kepada pembuat blog ini, kiranya melalui media ini anda sekalian menjadi lebih dekat dengan Yesus dan yang belum mempercayainya agar rindu kepada Yesus.Kiranya jangan pernah meragukan Anugerah Terbesar yaitu Yesus Kristus. Haleluya ….. Haleluya …..

Semoga kalian yang hilang dapat kembali kepada Yesus, karena ada tertulis : “Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali”. (Lukas 15:32) dan juga ada tertulis : Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. (Lukas 15:7)

Untuk orang yang belum mengenal Kristus atau sudah mengenal Kristus namun masih bimbang, coba kalian mengikuti studi Alkitab pada situs di bawah ini, semoga saja bagi yang tersesat dapat kembali kepada Yesus, karena Yesus akan memberi tanpa diminta, dan bila kamu mencari Yesus kamu akan mendapatkan kebenaran, dan jika kamu mengetuk pintu hatimu untuk mengikut Yesus, maka akan dibukakan pintu kemadamu. Karena hanya melalui Yesus, kamu akan bertemu Bapa di Sorga. Haleluya…. Amin …..

Ini situsnya, klik saja semoga berguna
http://www.sarapanpagi.org/belajar-alkitab-vf70.html

Ditulis dalam diskusi bebas, kristen | 24 Comments »

Nabi Muhammad Akan Menangis

Posted by kosongan pada | 22 |Desember| 2008 |

Disclaimer: Baca dahulu artikel sebelum memberikan komentar. Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menyudutkan Islam dan umat Muslim, tapi merupakan kritik membangun bagi kita semua, termasuk saya, agar dapat menjadi umat Muslim yang lebih baik.

sumber : http://suakahati.wordpress.com/2008/11/06/surga-mana-yang-kau-pilih/#comment-8901

Apabila Nabi Muhammad bisa turun dari langit saat ini dan melihat dunia beserta umatnya, Beliau pasti akan meneteskan air mata. Hatinya mungkin terasa begitu pedih dan perih melihat tanah Persia diserang oleh kekuatan Barat yang begitu semena-mena menindas atas nama demokrasi.
Hatinya mungkin terasa begitu sakit melihat betapa negara-negara Muslim sangat tertinggal dari negara-negara Barat dan lainnya dalam bidang ekonomi, politik, ataupun teknologi. Tapi bukan karena melihat kondisi tersebut yang paling membuat hatinya begitu terluka amat dalam. Yang membuat hati nabi Muhammad begitu terluka hingga sulit bernapas adalah ketika Beliau melihat bahwa umat Muslim saling membenci dan saling memusuhi satu sama lain. Umatnya begitu bodoh!
Tengoklah cerita dari Irak, sebuah tanah Persia yang dulu merupakan sumber kejayaan Islam dengan segudang ahli-ahlinya di bidang astronomi, sastra, matematika, dan sebagainya. Ada dua daerah bernama Adhamiya dan Khadamiya.
Adhamiya ditempati orang-orang aliran Suni dan Khadamiya merupakan tempat tinggal orang-orang aliran Syiah dimana kedua wilayah ini dipisahkan oleh sungai Tigris. Beberapa waktu yang lalu mortar diluncurkan dari wilayah Adhamiya ke wilayah Khadamiya sehingga menimbulkan kekacauan yang besar di kalangan orang-orang Syiah. Tidak lama berselang giliran orang-orang Syiah dari Khadamiyah yang meluncurkan peluru-peluru mortar mereka ke arah penduduk di Adhamiyah. Bunyi letusan peluru dan teriakan panik orang-orang di Adhamiya disambut dengan tawa dan luapan kegembiraan dari masyarakat Syiah di Khadamiyah. Kondisi yang kacau balau dan keamanan yang belum stabil akhirnya membuat jembatan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut ditutup oleh pihak yang berwenang. Cerita diatas merupakan gambaran kecil bagaimana umat muslim hidup dan berinteraksi antar sesama aliran di Irak.
Semenjak masuknya pasukan Amerika di tanah Irak, persaingan dan kebencian antara dua aliran terbesar di agama Islam menjadi begitu nyata dan semakin meruncing. Dengan semakin rumitnya kondisi perang di Irak, munculnya intrik di antara dua kubu tersebut membuat Islam sebagai sebuah agama menjadi semakin terekspos dan terpojok. Mengapa umat Islam harus saling bermusuhan?
Mari kita lihat sejarah bagaimana permusuhan ini terjadi. Suni dan Syiah. Saat ini, sekitar 90 persen umat Muslim di dunia adalah penganut aliran Suni termasuk Indonesia di dalamnya. Sepuluh persen sisanya adalah umat Muslim aliran Syiah yang terpusat di Iran. Beberapa negara di era modern lain yang memiliki mayoritas umat Muslim Syiah adalah Irak, Bahrain dan Azerbaijan. Sementara negara-negara seperti Arab Saudi, Pakistan, dan Lebanon memiliki kaum Syiah sebagai golongan minoritas. Mengapa ada Islam aliran Suni dan Syiah?
Perbedaan Dalam Islam

Untuk menjawabnya kita harus kembali menengok sejarah Islam setelah sepeninggalan Nabi Muhammad. Perpecahan dalam agama Islam terjadi pada tahun 632 beberapa waktu setelah Nabi Muhammad meninggal dunia.
Nabi Muhammad meninggal tanpa sebelumnya menunjuk siapa pemimpin umat Islam sepeninggal Beliau. Beberapa pengikutnya percaya bahwa Khalifah harus diberikan kepada keturunan Nabi Muhammad dimulai dengan saudara sepupunya yang juga anak menantu yaitu Ali bin Abi Talib. Sementara mayoritas pengikut Nabi Muhammad mendukung sahabat Nabi Abu Bakar untuk meneruskan kepemimpinan Nabi. Walau Ali tidak menjadi penerus Nabi Muhammad sebagai Khalifah pertama namun Ia akhirnya menjadi Khalifah keempat sebelum akhirnya Ia dibunuh di wilayah Kufa pada tahun 661 yang sekarang menjadi bagian dari Irak.
Perpecahan di dalam Islam akhirnya benar-benar terjadi setelah terbunuhnya Ali bin Abi Talib. Mayoritas umat Muslim mendukung Gubernur Suriah ketika itu Mu’awiyah dan putranya Yazid. Sementara pendukung Ali yang kemudian dikenal dengan sebutan Syiah mendukung putra Ali bernama Hussein. Kedua kubu ini akhirnya bertemu di medan perang di dekat wilayah yang sekarang bernama Karbala di Irak pada tanggal 10 Oktober 680. Di dalam perang tersebut konon katanya Hussein diculik dan kemudian dipenggal.
Namun bukannya mematikan aliran Syiah, kematian Hussein justru dijadikan sebagai simbol martir oleh pendukungnya. Sosok Hussein dilihat sebagai seorang pemimpin yang adil dan sederhana yang berani berdiri menentang ketidakadilan. Hingga saat ini hari kematian Hussein diperingati oleh umat Syiah setiap tahunnya dan peringatan itu dikenal dengan nama Ashura. Pada hari peringatan itu umat Islam Syiah akan berjalan beramai-ramai sambil memukul-mukul dada mereka dan menangis histeris. Bagi umat yang fanatik peringatan Ashura dilakukan secara ektstrim dengan melukai badan mereka dengan cambuk atau bahkan pedang.
Dengan jumlah pendukung yang begitu besar tidak heran apabila Islam Suni lebih memiliki peran di percaturan politik dunia. Hanya Iran sebagai negara pusat Islam Syiah yang memiliki kekuatan politik mutlak di negaranya sendiri. Selebihnya Islam Suni selalu mampu memiliki kekuasaan politik lebih baik bahkan di negara-negara dengan mayoritas umat Islam Syiah dengan satu pengecualian yaitu Suriah dimana mayoritas penduduknya adalah muslim Suni namun sejak tahun 1970 pemerintah dikuasai oleh sekte kecil aliran Syiah yang disebut Alawi.
Time edisi 5 Maret 2007 memberikan beberapa perbedaan mencolok antara umat Islam Suni dan umat Islam Syiah di Irak. Perbedaan-perbedaan itu ditandai melalui nama mereka, cara ibadah, mesjid atau tempat ibadah, rumah mereka, aksen bahasa, serta stiker dan atribut yang menempel pada mobil-mobil mereka. Saya hanya akan menjelaskan dua perbedaan yaitu cara ibadah dan mesjid yang mereka gunakan karena dua elemen ini adalah yang paling mencolok untuk menggambarkan perbedaan Muslim Suni dan Syiah di seluruh dunia.
1. Cara Ibadah
• Umat Suni melakukan ibadah sholat dengan satu tangan diletakkan diatas tangan yang lainnya di atas perut. Sementara penganut Syiah meletakkan kedua lengan lurus kebawah. Selama sholat umat Suni dan Syiah membungkuk dan sujud dan menyentuhkan kepala mereka ke tanah. Penganut Syiah yang taat menyentuh sebuah lempengan kecil terbuat dari tanah liat yang dibuat di kota suci Najaf.
• Setiap umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan sholat lima waktu dimana Suni memiliki lima waktu terpisah untuk melaksanakan ibadah tersebut sementara umat Islam Syiah memiliki pilihan untuk melakukannya tiga kali namun dengan men¬double dua sholat mereka pada waktu sholat pilihan mereka. Jadi misalnya Anda seorang Muslim Syiah dan hari ini Anda ingin Sholat tiga waktu saja serta Anda sudah memilih untuk sholat pada waktu ashar, maghrib, dan Isya maka Anda harus sholat dua kali pada dua waktu sholat dari tiga waktu sholat yang Anda akan lakukan.
• Dalam melakukan adzan mesjid-mesjid Suni menyebut nama Allah dan Nabi Muhammad. Sementara mesjid-mesjid Syiah menambahkan nama Ali di dalam adzan mereka. Adzan dari mesjid Syiah dilakukan beberapa menit setelah adzan dari mesjid Suni.
• Muslim Suni dan Syiah tidak pernah memiliki hari raya idul fitri pada hari yang sama.
• Perayaan hari kematian Ali yang disebut Ashura selalu dianggap sebagai perayaan yang tidak pantas oleh kalangan Suni
2. Mesjid
• Mesjid-mesjid Suni hampir selalu memiliki kubah dan terkadang juga memiliki menara yang tinggi. Sementara mesjid-mesjid Syiah atau tempat ibadah yang dinamakan Husseiniyas (gabungan antara fungsi mesjid dan pusat komunitas) tidak harus memiliki kubah. Tempat-tempat ibadah umat Islam Syiah dilengkapi dengan bendera berwarna hitam dan hijau serta ruangan di dalamnya diisi dengan gambar-gambar Ali dan terkadang Hussein. Di saat yang bersamaan mesjid-mesjid umat Islam Suni cenderung memiliki warna yang kalem dan pemajangan gambar-gambar tokoh manusia dianggap sebagai tindakan yang kurang pantas.
• Para pemuka Islam Syiah biasanya memakai baju kebesaran yang lebih bervariasi dalam segi warna dan desain (biasanya menggunakan penutup kepala berwarna putih, hitam, atau hijau) sementara pemuka Islam Suni hanya memakai penutup kepala berwarna putih.
Islam Adalah Agama Yang Anti Damai?
Pertanyaannya sekarang adalah, “Apakah perbedaan-perbedaan itu dapat dijadikan sebagai dasar untuk timbulnya rasa benci dan permusuhan?” “Apakah benar Islam adalah agama yang mencintai damai ataukah Islam merupakan Agama yang menyebarkan kebencian dan amarah yang meledak-ledak?”
Apabila Anda adalah seorang Muslim yang telah menghabiskan seluruh hidup Anda di Indonesia maka Anda mungkin sangat tidak setuju dengan argumen yang berpendapat bahwa Islam adalah sebuah agama barbar yang mengajarkan kaumnya untuk membunuh orang kafir. Tapi bagaimana dengan masyarakat dunia Barat yang memiliki kaum Islam sebagai masyarakat minoritas yang gerak-geriknya selalu dicurigai? Apakah masyarakat dunia Barat salah apabila mereka memiliki anggapan negatif terhadap Islam dan pengikutnya? Apakah salah apabila mereka membenci kaum Muslim dan agama Islam yang mereka anggap sebagai biang keladi terjadinya peristiwa sebelas September dan aksi teror di berbagai belahan dunia?
Menjadi Muslim di Indonesia memang berbeda dibandingkan dengan menjadi Muslim di sebuah negara di dunia Barat. Indonesia adalah surga bagi kaum Muslim karena di sinilah lebih dari 200 juta umat Muslim berdomisili dan berinteraksi antar sesama. Indonesia walau bukan sebuah negara Islam tapi merupakan negara dengan jumlah pengikut Islam terbesar di dunia. Umat Muslim adalah golongan mayoritas sehingga Anda dengan mudah dapat meyakinkan banyak orang bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, no matter what!
Tidak ada satu buku pun yang dijual di Gramedia atau Gunung Agung yang berisikan hal-hal buruk tentang Islam dan pengikutnya. Tidak ada satu penerbit pun yang berani mencetak dan memasarkan buku-buku seperti itu. Tapi jelas tidak seperti itu yang terjadi di negara-negara barat dimana kata Islam memiliki arti lain seperti teror dan aksi brutal.
Namun, di salah satu jaringan toko buku terbesar di Amerika Serikat Barnes and Nobles dengan mudah ditemukan buku-buku tentang bagaimana Islam menindas perempuan di Afrika, bagaimana pejuang jihad menempelkan bom di tubuh mereka dan meledakkan pusat-pusat keramaian milik negara-negara Barat, atau juga bagaimana Islam menyuruh umatnya untuk mencambuk pasangan yang melakukan hubungan intim di luar pernikahan. Semuanya terlihat begitu kuno dan tidak masuk akal bagi mereka.
Buku-buku seperti itu laris manis karena para pembaca di Amerika sangat penasaran untuk melihat wajah Islam yang sebenarnya setelah terjadinya peristiwa sebelas September. Bulan Februari yang lalu sebuah buku kontroversial tentang Islam diluncurkan ke publik Amerika yang ditulis oleh seorang aktivis hak asasi manusia yang selama ini terkenal kontroversial, Ayaan Hirsi Ali. Judul buku itu adalah Infidel. Infidel dalam bahasa inggris memiliki arti yaitu seseorang yang menentang Tuhan atau orang yang keluar dari ajaran agama, dalam budaya Islam kita mengenalnya dengan sebutan kafir.
Aryan Hirsi Ali lahir di Mogadishu, Somalia pada tanggal 13 November 1969 dan pada tahun 1992 ia mendapatkan suaka politik dari Belanda. Ia mengambil sekolah hukum di Universitas Leiden dan menyelesaikan gelar masternya pada tahun 2000. Setelah lulus, Aryan memutuskan untuk berkarir di dunia politik di Belanda dan sempat menjadi bagian dari Partai Sosial Demokrasi PvdA dan partai VVD.
Karir politiknya di Belanda bisa dibilang cukup sukses namun sayang ia akhirnya harus pergi meninggalkan Belanda pada tahun 2006 yang lalu setelah ditemukan bukti bahwa Aryan memperoleh suaka politik dari negara Belanda secara tidak sah. Saat ini Aryan hidup dan menetap di Amerika Serikat. Selama bergelut di dunia politik dan hak asasi manusia nama Aryan Hirsi Ali bisa dibilang cukup sensasional. Ia bahkan dinobatkan oleh majalah Time pada tahun 2005 sebagai salah satu dari 100 manusia paling berpengaruh di dunia.
Aryan Hirsi Ali sangat terkenal lantaran keberaniannya dalam mengkritisi ajaran Islam, Nabi Muhammad, dan para tokoh Islam dunia. Pada tahun 2004 ia menulis naskah sebuah film pendek berjudul Submission yang disutradarai oleh Theo Van Gogh. Film tersebut sangat provokatif bagi sebagian besar umat muslim dunia. Seorang perempuan dengan pakaian serba tertutup namun bagian depan tubuhnya hanya ditutupi oleh bahan transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya berbicara dalam bahasa inggris dan menceritakan bagaimana pengalaman sedihnya menjadi seorang perempuan di dalam keluarga Islam. Tokoh di dalam film itu digambarkan sebagai seorang perempuan yang mengalami ketidakadilan di dalam Islam. Tubuhnya disiksa terus-menerus dan jiwanya disakiti tidak hanya oleh suaminya yang semena-mena namun juga oleh agama, budaya, dan lingkungan sekitarnya.
Film tersebut menjadi lebih provokatif karena ayat-ayat Al-Quran dituliskan di atas tubuh tokoh perempuan tersebut seolah-olah Islam membenarkan kekerasan yang dilakukan terhadap kaum perempuan di seluruh dunia. Film ini mendapat tentangan yang sangat hebat dari kalangan umat Muslim dunia, bahkan sang sutradara akhirnya dibunuh oleh seorang ekstrimis pada tanggal 2 November 2004.
Saya sempat membaca buku Infidel karangan Aryan Hirsi Ali tersebut di dalam salah satu toko buku Barnes and Nobles di wilayah Maryland, Amerika Serikat. Saya sangat tertarik untuk membacanya karena judul dan topiknya yang cukup menggoda namun tidak berniat untuk membelinya karena saya sudah memiliki terlalu banyak buku yang belum sempat dibaca.
Akhirnya saya memutuskan untuk ikut duduk di atas karpet di sebelah sebuah rak yang penuh dengan buku-buku tebal seperti yang dilakukan oleh para pengunjung lainnya. Ketika itu saya hanya sempat membaca satu bab yang berjudul Leaving God atau meninggalkan Tuhan. Di dalam bab itu Aryan Hirsi Ali menggambarkan dirinya ketika berada dalam posisi yang limbung dan bingung. Ia mulai mempertanyakan kepercayaannya terhadap Tuhan dan agama yang selama ini Ia peluk.
Setelah peristiwa sebelas September Ia merasa semakin tidak yakin akan Islam dan ajarannya, Aryan merasa sangat terganggu mengetahui fakta bahwa para pelaku pembajakan pesawat pada 11 September 2001 adalah penganut Islam dan mereka melakukan aksi teror itu atas nama Tuhan dan Islam. Akhirnya pada satu kesempatan di tahun 2003, Aryan Hirsi Ali menyadari bahwa dirinya bukanlah seorang Muslim yang selama ini tertera di kartu identitasnya. “Aku seorang atheis,” ujarnya.
Selang beberapa hari saya kembali mengunjungi toko buku yang sama dengan maksud untuk melanjutkan bacaan saya. Namun setelah menghabiskan lebih dari lima belas menit saya tidak kunjung menemukan buku yang saya cari, saya pun mendatangi salah seorang karyawan di toko tersebut dan menanyakan dimana mereka menempatkan buku yang sedang saya cari.
Dengan senyum yang ramah seorang perempuan berumur 40-an berujar, “I’m so sorry but the book is sold out. New books are coming soon. But I’m so happy that you asked about the book, as a woman.” Perempuan tersebut dengan jelas mendukung buku yang ditulis Aryan Hirsi Ali dan menganggapnya sebagai salah satu bentuk perjuangan perempuan melawan ketidakadilan. Ketidakadilan yang diciptakan oleh Islam! Pandangan perempuan ini bisa jadi mewakili pandangan berjuta-juta perempuan dan masyarakat dunia Barat terhadap Islam.
Anda sebagai Muslim di sebuah negara seperti Indonesia mungkin akan marah dan merasa terhina atas perlakuan dunia barat dalam memandang Islam dan ajarannya. Namun mungkin Anda juga dapat memahami bahwa pandangan yang mereka miliki merupakan suatu hal yang lumrah di dalam sebuah dunia dimana persamaan hak antar kaum pria dan perempuan begitu dijunjung tinggi dan kebebasan berbicara merupakan suatu kekayaan nasional yang dilindungi hukum.
Ya, memang benar bahwa negara sebesar Amerika Serikat pun belum pernah memiliki seorang presiden perempuan setelah lebih dari 200 tahun masa kemerdekaan, namun di Amerika Serikat Anda tidak akan pernah bisa menemukan seorang pria beristrikan lebih dari dua orang membuat sebuah ajang penghargaan kepada para suami yang mempraktekan poligami!
Apa yang salah dengan Islam?

Bagi kalangan anti Islam seperti Aryan Hirsi Ali, kondisi yang terjadi di Irak saat ini atau kondisi di berbagai negara Islam dimana perempuan adalah manusia kelas dua bukanlah akibat rendahnya tingkat kesejahteraan dan pendidikan. Bagi mereka jawabannya terletak pada ajaran Islam itu sendiri. Mereka percaya bahwa memang ada yang salah dari ajaran Islam dan ajaran tersebut lah yang melakukan penindasan semena-mena terhadap berjuta-juta umat manusia di dunia.
Sementara di lain sisi tokoh-tokoh Islam di kancah percaturan politik dunia selalu menggunakan kata welfare dan education sebagai alasan paling rasional untuk menjawab pertanyaan mengapa para pemuda di Palestina, Irak, dan Somalia begitu rentan akan hasutan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengangkat senjata dan melakukan aksi kekerasan.
Nama saya adalah Tasa Nugraza Barley dan saya dengan bangga menyatakan bahwa saya adalah seorang Muslim. Saya bangga menjadi bagian dari sebuah agama yang hebat ini. Walau hingga saat ini saya belum berani menyatakan bahwa diri saya adalah seorang yang religius tapi saya berani dan yakin mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan agama ini. Yang salah adalah kita sebagai umat yang menganutnya. Kita memang terlalu bodoh dan tidak mampu memanfaatkan kehebatan dari sebuah agama yang telah diturunkan oleh Tuhan ke dunia ini.
Saya cukup yakin bahwa sesungguhnya nabi Muhammad memiliki maksud tersendiri untuk tidak menyebutkan siapa pengganti dirinya apabila beliau meninggal dunia. Mungkin alasan beliau melakukan itu adalah karena beliau tidak ingin Islam memiliki pemimpin sehingga membirokrasikan Islam dan menjadikannya sebagai sebuah alat untuk memperoleh kekuasaan. Mungkin Nabi Muhammad hanya ingin Islam menjadi sebuah way of life atau jalan hidup bagi setiap penganutnya dalam menjalankan aktifitas mereka sehari-hari.
Mungkin nabi Muhammad tidak ingin Islam dijadikan sebagai sebuah alasan bagi terjadinya perebutan tahta dan pertumpahan darah demi memperoleh pengaruh dalam dunia Islam. Namun, kita umatnya justru saling membenci dan merepresentasikan ajaran Islam sedemikian rupa demi memperoleh keinginan kita masing-masing.
Para pemimpin dalam dunia Islam tahu bahwa agama, budaya, politik, dan ekonomi adalah elemen-elemen kehidupan yang saling mempengaruhi satu sama lainnya dan mereka seringkali memutarbalikannya sehingga para pengikut mereka jadi bimbang dan mudah dipengaruhi. Satu contoh bagaimana agama dan elemen-elemen lain dalam kehidupan saling mempengaruhi satu sama lain: Apakah pakaian terusan berwarna putih yang dipakai oleh para pria di daerah timur tengah adalah ajaran Islam? Kalau Anda menjawab tidak, lalu mengapa para kyai dan ustads di Indonesia selalu menggunakan pakaian kebesaran bangsa Arab tersebut dalam memberikan ceramah mereka? Apakah dengan melakukan itu mereka dapat lebih dipercaya dan religius?
Apakah bahasa arab adalah bahasa Tuhan? Kalau Anda menjawab tidak, lalu kalau mengapa bahasa Arab (bukan isi Al Quran) dipandang begitu indah dan sakral? Mengapa anak-anak di sekolah dasar selalu diajarkan untuk berdoa dalam bahasa Arab sebelum mereka makan atau tidur? Apakah Tuhan adalah orang Arab? Keterkaitan agama dengan elemen-elemen lain di dunia seperti inilah yang sering kali digunakan oleh para pemimpin Islam yang tidak bertanggung jawab untuk mempengaruhi umat Muslim.
Apabila Aryan Hirsi Ali dan para pendukung anti Islam percaya bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang salah maka saya setuju apabila kesejahteraan merupakan alasan paling rasional untuk menjawab pertanyaan mengapa begitu banyak umat Muslim yang menjalankan kehidupan mereka dengan penuh kekerasan dan kemunafikan.
Kenyataan bahwa begitu banyak negara Islam yang berada di bawah garis kemiskinan merupakan suatu contoh nyata mengapa begitu banyak kalangan yang merepresentasikan ajaran Islam secara salah. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa agama merupakan salah satu unsur dalam kehidupan manusia yang dipengaruhi dan mempengaruhi unsur-unsur lainnya, maka perut yang lapar akan mempengaruhi seseorang dalam memandang agamanya. Begitu pula otak yang bodoh akan dengan mudah dihasut dan diperbudak oleh kepentingan-kepentingan dari golongan tertentu.
Hukum Alam

Kemunduran Islam di seluruh dunia bisa jadi merupakan suatu hukum alam yang memang harus dialami oleh setiap umat Muslim. Ketidakberdayaan negara-negara Islam dalam pentas dunia memang terasa begitu memalukan bagi sebuah agama yang memiliki pengikut lebih dari 1,6 milliar orang.
Negara-negara Islam di Afrika sudah sejak lama dianggap sebagai kumpulan orang bodoh yang tidak memiliki rasa kemanusiaan dan keadilan. Negara-negara Islam di Afrika sudah begitu lama terpuruk dalam kemiskinan dan perang saudara yang begitu menyedihkan.
Negara-negara Islam di Asia juga tidak kalah bodohnya. Pakistan, sebuah negara yang menggunakan hukum Islam, di Asia Selatan jelas bukan sebuah negara Islam yang bisa dibanggakan. Saya kebetulan pernah hidup di Pakistan dari tahun 1997 hingga 2000, dan saya bisa yakinkan Anda bahwa Pakistan bukanlah sebuah negara yang patut dicontoh.
Selama tiga tahun hidup di Pakistan yang saya tahu bagaimana Pakistan menjalankan hukum, yang katanya adalah hukum Islam, adalah bagaimana setiap harinya perempuan Pakistan disiksa dan dilecehkan. Perempuan menjadi manusia kelas dua di Pakistan, mereka tidak memperoleh hak yang setara hampir di seluruh aspek kehidupan di Pakistan. Sesuatu hal yang sangat ironis di sebuah negara yang menjadi salah satu dari sedikit negara-negara di dunia yang pernah memiliki seorang presiden perempuan.
Pemerintah Pakistan menjalankan sistem pemerintahan yang bisa dibilang otoriterisme. Contohnya bisa dilihat bagaimana Presiden Pakistan saat ini Pervez Musharaf yang memperoleh kekuasaannya melalui proses kudeta tidak kunjung mau lengser padahal ketika baru menjadi presiden Ia berjanji bahwa kekuasaannya bersifat sementara dan akan segera menyelenggarakan pemilu. Saat ini Pakistan secara memalukan menjadi “budak” Amerika Serikat dalam memerangi terorisme di Afghanistan yang sayangnya juga merupakan sebuah negara Muslim. Sementara walau India memiliki jumlah umat Muslim melebihi total umat Muslim di Pakistan tapi jelas mereka tidak memiliki kekuatan di pemerintahan yang dikuasai oleh umat Hindu yang merupakan golongan mayoritas.
Hanya Malaysia di Asia Tenggara yang boleh bangga akan dirinya. Mereka sedang berkembang dan kehidupan masyarakat di Malaysia semakin lama semakin membaik. Indonesia? Saya kira saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Umat Muslim di Indonesia sudah pasti termasuk umat Muslim yang bodoh.
Sementara negara-negara Islam di Timur Tengah dan kawasan Persia bisa dibilang sama saja. Mereka bodoh namun mereka begitu beruntung karena Tuhan memberikan kandungan minyak bumi yang berlimpah. Mereka bisa hidup dalam kehidupan yang begitu nyaman dan bisa dibilang sejahtera. Tapi mereka tetap saja bodoh. Hampir semua negara Islam di negara Arab dikuasai oleh pemerintah-pemerintah yang otoriter.
Arab Saudi salah satu contohnya, keluarga kerajaan begitu berkuasa dan menjalankan kehidupan mereka secara berfoya-foya. Di saat yang bersamaan hanya Iran di di kawasan Persia yang mampu berdiri tegak dan bangga akan akan jati diri mereka. Iran semakin lama semakin mampu menunjukkan kemajuan pada kondisi politik dan pemerintahan mereka. Sistem politik yang dahulu begitu tertutup dan otoriter perlahan-lahan menjadi lebih terbuka dan demokrasi. Sementara tetangganya Irak seperti yang kita tahu semakin terperosok dan semakin jauh dari kesejahteraan.
Namun sayangnya dibalik kemajuan Iran dalam membangun kondisi politik dalam negeri yang lebih baik, Iran saat ini bisa dibilang secara aktif turut serta dalam proses perpecahan umat muslim di dunia. Iran membantu pemerintahan Irak yang saat ini dikuasai oleh golongan Syiah untuk melawan golongan Suni yang mendapat bantuan dari Arab Saudi. Golongan Syiah yang dahulu ditekan dan tidak mendapatkan hak yang seharusnya mereka dapatkan dibawah pemerintahan Saddam Hussein dikabarkan mendapatkan bantuan dana dan senjata dari pemerintah Iran yang ingin meningkatkan pengaruhnya di Irak. Sebuah perang yang mungkin dapat menyulut kebencian masa lalu antara bangsa Arab dan bangsa Persia. Kondisi ini membuat Amerika berada dalam posisi yang sulit karena janji untuk menciptakan sebuah negara Irak baru yang stabil menjadi sangat jauh dari kenyataan.
Di tahun 2007 ini tampaknya umat Muslim belum bisa mengejar ketertinggalannya dalam waktu yang dekat. Negara-negara dunia Barat sudah begitu jauh meninggalkan kita. Penemuan-penemuan hebat di dunia tidak pernah lahir lagi dari pemikiran-pemikiran umat Muslim. Mungkin umat Muslim harus sabar untuk menunggu hukum alam berpihak kepada kita lagi.
Namun tanpa bermaksud untuk menerima begitu saja segala kekurangan yang umat Muslim miliki, saya kira perlu dicermati bahwa dunia dan kehidupan ini selalu membutuhkan keseimbangan. Keseimbangan inilah yang membuat hidup terasa begitu indah.
Apabila ada yang naik maka pada saat yang bersamaan akan ada pula yang turun. Tuhan menciptakan warna hitam dan warna putih. Ada orang yang tinggi dan ada juga orang yang pendek. Semuanya saling mengisi kekosongan satu sama lain. Apabila dahulu Cina dikenal sebagai sebuah negara yang kuno dan tertutup maka bukan rahasia lagi bahwa Cina telah berubah menjadi sebuah kekuatan ekonomi dunia yang membuat negara sebesar dan sehebat Amerika pun ketar-ketir. Roda kehidupan memang harus terus berjalan untuk memastikan bahwa dunia tetap berada dalam keseimbangan.
Begitu juga dengan kondisi Islam saat ini. Fakta sejarah membuktikan dunia Islam pernah berjaya pada tahun 711 hingga 1492 dengan menguasai sebuah kawasan yang begitu luas dari Spanyol hingga Portugal. Dahulu para ahli dan pemikir Islam begitu hebat dan terkenal dalam membentuk sebuah peradaban manusia. Mungkin saja kemunduran Islam pada abad ke-21 ini merupakan suatu hukum alam yang memang harus dialami oleh setiap umatnya. Pertanyaannya sekarang adalah, “Berapa lama kita mau berada di bawah?

Ditulis dalam diskusi bebas, islam | Leave a Comment »

KEAJAIBAN SEMUT

Posted by kosongan pada | 22 |Desember| 2008 |

sumber : http://abihafiz.wordpress.com/2008/11/18/keajaiban-semut/

Terkait hal ini, Allah Swt berfirman sebagai berikut:

“Dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia, dan burung, lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Ketika mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, ‘Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, tanpa mereka menyadari.’ Dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dia berdoa, ‘Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai. Masukkanlah aku dengan rahmat Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh,” (QS Al-Nami [27]: 17-19).

Disebut dengan sarang semut, karena sebagian besar yang ada pada lembah tersebut adalah semut. Seperti ungkapan orang Arab, “Lembah si Fulan,” berarti bahwa sebagian besar orang yang ada di lembah tersebut anak keturunan Fulan. Ditambahkannya ‘ala (di) bisa jadi karena kedatangan Nabi Sulaiman dan pasukannya dari atas atau melintasi lembah dan sampai selesai. Beberapa penafsiran menyebutkan tempat lembah tersebut. Ada yang mengatakan lembah tersebut berada di Syam karena lembahnya yang banyak ditemui semut.

Sementara menurut Ka’ab, lembah tersebut ada di Thaif. Ada juga yang mengatakan berada di Yaman. Tapi semua itu tidak terlalu penting, karena yang menjadi fokus perhatian adalah kata, bukan tempat. Disebut namlah karena semut itu memiliki sifat terkenal bersih, juga karena sifatnya yang banyak bergerak dan jarang diam.1

Kata naml diacu pada binatang yang berkembang menjadi jenis serangga. Jenisnya mencapai 9.000. Ukuran semut beragam. Ada semut kecil yang hampir tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Ada juga yang berukuran besar. Di samping itu, warna dan bentuknya pun beragam seperti perbedaan dalam ukuran. Kerajaan semut terdiri dari:
1. Ratu semut, yaitu semut betina yang subur (tidak mandul). Fungsinya mengeluarkan telur dan mengatur ketentuan kerajaan.
2. Pekerja, yaitu semut-semut betina yang mandul. Tugasnya melakukan semua pekerjaan di kerajaan semut dengan membagikan makan sesuai ketentuan.
3. Pasukan, yaitu semut-semut jantan yang menjadi pasukan kerajaan.
4. Pejantan, yaitu semut jantan yang subur (tidak mandul). Satu-satunya fungsi semut ini adalah untuk mengawini ratu semut.

Frasa masakinikum, berarti ‘ desamu’, ‘kotamu’, ‘kehidupanmu’, ‘kekuasaanmu’, atau ‘kerajaanmu’. Klausa la yahthimannakum berarti ‘dia tidak memecahkanmu’, ‘tidak menghancurkanmu’, atau ‘tidak membunuhmu’.

Kata hathm berarti ‘memecahkan sesuatu yang keras’. Hathmah juga merupakan nama api neraka, karena ia menghancurkan apa yang menyentuhnya. Hitham juga berarti ‘benda kering yang pecah’. Semut penjaga melarang kawanan semut yang lain untuk keluar atau berhenti di depan Nabi Sulaiman dan pasukannya.

Klausa wa hum la yasy’urun berarti ‘mereka tidak mengerti dengan tempat kalian’. Dengan kata lain, seandainya mereka tahu, niscaya mereka tidak melakukannya. ia berkata kepadamu atas dasar ketidakmampuan. Nabi Sulaiman dan pasukannya dideskripsikan dengan sifat adil. ini tanda ajaran agama, keadilan, kasih sayang, dan sifatnya yang benar.

Sisi Ilmiah Kata-Kata Pada Ayat

Qalat namlah menjadi bentuk negosiasi di antara semut. Apakah semut tersebut jantan atau betina? Dia dikenal dengan nama apa? Diriwayatkan bahwa Qatadah menuju Kufah. Lalu, ia menemui sekelompok orang dan berkata, “Bertanyalah tentang sesuatu.” Pada saat itu, Abu Hanifah ada dan masih muda. Dia diminta bertanya, “Tanyakan kepadanya tentang semut Nabi Sulaiman. Apakah jantan atau betina?” Qatadah tidak mampu menjawabnya. Lalu, Abu Hanifah berkata, “Semut itu betina.” Ada yang bertanya lagi, “Alasan kamu apa?” ia menjawab, “Karena Alquran menyebut qalat namlah. Seandainya jantan, niscaya redaksinya qala namlah. Karena kata namlah bisa berarti mudzakkar (jantan; maskulin) dan muannats (betina; feminin). Oleh karena itu, ia diberikan tanda perbedaan. Orang Arab menyebut hamamah dzakar (semut jantan) dan hamamah untsa (semut betina).”3

Ada yang mengatakan bahwa namanya thakhiah dan harmia. Sampai kini tidak dimengerti mengapa semut diberi nama. Padahal di antara mereka tidak ada yang saling memberi nama. Begitu juga manusia tidak mungkin memberikan nama pada salah satu semut itu. Karena, manusia tidak bisa membedakan satu dengan yang lainnya. Jika ia betina, apakah itu yang menjadi ratu semut ataukah semut pekerja.2
Berbagai pertanyaan terus muncul seputar itu dan tiada akhir. Oleh karena itu, lebih baik kita tidak fokus ke sana. Adapun yang dimaksud dengan kata namlah pada ayat tersebut adalah ratu semut.

Pendapat tersebut didasarkan pada alasan berikut ini:
1. Huruf ta pada kata qalat menjadi penanda feminim (muannats) yang berarti satu ekor, yang bisa jadi ratu semut atau semut pekerja. Bisa juga berarti itu perintah ratu yang diucapkan oleh semut pekerja ditujukan kepada semua semut sebelum habisnya waktu. Indikasi feminin lebih dominan ditujukan kepada ratu semut dibanding semut pekerja, karena ratu semut adalah semut yang subur, sementara semut pekerja adalah semut mandul.
2. Ratu semut adalah induk semua semut. Tak heran bila status keibuannya disegani oleh anaknya dibanding semut yang lain. Itu sangat jelas dari redaksi ayat.
3. Semut ratu adalah semut yang memerintah dan melarang (penentu kebijakan) dalam status kerajaan semut. Kekuasaan ini tidak dimiiki oleh semut lain. Dengan kata lain, ia memiliki kemuliaan, posisi manajerial, dan disegani.
4. Konteks dalam redaksi surah Al-Naml adalah kondisi kerajaan. Karena itu, konteksnya tentang kerajaan yang diwakili Nabi Sulaiman a.s. juga tentang kerajaan Ratu Saba yang diwakili oleh Ratu Saba. Lalu, bagaimana mungkin ihwal kerajaan semut tidak berasal dari ratu semut. Dengan begitu, pembicaraan tersebut memang berada pada posisi tertinggi terkait struktur kerajaan.
5. Segera muncul pertanyaan karena ratu semut selalu berada di dalam sarang, tidak pernah keluar. Lalu, bagaimana ia bisa mengetahui kalau Nabi Sulaiman dan pasukarinya tiba di lembah. Apakah ratu semut melihatnya? Padahal seperti diketahui, penglihatan semut secara umum lemah, bahkan banyak di antaranya yang tidak bisa melihat. Namun, ia bisa merasa melalui berbagai perangkat perasa yang dibekali oleh Allah. Perangkat yang paling penting adalah tanduk perasa (antena).3 Dengan tanduk tersebut, semut bisa menemukan berbagal lubang dan bangkai. Di samping itu, semut bisa merasakan adanya udara, kehangatan, kelembaban, udara kencang, dari suara gemuruh. Bisa jadi, tanduk inilah yang dipergunakan oleh ratu semut, sehingga ia merasakan Nabi Sulaiman dan pasukannya sebelum kedatangan mereka yang mengeluarkan suara gemuruh. Lalu, ía memberikan perintah kepada rakyatnya. Semua itu seperti biasa ia mandatkan kepada pembantunya.
6. Dalam hadis disebutkan bahwa suatu kaum mengalami kekeringan yang sangat parah. Lalu, mereka meminta kepada Nabi mereka untuk keluar melakukan shalat istisqa. Lalu, Nabi keluar bersama umatnya. Ketika itu, ada seokor semut yang mengangkat kepalanya ke langit berdoa kepada Allah agar mereka diberi hujan. Lalu, Nabi berkata kepada kaumnya, “Kalian tidak perlu berdoa. Pulanglah. Doa kalian telah dikabulkan berkat doa semut ini.” Berdasarkan cerita ini, ada yang bertanya, “Apakah yang berdoa irii ratu semut atau semut biasa?” Menjawab pertanyaan ini, dapat diberi komentar bahwa semut il-il adalah semutbiasa. ia memilild tugas untuk rajin, giat berusaha, dan mengumpulkan makanan. Ini adalah tugasnya. Ketika ia telah mengerahkan segala kemampuannya tanpa ada hasil, tidak mungkin ia akan kembali ke sarangnya dengan tanpa hasil. Karena itulah, ia memohon kepada Allah agar ía diberikan rezeki untuk menyempurnakan tugasnya. Raja semut adalah yang terakhir merasakan lapat dan haus dibandingkan dengan masyarakatnya.

7. Dalam ayat tersebut, kata namlah disebut secara nakirah (indefinitif). Tujuannya untuk mengambil pelajaran berupa pengagungan. Pada saat yang sama, nakirah bertujuan untuk membaurkan seseorang atau seekor dalam satu komunitas yang melakukan kegiatan dengan sempuna. Oleh karena itu, masing-masing menjadi rahasia bagi komunitasnya. lni merupakan karakteristik semut yang tidak diketahui oleh mereka yang menolak kebenaran atau materialis. Masyarakat semut adalah masyarakat yang saling tolong-menolong. Semut yang paling kaya dalam masyarakatnya merupakan semut yang mengorbankan dirinya untuk masyarakatnya.

Terkait “udkhulu masakinakum“ masuklah ke sarang-sarang kalian, Allah Swt tidak mengatakan, “Udkhulna.” Karena, ketika Allah menciptakannya berbicara, maka posisi semut pada saat itu sama dengan posisi orang berakal ketika diajak bicara. Karena ucapan hanyalah untuk orang berakal. Panggilan tersebut menyentuh hati nurani mereka, yaitu masuklah lihatlah bagaimana ia digambarkan memiliki akal, pemahaman, kemampuan memanggil saudaranya, memerintahkan mereka untuk berlari dari keburukan, dan perintah masuk sarang untuk mencari perlindungan agar tidak terinjak oleh Nabi Sulaiman dan pasukannya tanpa dirasakan oleh mereka.

Semua itu mengandung peringatan untuk membangunkan akal tentang apa yang dianugerahkan kepada semut dari segi ketelitian, keteraturan, dan politik. Di samping itu, ia juga memberikan gambaran keindahan arsitektur sarang dan lubangnya. Sarang semut terletak di bawah tanah. Di dalam sarangnya terdapat lubang-lubang, lorong-lorong, dan kamar yang memiliki tingkatan kelas. Mengenai sarang semut ini, dapat dijelaskan secara rinci seperti berikut. Panggilan ratu semut kepada semut yang berada di bawah perintahnya dan proses pengumpulan mereka, menunjukkan retorika politik dan hukum dalam menjalankan tugasnya.

Kata masakin (sarang) berbentuk kata jamak (plural). Itu menunjukkan bahwa semut tidak terbatas hanya mengurus satu sarang. Akan tetapi, ada jenis sarang lain yang ada di tempat lain di sekitar lingkungan itu. Ada sarang yang dibangun di tanah dan ada yang di atas pohon, seperti manusia membangun rumah di atas gunung.

Ketika penduduk Mesir kuno membuat ruang bawah tanah, gua-gua, lubang-lubang, dan bangunan-bangunan di atasnya seperti piramid, kita tidak tahu siapa yang mengajarkan mereka. Namun dengan keyakinan yang kuat bahwa semut diberikan petunjuk oleh Allah tanpa proses belajar dan latihan. Semut Iebih dahulu jutaan tahun lamanya menciptakan sarang dibawah tanah dan di atas pohon sebelum manusia.

Pengungkapan sarang menggunakan kata maskan, menunjukkan ketenangan, ketentraman, keamanan, kebahagiaan, dan kekeluargaan. Semua itu teijadi setelah usaha yang panjang. Semua itu tidak akan terjadi tanpa adanya kemampuan sarang penampung semua kebutuhan hidup penghuninya yang disertai dengan aturan kuat dan fitrah yang benar. Redaksi udkhulumasakinakum “masuklah ke sarang-sarang kalian”, merupakan tanda pentingnya perintah bagi siapa saja yang berada di jalanan untuk menyingkir dan yang ditemukan di jalan harus disingkirkan.

Kondisi ini sama dengan orang yang sedang berjalan di tengah jalan raya pada malam hari. Terkadang pakaiarinya gelap, sehingga tidak terlihat oleh orang lain yang bisa menyusahkan bagi pengendara motor untuk melihatnya. Ia berada pada posisi berbahaya. Dalam kondisi seperti ini, ia harus menyingkir dari jalan untuk menghindari kecelakaan.

Klausa la yahthimannakum “jangan sampai kalian diinjak”, mendorong kita berpikir apa yang dimaksud dengan tahthim (menginjak). Apakah menginjak jiwa, badan, atau keduanya? Lalu, mengapa kata tersebut menggunakan kata tahthim? Al-Fakhr Al-Razi berkomentar, “Ratu semut memerintahkan masyarakatnya untuk masuk karena takut kaunmya melakukan maksiat.

Karena jika mereka melihat keagungan Nabi Sulaiman, bisa jadi kaumnya kafir kepada nikmat Allah Swt. Inilah yang dimaksud oleh firman Allah Swt, ‘Agar kalian tidak diinjak oleh Sulaiman.’

Oleh karena itulah, mereka diperintahkan untuk masuk agar mereka tidak melihat nikmat Nabi Sulaiman dan tidak kafir kepada nikmat Allah Swt. Ini merupakan pelajaran bahwa terlalu mengejar kemewahan dunia tidak bagus.”4

Al-Qurthubi berkata dalam kitab tafsirnya, “Tidak ada istilah menginjak atau merusak jiwa. Yang ada adalah menginjak atau merusak hati, takut ia berkeinginan untuk mengumpulkan apa yang diberikan atau takut terkena fitnah dunia, karena mereka sibuk melihat kekuasaan Nabi Sulaiman dan lupa berzikir juga bertasbih kepada Allah.”5 Tidak mengherankan ketika AlFakhr Al-Razi dan Al-Qurthubi berkomentar seperti itu.

Ketika kita merenungkan apa yang dikatakan oleh semut, niscaya kita akan mengerti kehebatan makhluk yang memiliki pemahaman akal dan kehebatan bahasa itu. Melihat sistem kehidupan bermasyarakat yang ideal, sangat mungkin apa yang dikatakan oleh semut bertujuan untuk menginjak atau merusak kesehatan jiwa dan hati secara besar-besaran.

Dari segi ilmiah, kata ini sendiri memiliki makna ilmiah yang dalam. Ini tidak teijadi pada kata lain. Kita mengerti bahwa rangkaian tulang manusia berada di dalam tubuh manusia. Jika satu atau lebih tulang yang patah, tidak sampai merusak tubuh secara keseluruhan, bahkan kerusakan itu bisa diobati. Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan kondisi semut. Rangka semut menyelimuti semut dan luar badannya. Semut merupakan serangga, sama seperti binatang lain yang arthropoda.6 Badannya dilindungi oleh kulit.

Fungsi rangka ini adalah menjaga anggota tubuh dari susunan dalam dan goncangan mekanis, sebagaimana bersambungnya otot yang bertumpu padanya, mempengaruhi perkembangnnya, dan menggerakkannya dengan gerakan tertentu. Rangka ini tidak hanya menutupi badan serangga dari luar dan melindunginya semata, tetapi ia juga mengondisikan hentakan yang terjadi secara alami dan kulit (ektoderm),7 seperti fungsi rongga mulut, bagian depan dan belakang sistem pencernaan, kantong udara, juga berbagai kelenjar yang terbuka di ujung kulit. Dinding badan serangga teratur dan terbatas. Ia tidàk bisa melebar kecuali dalam waktu tertentu dan masa yang singkat mengikuti proses berganti kulit (moulting).8 Kulit inl berbeda-beda dari segi kekerasan dan ketebalannya. Ada kulit yang sangat tipis, yang memberikan kemudahan dalam bergerak.

Kulit ini berada di antara persendian badan. Terkadang pada bagian tertentu kulit sangat tebal dan di bagian lain sangat tipis. Kekhususannya dari segi kimia. Semut tidak tenggelam pada air atau alkohol atau tempat lain. Ia juga tidak tenggelam pada zat asam yang diringankan, atau alkali yang diringankan. Namun, ia bisa tenggelam pada zat asam yang dibuat. Pada tema ini tidak dibahas terlalu dalam mengenai rangka dan karakteristik secara kimia dan tabiatnya.

Pembahasan ini menjelaskan kepada kita bahwa rangka ini terancam bahaya seperti ketika terkena hentakan dibawah kaki. Bisajadi serangga itu hancur dan rusak akibat hentakan tersebut. Ketika salah satu bagian semut terpecah, maka rusaklah semua badan dan keluarlah isinya lalu kering dan mati. Pecah yang dimaksud di sini tidak biasa, tetapi pecah yang berakibat pada kehancuran serangga secara keseluruhan dan kematiannya. Oleh karena itu, kata ini dengan sendirinya menjelaskan makna ilmiahnya secara mendalam tentang susunan badan serangga, yaitu semut.

Apakah semut yang disebut pada ayat di atas termasuk pasukan Nabi Sulaiman a.s.? Lalu, bagaimana ia bisa mengenal bahwa yang datang adalah Nabi Sulaiman dan pasukannya.
Perkiraan sebagian besar orang adalah semut tersebut bukan pasukan Nabi Sulaiman a.s. Perkiraan tersebut berdasarkan firman Allah Swt berikut:

“Dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan),” (QS Al NamI [27]: 17).

Semut bukan termasuk dalam kelompok yang dlsebut dalam ayat tersebut. Firman Allah Swt, “dari jin, manusia, dan burung,” menjelaskan bahwa pasukan Nabi Sulaiman terdiri dari tiga kelompok, yaitu kelompok jin, sebagai simbol kekuatan untuk urusan yang tersembunyi dan gaib (ruhani); kelompok manusia, yaitu kelompok yang menjelaskan segala perintah, menyerang musuh dan menjaga kerajaan; dan kelompok burung, yaitu kelompok yang membawa informasi, membawa surah kepada pemilik dan pimpinannya. Mungkin pertanyaan terbatas pada penyebutan jin dan burung dikarenakan posisinya yang tidak lazim dalam pasukan.

Karena itulah, tidak disebutkan kuda yang termasuk dalam pasukan. Lalu, apakah dengan alasan seperti itu, semut juga tidak di sebutkan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Allah Swt berfirman sebagal berikut:

“Seekor semut berkata, ‘Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarang-mu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, tanpa mereka sadari,” (QS Al-Naml [27]: 18).

Perkataan semut tersebut menunjukkan bahwa ia bukan termasuk pasukan Nabi Sulaiman. Seandainya ia termasuk pasukan, Ia pasti masuk dalam barisan yang lain. Akan tetapi, ia memerthtahkan pasukannya untuk masuk ke sarang-sarangnya dan menjauh dari jalan yang dilalui oleh Nabi Sulaiman dan pasukannya.

Ia adalah ratu yang sebenarnya dan merdeka. Nabi Sulaiman tidak memiliki kekuasaan terhadap semut tersebut. Hanya saja, Nabi Sulaiman mengerti bahasanya dengan izin Allah dan mengambil pelajaran dari sikap semut, sehingga membuatnya bisa tersenyum. Lalu, bagaimana semut itu bisa mengetahui bahwa yang akan lewat adalah Nabi Sulaiman?
Alam ini secara keseluruhan saling terkait dengan sangat sempurna. Semuanya bertasbih menyembah Allah.

Apakah dari sisi ini semut tersebut mengenal Nabi Sulairnan? Atau, apakah jenis lain mengetahui siapa saja yang diutus Allah. Apakah semua jenis makhluk beriman dengan semua nabi yang diutus pada zamannya?

Dalam sejarah Rasulullah Saw terdapat berbagai kisah yang menceritakan masalah ini. Salah satu cerita sahih bukti kenabian Rasulullah Saw adalah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir bin Samrah yang mendengar Nabi Saw bersabda, “Saya mengetahui bahwa batu di Mekah memberikan salam kepadaku sebelum saya diutus. Sekarang pun saya tahu.”

Ibnu Majah meriwayatkan dari Anas yang menuturkan bahwa suatu hari malaikat Jibril datang kepada Rasulullah Saw. Saat itu, Nabi duduk dalam kondisi sedih berlumur darah lantaran dipukul penduduk Mekah. Lalu, malaikat Jibril berkata, “Apa yang terjadi denganmu?” Rasulullah Saw menjawab, “Seseorang telah melukal aku, lalu yang lain mengikutinya.”

Malaikat Jibril berkata, “Apakah engkau berkenan jika àku memperlihatkan sesuatu?” Rasulullah menjawab, “Ya, perlihatkanlah kepadaku.” Lalu, RasuIullah melihat pohon di belakang lembah. Malaikat Jibril berkata, “Panggillah pohon tersebut.” Lalu, Nabi memanggilnya. Datanglah pohon tersebut sampai di depan Rasuluilah Saw.

Malaikat Jibril berkata, “Perintahkan ia supaya ia kembali ke tempat semula.” Lalu, Nabi memerintahkannya untuk kembali. Seketika itu, kembalilah pohon tersebut ke tempatnya semula. Rasulullah Saw lalu berkata, “Cukuplah bagiku (akan kekuasaan Allah).”

Bukti lain kenabian adalah rintihan batang kayu. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Jabir bin Abdullah r.a. yang mengatakan bahwasanya seseorang perempuan Ansar berkata kepada Rasulullah Saw.

“Ya Rasulullah, maukah engkau jika aku membuatkan sesuatu yang bisa engkau duduki. Saya memiliki anak yang menjadi tukang kayu.” Rasulullah Saw menjawab, “Jika engkau berkenan.” Lalu, perempuan tersebut membuatkan mimbar. Pada hari Jumat, Rasulullah Saw duduk di atas mimbar tersebut. Lalu, pohon kurma yang digunakan untuk berkhutbah berteriak hampir terbelah. Lalu, Rasulullah Saw turun dan merapatkan mimbar kayu kembali. Lalu, perempuan tersebut tersedu sampai terdiam.

Abu Hatim Muhammad bin Hibban meriwayatkan satu informasi dari Abu Said AlKhudhri bahwa di tengah-tengah sahabat ada seorang penggembala yang menggembala di padang pasir. Seekor serigala memangsa domba si penggembala. Lalu, sang penggembala mendatangi serigala tersebut untuk mengambil kembali domba yang dimangsanya. Serigala tersebut berkata kepada si penggembala, “Bukankah engkau bertakwa kepada Allah yang telah memberikan rezeki ini kepadaku.” Penggembala tersebut berkata, “Sungguh menakjubkan, seekor senigala bisa berbicara seperti manusia berbicara.” Serigala itu berkata lagi, “Maukah aku beri tahu kamu sesuatu yang lebih mengagumkan dari ini semua? Rasulullah Saw saat ini sedang memberikan kabar tentang hal ini.”

Lalu, penggembala tersebut menggiring dombanya ke Madinah, lalu menempatkannya di pinggiran kota. Lalu, ia menghadap kepada Rasulullah Saw dan menceritakan apa yang dikatakan oleh serigala tersebut. Lalu, Rasulullah Saw keluar dan meminta penggembala tersebut, “Beritahukan apa yang dikatakan oleh serigala tersebut kepada orang-orang.” Lalu, Rasulullah Saw bersabda, “Penggembala ini benar. Ketahuilah bahwa tanda-tanda Hari Kiamat adalah binatang buas bisa berbicara seperti manusia. Demi Zat yang jiwaku di tangannya, Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai binatang buas berbicara kepada manusia, seseorang bisa berbicara dengan sandalnya dan pukulan pecutnya, serta pahanya bisa memberitahukan kondisi keluarganya.”

Ahmad r.a. meriwayatkan satu hadis dari Abdullah bin Ja’far yang bercerita bahwa dia suatu hari mengikuti Nabi Saw. Beliau mengatakan kepadanya, “Aku tidak pernah memberitahukan seseorang.” Rasulullah Saw senang menyembunyikan sesuatu yang ia tuju.

Pada suatu hari beliau masuk ke kampung kaum Ansar. Lalu, seekor unta mendatanginya dengan mata yang terbelalak. Bahz dan Affan berkata, “Tatkala melihat Nabi Saw, unta tersebut meringkik dan air matanya mengalir.

Lalu, Rasulullah Saw mengusap ekornya hingga unta tersebut tenang.”

Nabi kemudian bertanya, “Unta ini milik siapa?” Lalu, seorang pemuda Ansar datang dan berkata, “Itu milikku, Rasulullah.”

Lalu, Rasulullah berkata kepadanya, “Apakah engkau bertakwa kepada Allah sehubungan dengan binatang yang diberikan Allah kepadamu? Ia mengadu kepada bahwa engkau tidak memberikan makanan (membuatnya lapar) dan menyiksanya.”

Bahkan, benda padat juga bisa memiliki perasaan dan emosi. Allah Swt berfirman sebagai berikut:

“Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan, dan kebun-kebun serta tempat-tempat yang indah-indah, dan kesenangan-kesenangan yang mereka nikmati. Demikianlah Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain. Lalu, langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi tangguh,” (QS Al-Dukhan [44]: 25-29).

Sayyid Qutlib berkata, “Para pembangkang memenuhi dunia ini tanpa merasa ada sesuatu baik di dunia maupun di langit. Mereka juga tidak merasa sedih dengan apa yang ada di dunia dan di langit. Mereka hanya menyebar fitnah. Mereka melakukan paksaan di dunia dan menginjak-injak manusia dengan sandalnya (merendahkan martabat manusia). Mereka bertindak tanpa ada rasa menyesal. Lalu, alam ini menghukum mereka karena mereka memisahkan diri dari alam. Alam ini beriman kepada Tuhannya, sementara mereka mengingkari semua itu. Mereka itu individu-individu yang hina dan terbuang dari alam tempat mereka hidup. Seandainya mereka merasakan apa yang mereka lakukan terhadap alam, niscaya mereka akan menyadari penghinaannya kepada Allah dan kepada seluruh alam ini. Mereka juga akan mengerti bahwa alam yang mereka tempati adalah alam yang fana, karena tindakannya yang tidak dilandasi oleh rasa keimanan.”9

Di akhirat nanti, tidak ada batas pemisah. Hanya ada satu bahasa yang dipergunakan dan dipahami. Pada saat itu, hanya ada ilmu keyakinan. Marilah kita renungkan firman Allah Swt berikut:

“Bahkan, mereka mendustakan Hari Kiamat dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan Hari Kiamat. Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh. Mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya,” (QS A1-Furqan 1251: 11-12).

Neraka disiapkan untuk mereka yang ingkar. Mereka melihatnya dari tempat yang paling tinggi, bahkan lebih tinggi lagi, seperti orang yang marah ketika dadanya bengemuruh karena menahan marah.

Kata zafir sebenarnya berarti suara yang didengar dari lubang. Ini menunjukkan kemarahan yang berhenti. Perumpamaan seperti ini juga pada firman Allah Swt berikut:

“Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedangkan neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, ‘Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?” (QS Al-Mulk (671: 6-8).

Neraka melihat dan terpengaruh oleh yang dilihatnya. Ia marah jika melihat kaum kafir. Dan semua itu kita dapat mengambil pelajaran bahwa benda-benda yang ada di dunia dan akhirat memiliki perasan dan emosi. Ada yang menangis karena kekuasaan Allah di dunia. Ada yang marah ketika melihat kaum kafir. Di akhirat marah dan mernpengaruhi jilatan dan gemuruh suaranya karena melihat mereka. Untuk itu, kita memohon kepada Allah agar selamat dari neraka dan menjadi ahli surga.

Kita mengetahui bahwa para kekasih Allah di alam ini saling berhubungan. Mereka mengikuti ketentuan Allah Swt. Mereka tidak mendengar apa yang tidak diizinkari Allah Swt untuk didengar. Mereka tidak melihat apa yang tidak diizinkan oleh Allah untuk dilihat, tidak memanjangkan tangan untuk sesuatu yang tidak diizinkan Allah.

Mereka tidak berjalan dengan kakinya kecuali kepada apa yang diizinkan Allah untuknya. Mereka mencintai apa yang dicintai Allah. Mereka tidak melindungi orang yang durhaka kepada Allah. Mereka menolong agama Allah setiap waktu dan setiap tempat. Bahkan, jika termasuk orang yang mencintai Allah, mereka bisa mendengar dengan kekuasaan Allah, melihat dengan cahaya Allah.

Semua ini menegaskan bahwa hadis Rasulullah Saw itu berasal dari Allah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. yang mendengar Rasulullah Saw bensabda, “Sesungguhnya Allah Swt berfirman, ‘Siapa yang memusuhi kekasih-Ku, maka Aku izinkan ia diperangi. Sesuatu yang Aku senangi dan hamba-Ku yang mendekatkan diri kepada-Ku adalah dengan apa yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan berbagai ibadah sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, maka Aku menjadi pendengaran apa yang ia dengar dan pengelihatan apa yang ia lihat, tangan apa yang ia pukul, kaki yang ia pergunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan berikan. Jika ia berlindung kepada-Ku, niscaya Aku akan lindungi,” (HR Al-Bukhari).

Contoh lain adalah kehebatan para sahabat Rasulullah Saw. Salah satunya adalah Umar bin Al-Khaththab ra. Pada hari jumat, Umar bin Al Khaththab menaiki mimbar Rasulullah. Ketika menyampaikan khutbah, Umar bin Al-Khaththab berkata, “Wahai Sariah bin Hushn, perhatikan gunung itu. Yang mengejar serigala adalah orang zalim.” Lalu, jamaah saling memandang. Ali bin Abu Thalib berkata, “Dia benar. Allah-lah yang memberinya kemampuan terkait apa yang dikatakannya.”

Ketika Umar selesai melakukan shalat, Ali bertanya kepadanya, “Apakah yang mengganggumu ketika khutbah?” Umar menjawab, “Maksudmu yang mana?” Ali bin Abu Thalib berkata, “Perkataanmu, ya Sariah, perhatikan gunung itu. Siapa yang mengejar serigala, maka ia zalim.”

Umar bertanya-tanya, “Apakah benar itu dari diriku?” Ali bin Abu Thalib menjawab, “Ya. Semua jamaah mendengarnya.” Umar bin AlKhaththab menjawab, “Firasatku mengatakan bahwa kaum musyrikin sedang menganiaya saudara kita. Mereka menguasai hak-haknya. Mereka berjalan di gunung. Seandainya mereka mengadili saudara kita, niscaya mereka membunuh siapa saja yang mereka temukan. Mereka telah menang. Seandainya mereka melewati, niscaya mereka binasa. Lalu, keluarlah apa yang aku katakan tadi, yang kalian semua mendengamya.”

Setelah satu bulan, ada kabar kemenangan. Diceritakan bahwa pada hari itu mereka mendengar apa yang disampaikan oleh Umar. Ketika melewati gunung, mereka mendengar suara seperti suara Umar bin Al-Khaththab berkata, “Ya Sariah, perhatikan gunung itu.” Mereka berkata, “Kami pun melawan mereka, lalu Allah memberikan kemenangan kepada kami.”

Umar bin Al-Khaththab adalah orang yang diberikan ilham, memiliki kekuatan nurani, sehingga jarak tidak berarti baginya. Penglihatannya seperti bulan terang. Lalu, ia mengingatkan sahabatnya, Sariah bin Hushn.

Ia lalu menjawabnya seakan berada di dekatnya, sampai akhirnya kemenangan pun tercapai. Allah Swt yang memperdengarkan. Ini sebagaimana ketika Allah memberikan kekuatan dan pemahaman kepada Nabi Sulaiman untuk mendengar ucapan semut.

Kekuatan itu diberikan dari beberapa jarak. Allah juga yang memperdengarkan ucapan Umar bin Al-Khaththab r.a. kepada Sariah dari jarak yang jauh. Begitulah kemampuan orang yang beniman dengan benar. Mereka mendengar dan melihat dengan kekuasaan Allah. Pada masa Utsman bin Affan r.a., ada seorang laki-laki keluar. Lalu, Utsman berkata, “Aku melihat ada tanda-tanda perzinaan di kedua matamu.” Laki-laki itu menjawab, “Apakah itu wahyu setelah Rasulullah, Utsman?” Utsman menjawab, “Hindarilah firasat orang yang beriman, karena ia melihat dengan cahaya Allah.

CatatanAkhir:
1. Al-Qurthubi, Al-Jami’ Ii Ahkam Alquran, Darul Fikr, jil. 7, hIm. 158
2. Tafsir Fakhr Al-Razi, Dar Al-Fikr, jil. 12, hIm, 188.
3. Ratu semut adalah semut betina muda yang memiliki satu-satunya tugas, yaitu menelurkan telur untuk rnenghasilkan keturunan dalam kerajaan semut dan rayap. Bentuk Iuarnya berbeda dengan semut lain, baik dari semut yang subur maupun semut yang mandul. Dia dibantu oleh semut-semut pekerja dalam hal makanan dan kepemimpinan umum. Pakerja (syaghhalat atau amilat) merupakan bentuk tunggal dari kata syaghalah atau amilah. Pekerja terdiri dari berbagai kelompok serangga seperti lebah, semut, lalat sapi, rayap, semut pekerja. Pekerja ini juga termasuk kelompok serangga seperja lebah, semut, lalat sapi, rayap, semut pekeria, betina-betina mandul. Pekerja ini melakukan semua pekerjaan yang sesuai untuk kelangsungan hidup masyarakat. Jumlahnya meningkat sesuai dengan jumlah masing-masing kelompok.
4. Tanduk yang berfungsi sebagai perasa (antena) adalah bagian tubuh yang memanjang yang bergerak-gerak. Ia merupakan alat yang terbuat dari gabungan (putus-putus). Alat ini keluar dari kepala binatang tidak betulang, khususnya pensendian dasarnya yang menjadi perkembangan sebagian kelompok serangga
5. Lih. Tafsir Al-Fakhr Al-Razi, Op. Cit.
6. Lih. Tafsir Al-Qurthubi, Op. Cit.
7. Arthropoda adalah kelompok binatang termasuk berbagai jenis serangga, laba-laba, binatang berkulit keras (crustacea), dan binatang yang memiliki banyak kaki. Ia merupakan jenis binatang yang paling banyak. Badan binatang dibedakan dengan pembagian yang jelas dan sisi lemah dan keras. Binatang jenis ini termasuk binatang gurun. Ia memillki berbagai tambahan di kepala, dada, dan perut. Tambahan ini merupakan bagian yang terpisah dari badan.
8. Ektoderm adalah kulit luar. Ia merupakan kulit bayi yang di luar memiliki tiga tingkatan awal pada janin binatang. Atau, Ia merupakan kulit binatang bagian paling luar Dua tingkatan yang lamnyaitu kulit length (mezoderm) dan kulit dalam (endoderm) tumbuh ketika bayi berkembang. Kulit luan terdiri dan janingan otot. KulIttengah terdiri dad otot-otot, pembuluh danah, dan lain-lain. Dan, kulitbagian dalam terdini den penis dan lambung.
9. Moulting adalah proses panting yang dialand oleh binatang tak bertulang belakang, sepertl serangga, untuk membuang kulit tuanya danmengganflnya dengan kulitbaru. Proses ini tenjadiberkali-kali selama sikhis kehidupannya. Inibertujuanuntukmembantu proses pe&embangandan penubahan dan waktu ke waktu sampai proses tersebut sempunna. Pada burung juga tenjadi proses seperti ini.

Ditulis dalam islam | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.